Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
George cemburu


__ADS_3

"Aku ingin melihat kakek" kata Lavender yang berada di dalam mobil bersama George


"Mari kita ke rumah kakek" jawab George dengan senyum


Kediaman Lion


"Kakek" teriak Lavender yang berlari ke arah Lion yang sedang berada di ruang tamunya


"Lavender, George" sebut Lion yang melihat ke arah mereka berdua yang baru masuk ke dalam rumahnya


"Kakek, aku ingin belajar menembak lagi" ucap Lavender yang menghampiri kakeknya itu


"Belajar menembak? aku rasa mungkin lain kali saja" jawab Lion dengan mengelak karena mengingat di saat Lavender belajar pelurunya menyasar ntah kemana-mana


"Kenapa lain kali?"


"Hari ini kakek agak lelah dan lain kali saja ya" jawab Lion dengan alasan


"Lavender, jangan memaksa kakek, biar kakek istirahat" ujar George yang sudah mengerti maksud Lion


"Iya" jawab Lavender dengan menurut


"Kalian dari mana saja?" tanya Lion dengan melihat ke arah George dan Lavender


"Kami baru dari panti asuhan" jawab George yang sedang duduk di samping Lavender


"Aku sering mendengar jika diri mu sangat suka membantu anak-anak dan orang yang tidak mampu" kata Lion dengan senyum


"Ini tidak seberapa, aku hanya berharap bisa membantu mereka yang membutuhkannya" jawab George


"Ini bagus, jika kau bisa membantu mereka, kau hanya tidak ingin mereka hidup dalam berkekurangan" kata Lion


"Benar!" jawab George dengan singkat


"George, aku mendapat info jika ada kumpulan jepang yang masuk ke kota S, ada anggota ku yang melihatnya" ujar Lion


"Yang Kakek katakan itu memang benar, kumpulan mereka juga di incar oleh musuh mereka, dan mereka saling membunuh dan setelah itu tidak ada tindakan selanjutnya dari dua kelompok itu" jawab George


"Kelihatannya kumpulan jepang sangat rumit, bahkan baru tiba sudah di incar" kata Lion


"Lavender, jika kau bertemu dengan orang jepang maka kau harus jaga jarak dengan mereka" pesan Lion dengan menatap ke arah Lavender


"Kakek, apa semua orang jepang itu jahat?" tanya Lavender


"Tidak semuanya, hanya saja tidak ada salahnya jika diri mu menjauh dari mereka" jawab Lion dengan senyum


"Kemarin aku mengenal orang dari jepang juga, tapi dia baik dan dia juga mengantar ku pulang di saat aku nyasar" jawab Lavender


"Apa? siapa yang mengantar mu pulang? pria atau wanita dan kapan?" tanya George dengan raut wajah dingin


"Kemarin, dia adalah pria dan sangat ramah jadi tidak kelihatan jika dia adalah penjahat" jawab Lavender


"Lavender, kenapa kau tidak menghubungi ku jika kau nyasar dan bisa saja kau asal naik mobil pria asing" kata George dengan merasa cemburu

__ADS_1


"Dia baik saja tidak kelihatan jika dia penjahat" jawab Lavender


"Lavender, siapa namanya?" tanya Lion


"Namanya Kura-kura jepang" jawab Lavender dengan santai


"Kura-kura jepang?" tanya serentak Lion dan George


"Namanya Kura-kura tapi karena asalnya dari jepang makanya aku bilang kura-kura jepang" jelas Lavender


mendengar sebutan Lavender George dan Lion hanya bisa menarik nafas panjang sambil mengeleng-geleng kepala


Dalam perjalanan pulang George hanya diam melihat ke arah luar jendela


"Gorila, kenapa kau diam saja dari tadi?" tanya Lavender yang penasaran


"Hentikan mobil" suruh George dengan raut wajah tidak senang


"Baik Ketua" jawab Patrick dengan menghentikan mobilnya


"Ada apa dengan mu?"


