
"Sudah seperti ini masih saja ingin melawan, aku bisa saja membunuh mu tapi aku ingin melihat mu menyesal karena membohongi ku, aku akan membakar anak-anak ini membuat mereka kepanasan dan kesakitan, aku juga ingin kau mendengar suara tangisan mereka" kata Kaneshiro dengan senyum jahat
"Kau bukan manusia, suatu saat kau pasti akan mati secara tersiksa" ketus Nicole dengan kesal
"Siram minyak tanah" perintah Kaneshiro
"Jangan melakukannya, mereka masih kecil tidak mengerti apa-apa" teriak Ella dengan menangis
"Nenek....nenek....nenek...jangan menghukum kami, kami berjanji tidak akan nakal lagi" tangisan anak-anak yang sedang ketakutan
Anggota Kaneshiro membawakan sejrigen minyak tanah dengan niat ingin menyirami anak-anak yang telah di ikat menjadi satu
"Jangan...jangan, tolong jangan sakiti mereka, mereka tidak tahu apa-apa" teriakan Ella dan lainnya
Kaneshiro menghampiri Anak-anak itu dengan tangannya yang memegang pemetik api
Tidak lama kemudian mobil George tiba di depan panti asuhan. George langsung keluar dari mobilnya bersama Patrick
George langsung mengeluarkan senjata dan menghampiri Kaneshiro yang sedang berada di dekat anak-anak yang sedang ketakutan itu, sementara anggota Kaneshiro sedang menunduk sambil membuka penutup jrigen
Dor...
Tembakan di lakukan oleh Patrick mengenai anggota yang tadinya sedang membuka penutup jrigen itu
"Aarggttt" pekikan sesaat anggota itu dan kemudian langsung tewas di tempat
"Aaarrrtggg" teriakan Ella dan kawannya yang ketakutan mendengar bunyi tembakan
Sementara anak-anak itu menangis tanpa berhenti karena ketakutan yang berlebihan
Dor...
Tembakan di lakukan oleh George yang mengenai bagian perut Kaneshiro, karena merasa benci dan dendam tanpa berfikir panjang George pun langsung melepaskan tembakannya
"Tuan besar" teriak serentak anggotanya
"Aaarggtthh" teriakan Kaneshiro yang kesakitan sehingga terduduk di lantai sambil memegang bagian luka yang mengeluarkan banyak darah
"Aaarrrtggg" teriakan Ella dan kawannya yang merasa cemas
"Dasar brengs*ek" ketus George dengan menghampiri Kaneshiro dengan sambil memukul dengan mengunakan senjata di tangannya itu
Bruk
Pukulan mengenai wajah Kaneshiro sehingga membuat dirinya terkapar ke lantai dengan merasa kesakitan
__ADS_1
"Tuan besar" teriakan Akira yang merasa cemas
"Jika kalian masih berani melakukannya maka aku akan membunuhnya" teriak George dengan mengancam
"Kakak...kakak...kakak...kakak...tolong kami, kami tidak akan nakal lagi, tolong jangan membakar kami, Kak" tangisan anak-anak yang sedang ketakutan melihat ke arah Goerge
"Anak-anak, jangan takut tidak ada yang bisa melukai kalian" ucap George dengan senyum
"Kalian semua apa masih ingin berada di sini? jika iya maka ambil saja jasad bos kalian ini" kecam George dengan mengancam Kaneshiro yang sedang kesakitan
"Tuan besar" teriak serentak Anggotanya
"Kalian semua cepat lepaskan mereka, dan pergi dari sini" perintah Akira
Atas perintah Akira mereka pun melepaskan Ella dan lainnya serta meninggalkan panti
"Bibi Nicole, kalian semua bawalah anak-anak ke dalam" ucap George
"Baiklah" jawab Nicole
Patrick dan Ella melepaskan ikatan yang melilit tubuh anak-anak dan setelah itu Ella dan lainya membawa mereka masuk ke dalam
"Kau ingin membunuh mereka apa karena kau tidak mendapatkan data anak yang kamu buang itu, ha..? bentak George dengan kesal
"George Hamilton, jangan melukai bos kami" kata Akira
"Kalian adalah kumpulan yang memalukan, kalian adalah mafia yang sudah di kenal, tapi melakukan hal seperti ini, terhadap anak yang masih kecil kalian juga tidak ingin melepaskannya, kau benar-benar iblis" bentak George dengan kesal
"Jika kau membunuh ku masih ada yang akan membalas dendam untuk ku" ujar Kanesehiro yang sedang kesakitan
"Maksud mu adalah anak mu itu..ha? Kurashi? aku tidak takut padanya, apalagi kumpulan mu itu" ketua George
