Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Kaneshiro berhadapan dengan George


__ADS_3

"George Hamilton, apa kau akan menembak ku?" tanya Kaneshiro dengan tatapan tajam


"Apa menurut mu aku tidak akan melakukannya?"balas pertanyaan George dengan merasa kecewa


"Aku adalah ayah kandung mu" jawab Kaneshiro dengan niat mencari pembelaan


"Lalu kenapa memangnya jika kau adalah ayah ku? kau membuang anak kandung mu dan juga membunuh ibuku, apa kau mengira dirimu masih pantas untuk hidup?" ucap George dengan nada kesal


"Farlo, apa pun yang terjadi di dalam tubuh mu itu mengalir darah ku dan ini tidak bisa berubah"


"Hahahaha, mengalir darah mu? jika kau ada memikirkan demikian maka kau tidak akan ada niat untuk membuang ku dan kemudian ingin membunuhku" ketus George dengan memegang luka tembak di perutnya


"Farlo, kita adalah ayah dan anak, jika hari ini kau membunuh ku maka dunia akan gempar dengan pembunuhan yang di lakukan oleh George Hamilton terhadap ayahnya sendiri, ini hanya akan membuat mu tersingkir dari dunia mafia"


"Di dunia mafia tidak ada yang akan menyingkirkan ku, di dunia ini tidak ada yang tahu apa yang telah kau lakukan pada istri dan anak mu sendiri, aku sangat kecewa karena memiliki ayah seperti mu, bahkan aku merasakan jijik pada tubuhku ini karena mengalir darah mu" ketus George yang sedang menodong senjatanya ke arah Kaneshiro


"Farlo..?" ucap Kaneshiro


"Jangan memanggilku dengan nama itu lagii, Farlo sudah mati di saat kau meninggalkannya di panti asuhan, dan yang di depan matamu sekarang adalah George Hamilton yang akan menghancurkan mu" bentak George dengan kesal


"Anakku, kita bisa mulai dari awal, kita akan sama-sama menjadi mafia terkenal di dunia ini jika kita bekerja sama" ucap Kaneshiro dengan berusaha membujuk anaknya itu


"Mafia terkenal? aku tahu ambisi mu sangat tinggi, sehingga kau ingin mengunakan ku sebagai senjata mu, apa kau mengira aku bodoh?"


"George, beri aku kesempatan untuk menebusnya, kita bisa berdamai" ujar Kaneshiro dengan berharap


Karena merasa kesal pada ayahnya itu George lalu melepaskan tembakan


Dor..


Tembakan George mengenai bagian paha kiri Kaneshiro


"Aaarrhhh" jeritan Kaneshiro yang kesakitan

__ADS_1


"Peluru ini untuk membalas di saat kau membuang ku" ketus George dengan matanya berkaca kaca


Dor....


Tembakan George mengenai paha kanan Kaneshiro


"Aaahhh" pekikan Kaneshiro yang menahan sakit


"Ini untuk semua perbuatan jahat mu pada anak-anak di panti asuhan itu" kata George dengan nada kesal


"Aku adalah ayah kandung mu, kau berdosa jika membunuh ku" ucap Kaneshiro yang sedang kesakitan sehingga berlutut


Dor..


Tembakan dari George mengenai bagian pundak kanan Kaneshiro


"Aaahhh.." jeritan Kaneshiro yang lagi-lagi di tembus oleh peluru George


"Ini untuk kakek Lion yang hampir menjadi korban mu" ketus George dengan merasa kesal


"Kau yang tidak bisa lolos, karena semua anggota mu sudah kami bunuh, tentu saja kau merasa aneh kenapa kami bisa begitu mudah untuk masuk ke dalam markas besar mu ini, ini semua adalah bantuan dari Taro dan semua temannya" jelas George


"A..apa? dia membelotku?"


