Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Koma seumur hidup


__ADS_3

"Apakah ketua akan membunuh Kaneshiro yang adalah ayah kandungnya? apakah berdosa jika seorang anak membunuh ayah kandungnya? walau sebenarnya Kaneshiro adalah pria paling jahat di dunia" batin Patrick


Setelah 5 jam kemudian


"Tuan Lion, mudah-mudahan baik-baik saja, ini sudah lima jam" kata Summy dengan merasa cemas


"Bibi, tenang saja, ketua Lion ada pahlawan pasti akan di lindungi malaikat pencabut nyawa dengan baik" ucap Bruce


"Yang benar adalah di lindungi tuhan" sambung serentak semua orang di sana sambil memandang ke arahnya


"Kau jangan sembarangan bicara" tegur Summy dengan menepuk lengan Bruce


"Maksud ku adalah ketua Lion pasti akan selamat dan di lindungi, jadi jangan khawatir" ujar Bruce sambil mengaruk kepalanya


"Lavender, jangan sedih kakek mu akan sembuh, ada dokter ahli bedah yang turun tangan jadi pasti akan baik-baik saja" bujuk Summy yang sedang duduk bersama Lavender


"Iya Bi" jawab Lavender


"Karena operasi di bagian otak maka pasti memakan waktu agak lama, para dokter harus lebih berhati-hati saat melakukannya" ucap George yang sedang duduk bersama Lavender


"Benar..benar kata George, operasi kali ini pasti berhasil" kata Summy dengan penuh yakin


"Setelah ketua Lion sembuh aku ingin menjadi pengawalnya agar biasa melindunginya setiap waktu" ucap Bruce dengan berharap


"Ini bagus, ini berarti kumpulan kita akan bertambah seorang pengawal untuk melindungi ketua besar" sambung Kelvin dengan memegang pundak Bruce


"Lavender, apa kau akan menerima lamaran ku?" tanya Bruce yang ceplas ceplos


"Lamaran?" tanya serentak semua yang di sana dengan heran


"Iya, kenapa kalian menatap ku seperti mau menelan ku hidup-hidup?" tanya Bruce yang tidak sadar dengan ucapannya


"Bocah, apa kau tahu apa yang kau katakan?" tanya Patrick dengan menghampiri Bruce


"Sadar, memang kenapa? apa ada salah dengan ucapan ku?" tanyanya dengan heran


"Apa kau tidak sayang pada nyawa mu?" tanya Rocky


"He...memang salah ku di mana?" tanya Bruce dengan polos


"Lamaran apa maksud mu?" tanya George dengan menghampiri Bruce

__ADS_1


"Memang nya salahku di mana ya? kenapa kalian semua menatap ku dengan tatapan yang mengerikan?" tanya Bruce dengan binggung


"Coba ulang lagi pertanyaan mu tadi" ucap George


"Aku bertanya apakah Lavender akan menerima lamaran ku" jawab Bruce


"Apa kau ingin cari mati?" tanya Summy yang bangkit dan berdiri di samping Bruce


"Kenapa cari mati? apakah masuk menjadi anggota Lion harus di bunuh?"


"Apa hubungan jika dirimu ingin menjadi anggota Lion dengan melamar Lavender?" tanya Summy


"Bibi, yang ku katakan adalah melamar menjadi pengawal" kata Bruce


"A..apa? menjadi pengawal?" tanya Summy


"Iya"Jawab Bruce


"Kenapa kalian bersikap aneh?" tanya Bruce dengan penasaran


"Bruce, jika kau ingin menjadi pengawal kakek ku, aku yakin kakek pasti akan setuju, selain itu kau bisa meringankan tugas paman Bieber dan paman Kelvin" ujar Lavender yang bangkit dari tempat duduknya


"Benarkah? Lavender, jika aku bisa menjadi pengawal aku bersumpah akan melakukan yang terbaik" jawab Bruce dengan senang hati


"Terima kasih gadis ceroboh" ucap Bruce dengan memeluk Lavender


"Hei....hei...apa yang kau lakukan?" tanya George yang memisahkan Bruce dan Lavender sehingga membuat mereka melepaskan pelukannya