"George Hamilton, tuan besar sudah terluka, biarkan aku membawanya ke rumah sakit"ucap Akira yang khawatir dengan ketuanya
"Aku ingin membunuh mu sekarang juga" kecam George yang ingin melepaskan tembakkan akan tetapi niatnya di hentikan oleh~β
"Tuan, tuan, gawat anak-anak ada yang pingsan karena ketakutan berlebihan" teriak Ella yang merasa cemas dan berlari ke halaman
"Apa?" tanya Patrick dengan merasa cemas
"Mereka menangis tanpa berhenti dan kemudian beberapa dari mereka tidak sadarkan diri" jawab Ella
"Cepat panggilkan dokter" perintah George dengan khawatir
"Baik" jawab Patrick dengan segera mengeluarkan handphonenya dan berjalan masuk ke dalam dengan di ikuti Ella
__ADS_1
"Dengarkan aku baik-baik, hari ini aku tidak membunuh mu bukan berarti aku melepaskan mu, ingat mulai hari ini Black White dan kumpulan kalian akan menjadi musuh, Daverson" kecam George
"Kenapa kau bisa tahu nama ku?" tanya Kaneshiro
"Karena aku adalah anak yang kau buang itu,Farlo" jawab George dengan tatapan aura membunuh
Mendengar ucapan George, Kaneshiro dan Akira merasa di kejutkan dengan kabar ini, musuh mereka ternyata adalah anak 5 tahun yang tidak lain adalah anak kandungnya sendiri
"Mulai hari ini jangan coba-coba menyentuh panti asuhan ini, jika tidak maka semua kumpulan mu akan ku habisi sehingga hancur berkeping-keping, kau harus ingat musuh mu ini adalah darah daging mu sendiri, dalam tubuh ku telah mengalir darah kotor mu sehingga membuat ku jijik setiap mengingatnya, permusuhan kita tidak akan berubah, di antara kita hanya boleh salah satu yang hidup, aku menantang mu. ingat itu jangan sampai aku berhasil membunuh mu maka aku akan merebut posisi mu di jepang itu, Daverson" kecam George dengan kesal
"Bawa dia pergi jangan mengotori tempat ini"bentak George dengan emosi
Kaneshiro merasa tidak percaya jika musuh yang ingin dia hapus selama ini ternyata adalah anak kandungnya sendiri, mereka sama-sama memiliki kumpulan yang besar, dan tentu saja perebutan kuasa tidak akan berhenti walau mereka memiliki hubungan darah.
Setelah satu jam kemudian
Para dokter datang memeriksa kondisi anak-anak yang sedang dalam kondisi trauma, sebagian dari mereka masih terdiam dan tidak mau bicara dan sebagian lainnya masih menangis akibat kejadian tadi.
George merasa bersalah karena semua yang terjadi karena dirinya sehingga menyebabkan trauma bagi anak-anak tersebut.
"Dokter Sean, bagaimana kondisi anak-anak?" tanya George dengan khawatir
"Mereka mengalami masa trauma, akan tetapi ini tidak akan berlarut panjang, sering-sering saja menemani dan bermain dengan mereka untuk mengalihkan pikiran kejadian hari ini agar mereka bisa cepat melupakannya" jelas dokter
"Lakukanlah yang terbaik untuk mereka, berikan vitamin untuk mereka" kata George
"Baiklah" jawab dokter Sean
Sesaat kemudian para dokter meninggalkan rumah panti asuhan
"Bibi Nicole, kejadian hari aku benar-benar minta maaf" ucap George dengan merasa bersalah
"Tuan George, kenapa Anda meminta maaf? justru kami harus berterima kasih karena Anda datang menyelamatkan kami" jawab Nicole
"Ini semua ada hubungannya dengan ku" jelas George yang menceritakan semua kejdian pada Nicole
"Tidak menyangka ternyata Anda adalah Farlo" ucap Nicole
"Aku tidak menyangka jika dia adalah pria yang meninggalkan ku di sini, dan kini kembali lagi hanya karena ingin mencari ku sehingga melukai kalian semua, ini semua salah ku. aku akan bertanggung jawab sepenuhnya" jelas Goerge
"Tuan George, selama ini Anda sudah banyak menolong kami, dari biaya mereka dan pakaian semua juga di tanggung oleh mu" jawab Nicole
"Mulai hari ini aku akan mengutuskan anggota ku untuk berjaga di sini, ini hanya untuk antisipasi agar mereka tidak berani datang ke sini lagi" kata George
Bab selanjutnya
__ADS_1
Kurashi menculik Lavender