"Kau menjadi batu api agar Yoshiro menyerang Lion di saat kakek sedang kritis, dan pada akhirnya Yoshiro harus mati di tanganku" ujar George


"Kau tahu jika aku mati di tangan mu maka kau sangat berdosa"


"Dosa? apa kau membunuh ibuku kau tidak berdosa? di saat kau ingin membakar anak-anak yang tidak tahu apa-apa itu apa kau tidak berdosa? Deverson, cukup sudah dengan semua apa yang kau lakukan, semua sudah berakhir" ketua George dengan melepaskan tembakannya


Dor..


Tembakan George yang mengenai pundak kiri Kaneshiro

__ADS_1


"Aaaarhhhh' teriakan Kaneshiro yang merasa sakit yang luar biasa


"Ini untuk calon istriku karena kau hampir merenggut nyawanya saat di pantai" bentak George sambil melepaskan tembakannya lagi


Dor...dor...


Dua tembakan mengenai lengan kiri dan kanan Kaneshiro


"Aaaahhh" pekikan Kaneshiro yang tidak berdaya sehingga terlungkup di lantai


"Dua peluru ini untuk ibuku, yang kau siksa selama hidupnya dan kemudian kau bunuh" ketua George dengan merasa dendam membara


"Aku tidak akan membunuh mu, tembakan ini sudah membuat mu cacat seumur hidup, dan mulai hari ini kau telah kehilangan segalanya, tanpa kuasa, tanpa uang, tanpa ambisi dan tanpa tubuh mu yang utuh, aku hanya mencacatkan mu ini sudah beruntung bagi mu" kata George dengan merasa merasa kesal


"Bunuh saja aku" pinta Kaneshiro yang sudah berlumuran darah di seluruh tubuhnya


"Tidak! kau sudah melakukan banyak kesalahan dan sangat beruntung bagi mu jika kau mati begitu saja, aku ingin kau hidup dalam penderitaan, kau yang sudah cacat ini tidak bisa melakukan apapun lagi, dan bahkan tidak ada lagi yang menemani mu, aku ingin melihat dengan cara apa kau menjalani hidup mu dengan kondisi mu seperti ini" ujar Goerge dengan menatap tajam ke arah Kaneshiro yang tergeletak tidak berdaya itu


Kaneshiro yang di tembak sebanyak 6 kali membuat dirinya tidak berdaya dan kesakitan sehingga mengeluarkan air matanya


"Farlo anakku, di dunia ini hubungan antara ayah dan anak tidak akan berubah sampai kapan pun, jadi kalau pun aku mati di tangan mu dunia tetap menganggap mu sebagai pembunuh orang tua kandung mu" kata Kaneshiro


"Dan di saat itu dunia akan tahu jika kau adalah suami yang membunuh istri mu sendiri dan membuang anak mu, sehingga anak mu dewasa kau juga ingin membunuhnya, kau akan semakin terkenal dengan semua perbuatan jahat mu, Deverson!" ketua Goerge dengan kesal


"Mulai saat ini nikmati saja hidup mu dengan kondisi cacat seperti ini" ketua George yang sedang menahan rasa sakit di bagian lukanya


"Aaahhh. George, tembakan mu ini cukup untuk menghukum ku, panggilkan dokter untuk ku" pinta Kaneshiro yang berlumuran darah sehingga berceceran darahnya di lantai


"Tidak! hidup dan mati mu bukan urusan ku, jika kau bisa melewatinya maka diri mu sangat beruntung, tapi jika kau tewas kau pantas mendapatkannya" jawab George dengan nada kesal, dan kemudian melangkah ke arah pintu dengan perlahan sambil menahan sakit di bagian lukanya


Di saat George berjalan ke arah pintu ruangan itu, Kaneshiro berusaha mengambil pistol yang di selip di bagian pinggang belakangnya, dan kemudian menodong ke arah George


"Ingin aku mati? kau bermimpi. salah mu terlalu berhati lembut padaku, kau yang akan mati dan Black White akan menjadi milik ku" batin Kaneshiro

__ADS_1


Kaneshiro berusaha ingin melepaskan tembakannya dalam kondisi terluka parah


Dor.....


__ADS_2