
Prok...prok....prak... prak...
Bunyi pisau dari Lavender yang sedang memotong ayam
"Dasar kura-kura jepang, kau mengurung ku di sini dan di awasi oleh puluhan anggota mu di luar rumah ini, walau aku memiliki senjata pemberian kakek ku aku juga tidak bisa mengunakannya karena jumlah mereka lebih banyak, dan hanya bisa akting di depan mereka, lihat saja nanti kau pasti akan menyesal, dasar kura-kura jepang tidak ada ekor" batin Lavender dengan kesal
Brak...brak...brak...
Bunyi hentakan kuat dari pisau yang sedang di gunakan oleh Lavender
"Kenapa ayam ini bisa begitu jelek? kenapa kau mirip sekali dengan kura-kura itu..ha?" bentak Lavender yang mengangkat ayam dengan memegang erat leher ayam itu karena merasa geram
"Kalian beli ayam ini di mana? kenapa wajahnya bisa begitu jelek?" tanya Lavender dengan kesal
"Jelek? Nona, jelek di bagian mana? apakah tidak segar? kami membelinya yang sudah siap di bersihkan agar mudah untuk di masak, hanya tinggal kepala dan kakinya yang belum di buang"
"Lihat saja wajah ayam ini, wajahnya sangat jelek, lain kali kalau beli ayam jantan pilih yang tampan" ujar Lavender dengan menhentakan ayamnya ke talenan sambil memotong dengan emosi
"Tampan? bukankah semua ayam mirip saja wajahnya?" tanya anggota 1 sambil lap keringatnya
"Tentu saja tidak, hanya kalian tidak tahu cara pilihnya, dan lihat ini lehernya juga kurus sekali" ucap Lavender yang sedang kesal sambil memotong leher ayam itu
Brak....brak...brak...
Potongan berkali-kali di lakukan oleh Lavender yang sedang sambil emosi
"Bukankah semua leher ayam sama saja, kurus?" tanya anggota 2
"Tidak sama, cari ayam yang gemuk, ini ayamnya sangat kurus seperti si kura-kura jepang itu" jawab Lavender sambil mencincang ayam menjadi beberapa puluhan bagian
"Dan ingat lain kali jangan membeli yang kakinya lima jari" ucap Lavender sambil mengambil kaki ayam dengan menunjukkan ke arah anggota itu
"No-nona, bukankah semua jari itu ada lima?" tanya anggota 4 dengan terbata
"Cari yang tanpa jari, kenapa kau bisa begitu bodoh sama seperti bos mu itu" ketus Lavender dengan memotong kaki ayam itu dan kemudian di lempar ntah kemana-mana
"Tanpa jari?" ucap serentak dengan kebinggunan
"Ada lagi" ucap Lavender yang sambil memotong ayam itu
"Ada apa lagi, Nona?" tanya Anggota 3 dengan merasa cemas
__ADS_1
"Lain kali kalau beli ayam tanya masih tulen atau tidak" kata Lavender yang sedang emosi sambil mencincang ayam sehingga tidak berbentuk
"Tu-tulen? maksudnya adalah" tanya Anggota 4 yang lagi-lagi di buat binggung
"Ayam jantan yang belum nikah, kenapa kau bisa begitu bodoh sekali?" teriak Lavander dengan emosi sambil mencincang tubuh ayam itu menjadi hancur berkecai
Prakk....prak....bruk....bruk...
