
"Aaaarrrgghhh" jeritan Lavender dan pria itu
Lavender merasa kesakitan di bagian tubuh karena hentakkan kuat serta bagian bekas luka di pundak, perut dan lengan membuatnya terkapar tidak berdaya. sementara pria itu merasa lemah di bagian tubuhnya akibat suntikan ke matanya, cairan yang di suntik oleh Lavender ke mata pria itu adalah obat melemahkan ototnya, sehingga membuat mata pria itu buta sebelah dan lemas di seluruh tubuh
Tidak lama kemudian Bieber dan Kelvin pun tiba dan melihat semua anggotanya tidak sadarkan diri akibat asap tebal yang di gunakan oleh pria itu
"Gawat" ucap Kelvin yang langsung berlari masuk ke kamar Lion bersama Bieber
"Ketua besar" teriak Bieber dan Kelvin yang menghampiri ranjang Lion
"Kursinya patah, apakah tadi terjadi perkelahian di sini?" ujar Bieber yang melihat patahan kursi yang di lantai
"Apakah nona Lavender?" tanya Kelvin
"Aku akan melihatnya, kau jaga di sini" ucap Bieber yang melangkah keluar dari kamar
Di saat Bieber melangkah keluar bertemu dengan 2 pembunuh yang bersenjata mendatangi kamar Lion
Di saat dua pembunuh itu melihat Bieber yang keluar dari kamar itu langsung mengarahkan senjatanya pada Bieber
Dor...dor...dor...dor
Bunyi tembakan dua pembunuh itu
"Aaaarrhhh" jeritan Bieber yang terkena 4 tembakan di bagian tubuhnya
Bieber lalu memaksakan diri untuk melepaskan tembakannya dalam keadaan luka parah di tubuhnya
Dor...dor...dor..dor
"Aaaargggghhh" teriakan dua pembunuh itu akibat di tembus oleh peluru di bagian dada dan jantung mereka, sesaat kemudian mereka tewas di tempat
Sementara Bieber harus menderita luka di bagian tubuhnya yang di tembus oleh 4 butir peluru dan kemudian tidak sadarkan diri
Kelvin yang mendengar bunyi tembakan langsung bergegas keluar dari kamar
"Bieber" teriak Kelvin yang melihat Bieber yang terkapar di lantai
"Bieber...bieber" teriak Kelvin yang menguncang tubuh Bieber
Tidak lama kemudian datang lagi dua pembunuh lainnya yang meghampiri Kelvin
"Bunuh dia dan setelah itu ambil nyawa si tua itu" bentak seorang pria yang bersenjata yang semakin dekat jaraknya dengan Kelvin
Kelvin yang sedang berusaha membangunkan Bieber yang tidak sadarkan diri langsung menoleh ke arah dua pembunuh yang tiba-tiba muncul di sana saat mendengar gertakan mereka
Di saat dua pria itu ingin melepaskan tembakannya tiba-tiba saja aksi mereka di hentikan
Dor....dor...
Bunyi tembakan yang datang dari belakang
__ADS_1
"Aaaarggghhhh" teriakan dua pria itu yang di tembak dari arah belakang dan langsung tewas di tempat
"Ketua Hamilton" ucap Kelvin yang memandang ke arah George yang membunuh dua pembunuh itu
"Kelvin, Bieber..." seru George yang menghampiri mereka berdua
"Ketua Hamilton, tolong cepat pergi mencari nona aku takut dia dalam bahaya" ujar Kelvin dengan merasa cemas
"Aku akan pergi sekarang" ucap George yang langsung melangkah pergi
Di sisi lain Lavender berusaha untuk berjalan untuk menuju ke kamar kakeknya
"Aku sepertinya mendengar bunyi tembakan, tidak tahu bagaimana dengan kakek" gumam Lavender yang berjalan dengan menahan sakit
Pria yang tadinya berusaha bangkit dan mengejar langkah Lavender
"Wanita gila" bentak pria itu dengan menarik lengan Lavender dan menghentakan ke dinding dengan kuat
Bruk
"Aaargghhh" jeritan Lavender yang kesakitan di tubuhnya
Pria itu lalu mencengkeram leher Lavender dengan erat
Lavender yang merasakan sakit di seluruh tubuhnya dan lemas berusaha untuk melawan akan tetapi tidak berdaya
Dan kemudian dia mengunakan dua jarinya menusuk dua mata pria itu
"Kau ingin mengambil nyawa ku tidak semudah itu, aku Lavender jika begitu mudah mati maka nama ku bukan Lavender lagi" ucap Lavender yang berusaha untuk berdiri
"Lavender" teriak Bruce yang baru datang
"Bruce, kau datang"
"Kenapa tubuh mu berdarah? apakah pria ini yang melukai mu" tanya Bruce menghampiri Lavender dan melihat ke arah pria itu yang kesakitan di matanya.
