
"Ketua besar, kalung ini?" ucap Bieber yang memerhatikan kalung itu
"Lavender, kenapa kalung ini ada bersama mu?" tanya Lion dengan penasaran
"Kalung ini aku pakai di saat aku masih kecil, ini memang punya ku"jawab Lavender yang berdiri di ujung ranjang Lion
"Siapa yang memberikannya pada mu?"tanya Lion lagi dengan rasa penasaran
"Bibi membelinya di tepi jalan di saat aku masih kecil" jawab Lavender
Kau pintar berbohong, ini adalah kalung keluarga Lion jadi mana mungkin ada yang jual di tepi jalan, kau hanya ingin melindungi diri," ketus Floris dengan sengaja
"Kakek, dia ingin membunuh ku karena aku mengambil kalung ini, ini membuktikan jika dia ada hubungan pembunuhan tersebut jika tidak kenapa dia ingin membunuh ku" kata Floris dengan sengaja memprovokasi Kakeknya
"Hei..kau dulu ambil jurusan apa? kenapa kakek bisa ada cucu seperti mu?"bentak Lavender dengan kesal
"Bieber, Kelvin, cepat tangkap wanita ini dia pasti ada hubungan dengan pembunuh bibi Merliza jika tidak dari mana dia bisa dapat kalung itu" perintah Floris
"Kakek Neon, percaya atau tidak terserah, aku tidak tahu apa yang wanita gila ini katakan, jika kalung itu menjadi masalah bagi kalian maka ambil saja aku tidak mau lagi, yang jelas aku bukan dari keluarga pembunuh, orang tua ku sudah meninggal dari aku usia beberapa bulan jadi mana mungkin orang meninggal bisa membunuh orang" ketus Lavender dengan kesal
"Dan kau Flora, aku tidak akan diam walau kau adalah cucu dari Kakek Neon karena nyawa ku ini adalah pemberian orang tua ku bukan kalian, aku akan beri pelajaran pada mu karena kejadian ini" bentak Lavender yang sakit di kepalanya
"Aarggthh" keluhan Lavender yang sakit di kepalanya
"Lavender, apa sakit mu kambuh lagi?" tanya Lion dengan khawatir
"Tidak perlu pura-pura baik pada ku, kalian semua sama suka menindas orang, awasi saja cucu Tuan neon dengan baik jangan sampai aku mengambil nafas nya suatu saat nanti" kecam Lavender yang kesal karena tuduhan, tapi tidak sadar dengan ucapannya yang salah
"Gadis ceroboh, ternyata kau ada di sini" panggil George yang masuk ke kamar Lion
"Kakek" sapa George dengan sopan
"Apa kau tidak apa-apa?"tanya George yang menghampiri Lavender
"Kakak, aku di lukai olehnya tadi dia ingin membunuh ku" kata Floris yang cemburu
__ADS_1
"Lavender sedang terluka untuk apa dia melukai mu?"bentak George dengan kesal dan sambil memegang Lavender
"Karena dia adalah keluarga dari pembunuh yang membunuh Bibi Merliza" jawab Floris dengan sengaja
"Wanita gila, hari ini jika aku tidak beri pelajaran pada mu maka aku bukan Lavender" bentak Lavender dengan kesal dan menghampiri Floris sambil menamparnya
Plak..
"Aarghhttt" pekikan Floris yang di tampar oleh Lavender
"Lavender, kau sudah terluka jangan banyak bergerak" kata George yang memegang Lavender dari belakang
"Kenapa kau menyebutku dari keluarga pembunuh..ha? orang tua ku bukan pembunuh, memang kau sehebat apa? apa karena diri mu adalah cucu dari kakek mu kau sudah bangga dan menindas orang, aku tidak tahu salah ku di mana hanya karena aku memiliki kalung itu sehingga kau menabrak ku dan ingin membunuh ku di kamar ku, jika aku tahu kalung itu adalah milik keluarga kalian aku juga tidak mau" bentak Lavender dengan kesal
"Kau adalah pelaku tabrakan?"tanya George dengan tatapan tajam ke arah Floris
"Ti-tidak, bukan aku" jawab Floris dengan menyangkal
"George, cepat bawa Lavender merawat lukanya dulu, masalah ini aku akan menyelidiki nya" kata Lion
"Lavender, rawatlah luka mu dulu, kakek akan beri penjelasan pada mu mengenai masalah ini, jika memang Floris yang menabrak mu maka dia pasti akan bertanggung jawab penuh, mengenai kalung ini kakek berharap kau memberikannya pada Kakek" ujar Lion dengan bersikap tenang
"Kelvin, bawa Floris mengobati lukanya dulu" perintah Lion yang sambil memegang kalung itu di tangannya
"Baik Ketua besar" jawab Kelvin dengan sopan
"Kakek, wanita itu dia?"