"Hei...apa wanita hamil begitu lasak tangannya?" tanya anggota 1 dengan nada kecil
"Yang lain aku tidak tahu, kalau yang ini memang lasak" jawab anggota 2
"Lihat saja ayamnya, tadi utuh satu ekor dan sudah di bersihkan bulunya dan sekarang sudah jadi ratusan bagian" ucap anggota 3
"Dan ini sudah ke tiga ekor ayamnya, sepertinya 3 ayam itu semasa hidup sudah menyingung nona Lavender, makanya sekarang mendapat balasan yang sangat kejam" ujar anggota 4
"Kepala dan kaki berserakan di lantai, dan lihat saja tubuh ayamnya ada di mana-mana, dapur di penuhi dengan ayam" lanjut anggota 1
Setelah siap memotong Lavender pun menghidupkan kompornya, semua potongan ayam yang sudah tidak berbentuk di masukkan ke dalam panci, dan setelah itu di masukan air sebanyak setengah panci
"Bibi memasaknya dengan air, lalu masuk bawang, dan kecap, ha...kalau tidak salah bibi juga menyuruh ku campur cuka setengah botol" kata Lavender yang memasukkan kecap dan cuka sebanyak setengah botol
"Apa kau yakin masakannya itu bisa di makan" ucap anggota 1 dengan suara rendah
"Apalagi ya? hm....oh arak, bibi mencampur arak ke dalam makanan biasanya" kata Lavender dengan mengingat masakan bibinya
"Di mana ada arak?" teriak Lavender
"Untuk apa, Nona?" tanya anggota 3
"Bawa kemari, cepat"
"Tapi arak yang beralkohol atau tidak?" tanya anggota 4
"Yang alkoholnya tinggi" jawab Lavender yang punya niat lain
Karena permintaan Lavender maka anggota Kurashi hanya bisa menuruti tanpa berfikir panjang dan memberi sebotol arak yang beralkohol tinggi
"Bukankah bahaya jika ada minuman keras di dapur?" tanya anggota 1
"Asal jangan dia siram ke api seharusnya masih aman" jawab anggota 2
__ADS_1
"Bibi memasukkan arak yang tanpa alkohol dan ini bisa saja membakar dapur ini, hahahaha..lihat saja nanti" batin Lavender yang merasa senang di dalam hati
Lavender dengan sengaja mencurahkan arak beralkohol tinggi ke kompor itu dan kemudian terjadilah kebakaran besar
"Aarrghh..., api...." teriak Lavender yang menumpahkan arak sehingga tumpah ke meja dapur dan lantai dan berpura-pura takut serta lari keluar dari dapur
"Cepat padamkan api" teriak salah satu dari mereka yang masuk ke dalam dapur
Api besar menjalar ke tumpahan arak di meja dapur sehingga ke lantai Karena mendekati gas maka terjadilah ledakkan di dapur itu sehingga terbakar mengenai lemari dan kulkas serta semua alat dapur yang ada di meja dapur sana
Duar...duar...duar....duar....duar
Bunyi ledakkan yang menewaskan beberapa anggota Kurashi dan sebagian terluka parah yang tadinya sedang berusaha memadamkan api
"Kebakaran....kebakaran...kebakaran..." teriak Lavender yang berada di ruang tamu tanpa rasa takut walau apinya yang membesar di dapur itu
Semua anggota disibukkan memadam api yang besar akibat ledakkan di dalam dapur
Semua bergegas mengunakan APAR untuk memadamkan api yang sedang membesar yang mulai menjalar ke ruangan lain
Sebagian dari anggota itu membawa Lavender keluar dari rumah itu
"Rumah ini sangat mewah, setelah di pikir ulang sayang juga, tapi biarkan saja, ingin menangkap ku rasakan pembalasan ku" batin Lavender
Puluhan anggota Kurashi dengan sibuk lari kesana kemari untuk memadamkan api di dalam kediaman itu, dalam kediaman ruangan tersebut terdapat alat automatis pemadam kebakaran, dan sebagian mereka juga mengunakan APAR dan air untuk memadamkan api yang membesar di dapur
Setelah Setengah jam kemudian api berhasil di padamkan, di karenakan jumlah anggota Kurashi yang banyak maka api itu berhasil di padamkan
Uhuk...uhuk...uhuk....uhuk....uhuk...
Suara batuk semua anggota yang di dalam ruangan itu karena asap tebal masih memyelimuti dalam kediaman itu
Bukannya melarikan diri di saat mereka semua sedang sibuk, Lavender malah memilih masuk ke dalam rumah yang telah berantakan karena ulahnya
"Apa kalian lapar? jika iya aku akan memasaknya?" tanya Lavender dengan sengaja
"Tidaaaaakkk?" jawab serentak mereka yang sudah trauma dengan tingkah gadis itu
Anggota Kurashi tewas 3 orang dan 5 lainnya terluka akibat ledakkan
Bab selanjutnya
__ADS_1
Kurashi memaksa Lavender melayaninya