Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Lion membalas dendam


__ADS_3

"Kau sangat bodoh, di saat George mendapat kabar dari Lavender dia langsung mengabari ku di mana Lavender di kurung, aku sudah tahu jika Lavender sudah di selamatkan olehnya, dan mengenai Summy dia juga sudah tahu hanya saja dia sengaja datang untuk akting di depan mu" jelas Lion


"Akting?"


"Benar, George sudah memberitahu ku jika Lavender sudah bersamanya, hanya diri mu yang sebagai dalang utama yang tidak tahu jika tahanan mu itu sudah di bawa pergi, jika kami tidak akting mana mungkin bisa mengelabui mu, kami tahu jika kau kehilangan Lavender maka kau pasti akan bertemu dengan Tevez oleh karena itu kami sudah ikuti langkah mu dari kau keluar rumah tadi pagi" jelas Lion


"Kalian bekerjasama untuk memperbodohkan ku?"


"Girvanlo, rencana mu gagal karena kelalaian mu, kau tidak menyangka jika cucu ku itu segera mengaktifkan GPSnya agar mudah di lacak, karena dia tahu dia pasti di culik oleh mu" kata Lion


"Kakek, jangan salahkan aku, aku tahu kakek selama ini tidak pernah percaya pada ku, dan aku hanya salah satu kaki tangan bagi mu, sama seperti anggota lainnya, kau lebih memilih orang luar daripada aku" ujar Girvanlo yang melihat ke arah George dan Lion


"Apa kau tahu mengapa aku tidak yakin pada mu?"


"Mengapa?" tanya Girvanlo dengan merasa cemas


"Karena diri mu sangat serakah dan egois, aku yang membesarkan mu jadi mana mungkin aku tidak tahu sifat mu" jelas Lion dengan tatapan serius


"Kakek, bagaimana pun aku adalah cucu mu, tapi kamu lebih percaya padanya" kata Girvanlo yang menunjuk ke arah George


"Aku percaya pada George karena dia bisa di andalkan, sedangkan diri mu masih belum bisa bedakan salah dan benar, dan yang paling parah sifat mu yang serakah itu, ingin duduk di posisi ku kau harus memiliki persyaratannya" jawab Lion


"Kakek, kau sangat kejam pada cucu-cucu mu, bagi mu aku dan Floris hanya lah penganti cucu mu itu, setelah kau bertemu kembali dengannya kau mengorbankan kami"


"Kau salah, aku tidak mengabaikan kalian, tapi kau sudah tahu apa yang di lakukan Floris. dia berbohong dan egois demi diri sendiri dia ingin mencelakai orang lain, andaikan bukan Lavender yang dia ingin bunuh tetap saja akan ku hukum, kalian sudah lama di keluarga Lion tapi masih tidak bisa mematuhi peraturan" jawab Lion dengan tegas


"Lion, urusan mu dan cucu mu selesaikan saja di rumah mu jangan di sini" lanjut Tevez


"Kami datang kemari adalah untuk menyelesaikan semua masalah sekalian" jawab George yang menatap tajam ke arah Tevez


"Kau adalah George Hamilton?"tanya Tevez


"Benar" jawab George


"George Hamilton yang di takuti dan di segani, tidak ku sangka kita bisa bertemu di sini" ujar Tevez dengan senyum


" Si tua ini dan George Hamilton ada di sini kelihatannya aku tidak bisa kabur lagi" batin Tevez


"Tevez, tidak perlu berbasa-basi lagi, nyawa putriku dan menantu ku di ambil oleh mu, hari ini aku di sini dengan niat untuk membalas dendam terhadap mu" bentak Lion dengan kesal

__ADS_1


"Lion, apa yang kau katakan? mereka tewas bukan karena ku, kau jangan menuduh ku" jawab Tevez


"Ada yang melihat dengan mata sendiri kau pelaku ledakkan itu, selama ini aku mencurigai mu dan aku sudah memiliki bukti bahwa kau adalah pelakunya" jelas Lion


"Robert adalah mafia juga, mana mungkin bisa semudah itu dia mati di tangan ku. Lion, jangan menuduh ku sembarangan"


"Kau mengunakan bom untuk meledakkan rumahnya sehingga ledakkan itu menjalar ke rumah lain, saksi yang melihat sampai kini masih hidup, hari ini jika aku tidak mengambil nyawa mu maka aku tidak layak jadi ketua kumpulan ku" bentak Lion dengan kesal sambil menodongkan senjatanya ke arah Teves begitu juga dengan George, Bieber dan Kelvin


Di saat itu Girvanlo dan Tevez beserta anggota Tevez sama menodongkan senjata mereka ke arah kumpulan Lion, anggota Lion berjumlah 50 anggota sementara Tevez hanya beranggota 30 anggotanya..


