
"Iya, tenang saja aku ingat pesanan mu, masukkan cuka setengah botol setelah kuahnya mendidih?" gumam Lavender yang masih setengah mengantuk
Lavender yang baru bangun tidak fokus mendengar pesanan bibinya, lalu dirinya mengaduk ikan-ikan yang sedang di dalam kuali besar itu
"Kuahnya sudah mendidih, jadi sudah bisa mencampur cukanya" kata Lavender yang mengambil salah satu botol di meja dapur itu
"Tapi aneh sekali, kenapa harus begitu banyak cuka yang di campur ya? apa tidak terlalu asam? ya sudah campur saja dari pada nanti kena marah lagi" gumam Lavender yang mencampuri cuka sebanyak setengah botol
Setelah setengah jam kemudian Summy pun kembali ke tokonya dengan sambil membawa belanjaannya
"Lavender, apa sudah siap kerja mu di dapur?"
"Sudah Bi, sudah ku matikan kompornya dan sudah siap masak, jadi bibi tinggal membungkus saja jika ada yang pesan" jawab Lavender dengan santai.
"Akhirnya kau menjadi pintar juga" puji Summy dengan senyum
"Aku memang sudah pintar dari dulu, hanya saja karena aku tinggal bersama bibi makanya pintar ku jadi tertunda" jawab Lavender yang tidak mau kalah
"Ya sudah, karena kau sudah membantu maka bibi tidak buat perhitungan dengan mu, dan cepat kupas telur yang sudah ku rebus itu" jawab Summy dengan berjalan ke dapur
"Iya, ini aku sedang menelanjangkan telurnya" jawab Lavender yang sedang sibuk kupas kulit telur
"Bukan menelanjangkan tapi kupas" ujar Summy yang masuk ke dapurnya
"Aneh! biasa pasti mengunakan senjata favoritnya untuk memukul ku" gumam Lavender yang sedang sibuk dengan tangannya
Sesaat kemudian
Setelah mencoba rasa kuah ikan itu bibi Summy pun terdiam dan tidak bisa bicara, lalu dirinya mengambil sendok panjang dan berjalan keluar dari dapurnya
"LAVENDEEEEEEEEEEERRRR" teriakan Summy yang mengema seluruh ruangan itu
"Aaargghtttt" teriak Lavender yang kaget dan melemparkan telur ke arah suara itu berada
Plok....
Lemparan telur dari Lavender mengena dahi Summy yang berdiri tidak jauh dari posisinya
"Hah...Bi-bibi? kenapa berdiri di sana? mana hantu wanita tadi?" tanya Lavender yang mengira teriakan itu dari hantu yang ntah dari mana
"HANTUUUUU? kau mengatakan ku hantu dan melemparkan telur ke wajah ku?" ucap Summy yang melepaskan telur rebus yang menempel di dahinya dengan emosi yang tingkat teratas
"Bukan begitu ,Bi. tadi ada wanita mana yang berteriak begitu kuat kalau bukan hantu siapa lagi karena di rumah hanya kita berdua" jawab Lavender dengan polosnya
"Kepala mu, yang berteriak itu aku bukan HANTUUUU" ketus Summy yang sedang ingin memukul keponakannya itu
__ADS_1
"Jadi bibi kenapa berteriak padahal jarak kita begitu dekat, lagi pula bibi kan tidak tuli" bentak Lavender dengan kesal
"Apa kau tahu apa yang kau lakukan pada ikan ku?"
"Memang kenapa, Bi? kan sudah masak, lagi pula ikannya sudah tidak bernafas"
"Aku menyuruh mu masuk kan kecap manis seperempat saja, tapi kau malah mencampurkan cuka sebanyak setengah botol lebiiiihhh" jawab Summy dengan nada tinggi
"Bukankah Bibi yang mengatakannya campur cuka setelah kuahnya mendidih? lagi pula aku sudah menurut kata bibi" ucap Lavender yang tidak mau kalah
"Nurut kepala mu, kau mencampurkan setengah botol cuka itu apa kau tahu rasanya seperti apa?"