"Jaga jarak mu dengan calon istri ku" kecam George dengan kesal


"Maaf..maaf" ucap Bruce dengan merasa segan


"Kau begitu ceroboh, apa kau yakin bisa menjadi pengawal ketua?" tanya Rocky dengan mengejek


"Bisa, siapa yang mengatakan aku tidak bisa, lihat saja nanti kemampuan ku" jawab Bruce dengan merasa bangga


"Jika kau sanggup maka aku dan Bieber sudah bisa pensiun" ujar Kelvin dengan seraya bercanda


Setelah dua jam kemudian


Proses operasi mengangkat peluru dari kepala Lion telah selesai

__ADS_1


Di saat dokter keluar dari ruang operasi mereka yang ada di sana semua langsung menghampiri dokter itu


"Ada berita baik dan berita buruk" ucap Dokter Lucas dengan melihat ke arah mereka semua


"Dokter, apa maksudnya?" tanya Lavender dengan merasa cemas


"Berita baik adalah operasi berjalan lancar, peluru telah berhasil di angkat" jawab dokter Lucas


"Ini baik jika sudah berhasil, inilah hasil yang kami inginkan" ujar Summy dengan merasa senang


"Berita buruk adalah 70% pasien akan koma seumur hidup" jelas Dokter Lucas dengan menarik nafas panjang


"Koma seumur hidup?" ucap serentak Lavender dan lainnya


"Benar, walau sudah tidak bahaya, akan tetapi luka ini melemahkan kondisi pasien, terutama faktor usia, akan tetapi seringlah menemani pasien dan bicara dengannya, ini akan membantunya agar cepat sadarkan diri" jelas dokter Lucas


"Dokter, apa ada cara terbaik agar kakek ku bisa cepat sadar?" tanya Lavender


"Tidak ada Nona, operasi kali ini sangat berisiko tinggi dan ini bisa di katakan adalah keajaiban karena berjalan lancar, biasa jika sudah berusia 70 tahun maka akan sulit bagi pasien untuk bertahan, oleh sebab itu tuan Lion sangat luar biasa mampu melewatinya" jawab dokter Lucas


"Tetaplah semangat untuk menemani pasien, di saat ini pasien butuh dukungan dari kalian semua, bicaralah sesuatu yang bisa membuatnya merasa senang, pasien pasti bisa mendengarnya" kata dokter Lucas


"Terima kasih dokter" ucap George


"Aku tidak mau kakek koma seumur hidup, aku mau menemaninya setiap hari" kata Lavender dengan merasa sedih


"Lavender, masa kritis sudah lewat jadi jangan khawatir, keberuntungan pasti di pihak kakek" bujuk George dengan berusaha menyakinkan Lavender


"Lavender, benar kata George, lihat saja oprasi yang berisiko tinggi saja bisa di lewati dan memakan waktu selama 7 jam, tuan Lion sangat hebat bisa melaluinya, jadi bibi yakin kali ini tuan Lion pasti akan sadar" bujuk Summy dengan menenangkan keponakannya itu


"Iya, aku hanya ingin kakek cepat sadar, kakek sudah berjuang selama ini aku yakin sekali kakek pasti mampu sadar dari komanya" jawab Lavender


Keesokan harinya


Jepang


"Tuan besar, semenjak kejadian itu seluruh rumah sakit di jaga ketat, anggota Black White dan Lion sama-sama mengawasi rumah sakit itu, mereka berjaga di luar dan dalam, jadi sangat sulit untuk masuk ke dalam sana" kata Erick yang berdiri di hadapan Kaneshiro


"Tidak berguna, apakah kau tidak punya otak untuk berpikir? kau bisa menyuruh mereka untuk menyamar sebagai siapa pun untuk masuk ke sana, bahkan ini saja kau tidak mampu melakukannya" ketus Kaneshiro dengan kesal


"Baik Tuan besar, akan ku coba menyuruh mereka melakukan penyamaran" jawab Erick dengan menurut

__ADS_1


"Jika si tua itu tidak mati aku tidak akan tenang, jika dia sadar dan tahu aku dalang utamanya maka dua kumpulan itu pasti akan bekerjasama untuk menyerang ku" kata Kaneshrio


__ADS_2