Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Lion mengetahui identitas Lavender


__ADS_3

"Kenapa mereka bisa begitu mesra ya? jangan-jangan mereka saling jatuh cinta pada pandangan pertama "Batin Lavender yang sedang memerhatikan Bibinya dan Lion


"Hei..wanita pasar, kenapa kau ada di sini?" bentak kesal Floris yang menepuk pundak Lavender dari belakang


"Ternyata kau dasar Flora Fauna menyusahkan, kebetulan aku ingin membuat perhitungan dengan mu" balas bentakkan kesal Lavender sambil mendorong Floris


"Berani sekali kau menyentuh ku" bentak Floris dengan balas mendorong Lavender


"Kenapa aku tidak berani memang nya, ha?" teriak Lavender dengan balas mendorong Floris


Aksi saling dorong terjadi selama beberapa saat di antara mereka berdua, karena merasa kesal Lavender pun mendorong kuat tubuh Floris sehingga terjatuh.


Dan kemudian Lavender pun menduduki tubuh Floris sambil menamparnya


Plak...plak...plak...plak...plak...


"Hiak..hiak..hiak...hiak..hiak.., berani menabrak ku aku balas, rasakan tamparan ku" teriak Lavender yang sambil menampar wajah Floris dengan dua tangannya


"Arrggtthh, tolong..tolong..tolong.." teriak Floris yang tidak berdaya


Teriakan Floris di dengar oleh Lion dan Summy yang berada tidak jauh dari sana


"Siapa yang berteriak?" tanya Lion yang melihat ke arah suara itu berada


"Sepertinya wanita itu kena di hajar sama wanita lain, apakah dia merebut laki orang" ujar Summy yang melihat ke arah dua wanita yang sedang berantam.


"Sepertinya mereka adalah Nona Lavender dan Nona Floris" sebut Bieber yang melihat jelas ke arah mereka


"Apa?" teriak serentak Lion dan Summy yang langsung menuju ke arah Lavender


Plak...plak...plak...plak...


"Jangan coba-coba untuk menindas ku, aku Lavender tidak akan melepaskan mu" teriak Lavender yang menampar wajah kiri kanan Floris tanpa berhenti


"Tolong jangan tampar lagi, sakiitt" teriak Floris yang menangis karena kesakitan


"Lavender, sudah. kau masih terluka" kata George yang tiba-tiba muncul dan memeluk Lavender dari belakang dan menjauhi dari Floris


"Lepaskan aku, aku belum puas menamparnya" kata Lavender yang meronta


"Jangan bergerak lagi, diam." bentak George yang kesal karena khawatir pada luka Lavender dengan sambil memeluk erat tubuh Lavender

__ADS_1


"Lavender, apa kau baik-baik saja?" tanya Summy yang menghampiri Lavender


"Kakek, wanita gila ini mulai lagi dia menampar ku" teriak Floris yang bersikap manja pada Lion


"Dasar cengeng tadi bukannya masih menghina ku dan sekarang kau malah ingin mengadu pada kakek Neon" ketus Lavender yang sambil ingin mendekati Floris akan tetapi dia di peluk oleh George dari samping


"Sudah! jangan banyak bergerak, luka di kepala mu baru di jahit beberapa hari" kata George yang memeluk erat Lavender


"Apa? kau yang menabrak Lavender?" bentak Summy dengan kesal


"Tidak, aku tidak melakukannya, kalian sama saja orang kasar" bentak Floris yang kesakitan di wajahnya


"Kakek, mereka berdua sangat kasar pada ku dan di saat itu mereka lah yang melukai ku" kata Floris dengan bersikap manja pada Lion


"Apa? Summy apakah kau mengenal Lavender?" tanya Lion dengan heran


"Kakek, mereka adalah orang pasaran rendahan" ujar Floris dengan menangis tanpa henti


"DIAAAMM" Teriak Lion dengan kesal


"Tuan Lion,wanita ini kenapa memanggil anda kakek?"tanya Summy dengan penasaran


"Dia adalah cucu yang ku adopsi dari kecil" jawab Lion dengan menatap ke arah Summy


"Hei..wanita tidak tahu diri, kau begitu muda sudah sombong, selalu saja mencari masalah dengan Lavender, lihatlah diri mu sekarang bahkan wanita Club malam masih lebih cantik dari mu" bentak Summy dengan kesal


