
"Kenapa dia meminta bantuan? memang apa niatnya?" tanya Patrick dengan penasaran
"Dia ingin menguasai jepang, dan oleh sebab itu dia mengirim surat untuk meminta bantuan, aku hanya mendengar sedikit yang dia katakan pada Erick" jelas Taro
"Dia adalah pengecut yang selalu ingin mengunakan kekuatan orang lain untuk membantunya" ketus Bruce dengan kesal
"Sangat kuat dan sulit untuk bertemu, siapa dia?" ujar George dengan merasa penasaran
"Siapa pun dia mudah-mudahan saja dia menolak" ucap Kelvin
Markas Kaneshiro
Prak
Hentakan meja di lakukan oleh Kaneshiro yang sedang emosi
"Sudah seminggu aku mengirim surat ku ke sana, tapi sampai sekarang masih saja tidak ada balasan" gumam Kaneshiro
"Tuan besar" sapa seorang anggotanya yang membawakan sepucuk surat dan memberikan kepada Kanehiro
"Ada apa ini?" tanya Kaneshiro yang melihat surat di tangan anggotanya
"Tuan besar, surat Anda di kembalikan, mereka menolak permintaan Anda" jawab anggotanya
"Apakah dia sudah membacanya?" tanya Kaneshiro dengan mata membesar
"Tidak sama sekali, anggotanya mengatakan ketua mereka tidak mau ikut campur urusan Anda, jadi..?" jawab anggotanya yang ragu ingin melanjutkan perkataannya
"Jadi apa, katakan?"
"Ketuanya mengatakan jika Anda masih berani mengirim surat maka dia tidak akan segan untuk menghancurkan kita"
"Keterlaluan, dia berani menentang ku, memang siapa diaaaa? percaya atau tidak aku yang akan menghancurkannya setelah aku menguasai jepang" ketus Kaneshiro dengan kesal
"Tuan besar, mereka juga memiliki kumpulan di di sini, mereka bukan hanya di jepang tapi di beberapa negara, jadi bagus kita jangan menyinggung mereka"
__ADS_1
"Tidak berguna, anggota mana yang mengatakannya, siapa namanya?"
"Leon! di adalah salah satu pengawal andalan"
"Jack Anderson, berani sekali kau mengancam ku dan menolak ku, lihat saja jika aku sudah menguasai jepang maka aku akan menguasai kumpulan dragon mu" ketus Kaneshiro dengan kesal
"Siapa yang mau kau kuasai?" bentak seorang pria yang tiba-tiba muncul di markasnya
"Siapa diri mu kenapa bisa masuk ke sini?" tanya Kaneshiro dengan nada ketus
"Berani sekali kau ingin menguasai dragon, jika bukan karena ketua kami tidak ingin ikut campur maka kau pasti sudah mati" ketus pria itu dengan kesal
"Kau adalah anggota dragon?'
"Nama ku David, aku adalah manager yang mewakilinya selama ini, kebetulan aku di jepang ada urusan bisnis, oleh sebab itu aku singgah ke sini atas perintah ketua kami dengan kebetulan aku mendengar semua ucapan mu" jelas David dengan nada tegas
"Tuan David, ini semua hanya salah paham" ucap Kaneshiro dengan merasa cemas
"Tidak perlu basa basi, ketua kami mendapat keluhan dari mafia jepang lainnya, mereka sering mendapat perlakuan tidak wajar dari mu, kau sering saja mengirim anggota mu untuk membunuh kumpulan mafia lain demi ingin merebut posisinya, atas perlakuan mu sangat melanggar peraturan dunia mafia, dan ini membuat ketua kami marah besar, aku ingin sampaikan pesan dari ketua kami, bahwa jika kau berani menganggu kumpulan lain maka kami tidak akan segan melenyapkan kumpulan mu, ini adalah peringatan pertama dan terakhir" ketus David dengan nada tinggi
"Tuan Kaneshiro, harap Anda sadar diri di dunia mafia ad peraturannya jadi Anda jangan menyalahgunakannya, jika tidak maka nyawa mu taruhannya, mengenai permusuhan mu dengan Lion dan Black White kami tidak akan ikut campur, kalian selesaikan dengan cara sendiri" ucap David yang meninggalkan markas
