Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Lagi-lagi nyasar


__ADS_3

Setelah Kematian Tevez niat Lion untuk membalas dendam telah tercapai, di siang itu Lion membawa Lavender ke tepi pantai, setiap tahun di hari kepergian Robert dan Merliza, Lion akan mendatangi pantai tersebut..


"Lavender, Papa dan Mama mu adalah pasangan yang saling mencintai, sama-sama hidup di dunia mafia, di saat itu kakek mengira bisa mundur dari posisi ketua dan menyerahkan kepada Papa mu, tapi tidak menyangka mereka telah pergi begitu cepat" ucap Lion yang merindukan masa lalu


"Kakek, jangan bersedih, ke depannya kakek masih ada aku, aku bisa menemani kakek" bujuk Lavender dengan senyum


"Cucu ku yang baik, ke depannya posisi ku ini akan ku serahkan pada Calon suami mu" kata Lion dengan senyum


"Kakek, tapi aku tidak mau menikah"


"Kenapa? apa kau tidak menyukai George?"


"Aku tidak tahu, aku hanya tidak ingin menikah"


"Lavender, suatu saat kau pasti akan menikah, lagi pula ku bisa lebih mengenal George dia sangat baik, jika kalian bersama kakek juga tidak khawatir"


"Kakek, apa aku boleh bertanya sesuatu?"


"Tanya lah"


"Apa kakek pernah mencintai seseorang?"


"Tentu pernah"


"Siapa?"


"Tentu saja Nenek mu"


"Apa rasanya cinta itu?"


"Dia membuat mu rindu padanya setiap saat, dan di saat kau melihatnya kau akan merasa sangat bahagia"


"Ternyata begitu"


"Kenapa? apa kau tidak merasakan nya?"


"Tidak, aku tidak merasakan apa pun terhadap Gorila Hamil"


"Lavender, mungkin saja kalian jarang bersama, sering bersama lama-lama kau pasti akan mencintainya"


"Kakek, apakah menikah harus ada rasa cinta? jika tanpa cinta apa tidak bisa?"


"Cucu ku , sekarang Kakek bertanya pada mu, apakah kau ingin menikah dengannya?"


"Tidak mau"


"Kenapa?"


"Karena kalau sudah menikah maka akan menjadi rumit"

__ADS_1


"Kenapa rumit?"


"Aku melihat Bibi yang tinggal di sebelah toko setelah menikah tidak lama kemudian dia hamil dan setelah itu dia melahirkan dan sambil memasak dan berjualan, itu sangat rumit, aku mau seperti Bibi Mummy saja tidak menikah juga bagus" jawab Lavender dengan ketawa kecil


"Lavender, George adalah pria baik, sering saja menemaninya suatu saat kau pasti akan menyukainya"


"Aku tidak yakin aku bisa mencintai, karena aku tidak tahu cara mencintai seseorang, tapi Kakek tenang saja Gorila Hamil memang baik pada ku aku akan baik padanya juga" ucap Lavender


"Baguslah jika kamu berpikir demikian" Kata Lion


"Kakek, aku ada satu permintaan"


"Katakan apa yang kamu minta, jangankan satu, seratus permintaan kakek juga berikan pada mu"


"Jangan biar kan orang lain tahu jika aku cucu kakek, aku hanya ingin mereka mengenal ku sebagai anak pasar"


"Kenapa?"


"Aku hanya tidak ingin mempamerkan status ku, biarlah mereka tahu aku adalah anak pasar aku tidak apa-apa"


"Baik! baik! jika ini yang kamu inginkan, kakek juga tidak bisa memaksa mu, tapi ingat jika ada yang berani menindas mu maka beritahu pada kakek"


"Kakek, tenang saja, selama ini aku yang menindas orang, di dunia ini yang mampu menindas ku hanya Bibi saja"


"Hahahaa...iya..ya...ikut kata mu saja" jawab Lion dengan ketawa gembira


"Mari kita segera kembali ke markas" ucap salah satu anggota Black White yang berjalan bersama teman lainnya


Di saat mereka berjalan menuju ke markas mereka tiba-tiba saja di serang oleh orang asing


Dor....dor...dor...dor...dor....dor...dor...dor...


