Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Bukan kasus langka


__ADS_3

"Hiaaaak, hiaaaaak, terima jurus lemparan Lavendeerr" teriakan Lavender dengan santainya melempar ikan hias yang tanpa di sadari perbuatan mereka di tonton oleh Lion dan George


"Kau berani sekali melemparku, rasakan lemparanku juga" bentak Bruce dengan melempar ikan hias ke arah Lavender


Akibat lemparan mereka berdua sebanyak puluhan ekor ikan hias itu berada di atas tanah sambil melompat-lompat


"Tu..tuan besar itu..?" ucap Bieber yang kebinggunan yang melihat tingkah dua orang itu


Lion hanya terdiam saat melihat ikan hias kesukaannya di jadikan sebagai mainan cucunya, rasa sayang pada ikan yang di beli dengan harga tinggi kini menjadi senjata lemparan untuk cucunya dan juga pengawalnya itu


George yang melihat aksi dua orang itu yang berada di dalam kolam merasa binggung dan juga cemburu, sikap kekanakan Lavender dan Bruce menjadikan hubungan mereka sangat akrab


George melangkah menghampiri kolam dan dengan menahan emosi melihat tunangannya itu yang sedang bermain lemparan dengan pria lain


"LAVENDER" teriakan Goerge yang mengagetkan Lavender dan Bruce


Lavender dan Bruce baru menyadari jika aksi mereka telah di tonton oleh Kakek dan lainnya


"Apa kalian belum puas bermain?"tanya George dengan kesal


"Hai....Ka..kek, gorila hamil" ucap Lavender yang melihat ke arah Lion dan George


"Tu..tuan besar" sapa Bruce dengan ketakutan dengan tatapan Lion


"Apa kalian bisa menjelaskan apa yang terjadi di dalam kolam sana" tanya Lion dengan menahan emosi


"Kakek, sebenarnya kami hanya sedang menguji sesuatu" jawab Lavender dengan santainya


"Menguji sesuatu? apa yang mau kamu uji di dalam kolam sana sehingga melempar semua ikannya di atas tanah?"tanya Lion


"Kakek, itu namanya uji fisiknya, ikannya sangat kuat bahkan di lempar saja masih bisa hidup" jawab Lavender dengan tanpa merasa berdosa


"Alasan seperti apa itu? menguji fisik" gumam Bruce


Bieber dan Kelvin yang mendengar jawaban Lavender hanya bisa menahan tawa


"Oh..cucuku sangat pintar sekali, ingin menguji fisik ikan hias dengan cara melemparnya, ini adalah cara yang baru kakek lihat hari ini" kata Lion dengan bersikap tenang


"Kakek, ikan yang kakek beli semuanya sangat tahan banting, lihat saja ikannya masih bersemangat walau tanpa air dia masih bisa melompat-lompat, sedangkan di dalam air ikannya tidak bisa melompat" kata Lavender yang keluar dari kolam dan menghampiri kakeknya sambil menunjukan ke arah ikan yang berada di atas tanah dengan tanpa rasa berdos

__ADS_1


"Perkataan bodoh apa ini? ikan melompat karena tidak ada air, di dalam air mana mungkin melompat karena bisa bernafas" batin Bruce


"Kakek, bagaimana jika ikannya di masak ikan kecap? semua ikannya sangat gemuk dan berisi, aku ingin meminta sama kakek dua ekor saja untuk di masak kecap dan goreng" kata Lavender


"Lavender, apa kau tahu itu adalah ikan hias dan bukan untuk di makan" ujar George


"Walau ikan hias tapikan ikan jugakan?" tanya Lavender


"Iya, tapi bukan untuk di konsumsi" jawab George


"Lavender, Bruce" sebut Lion dengan tegas


"I..iya Tuan besar" jawab Bruce yang langsung keluar dari kolam dan menghampiri Lion


"Apa kalian tahu apa yang sudah kalian lakukan? kalian telah melukai ikan hias itu, ikan itu bukan untuk di mainkan, tapi kalian malah menjadikan ikan itu sebagai mainan kalian" kata Lion dengan tegas


