Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Kekecewaan yang di rasakan oleh Kurashi


__ADS_3

"Tuan muda, tuan muda" teriak serentak anggotanya yang khawatir melihat Kurashi yang memucat dengan darah berserakan di lantai


"Kalian cepat mundur, jika tidak ada aku akan hancurkan kepalanya" kecam Lavender


"Letakkan senjata mu, Nona. jangan main-main jika tidak nyawa Mu akan hilang" gertak salah satu anggota itu


"Tidak perlu mengancam ku, bos kalian ada di tangan ku sekarang, jika kalian masih ingin nafasnya maka mundur sekarang" balas Lavender dengan ketus


"Hei..bagus jangan menyinggungnya, jika dia melepaskan tembakan maka nyawa tuan muda akan terancam" kata salah satu anggota dengan teman lainnya


"Aaarhhttttggg" jeritan Kurashi yang kesakitan sehingga keringat dingin dengan wajah memucat


"Walau si kura-kura ini di ancam oleh ku aku juga tidak bisa meninggalkan sini, apa aku harus lompat dari lantai dua ya? kalau saja aku sampai patah kaki atau patah tulang bisa gawat, tapi tidak mungkin karena di bawah adalah tanah berumput jadi walau sakit juga tidak akan mati, bagus aku coba melompat saja dulu kalau patah tulang baru merangkak saja untuk pulang ke rumah" batin Lavender


"Kalian semua berdiri jangan bergerak, jika tidak aku akan mengambil nafasnya" gertak Lavender dengan mendekatkan diri ke jendela yang ada di belakangnya


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya salah satu dari mereka


"Aku mau pergi dari sini, tunggu setelah aku melompat kalian baru kejar aku" kata Lavender yang tidak sadar dengan ucapannya


"Sekarang keluar dulu" teriak Lavender yang memanjat ke jendela sambil menodong senjata ke arah Kurashi


Karena mengkhawatirkan kondisi tuan mudanya maka mereka hanya bisa diam berdiri di sana sambil melihat ke arah Kurashi yang sedang kesakitan


Di saat Lavender berjongkok di jendela dengan tangan kanannya memegang senjata sambil menodong ke arah Kurashi, dan tangan kirinya memegang kuat jendela itu, tiba-tiba saja dia mendengar teriakkan George yang baru tiba di depan kediaman Kurashi dengan di temani dengan Patrick dan lainnya


"LAVENDEEEEERRRR" teriakan George dengan nada nada tinggi karena kaget melihat kekasihnya itu berada di jendela


"Aaarrrggttttt" jeritan Lavender yang jatuh dari lantai dua di kamar itu karena di kagetkan oleh teriakan George yang tiba-tiba


Bruk...


Bunyi hentakan tubuh Lavender yang jatuh dengan posisi tertelentang


"Aarrrttgghh" jeritan Lavender yang merasa kesakitan


"Lavendeeeerrr" teriakan George yang berlari menghampirinya


Di saat Lavender terjatuh semua anggota Kurashi masuk ke dalam kamar menghampiri bos mereka, dan sebagian melihat ke bawah tempat Lavender terjatuh


"Tangkap gadis itu" teriak anggota Kurashi yang berdiri di jendela lantai dua itu


Dor...dor...dor....dor...


Bunyi tembakan di lakukan oleh Patrick dengan anggota lainnya


"Aaarrrtghh" teriakan serentak anggota Kurashi di tembus oleh peluru anggota George


Patrick lalu masuk bersama anggota lainnya untuk menyerang mereka

__ADS_1


"Lavender, apa kau baik-baik saja?" tanya George dengan merasa cemas sambil mengangkat Lavender dengan posisi duduk dan memeluknya


"Kenapa tiba-tiba saja kau berteriak? apa mungkin jatuh dari lantai dua aku bisa baik-baik saja?" tanya Lavender dengan kesal dan merasa sakit di seluruh tubuhnya


"Lalu kenapa kau di dekat jendela? apa kau tidak tahu itu sangat bahaya bagi mu" kata George dengan cemas


"Kalau kau tidak berteriak tadi maka aku tidak akan terjatuh" balas Lavender dengan merasa kesal


Sementara Patrick menyerbu masuk ke kamar Kurashi bersama anggotanya


Di saat itu di antara mereka saling menodong senjata ke arah masing-masing, Patrick melihat kondisi Kurashi yang sedang terluka parah sehingga wajahnya pun telah memucat dan sudah tahu semua ini adalah ulah Lavender


"Ini pasti ulah nona Lavender, habislah masa depan pria ini" batin Patrick dengan merasa iba


"Biarkan kami membawa tuan muda kami ke rumah sakit, dia sudah kritis dan kehilangan banyak darah" pinta salah satu anggota Kurashi yang menyimpan senjata mereka


"Anggap saja ini adalah pelajaran buat dia, karena berani menyentuh calon istri ketua kami" jawab Patrick yang berpaling keluar dari kamar dan di ikuti oleh anggotanya


"Apa kau terluka? sakit di bagian mana?" tanya George dengan memeriksa tubuh Lavender


"Tidak terluka hanya sakit saja"


"Sakit di bagian mana? katakan pada ku"


"Sakit bagian jantung, hati, dan ginjal juga sakit" jawab Lavender yang asal-asalan


"Aku bertanya serius pada mu, tapi kau malah tidak serius menjawab ku, kenapa kau bisa begitu nakal..ha?