"Tevez, Girvanlo, kalian tidak pantas lagi untuk hidup" kecam Lion


"Kakek, kau selalu tega pada cucu yang kau besarkan" ucap Girvanlo dengan kecewa


"Tega? apa maksud mu aku harus memaafkan mu setelah memihak ke musuh ku?" balas Lion dengan tatapan emosi


"Di hati mu tidak pernah sama sekali menggangap ku sebagai cucu mu"


"Kau mengkhianati ku dan masih beraninya berharap aku melepaskan mu, Girvanlo, selama kau hidup bersama ku kau tidak kekurangan apa pun, sedangkan cucu kandung ku hidup di luar tanpa perhatian dari ku dan tidak seperti diri mu dan Floris memiliki segalanya tapi karena hidup mewah kalian berubah menjadi tidak tahu diri" ujar Lion dengan kesal


"Kelihatannya aku tidak bisa kembali lagi, dan harus mati di tangan mu" jawab Girvanlo yang ingin melepaskan tembakkannya ke arah Lion.


Dor..


"Sialan." keluhan Girvanlo yang terluka di tangannya sehingga senjatanya terlepas dari pegangannya


"Ingin menembak ku? durhaka" bentak Lion yang kesal dan melepaskan tembakannya ke arah Girvanlo


Dor...dor..


2 Tembakan dari Lion mengena ke arah lutut Girvanlo


"Aarggtthh" pekikkan Girvanlo yang tertembak sehingga membuatnya berlutut


"Aku Lion sangat gagal mendidik mu, sehingga kau menjadi seorang pengkhianat, hari ini aku memutuskan hubungan sebagai kakek dan cucu, dan selamanya kau bukan lagi bagian dari Lion"bentak Lion dengan emosi


"Aartttgghhtt.." teriakan Girvanlo yang kesakitan di bagian lututnya yang mengeluarkan darah tanpa berhenti


Dor...

__ADS_1


Tembakan dari Lion mengena tepat pada jantung Girvanlo dan sesaat kemudian dia pun tewas di tempat.


"Tevez, hari ini juga hari kematian mu, aku ingin membalas dendam untuk anak dan menantu ku" kecam Lion yang menodongkan senjatanya ke arah Tevez


"Kelihatannya hari ini hanya salah satu di antara kita yang bisa keluar hidup-hidup dari sini" ujar Tevez dengan menodong senjata ke arah Lion


"Kau ingin membunuh ku di saat restoran dan rumah sakit tapi kau gagal, sekarang aku berada di hadapan mu, lakukan saja jika kau memang sanggup" kecam Lion


Lion dan Tevez saling mengarahkan senjata ke arah masing-masing..


"Merliza, Robert, hari ini Papa balas dendam untuk mu" batin Lion dengan tatapan yang tajam


Dor....dor....dor...


Dengan cepatnya Lion melepaskan tembakan dan mengena ke tubuh Tevez


"Aarggtthh" teriakan Tevez yang kesakitan akibat 3 peluru mengena bagian perut dan jantungnya sehingga membuatnya langsung tersungkur


Di saat Tevez tertembak dia yang sudah sekarat berusaha untuk mengangkat senjatanya dengan niat ingin menembak ke arah Lion, akan tetapi niatnya di hentikan langsung oleh Lion.


Dor....


Tembakan Lion mengena kepala Tevez.


Sesaat kemudian Tevez tewas dengan luka di bagian jantung, perut dan kepala


Dor...dor...dor.. dor...dor.. dor


Tembakan beruntun di lakukan dari 2 kumpulan itu yang saling menembak.


Dor....dor...dor...dor....dor


Tembakan serentak dari George, Bieber dan Kelvin


"Aargghhttt" teriakan serentak anggota Tevez


Karena jumlah yang di pihak Lion lebih unggul maka tidak sulit bagi mereka untuk mengalahkan Tevez dan Girvanlo


Setelah Tevez dan anggotanya tewas Lion menatap dengan tatapan penuh dengan kebencian ke arah Tevez.

__ADS_1


"20 tahun lamanya dendam ini ku pendamkan, dan pada akhirnya telah terbalas. Robert, Merliza, kalian sudah melihatnya? pembunuh yang membunuh kalian sudah mati di tangan ku" batin Lion


__ADS_2