
"Bibi, jangan takut. di sini ada anggota Lion dan Black White, jadi jika mereka memang datang maka mereka harus berhadapan dulu dengan anggota kita" jawab Lavender
"Iya juga, mungkin saja Bibi terlalu banyak berpikir sehingga merasa takut yang berlebihan" ucap Summy
"Tidak apa-apa, Bibi juga sudah lelah pulang dan istirahatlah dulu" ujar Lavender
"Kalau begitu bibi pulang dulu, kamu tidurlah" jawab Summy yang bangkit dari tempat duduknya
Sesaat kemudian Summy pergi meninggalkan kamar Lavender
"Apa yang di katakan bibi ada benarnya, Kaneshiro belum di temukan bukan berarti sudah aman, dia pasti tahu keadaan kakek, tentu dia akan mengambil kesempatan untuk membunuh kakek untuk kedua kalinya" gumam Lavender
Malam hari
Di malam itu di luar kamar Lion terdapat beberapa anggota yang sedang berjaga, Bieber dan Kelvin masih di perkumpulan Lion, sementara George masih berada di markasnya, dan di sisi lain Bruce masih membantu Summy berkemas di tokonya
Lavender yang masih belum tidur masih berdiri di luar kamar kakeknya dengan menatap sedih melihat kakeknya yang masih belum melewati masa kritisnya, dokter sedang memantau kondisi tubuh Lion
"Kakek, cepat sadar jangan tidur begitu lama, cucu mu ini sedang menunggu mu di sini" batin Lavender
"Dokter, bagaimana dengan kakek ku?" tanya Lavender dengan merasa cemas
"Tuan Lion belum ada kemajuan" jawab dokter dengan menghela nafas
"Berapa peluang yang di miliki kakek ku?" tanya Lavender dengan mata berkaca kaca
"Luka tuan Lion sangat serius, peluru yang ada di dalam kepalanya itu harus di keluarkan akan tetapi kondisi pasien sangat kritis, oleh karena itu kita belum bisa menjalankan operasinya" jelas dokter
"Kondisi kakek sangat lemah, jika operasi maka nyawa kakek akan dalam bahaya, bukankah ini sama saja bahaya bagi kakek walau operasi atau tidak nyawa kakek ku tetap di ujung tanduk" ujar Lavender
"Nona, usia tuan Lion sudah hampir 70 tahun, di tambah kondisinya yang sangat lemah oleh sebab itu tidak memungkinkan kita untuk mengeluarkan pelurunya, ini sangat beresiko" ujar dokter
"Dokter, aku hanya memohon pada mu, Dokter. lakukan terbaik untuk kakek ku" pinta Lavender dengan mengeluarkan air mata
"Nona, saya akan berusaha semaksimal mungkin, mudah-mudahan ada keajaiban yang memihak pada tuan Lion" jawab Dokter
"Iya, terima kasih" ucap Lavender
Setelah dokter melangkah pergi tinggallah Lavender yang masih berdiri di depan kamar dengan memandang ke arah kakeknya yang berada di dalam kamar itu
"Nona, kembalilah ke kamar dan istirahat dulu, luka Anda masih belum sembuh, kami akan tetap berjaga di sini" ucap salah satu anggota Lion yang bertugas melindungi Lion
"Terima kasih kalian sudah bekerjasama dengan baik di saat ini" ucap Lavender
"Nona, ketua besar adalah ketua kami, ini adalah tanggung jawab kami untuk selalu melindungi ketua"
"Kakek pasti akan merasa bangga jika tahu kalian begitu setia padanya" kata Lavender
"Terima kasih, Nona. jika Anda butuh sesuatu perintah saja pada kami" ucap serentak anggotanya
"Baiklah, aku tahu. aku kembali ke kamar ku dulu" jawab Lavender
__ADS_1
Lavender lalu melangkah pergi menuju ke kamarnya
Setelah beberapa jam kemudian
Jam dinding menunjukan pukul 10 malam
Seorang pria berbadan tegap dan tinggi berjalan menuju ke arah yang di mana tempat anggota Lion berdiri. di saat mulai menghampiri anggota Lion, pria itu pun memasang topeng gas di wajahnya lalu dirinya melempar bom asap
"Bom asap hati-hati, lindungi ketua" teriak salah satu anggota Lion sambil menutup hidung mereka
Pria itu tidak hanya melempar sebutir bom asap akan tetapi melemparnya beberapa butir bom ke arah sasarannya, sehingga membuat mereka tumbang satu persatu karena tidak bisa menahan bom asap yang tebal dan menyebabkan mereka merasa ngantuk
Setelah berhasil pria itu pun masuk ke dalam kamar Lion, dan mulai melangkah menghampiri ranjang Lion, sambil mengeluarkan jarum suntikan dengan berniat menyuntik Lion yang sedang dalam keadaan koma
"Si tua Lion, kau sangat hebat bukan? di saat muda kau sangat terkenal dan sekarang lihatlah dirimu seperti ikan tidak bernyawa" kata pria dengan melihat ke arah Lion
Di saat dirinya ingin menyuntik bagian leher Lion tiba-tiba saja dia mendapat penyerangan dari belakang
Prak
Bunyi pukulan kursi yang menghantam tubuh bagian belakang pria itu sehingga patah terbelah beberapa bagian
"Aaaahh." jeritan pria yang merasa sakit
"Ingin membunuh kakek ku? apa kau mengira kau layak?" bentak Lavender
Di saat pria itu menoleh ke belakang dirinya langsung menggengam kuat leher Lavender
Leher Lavender di genggam kuat oleh pria itu sehingga sulit untuk dirinya bernafas
Karena merasakan sakit dan kesulitan bernafas maka Lavender pun menendang pria itu
Bruk
"Aaaarrggghhh" jeritan pria itu yang melepaskan genggamannya akibat sakit di tendang oleh Lavender di bagian bawahnya
"Ingin menyentuh kakek ku? tanya aku dulu" bentak Lavender dengan kesal dengan memalingkan tubuhnya dan langsung menendang wajah pria itu
Bruk..
