Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Balas budi baikmu


__ADS_3

"Aku tidak menyalahkan kalian, jadi jangan salahkan diri sendiri lagi, kalian sudah banyak berkorban demi Lion jadi mana mungkin aku menyalahkan kalian" ucap Lion yang mencoba untuk bangkit dengan di bantu oleh Lavender dan duduk bersandar di ranjang


"Terima kasih Ketua besar" ucap serentak Bieber dan Kelvin dengan menunduk


"Kakek, aku sangat merindukan mu" kata Lavender yang sedang memeluk kakeknya


"Kakek sudah tidak apa-apa, jangan khawatir" ujar Lion dengan sambil mengelus kepala Lavender


"George, apakah cucu ku ini belakangan ini ada membuat ulah?" tanya Lion dengan menatap ke arah George


"Kakek, Lavender sudah dewasa selama ini dia hanya tinggal di sini menjaga kakek" jawab George dengan senyum


"Ini adalah kejutan jika cucu ku ini sudah dewasa, biasa sifatnya sangat kekanakan" ucap Lion dengan seraya bercanda


"Hahahaha..." suara tawa memenuhi ruangan kamar Lion, di saat mereka sedang bercanda tiba-tiba saja seorang pria yang masuk ke kamar Lion


Klek


"Lavendeeeeerr, selamat siaaaaaang. aku membawakan ikan kecap untuk muuuuu" teriakan Bruce dengan nada memenuhi ruangan itu, dirinya tidak sadar karena telah salah masuk kamar


Semua mata pada melihat ke arah Bruce yang tiba-tiba saja bisa muncul di sana, tentu tatapan mereka semua membuat Bruce merasa canggung


"Ma..maaf, aku salah masuk kamar" ucap Bruce dengan menunduk dan menutup pintunya, di saat di luar pintu Bruce menyadari jika dia sudah terlewatkan sesuatu yang di kamar itu


"Ini adalah kamar ketua Lion? kenapa aku bisa bodoh sekali akukan ingin masuk ke kamar Lavender tapi malah nyasar, hah..tidak..tidak sepertinya tadi banyak anggota di dalam dan sepertinya aku melihat ketua Lion sedang duduk di ranjang" gumam Bruce


"Apa aku salah lihat ya? coba aku mengintip" batin Bruce dengan mengintip dan membuka pintu dengan perlahan dan mengintip dari luar


Saat dirinya mengintip dari pintu semua yang berada di dalam sedang memandang ke arahnya


"Apa kau sudah puas mengintip dari luar?" tanya serentak semua orang berada di kamar itu


"Eh....aku ha...hanya ingin memastikan apa aku salah melihat" kata Bruce dengan mengaruk kepalanya

__ADS_1


"Bruce, kemarilah" kata Lavender


"Iya" jawab Bruce dengan berjalan menghampiri ranjang Lion


"Ketua Lion, sudah sadar ini bagus sekali" kata Bruce dengan merasa senang


"kakek, bocah ini pernah mengatakan ingin menjadi bagian Lion" ucap Lavender yang sedang duduk di samping Lion


"Menjadi bagian Lion?" kata Lion dengan heran


"Ketua besar, Lavender dia hanya bercanda itu tidak benar" ujar Bruce dengan menyangkal


"Kenapa, apa kau merasa Lion tidak cocok untuk mu?" tanya Lion dengan menatap ke arah Bruce


"Bukan begitu Ketua Lion, aku yang tidak layak" jawab Bruce yang merasa canggung


"Kakek, bocah ceroboh ini selalu berjaga di luar dan kemarin dia juga menyelamatkan Lavender" kata George


"Ternyata begitu" jawab Lion


"Ketua Lion, aku ingin hanya saja apa aku layak?" tanya Bruce dengan merasa cemas


"Kenapa kau bertanya demikian?" tanya Lion


"Semua yang di kumpulan Lion sangat luar biasa sedangkan aku masih tidak mengerti apa-apa" jawab Bruce


"Kakek, Bruce pernah mengatakan jika dirinya ingin menjadi pengawal kakek" ucap Lavender


