Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Lavender berulah


__ADS_3

Kediaman Kurashi


Lavender yang di bawa ke tempat tinggal Kurashi di kurung di dalam kamar oleh anggota Kurashi


"Tuan muda beli rumah baru ini hanya demi Nona itu ya?" ucap salah satu anggota yang sedang mengawasi di depan pintu kamar


"Jadi bagaimana dengan gadis yang bernama Mimi itu? bukankah dia dari jepang putri ketua mafia di sana?" tanya kawannya yang lain


"Tuan muda hanya menuruti permintaan tuan besar untuk menyukai gadis itu, yang tuan muda sukai adalah nona Lavender, makanya sengaja beli rumah mewah ini memang berniat untuk memberikan padanya"


"Tuan muda pesan jangan menakuti gadis ini, dan ikuti saja apa maunya, tuan muda sedang berada di rumah sakit makanya untuk saat ini belum bisa datang ke sini, dan rumah ini juga di beli tanpa di ketahui oleh siapa pun" ucap salah satu dari mereka


Perbincangan mereka di dengar oleh Lavender yang berada di dalam kamar yang sedang menguping di balik pintu kamar tersebut


"Ikuti saja kemauan ku? baiklah. kalian mengurung ku di sini, maka akan ku buat kalian kelelahan." batin Lavender dengan berharap sambil tertawa kecil


"Woiiiiii....tolong....buka pintuuuu..." teriak Lavender dengan nada menembus keluar kamar


Teriakan Lavender tidak di layani oleh anggota yang berjaga di pintu


"Buka pintuuuuu....sebelum aku bunuh diriiii..." teriaknya lagi


"Apa bunuh diri?" ujar salah satu dari mereka yang berada di luar kamar karena cemas


"Cepat masuk ke dalam" kata temannya yang merasa cemas


Ceklek.


Di saat mereka masuk ke kamar mata mereka fokus pada Lavender yang sedang melompat-lompat di atas kasur


"Nona, apa yang sedang kau lakukan?"tanya anggota 1 dengan heran


"Aku ingin menjatuhkan anak bos kalian" jawab Lavender dengan melompat tanpa berhenti


"Menjatuhkan anak bos kami?" tanya anggota 2 dengan binggung


"Benar" jawab Lavender melompat tanpa berhenti


"Nona, kami tidak mengerti apa maksud mu?" tanya anggota 3


"Dalam perut ku sudah ada janin dari bos kalian, aku sudah hamil selama 1 minggu dan sekarang sudah menyesal dan mau jatuhkan anaknya" jawab Lavender dengan sambil melompat-lompat


"Apaaaaaa? maksud mu hamil?" tanya serentak mereka dengan kaget


"Iya, kalian mengurung ku di sini sementara ayah dari anak ini menyiksa ku dan membiarkan ku di kamar terus, makanya aku tidak mau lagi anaknya, aku mau jatuhkan dia saja" .


"Menjatuhkan janin itu? bukannya itu mengugurkan?" teriak anggota 4


"Apaaa? mengugurkan?"


"Jika kalian masih saja mengurung ku di sini maka janin ini ku keluarkan saja dari pada dia tersiksa di sini" jawab Lavender yang masih belum berhenti berulah

__ADS_1


"Sudah! sudah! jangan melompat lagi ini sangat bahaya" ucap Salah satu dari mereka dan dengan cepat menahan Lavender untuk menghentikan lompatannya


"Di mana dia? suruh dia keluaaaar, kalau tidak maka akan ku jatuhkan saja janin ini" teriak Lavender dengan sengaja mengancam


"Nona tenang saja, tuan muda akan kembali setelah urusannya selesai" jawab Anggota 4 dengan alasan


"Benarkah?"


"Benar...benar, Nona" jawab serentak mereka semua


"Kalau begitu aku mau tidur, kalian keluar sana" kata Lavender dengan menutupi selimutnya


"Baiklah, kalau begitu kami keluar dulu" jawab mereka dengan sopan dan kemudian melangkah keluar dari kamar


"Apakah benar nona ini hamil?" tanya anggota 1 yang sudah berada di luar kamar


"Bisa jadi, tuan muda menyukainya jadi sudah tidak heran" jawab anggota 2


"Bagus juga kalau dia sudah tidur, aku mendengar kabar gadis ini sangat lasak tidak bisa diam" ujar anggota 3


Mereka berdiri di depan pintu kamar untuk mengawasi Lavender


15 menit kemudian


Prang...prang...pring...pring....pring....pring....brak..brak..brak...bruk...bruk...bruk


Bunyi barang pecah serta bunyi hentakan meja dari dalam kamar


Ceklek


Karena merasa aneh maka mereka pun membuka pintu kamar itu, di saat mereka masuk mereka membulatkan mata besarnya melihat isi dalam kamar itu dengan kebinggunan


Barang dari jam, gelas dan apa saja yang berada di meja pecah dan hancur berantakan, serta posisi meja hias dalam kondisi terbalik, sprei dan bantal berserak tah kemana-mana


"Nona, apa yang kau lakukan? kenapa kau menghancurkan semua barang di sini?" tanya anggota 1


"Aku bosan karena di kamar terus, dan tidak ada mainan yang bisa di mainkan" jawab Lavender dengan sambil melempar barang ke lantai


Prang..