"Aku pernah mendengar kabar tentangnya, tujuh tahun yang lalu dia memiliki pedang dragon dan mengubah Wolf menjadi Dragon" jawab Kaneshiro
"Tuan besar, Jack Anderson jangan di lawan, bahkan mafia jepang Yama saja masih segan dengannya, Lion juga walau Lion adalah senior di dunia mafia dia juga masih segan terhadap Jack Anderson, jadi rencana menyerang mafia lain bagus kita hentikan dulu, karena pihak dragon sudah membuka suara"
"Mereka berani mengadu kepada dragon" ketus Kaneshiro
"Tuan besar, mereka pasti tidak tahan di serang terus dan takut kehilangan kumpulannya, maka mereka melapor ke dragon karena ketua dragon adalah ketua mafia di dunia, jadi dia berhak menghentikan kita agar kita tidak menyerang yang lainnya" jelas anggotanya
"Dia mengagalkan rencana ku, selama ini tidak ada yang berani menghentikan ku, tapi dia malah berani" gumam Kaneshiro
Keesokan harinya
Semua anggota Lion dan Black White bersiap untuk menyerang nanti malam, satu persatu sedang menyiapkan senjata mereka
__ADS_1
Di sisi lain George sedang berdiri menatap langit dengan raut wajah yang datar dengan perasaan yang tidak menentu, musuh terbesarnya yang tidak lain adalah ayah kandungnya sendiri, rasa benci terhadap ayahnya membuatnya sangat ingin membunuh dengan tangan sendiri, akan tetapi ucapan Lion yang sebelumnya muncul di dalam benak pikirannya
"Ma..apa yang harus ku lakukan? benar kata kakek Lion sejahat apa pun dia adalah ayah kandung ku, aku memang berharap bisa membunuhnya dengan tanganku sendiri, tapi di saat ini aku malah merasa tidak senang, apakah seperti yang kakek katakan aku boleh hancurkan hidupnya tapi tidak nyawanya" gumam George
"George, apa kau baik-baik saja?' tanya Lavender yang menghampiri George yang sedang berdiri di luar
"Lavender, katakan padaku apa yang harus ku lakukan jika dia di depan mataku?"
"Lakukan sesuai kata hatimu" jawab Lavender dengan senyum
"Jika aku tidak membunuhnya apa kau akan marah padaku?"
"Tidak! dia adalah ayah kandungmu, aku tahu perasaan mu, sebenci apa pun dirimu terhadapnya hubungan ayah dan anak memang tidak bisa di ubah"
"Dia telah membunuh ibuku dan malam ini aku ingin mengalahkannya, rasa bersalah muncul dalam benak pikiranku, aku ingin memberi peringatan padanya dan menghapus semua anggotanya agar dia tidak bisa bangkit lagi" ujar George
"Lakukan saja, apa kau ingin aku yang membunuhnya?" tanya Lavender
"Apa kau akan melakukannya?"
"Iya, sangat ingin di saat kakek ku di tembak olehnya, dan sekarang untung saja kakek ku sudah sembuh, jadi jika aku melakukannya apa kau akan marah padaku?"
"Jika dia ingin membunuhmu maka aku tidak akan segan-segan untuk membunuhnya"
"Sama denganku, jika dia tidak mencoba melukai mu maka aku tidak akan membunuhnya, tapi aku tidak yakin tidak akan menembaknya" ucap Lavender
"Lavender, kau bisa melakukan apa pun yang kau mau, ini adalah dendam mu dengannya. dan aku tidak akan salahkan dirimu" ucap George dengan memeluk Lavender
"Setelah malam ini maka semua telah berakhir" ujar Lavender
Malam hari
George dan Lavender beserta semua anggota menuju ke markas Kaneshiro
Di sisi lain Taro yang sudah di pihak George berpura-pura masih patuh kepada Kaneshiro semua rencana telah di susun oleh George dan dirinya, penyerangan akan di lakukan dari luar dan dalam tanpa sepengetahuan Kaneshiro
__ADS_1
Bab selanjutnya
George berhadapan dengan Kaneshiro