"Pengawal ku?" ucap Lion


"Apa kau tidak takut mati?" tanya Lion dengan menatap ke arah Bruce


"Tentu saja tidak. Ketua besar bisa perintah saja apa yang harus ku lakukan termasuk menebang pohon" jawab Bruce yang tidak sadar dengan ucapanya

__ADS_1


"Hahahahaha...Kalau pohon kau tidak perlu lagi menumbangkannya, karena 7 pohon di rumah ku sudah di tumbangkan oleh Lavender" ujar Lion dengan tertawa


"Kakek jangan tertawakan aku" ucap Lavender dengan kesal


"Hahaah...kakek hanya mengatakan yang sebenarnya" jawab Lion dengan senyum


"Kenapa Lavender menumbangkan pohon itu?" tanya Bruce dengan penasaran


"Di saat itu nona sedang belajar menembak dan pada akhirnya 98 butir peluru menyasar ke 7 pohon dan 7 pohon itu akhirnya tumbang" jawab Bieber dengan senyum


"Haahahaahaha. Lavender, ternyata kau begitu parah" kata Bruce dengan mengejek sambil tertawa dan sudah lupa jika Lion berada di satu ruangannya


"Kau berani sekali mengejek ku" ketus Lavender yang berjalan menghampiri Bruce dan menarik telinganya


"Aaaarhhh....sakiiittt, kenapa kau sama seperti bibi suka sekali menarik telinga ku" teriak Bruce yang merasa kesakitan


"Karena kau sangat menjengkelkan" bentak Lavender dengan merasa geram


"Hahahahahah, kalian anak muda ini sangat lucu" ucap Lion dengan tertawa


George yang melihat tingkah Lavender terhadap Bruce merasa tidak senang di hatinya dan kemudian berjalan menghampiri Lavender


"Sudah hentikan, kalian adalah pria dan wanita seharusnya menjaga jarak" kata George yang menarik lengan Lavender dan menjauhkan jaraknya dengan Bruce


"Sudahlah kalian ini seperti anak-anak saja" ucap Lion dengan senyum


"Bruce, aku bertanya pada mu, apakah kau tidak menyesal untuk bergabung ke Lion?' tanya Lion dengan serius


"Tidak Ketua, aku memang dari awal ingin masuk ke kumpulan Lion" jawab Bruce dengan yakin


"Jika sudah masuk maka jangan menyesal" ujar Lion


"Ketua, beri aku kesempatan untuk membalas budi baik mu, sebenarnya niat ku hanya satu ingin membalas budi baik mu pada keluarga kami" ucap Bruce dengan berlutut di tepi ranjang

__ADS_1


"Bruce, apa maksud mu?" tanya Lion dengan heran


"Nama ku adalah Bruce Conan, nama papa ku adalah Jacky Conan, saat 20 tahun yang lalu papa dan mama ku berjalan menempuh perjalanan jauh dari kota ke desa karena tidak ada biaya maka mereka hanya bisa berjalan, dan di saat itu aku masih kecil, di saat di perjalanan tas kami di rampok dan semua pakaian dan uang kami ada di dalam tas, sehingga membuat papa dan mama kami merasa sedih, dan tidak lama kemudian ketua datang memberi tumpangan pada kami dan juga sejumlah uang, uang itu papa ku mengunakannya membeli tanah di kampung dan kemudian papa dan mama ku menanam padi dan jagung, semua ini adalah berkat bantuan ketua pada kami, dan mereka sering mengatakan pada ku jika penyelamat kami namanya adalah Lion dari kumpulan Lion, selama 20 tahun ini semua biaya kami dari penghasilan dari padi dan jagung, semua ini jika bukan karena bantuan ketua maka kami mungkin belum memiliki apa pun, dan di situlah kami menjalani hidup selama 20 tahun ini, papa ku sering mengatakan jika ada kesempatan bertemu dengan ketua lagi maka dia ingin membalas budi baik mu," jelas Bruce dengan panjang lebar


__ADS_2