"Pasti asam, tapi kan itu yang Bibi ajarkan ke aku tadi pagi" jawab Lavender tanpa rasa bersalah
"LAVENDEEEEEEEERRRR" teriak Summy yang kesal sambil melibas-libas sendok panjang nya ke arah Lavender
"Mulai lagiii" teriak Lavender yang berlari keluar dari toko
"Jangan larrriiiii" teriak Summy dengan nada tinggi sambil mengejar langkah keponakannya itu
"Aku tidak begitu bodoh harus berdiri diam di sana" terika Lavender sambil berlari
"Kalian cepat tangkap diaaaaaaa" teriak Summy dengan nada memenuhi satu pasar itu
Mendengar teriakan Summy semua tetangga di sana pada berlari ke arah Lavender
"Apa 30 ekor ikan?" tanya serentak tetangga di sana
"Iya, makanya capat berterima kasih pada Bibi ku" jawab Lavender yang menghentikan langkahnya
"Kak Summy, kau sangat baik" teriak serentak tetangga yang menghampiri Summy dan mengangkatnya karena merasa terima kasih
"Bukan begitu, anak durhaka itu berbohong, akulah yang jadi korban" teriak Summy yang di angkat mereka sambil melempar ke atas dan kemudian menyambut dan seterusnya
"Hahahaha... Bibi ku sangat baik makanya ingin traktir kalian makan, maka banyak-banyaklah berterima kasih, cepat lempar lagi" teriak Lavender yang kegirangan sambil melompat-lompat
"Sudah! aku pusiiiinnngg, dasar anak durhakaaaaaa" teriak Summy yang di lempar dan di sambut tanpa berhenti
Pasar keramaian lagi-lagi heboh atas ulah Summy dan Lavender
"Apa kau sudah puas bermain?" tanya George yang tiba-tiba muncul dari samping Lavender
"Gorila Hamil, kenapa kau ada di sini lagi?"
"Kenapa setiap aku datang pasti melihat kau menimbulkan kehebohan di mana-mana? apa kau begitu nakal sehingga harus mempermainkan Bibi mu. ha?" tanya George dengan menyubit wajah Lavender
__ADS_1
"Ini cara ku selama ini agar menghentikan serangan dari Bibi ku" jawab Lavender dengan senang melihat ke arah Summy
"Sudah, cepat turunkan aku!" teriak Summy dengan kesal
"Kesalahan apa lagi kau yang buat sehingga membuat Bibi Summy marah besar?"
"Bibi memesan ku campurkan kecap ke ikannya"
"Lalu?"
"Tapi aku salah dengar dan memasukan cuka setengah botol"
" Pantas saja Bibi bisa begitu emosi, apa kau tahu apa rasanya ikan itu?"
"Tidak tahu, pasti bukan manis rasanya"
"Kenapa kau tidak bisa melakukan satu hal dengan benar? selalu saja melakukan kesalahan sehingga membuat Bibi mu jadi marah?"
"Kenapa kau yang mengomelin ku? ini urusan ku dengan Bibi"
"Karena kau akan menjadi istru ku di suatu saat nanti" jawab George dengan menarik pinggang Lavender
"Cepat lepaskan tangan mu, ini di pasar jangan main-main"
"Lavendeeeeeeer, jangan sampai aku terlepas kalau tidak aku akan membuat perhitungan dengan muuuu" teriak Summy yang masih belum di turunkan oleh mereka
"Lanjutkan, lanjutkan lagi, berterima kasihlah banyak-banyak pada Bibi ku, dia sangat senang" teriak Lavender dengan tidak mau kalah
"George" suara panggilan seorang wanita yang tiba-tiba dari belakang George
Mendengar suara panggilan itu George dan Lavender sama-sama menoleh ke arah suara itu berada
"Celine, kenapa kau bisa berada di sini?" tanya George dengan penasaran
"Kau pergi tanpa pamit, dan aku menyusul mu ke sini" jawab Celine dengan senyum
"Nona ini ?" ucap Lavender dengan heran
"Dia adalah Celine kenalan lama ku" jawab George
"Ini adalah Lavender" ucap George dengan memperkenalkan kepada Celine
"Nona Lavender, apa kabar?" sebut Celine dengan pura-pura senyum
"Baik, terima kasih" jawab Lavender dengan senyum
__ADS_1
"George, di sini adalah kota asing apa aku bisa tinggal di rumah mu?" tanya Celine dengan sengaja memegang tangan George