Bunyi pecahan bola cristal yang di pajang di lemari


"Nona, sudah jangan melempar lagi, katakan saja apa mau mu? apa nona sudah lapar?"


"Aku ingin memasak sendiri" jawab Lavender dengan bersemangat


"Masak sendiri? tapi nona adalah tamu jadi tidak perlu bekerja, cukup katakan saja nona ingin memakan apa"


"Aku ingin memasak sendiri, ini adalah keinginan bayi di dalam perut ku"


"Bayi dalam perut? tapi dia baru usia 1 minggu mana mungkin dia bisa?"

__ADS_1


"Apanya yang tidak mungkin? sekarang dia sedang bosan makanya ingin bermain tapi karena tidak ada mainanan maka barang di kamar ini sesuai untuk dijadikan mainannya" jawab Lavender dengan alasan


"Nona, ingin makan apa kami akan memesannya?"


"Tidak, aku mau masak sendiri" jawab Lavender


"Tapi nanti kami akan di salahkan oleh tuan muda kami, jika biarkan nona bekerja apalagi nona juga sudah hamil"


"Kalau begitu suruh dia pulang sekarang kalau tidak maka aku mati saja bersama anak ku" kecam Lavender dengan mendekati ke jendela


"Eeeii...Nona, jangan dekat di jendela, bahaya" teriak serentak mereka dengan cemas


"Aku mau melompat saja, dari pada aku tidak buat apa-apa" ancam Lavender dengan sengaja


Karena takut Lavender akan melompat maka mereka pun segera menarik Lavender menjauh dari jendela


"Aaarargggtttt, aku tidak mau hidup lagi, mentang-mentang karena aku sudah hamil maka dia tidak mau pulang mencari ku, bos kalian adalah manusia yang punya kepala tapi tidak punya otak, aku mau bunuh diri saja" teriak Lavender dengan sengaja menangis dan berguling-guling di lantai


"Nona, jangan menangis lagi, tuan muda akan segera pulang" bujuk anggota 1 dengan kebinggunan


"Aku tidak percaya, aku masih muda tapi harus hamil anak dia, aku menyesal bagus aku gugurin saja anak ini, anak ini sangat nakal dan sering menendang perut ku, sementara ayahnya tidak peduli lagi sama dia" teriak Lavender sambil menangis dengan nada memenuhi ruangan kamar sambil memukul perutnya


"Nona, jangan pukul lagi" teriak serentak mereka yang pusing dengan ulah gadis itu


"Nona, jangan sedih tuan muda kami akan segera pulang" bujuk anggota 1 dengan binggung


"Nona, ingin makan apa katakan saja" tanya anggota 2 dengan berusaha menenangkan Lavender


"Apa yang Nona mau katakan saja akan ku sediakan" tanya anggota 3


"Nona, jangan menangis lagi, tidak baik untuk kandungan mu" bujuk anggota 4


"Aku mau memasak? anak ku ini mau aku masak sendiri" jawab Lavender sambil menangis


"Memasak? tapi Nona?"


"Jika kalian tidak izinkan aku memasak maka kalian keluar saja, jika anak dalam kandungan ku ini ada apa-apa maka kalian yang kena bertanggung jawab" bentak Lavender dengan sengaja


"Baik! baik! Nona, kalau begitu jangan menangis lagi, ikut kami ke dapur" bujuk anggota 1 dengan berusaha menenangkan Lavender


Mereka hanya bisa mengikuti keinginan Lavender dan membiarkan gadis itu sibuk dapurnya, di saat Lavender sedang memotong ayam mata mereka pada fokus ke arah Lavender dengan tanpa berkedip tidak tahu apa yang di lakukan oleh Lavender terhadap ayam itu


"Apa kau yakin Nona ingin memasak?" tanya anggota 2 yang sedang melihat ke arah dapur


"Iya, dia sedang memotong ayam" jawab anggota 3


"Tapi kenapa aku merasa dia sepertinya ada dendam dengan ayam itu" ucap anggota 1 yang melihat kepala dan kaki ayam terbang tah ke mana-mana


"Aku hanya berdoa agar dapur ini tidak meledak di buatnya" ujar anggota 4


Bab selanjutnya

__ADS_1


Terjadi kebakaran di kediaman Kurashi


__ADS_2