"Sudah! aku tahu apa yang harus di lakukan" kata Lion dengan tegas
Floris yang sengaja ingin membuat Lion membunuh Lavender akan tetapi niatnya tidak kesampaian.
"Ketua besar, ini agak aneh" ujar Bieber yang berdiri di samping Lion
"Kalung ini milik Lavender yang dia pakai dari kecil, siapa dia?" kata Lion sambil menatap kalung itu
__ADS_1
"Ketua besar, menurut kejadian itu cucu Ketua besar seharusnya sudah meninggal karena cincin yang di pakai nona kecil melekat ke jari kecilnya jadi ini membuktikan jika tulang-tulang sisa bakar itu adalah nona kecil, tapi kalung ini kenapa bisa ada di Nona Lavender bahkan dia sudah memilikinya dari semenjak kecil?" sebut Bieber yang penuh tanda tanya
"Selidiki saja bibinya, bukankah dia jualan makanan di pasar keramaian, maka kita bisa tahu jawabannya dari sana" jelas Lion dengan menarik nafas panjang
"Baik Katua besar, mengenai perkataan Nona Floris apakah bisa di percaya? kenapa dia mengatakan jika nona Lavender ingin membunuhnya?"
"Apa menurut mu perkataannya bisa di percaya? Aku mengenal sifat dua gadis ini, Floris sangat kejam dia bahkan berani menculik orang dan membuat onar di toko Lavender karena ada rasa dendamnya, sementara Lavender walau dia adalah pemberani dan ceplas ceplos tapi dia tidak akan membunuh orang" jelas Lion
"Maksud Ketua besar, Nona Floris mungkin sedang berbohong dan dia yang menabrak serta ingin membunuh Nona Lavender?" tanya Bieber
"Bisa jadi" jawab Lion dengan singkat
"Ketua besar, Apakah nona Lavender adalah cucu anda?" tanya Bieber yang merasa curiga
"Bieber, kau juga memikirkan seperti itu?" tanya Lion yang melihat ke arah Bieber
"Iya, kemiripannya itu, apalagi dia memiliki kalung ini, ini malah lebih membuktikan bisa jadi dia adalah cucu anda dan bisa jadi dia di selamatkan orang di saat itu" ujar Bieber
"Di saat Floris mengatakan jika kalung ini milik Lavender aku malah merasa senang dan bukan curiga pada Lavender jika dia bersangkutan dengan pembunuh yang membunuh Merliza, hanya saja sebelum membuktikan jika dia adalah cucu ku aku tidak boleh mengatakan lebih banyak jika Floris tahu maka ini akan lebih membahayakan Lavender, niatnya memang ingin aku membunuh Lavender" jelas Lion
"Jika Nona Lavender adalah nona kecil kita jadi tulang kecil dan cincin di jari itu milik siapa?" tanya Bieber dengan penasaran
"Kita selidiki ini tanpa di ketahui siapa pun, temui Bibi Lavender dan semua kita akan dapat jawabannya" kata Lion dengan memegang erat kalung itu
Klek
"Kakek" sapa George yang masuk ke kamar Lion
"George, bagaimana dengan Lavender? apa dia baik-baik saja?"tanya Lion yang melihat ke arah George
"Sudah tidur setelah dokter memberinya obat, dan Patrick berjaga di luar" jawab George yang duduk di samping ranjang
" Apa lukanya terbuka?" tanya Lion dengan khawatir
"Lukanya baik-baik saja, Kakek, jika Floris adalah penabraknya aku tidak akan tinggal diam" ujar George yang duduk di samping ranjang
__ADS_1
"Aku mengerti kau sangat peduli padanya, masalah ini aku juga tidak akan tinggal diam" jelas Lion
"Kakek, kalung itu apakah milik keluarga Lion?"