"Menyelamatkan mu, bukankah kau mengirim lokasi mu?"


"Oh iya..ya., aku lupa karena lagi bermain dengan mereka"


"Kau benar-benar sangat nakal, apa kau tahu jika kau melompat kau juga akan terluka, kamar itu dari lantai dua"


"Tapi ini kan tanah yang ada rumputnya, jadi aku mau mencobanya"


"Kau sangat tidak waras, melompat untuk mencobanya, jika sampai patah kaki dan tangan mu bukankah ini akan lebih parah?"


"Apa kau sudah puas mengomelin ku, jantung dan ginjal ku sudah sakit kau masih bicara sembarangan di sini"


"Mari kita pulang aku akan menyuruh dokter untuk memeriksa seluruh tubuh mu" ujar George yang mengendong Lavender


"Ketua, ketua" suara panggilan Patrick yang menghampiri George


"Bagaimana?" tanya George


"Ketua, Kurashi terluka parah" jawab Patrick


"Terluka di bagian mana?"

__ADS_1


"Nona Lavender menembak di bagian itu nya"


"Jangan melihat ku dengan tatapan mu itu, aku menembaknya karena beo nya yang tidak berguna" jawab Lavender dengan ceplas ceplos


"Apa dia ingin menyentuh mu?"


"Iya, makanya aku menghancurkannya saja, agar lain kali tidak menyusahkan orang lain" jawab Lavender dengan tanpa merasa berdosa


"Ya sudah, biarkan saja dia, dia juga sudah kena balasannya, mari kita pulang" ujar George dengan berjalan ke arah mobil sambil mengendong kekasihnya


"Horeeee...bisa pulang" teriak Lavender dengan bersemangat


"Sudah diam, sudah sakit masih saja tidak bisa diam"


"Aku bermain dengan puas di sini makanya aku merasa senang"


"Apa saja yang sudah kau lakukan? tentu saja bukan hal yang baik kan?"


"Aku meledakkan dapurnya dan hampir membakar habis rumahnya"


"Kenapa aku George Hamilton bisa menyukai gadis nakal seperti mu"


"Kalau menyesal maka jangan menyukai ku lagi"


"Jangan berharap kau bisa pergi dari ku"


"Gorila, apakah dia masih bisa ganti yang baru?"


"Ganti apanya?


"Aku sudah menghancurkannya, apa dia bisa ganti yang lain?"


"Ganti kepala mu, kenapa kau bisa begitu bodoh"


Setelah beberapa hari kemudian


Kurashi yang masih di rawat di rumah sakit merasa terpukul atas kejadian yang menimpa dirinya, Akira dan anggota lainnya berada di kamar untuk menjaganya


"Dokter, apakah kelak aku tidak bisa lagi berhubungan dengan wanita?" tanya Kurashi dengan penuh kekecewaan


"Maaf, peluru itu telah menghancurkan bagian inti Anda, jadi tidak bisa di operasi" jawab dokter


"Kalian semua keluar, aku ingin istirahat" ujar Kurashi dengan suara pelan


"Baik, Tuan muda" jawab serentak semua anggotanya


"Ini sama saja membunuhnya dengan secara perlahan, tuan besar baru sadarkan diri, dan sekarang malah tuan muda yang terluka parah, jika saja tuan besar tahu bisa saja dia marah besar karena dia menginginkan anak dari tuan muda selama ini untuk bisa meneruskan posisi ketuanya" batin Akira


Di kamar itu tinggallah Kurashi seorang diri, dan merasa kecewa atas semua yang telah terjadi, dirinya pun turun dari ranjang dalam kondisi masih sakit dan sulit untuk berjalan

__ADS_1


Berjalan mendekati jendela dengan melihat ke bawah sana, kamarnya berada di lantai 4 di rumah sakit itu.


"Jika sudah begini apa gunanya aku hidup lagi? Lavender, kau gadis kecil yang ku tunggu selama 10 tahun dan pada akhirnya aku hancur di tangan mu, aku menyukai mu apakah ini kesalahan ku" batin Kurashi yang membuka jendela


__ADS_2