"Jangan menghina ku, lihat saja keponakan mu itu sudah kasar dan juga rendahan" balas Floris dengan nada tinggi


"Floris, jaga mulut mu jika tidak maka aku yang akan memotong lidah mu" kecam George dengan kesal


"Sini kalau kau berani, aku masih ingin menampar mu" teriak Lavender yang masih di tahan oleh George


"Aku adalah cucu kakek dan kau hanya wanita pasaran" balas Floris dengan hina


"DIAAAMM, aku masih belum menghukum mu karena telah melukai Lavender" Teriak Lion dengan kesal


"Summy, Floris mengatakan jika Lavender adalah keponakan mu?" tanya Lion dengan penasaran


"Kakek, wanita tua ini adalah bibi wanita rendahan itu" sambung Floris dengan sindirian


"Hei...siapa kau bilang wanita rendahan? Lavender adalah cucu kandung Tuan Lion, sementara kau hanya cucu adopsi jadi kau tidak perlu bersikap sombong" bentak Summy dengan nada tinggi

__ADS_1


Mendengar perkataan Summy tentu membuat George, Bieber, Lavender, Floris dan Lion merasa hampir tidak percaya


"Lavender adalah cucu ku?" tanya Lion dengan penasaran


"Lavender, mari sini" kata Sumny yang memegang tangan Lavender dan menghampiri Lion


"Lavender, selama ini Bibi tidak pernah beritahu mu jika kamu masih ada seorang kakek dan Tuan Lion adalah kakek dari pihak Mama mu" kata Summy yang melihat ke arah Lavender


"Tuan Lion, Lavender adalah cucu kandung mu anak dari Merliza dan Robert" jelas Summy dengan sopan


Lion merasa bahagia sehingga meneteskan air mata karena cucu yang selama ini dia rindukan ternyata masih hidup bahkan sebelumnya mereka sudah berapa kali bertemu.


"Lavender cucu ku, ternyata kau adalah cucu kandung ku, pantas saja aku merasa sangat akrab dengan mu di saat pertama kali melihat mu" ujar Lion dengan mengeluarkan air matanya


"Kakek, jangan menangis" bujuk Lavender yang menunduk sambil mengusap air mata kakeknya


"Lavender, kakek menangis karena bahagia, apa kamu tahu setelah kepergian orang tua mu kakek tidak pernah bahagia lagi, dan ini pertama kali kakek merasakan bahagia selama 20 tahun terakhir" ujar Lion


"Sudah 20 tahun kita terpisah, dan dari awal kita sudah bertemu, mungkin saja Ayah dan ibu mu tahu jika Kakek sangat merindukan kalian semua, oleh karena itu mereka mempertemukan kita" kata Lion dengan mengeluarkan air mata tanpa berhenti


"Kakek, jangan menangis lagi" bujuk Lavender dengan memeluk Lion


"Cucu ku yang baik, kakek senang bisa bertemu dengan mu lagi" ucap Lion sambil memeluk Lavender dengan senyum bahagia


"Ini adalah awal yang bagus setelah sekian lama kita semua menderita, aku telah menyelesaikan tugas ku" ujar Summy


George dan Bieber merasa terharu melihat Lion dan Lavender sudah bersatu kembali mereka tersenyum merasakan kebahagiaan, sementara Floris merasa semakin iri dan semakin benci terhadap Lavender.


"Wanita sialan ini ternyata adalah cucu kandungnya, ini hanya membuat ku semakin di jauhkan di keluarga Lion" Batin Floris


Sesaat kemudian Lavender melepaskan pelukannya dan menghampiri bibinya yang masih berdiri di sampingnya


"Bibi, kenapa tidak pernah memberitahu ku nama orang tua ku?"


"Karena kamu adalah dari keluarga mafia Lion, orang tua mu di bunuh oleh musuhnya jika saja ada yang tahu identitas mu ini sangat membahayakan mu" jelas Summy


"Bibi Mummy, jadi siapa nama Papa, Mama ku?"


"Nama Papa mu adalah Robert dan Mama mu adalah Merliza"


"Papa robek apakah mafia juga?"

__ADS_1


"Bukan robek tapi Robert, Papa mu termasuk mafia karena dia adalah bagian dari kumpulan Lion, dulunya adalah pengawal Tuan Lion" jawab Summy


__ADS_2