"Luka ku terbuka jahitannya" jawab Lavender
"Dasar jahanaaaaam" bentak Bruce dengan kesal dan menghampiri pria itu dengan melayangkan pukulan ke wajahnya
Bruk
"Aaaarhhhhh" jeritan pria itu yang terkapar langsung ke lantai
Tidak sampai di situ Bruce juga menendang pria itu berkali-kali
Bruk....bruk...bruk....bruk...bruk...
"Aaarggghhh" teriakan pria itu yang di tendang oleh Bruce sebanyak berulang kali
"Dasar badak...tubuh sudah besar bikin kesal saja, aaauuwwww" teriak Bruce yang juga merasa sakit di kakinya sambil melompat-lompat
__ADS_1
"Tubuh mu itu terbuat dari besi ya..ha? kenapa bisa begitu keras apa yang kau makan sebenarnya?" bentak Bruce yang mengerak-gerakan kakinya
"Lavender" teriak George yang menghampiri Lavender
"George" sahut Lavender
"Kau terluka Lavender" ucap George dengan merasa cemas
"Jahitan ku terbuka" jawab Lavender dengan menahan sakit
"Ketua Hamilton, pria ini yang melukainya, pria ini biarkan aku yang urus, cepat pergi cari dokter" ujar Bruce
"Lavender, mari kita bertemu dengan dokter" ucap George dengan mengendong Lavender
George yang merasa cemas langsung mengendong Lavender sambil berlari menemui dokter
"Dasar.. kau pasti utusan si pak tua itu kan? berani sekali kau datang membunuh penyelamat ku..ha" bentak Bruce dengan menendang tubuh pria itu yang masih terkapar di lantai
Bruk
"Aaaarggghhtt" jeritan Pria itu
Tidak puas dengan satu tendangan, Bruce lalu melakukannya dengan berulang kali
Bruk...bruk...bruk....bruk
Tendangan tanpa berhenti di lakukan oleh Bruce
"Pria sialan, jika hari ini aku tidak beri pelajaran pada mu maka nama ku bukan Bruce, aaaauwwwww" bentak Bruce sambil menendang tubuh pria itu lagi dan sambil melompat kesakitan
"Sakit sekali kaki ku, kau makan apa.ha? kenapa tubuh mu bisa begitu keras?" ketus Bruce dengan kesal
"Kenapa aku bisa begitu bodoh harus menendang mu, aku kan punya pistol, langsung saja aku matikan akar busuk seperti mu" celoteh Bruce tanpa berhenti
Dor...
Bunyi tembakan dari Bruce menembus kepala pria itu hingga tewas sesaat kemudian
Di malam itu pembunuh utusan Kaneshiro telah tewas di tangan George, Bieber dan Bruce, sementara Bieber harus berada di ruang operasi kerena mendapatkan 4 peluru yang menembus ke bagian perut, lengan dan dua di pundaknya
"Mereka semua pasti adalah utusan Kaneshiro, sampai sekarang mereka masih belum puas lagi dengan kondisi ketua" ujar Kelvin yang sedang berdiri di luar ruang rawat
"Anggota ku mengatakan dia telah menjadi ketua dari kumpulan Yoshiro, memang itu yang dia inginkan selama ini, mempergunakan Yoshiro melawan kita dan apa pun hasilnya maka dia yang meraihnya" jawan George
"Dia memiliki semakin banyak anggota. ketua Hamilton, kelihatannya kita harus menyusun rencana untuk membalasnya" ucap Kelvin
"Kelvin, aku ada memikirkan untuk membalas dendam saat kejadian yang menimpa kakek dan Lavender, akan tetapi jika kita melakukannya sekarang ini hanya akan bahaya bagi kakek, tanpa kita di sini mereka bisa saja ambil tindakan lagi, kali ini bisa di katakan mereka kalah karena ada Lavender yang mengagalkannya" jelas George
Bab selanjutnya
Floris tewas di bunuh
__ADS_1
Maaf para readers setia, hari ini Author agak telat up ya.πππ karena ada urusan mendadak tadi...silahkan menunggu untuk Bab selanjutnya di malam nantiπππππ