Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Penyesalan Wallace


__ADS_3

"Anda adalah Ketua mafia asal jepang, Kaneshiro?" kata George dengan tatapan tajam


"Benar, tidak menyangka kita bisa bertemu, di dunia mafia aku sudah sering mendengar nama besar mu ini, dan hari ini kita bisa bertemu, sangat luar biasa"


"Betul sekali, dan tidak tahu mengapa Anda bisa berada di sini?"tanya George


"Hanya jalan saja, dan Nona ini adalah kekasih mu?"


"Iya, Lavender adalah kekasih ku bukan hanya itu, dia juga adalah calon istri ku" jawab George dengan sengaja sambil menatap ke arah Kurashi


"Kalau begini aku ucapkan selamat untuk kalian berdua" ucap Kaneshiro dengan senyum jahat


"Terima kasih, dan aku berharap Anda jangan lagi datang menganggunya, Lavender adalah calon istri ku makanya aku akan melakukan apa saja untuk melindunginya" kecam George


"Hahahhaha, salah paham ini hanyalah salah paham, aku mendatanginya hanya karena ingin berkenalan semata, karena Nona ini adalah kenalan putra ku, Kurashi. oleh karena itu aku hanya ingin lebih memahami nya" jelas Kaneshiro dengan ketawa kecil


"Ternyata begini, jadi untuk ke depannya tidak perlu lagi untuk bertemu dengannya, apa Anda mengerti Tuan Kurashi?" ucap George dengan sengaja


"Permisi, kami masih ada urusan" kata George dengan berjalan menuju ke dalam panti bersama Lavender


Setelah itu Kaneshiro dan Kurashi meninggalkan tempat itu


Di saat dalam perjalanan Wajah Kaneshiro berubah menjadi menakutkan karena bertemu dengan George Hamilton yang adalah musuhnya sendiri, tentu niatnya adalah untuk menghancurkan musuhnya itu dan merampas posisi ketua di markas Black White


"Kenapa aku tidak mendengarkan mu mengatakan jika dia adalah kekasih gadis itu?" tanya Kaneshiro dengan tatapan tajam


"Maaf, karena aku tidak serius dengannya oleh sebab itu aku tidak mengungkitnya" jawab Kurashi


"Lain kali jangan mendekatinya walau hanya sekadar bermain, masih banyak wanita lain tapi kau malah dekat dengan wanita musuh kita"


"Baik Pa, akan ku ingat"


"Aneh! kenapa dia bisa muncul di sini ya? apa dia ingin mengambil anak angkat lagi?" ujar Lavender dengan penasaran


"Seharusnya bukan, di usianya yang sudah tua tidak mungkin lagi dia ingin mengadopsi anak" jawab George


"Gorila Hamil, apa kau tidak sadar sesuatu?"


"Sesuatu?"


"Iya"


"Maksud mu apa?"


"Tidak tahu kenapa aku malah melihatnya agak mirip dengan mu"

__ADS_1


"Apa kau tidak salah lihat? dia adalah musuh ku, mana mungkin bisa mirip"


"Kalau hanya sekadar mirip adalah hal yang biasa saja, asalkan dia bukan Papa mu saja" kata Lavender seraya bercanda


"Tidak mungkin! kalau dia adalah Papa ku aku lebih berharap kami tidak pernah bertemu sama sekali" kata George dengan senyum


Setelah beberapa hari.


Kediaman Lion


"Kakek, maaf atas kejadian Wallace yang melibatkan Anda dan Lavender" ucap George yang sedang menemani Lion di halaman


"Tidak perlu minta maaf, ini bukan salah mu, Wallace selaku ketua mafia tapi tidak bisa bersikap dewasa dia sangat kekanakan, demi putrinya dia buat perhitungan tanpa selidiki masalah yang lebih jauh" jawan Lion


"George, aku tahu hubungan antara mu dan dia, kau merasa berhutang padanya" lanjut Lion


"Iya"


"Jika di saat itu kau muncul kau juga pasti merasa serba salah"


"Tidak, aku akan tetap memihak Lavender karena mereka sudah keterlaluan"


"Masalah Wallace sudah berlalu, yang ku ingin bahas adalah bagaimana dengan Kaneshiro dan Kurashi? apa rencana mu?"