"Kakek, aku tidak sengaja terjatuh ke dalam kolam saat aku ingin mencoba menyentuh ikan itu" jelas Lavender


"Tuan besar, ini kelalaian ku, di saat aku ingin menarik Lavender aku juga ikut terjatuh" ucap Bruce dengan merasa bersalah


"Kalian sudah melakukan kesalahan besar kali ini, untuk kali ini aku ampuni kalian, jika ada lain kali maka jangan salahkan aku akan menghukum kalian" ucap Lion dengan tegas


"Kakek, apa bisa aku minta satu ekor saja untuk bibi masak ikan kecap?" tanya Lavender dengan santainya


"Atau untuk mainanku di rumah" pinta Lavender dengan berharap


"Lavender, ikan hias itu bukan untuk dijadikan mainan tapi untuk hias dan hobi" ujar George


"Kalian berdua cepat pergi kembalikan ikan itu ke kolam" perintah Lion dengan tegas


"Tapi ikannya lebih suka di atas tanah karena bisa menari-nari, kalau di dalam air dia hanya bisa berenang" jawab Lavender


Mendengar jawaban cucunya, Lion hanya bisa menarik nafas panjang sambil mengeleng-geleng kepalanya


"Lavender, apa katamu? ayo cepat kerjakan dulu perintah tuan" ujar Bruce yang menarik lengan Lavender pergi menangkap ikan untuk kembali masuk ke kolamnya


"Kakek, ada yang inginku runding dengan kakek" ucap George


"Katakanlah" jawab Lion

__ADS_1


Lion dan George berada di ruangan baca sedang membahas kondisi Lavender


"George, apakah menurutmu ini adalah sejenis penyakit?"


"Tidak tahu, aku hanya penasaran saja, dia bisa berubah dalam sesaat, dan ini sudah kali kedua aku melihatnya, pertama saat kejadian yang menimpa kakek, kedua adalah hari ini, di saat itu aku merasa dia berubah menjadi orang lain, dan aku agak tidak terbiasa awalnya dan kemudian dia berubah lagi, aku hanya khawatir apa ini akan mempengaruhi hidupnya" jelas George


"Lalu apa rencana mu?"


"Aku ada seorang teman bernama Ferry dia adalah seorang dokter, aku ingin berkonsultasi dengannya


"Ada baiknya juga kalau begitu" jawab Lion yang sambil menatap keluar jendela yang di mana Lavender sedang menangkap ikan masuk ke dalam kolam


"Aku heran dengan kakek, hanya mau minta satu saja dia tidak mau memberikan padaku" ngoceh Lavender yang sambil sibuk dengan tangannya


"Apa kau masih waras? ini ikan hias bukan untuk di makan, mana mungkin tuan berikan padamu" jawab Bruce


"Ikan ini tubuhnya kuat, walau di lempar juga masih hidup"


"Aku salah jadi ikut gila denganmu, untung saja aku tidak di pecat'


"Bagaimana jika ikannya kita buat saja berhenti bernafas? agar aku bisa bawa pulang untuk di masak, kata bibi kalau ikan mahal maka rasanya akan lebih enak"


"Kau jangan coba-coba berani melakukannya, aku malah takut jika ikan ini lemah jantung akibat perbuatan kita tadi, jadi kau jangan coba-coba melakukan yang tidak-tidak" kata Bruce


"Kakek pelit" gumam Lavender


"Kalau kau takut ikan ini lemah jantung bagaimana jika kita bawa kerumah sakit saja untuk periksa jantungnya?"


"Percuma bicara denganmu, ikan hias di bawa kerumah sakit" ketus Bruce dengan kesal


Malam hari


George bertemu dengan Ferry yang adalah seorang dokter psikolog


"George Hamilton, kau membuat ku kaget di saat kau menghubungi ku tadi, terutama jika kau sudah memiliki seorang kekasih" ujar Ferry dengan senyum dan duduk berhadapan dengan George


"Apa kamu pernah bertemu dengan kasus seperti calon istriku ini?"


"Sebenarnya kasus ini bukan kasus langka, dan juga tidak bahaya, beberapa pasien ku juga memiliki keanehan ini" jelas Ferry

__ADS_1


__ADS_2