Puluhan tembakan mengena ke semua anggota Black White


"Aargghhtt..." teriakan serentak 20 anggota itu yang terkena tembakan


"Mereka sudah tewas semua, mari kita pergi" kata salah satu dari pembunuh itu, dan sesaat kemudian mereka bertiga pun meninggalkan tempat itu


Dalam perjalanan muncul 3 pembunuh secara tiba-tiba menyerang anggota berasal dari Black White di saat mereka dalam perjalanan menuju ke markas mereka.


Pembunuh itu menembak secara beruntun ke arah para anggota Black White sehingga mereka tidak berkesempatan untuk melawan balik.


Keesokan harinya..


Markas Black White


"Ketua! ketua! gawat anggota kita telah di bunuh di saat mereka dalam perjalanan ke sini" kata salah satu anggota Black White


"Tunjukkan arahnya, langsung segera ke sana" ucap George yang langsung melangkah keluar dari markasnya

__ADS_1


George datang ke lokasi tempat anggotanya tewas di bunuh, setelah tiba George menghampiri anggotanya dan memerhatikan luka-luka di tubuh mereka.


"Siapa yang berani membunuh mereka? ini adalah peringatan untuk ku, jangan-jangan adalah dia !" batin George


"Kuburkan mereka secara layak, mari kita kembali ke markas" perintah George yang masuk kembali ke mobilnya


Lapangan Golf


Seorang pria jepang sedang bermain golf bersama dengan seorang pria yang tidak lain adalah orang kepercayaannya bernama Jusimo, sementara bos dari Jusimo adalah pria tampan asal jepang yang juga dari dunia mafia yang bernama Kurashi.


Kurashi yang di kenal sebagai membunuh tanpa berkedip mata. dari penampilannya sangat dewasa dan tampan serta memiliki sifat lembut dan murah senyum, akan tetapi bagi yang tidak mengenalnya tidak tahu sisi buruknya yang bersifat kejam dan selalu ingin menang.


"Tuan, anda selalu nomor satu, saya selalu kagum terhadap permainan anda" ujar Jusimo dengan sopan


"Jusimo, jika diri mu belajar lagi maka permainan mu itu akan melampaui mu" jawab Kurashi dengan senyum


"Tuan, ini sudah siang, bagaimana jika kita makan dulu. Tuan, tentu sudah lapar"


"Mari kita pergi" ajak Kurashi yang menghentikan permainannya


"Tapi sebelum pergi makan aku ingin ke suatu tempat" ujar Kurashi


"Lalalalala...lalalalala" nyanyian Lavender yang sedang berjalan santai


"Akhirnya tugas ku selesai dan setelah ini pulang lagi, ups" gumam Lavender yang menghentikan langkahnya sambil melihat kiri kanan


"Ini di mana ya? kenapa aku bisa di sini?" gumam Lavender yang lagi-lagi nyasar tah kemana. dan sambil melihat-lihat kesekelilingnya


"Aku lupa bawa handphone, aku ingin pulang ke pasar keramaian tapi kenapa malah nyasar ke kebun binatang " gumam Lavender yang mengaruk-garuk kepalanya


"Bagaimana jika aku masuk ke dalam saja untuk melihat-lihat, lagi pula aku belum mencobanya" kata Lavender yang melangkah masuk ke dalam kebun binatang tersebut


Setelah masuk ke dalam sana Lavender dengan santainya melihat ke semua hewan-hewan yang ada di dalam sana.


"Gorila jantan, gorila betina" ucap Lavender yang sedang melihat hewan itu yang di hadapannya


"Jika saja Gorila Hamil di sini kan bagus bisa menemani ku jadi aku tidak bosan, eh...kenapa aku malah teringat dia ya" gumam Lavender yang menepuk kepalanya.


Setelah setengah jam kemudian.


"Sudah sore aku harus pulang, jika tidak nanti Bibi marah lagi" gumam Lavender yang berlari ke arah pintu


Di saat Lavender yang sedang berlari keluar dari pintu itu dia menabrak seseorang sehingga membuatnya terjatuh.


"Aarggtt, sakit sekali" jeritan Lavender yang terduduk di lantai itu


"Nona, apa anda baik-baik saja?" tanya pria yang di tabrak tadi dengan senyuman sambil mengulurkan tangannya


"Wah..apa wajahnya asli? kenapa bisa tampan sekali, tidak kalah dari Gorila Hamil" Batin Lavender yang memandang ke arah pria yang menatap senyum ke arahnya itu

__ADS_1


__ADS_2