"Dia datang karena putranya mendekati Lavender. George, kumpulan ini tidak mudah, mereka memiliki jumlah anggota yang cukup besar, dan tentu saja ini tidak menyulitkan kita, jika mereka berani menyentuh Lavender aku pasti akan ikut campur"


"Kakek, Kurashi sudah lama menjadi musuh ku, dia kembali aku rasa hanya ingin mencari masalah dengan ku, tapi aku tidak menyangka masalah ini lagi-lagi melibatkan Lavender"


"Masalah dunia mafia tidak bisa di elakkan, asalkan pria itu tidak mendekati Lavender maka semua akan baik-baik saja, akan tetapi tetap awasi setiap gerak-gerik Kaneshiro dan putranya"


"Baik, akan ku lakukan, jika perlu maka aku akan menghancurkan mereka"


"Kumpulan kita tidak boleh kalah dari kumpulan jepang, jika kalah maka nama baik kita telah tercemar, nama Lion dan Black White cukup besar di dunia mafia jadi waspada setiap tindakkan mereka"


"Benar apa yang di katakan, kakek"


Rumah sakit tempat perawatan Wallace


"Ketua, semua biaya telah di lunaskan, pihak rumah sakit tidak memberitahu siapa yang membayarnya" kata Rico yang sedang berdiri di samping ranjang


"Siapa yang menanggung biaya ku? kenapa tidak ingin kita mengetahuinya?" ucap Wallace dengan penasaran


"Apakah Ketua Lion?"


"Tidak! itu tidak mungkin dia" jawab Wallace

__ADS_1


"Paman" sapa seorang pria yang masuk ke dalam kamar Wallace


"George" sebut Wallace yang melihat ke arahnya


"Maaf, karena aku baru datang hari ini" ucap George dengan merasa bersalah


"Bukan salah mu, kau adalah ketua Black White tentu kau sibuk harus mengurus banyak hal"


"Mengenai kejadian ini ada hubungannya dengan ku, jadi aku harus bertanggung jawab"


"George, betul kata ketua Lion aku gagal sebagai orang tua dan sebagai ketua mafia di kumpulan, ini lah hukuman untuk ku" jelas Wallace dengan menyesal atas perbuatannya


"Paman, selama Anda di sini maka biarkan aku yang menjaga mu"


"George, apakah biaya rumah sakit kamu yang bayar?"


"Paman, itu tidak seberapa jika di bandingkan atas jasa mu terhadap ku, lagi pula ini adalah kewajiban ku juga"


"Jangan menyalahkan diri mu, ini semua adalah kesalahan ku dan Celine, aku mendengar semua katanya dan tidak menyelidikinya dengan baik, semua ini adalah salah ku" kata Wallace yang merasa sedih


"George, aku hanya ingin tahu satu hal"


"Paman, silahkan katakan saja"


"Selama 5 tahun Celine mengharap cinta mu apakah kamu tidak tersentuh olehnya"


"Paman, maaf' ucap Wallace dengan menunduk


"Aku mengerti, dan apakah kamu bisa memberitahu ku kenapa kau bisa menyukai gadis itu, apakah karena dia adalah cucu Ketua Lion?"


"Bukan! aku menyukainya di saat aku belum mengetahui identitas aslinya"


"Apa alasan mu menyukainya?"


"Tidak tahu! dia bisa membuat ku marah dan membuat ku merasa tersenyum"


"Ini adalah cinta tanpa sebab, kalau mencintai memang tanpa alasan, jika mencintai karena sebuah alasan maka itu bukan cinta melainkan hanya terobsesi" jelas Wallace


"Paman, aku berharap Anda bisa mengerti alasan aku menolak Celine"


"Aku mengerti, sebenarnya ini adalah salah ku dari awal, aku sudah tahu kau sudah memiliki pujaan hati, tapi karena ingin Celine melihat dengan mata sendiri maka aku membiarkan dia datang mencari mu, jika di saat itu aku mencegahnya mungkin ini tidak akan terjadi, ini semua salah ku" jelas Wallace dengan penuh penyesalan


Bab selanjutnya


Kurashi mengetahui Lavender adalah gadis kecil yang dia cari selama ini

__ADS_1


__ADS_2