"Aaarrhhh" jeritan pria itu yang mulutnya mengeluarkan darah
Lavender yang menahan sakit akibat luka di tubuh memasakkan dirinya harus bertahan untuk melawan pria berbadan besar itu, tentu sulit bagi Lavender yang masih terluka untuk mengalahkan pria berbadan besar yang ada di hadapannya
"Cuihhh...wanita kurang ajar, lihat bagaimana aku memberi pelajaran kepada mu" ketus Pria itu sambil meludahkan cairan merah dari mulutnya
"Kalau kau bisa coba kalahkan aku" gertak Lavender dengan berlari keluar meninggalkan kamar kakeknya
"Ingin lari lihat saja, kau akan mati di tangan ku" bentak pria itu yang mengejarkan langkah Lavender
Di saat Lavender berlari dirinya merasakan sakit di bagian perutnya, Lavender berusaha memancing pria itu menjauh dari kakeknya, berlari dan berlari dengan paksa sehingga lukanya mengeluarkan darah yang mengenai bajunya
__ADS_1
"Ah...sakit sekali" gumam Lavender yang mulai keringat dingin dan menghentikan langkahnya
"Masih ingin kabur setelah memukul ku" bentak pria itu dengan emosi sambil mengeluarkan senjata tajamnya dan menghampiri Lavender yang sedang kesakitan dan berdarah di bagian perutnya
"Aku tidak akan bisa kabur kalau sakit begini, walau harus mati aku tetap harus menghalanginya agar tidak melukai kakek" batin Lavender
Pria itu menghampiri Lavender yang sedang berdiri menyandar di tembok yang tidak jauh jarak darinya
"Aku akan bertaruh dengan pria ini, jika bukan dia yang mati maka aku yang akan mati, tidak..bagus mati bersamanya agar dia tidak ada kesempatan mendekati kakek" gumam yang berdiri berhadapan dengan pria itu
"Hiaaaaaakkkkk" teriaak Lavender yang berlari sambil menahan sakit dan melompat ke tubuh pria itu dengan memeluk pinggang pria dengan kedua kakinya
Lavender dengan cepatnya mengeluarkan jarum suntik yang sudah dia simpan tadi dan menusuk ke bagian mata pria itu
"Aaaaaarrrrrrggghhhh" teriakan pria itu yang kesakitan sehingga melepaskan senjata tajam di tangannya itu
Karena merasa kesakitan pria itu menarik rambut Lavender dengan kuat dan menghempaskan ke lantai
Bruk
"Aaarrghhhhhhhh" jeritan Lavender yang kesakitan di bagian tubuhnya
"Kurang ajaaarr" bentak pria itu dan menghampiri Lavender
Lavender berusaha untuk berdiri sambil memegang luka bagian perutnya
"Aku akan membunuh mu" bentak pria itu berjalan mendekati Lavender
Lavender lalu berlari dan mendorong tubuh pria itu dengan sekuat tenaga
"Hiaaaaaaaaak" jeritan Lavender mendorong pria itu sehingga pria itu kehilangan keseimbangan tubuh dan memundurkan langkahnya lalu~β
Prang...
Pecahan kaca yang di salah satu kamar pasien
Karena hentakan kuat tubuh besar pria itu ke kaca tersebut sehingga memecahkan kaca itu dan mereka sama-sama jatuh terpelanting ke dalam kamar
Bruk...bruk...
Sambil menunggup up
silahkan mampir ke karya berjudul
MAFIA BERDARAH DINGIN( TAMAT)
GADIS INCARAN PENGUSAHA( TAMAT)
GADIS AMNESIA DAN PRIA MISTERIUS( TAMAT)
NEVER FORGET YOU ( ON GOING AKAN SEGERA TAMAT)
__ADS_1
PEMBUNUH PROFESIONAL( ON GOING)
CEO'S A 3000 YEAR OLD MAFIA