"Lavender, apa kau sering bertemu dengan pria itu?" tanya George dengan menatap Lavender


"Dua kali, kedua kali di saat dia makan di toko kami"


"Kau mengundangnya ke tempat mu?" tanya George dengan merasa cemburu


"Tidak! dia datang sendiri seperti pelanggan lainnya"


"Tapi dia bukan orang jahat, dia juga sudah membantu ku"


"Aku juga bisa membantu mu tapi kenapa kau tidak menghubungi ku?" tanya George dengan nada tinggi


"Gawat sepertinya akan terjadi peperangan, bagus aku keluar dulu" batin Patrick yang keluar dari mobilnya


"Aku lupa membawa handphone ku, mana bisa aku menghubungi mu, lagi pula jika aku tidak naik mobilnya aku tidak bisa pulang, kenapa kau marah?"


George yang merasa cemburu langsung menarik Lavender dan mencium bibirnya. sesaat kemudian George melepaskan ciumannya


"Jauhkan diri mu dengan pria mana pun, karena aku tidak suka jika ada pria yang dekat dengan mu, apa kau mengerti?" ucap George dengan manatap dengan dekat


"Aku adalah pengantar makanan jadi mana bisa aku jauhkan diri dari pria, lagi pula langganan bibi juga ada pria" jawab Lavender


"Kalau begitu biarkan saja anggota Kakek yang mengantarnya, jika mereka tidak sempat maka biar aku utuskan anggota ku untuk membantu" ujar George dengan melanjutkan ciumannya


"Kenapa jantung ku berdetak lagi?" batin Lavender


"Bibi, aku pulang" teriak Lavender yang baru tiba di tokonya


"Kemana saja kalian hari ni?" tanya Summy


"Panti asuhan sama rumah Kakek Neon"

__ADS_1


"Bagaimana dengan kakek mu?"


"Sehat-sehat saja, Bi"


"Baguslah kalau begitu, apa kamu ada bertemu dengan wanita itu lagi?"


"Tidak, Bi, kemarin kakek mengatakan jika dia di kurung di bawah meja"


"Bawah meja?" tanya Summy dengan heran


"Bukan, maksud ku di bawah tanah" kata Lavender yang sedang duduk bersandar


"Bukan bawah tanah tapi ruangan yang di bawah tanah" jawab Summy


"Oh..kakek sangat tegas, si Gigolo itu juga sudah di kirim ke dunia lain"


"Dia adalah penjahat yang bekerjasama dengan pembunuh itu makanya dia harus menerima hukumannya" jelas Summy


"Bibi, belakangan ini jantung ku seperti ada masalah"


"Ada apa dengan jantung mu?"


"Sering berdetak dengan kencang apa aku menghidap penyakit jantung?"


"Kau masih muda dan sehat, mana mungkin ada penyakit jantung"


"Bibi, aku besok mau ke rumah sakit untuk periksa"


"Apa kau serius?"


"Iya, aku belum melihat Bibi menikah jadi aku masih mau hidup lama"


"Jangan bicara sembarangan, Bibi mu ini sudah tua jadi tidak mungkin menikah"


Di saat menyetrika baju Bibinya. Lavender melamun karena sedang mengingat kembali perkataan George semasa di siang tadi:


("Jangan pergi dari ku walau apa pun yang terjadi"


"Aku akan memberi mu waktu, tapi kau tetap harus di sisi ku")


"Kenapa aku malah mengingat dia? apa otak ku sudah tidak waras?" gumam Lavender yang sambil sibuk dengan tangannya


Keesokan harinya.


Rumah sakit.


"Dokter, apa alat mu masih berfungsi kenapa jantung ku baik-baik saja?" tanya Lavender yang sedang duduk di ranjang


"Nona, jantung Anda baik-baik saja, sama sekali tidak ada masalah sama sekali" jawab Dokter dengan senyum


"Tapi kenapa jantung ku bisa berdetak dengan kencang ya?"


"Nona, jika anda kecapean jantung juga berdetak dengan kencang" jelas Dokter

__ADS_1


"Tapi di saat terjadi aku tidak kecapean, percuma aku ke sini, pasti alatnya ada masalah" ujar Lavender yang keluar dari ruang rawat itu


"Kenapa alat kami yang di salahkan?" gumam Dokter itu dengan mengeleng kepalanya


__ADS_2