
Lavender yang kondisinya semakin lemah tidak membuatnya putus asa untuk mendekati kakek tercintanya itu
"Kakek, jangan tidur..ayo bangun kita pulang. jika kita sama-sama datang maka kita sama-sama pulang" teriak Lavender yang mendekati kursi roda kakeknya
"Ketua besar" teriak serentak Bieber dan Kelvin yang berlari menghampiri Lion
Di saat Lavender melihat Kakeknya tidak sadarkan diri. dirinya pun merasa sakit di hatinya bagaikan di tusuk pisau belati
"Aaaaaaaaaarrrrrrrhhhhhh" teriakan Lavender dengan histeris dan sesaat kemudian dirinya tidak sadarkan diri
"Nona" teriakan serentak Bieber dan Kelvin
Lion dan Lavender langsung di larikan ke rumah sakit oleh Bieber dan Kelvin
Di siang itu Lavender, Bieber dan Kelvin berhasil mengalahkan sejumlah anggota Kaneshiro, jumlah anggota Kaneshiro sekitar tiga puluhan anggota dan akhirnya tewas di tangan Lavender, Bieber dan Kelvin
Rumah sakit
Di saat mobil Bieber tiba di rumah sakit pihak rumah sakit bertindak cepat untuk memindahkan Lavender dan Lion ke ranjang beroda dan segera mendorong mereka ke ruang perawatan darurat
Setelah setengah jam kemudian
George yang baru mendapatkan kabar kejadian yang menimpa Lion dan Lavender langsung menuju ke rumah sakit dengan raut wajah yang merasa khawatir, dirinya di temani oleh Patrick dan Rocky
"Ketua Hamilton" sapa Kelvin yang berdiri di depan ruang darurat
"Bagaimana dengan kakek dan Lavender?" tanya George dengan khawatir
"Mereka langsung di bawa ke ruang darurat, dokter sedang berusaha menyelamatkan mereka" jawab Kelvin
"Ketua Lion tertembak di kepala, dan nona terluka parah, dua tembakan di bagian perut dan lengan serta satu tusukan di bagian pundaknya, nona kehilangan banyak darah, mereka sama-sama kritis" lanjut Bieber
"Bieber, Kelvin, kalian juga terluka" ucap George
"Kami hanya luka ringan dan sudah di obati" jawab Kelvin
"Siapa pelakunya?" tanya George
"Tidak tahu, tembakan ke arah ketua Lion sangat tiba-tiba, setelah ketua tertembak sesaat kemudian datang sejumlah pria bersenjata, aku tidak pasti apakah mereka anggota Kaneshiro atau bukan" jawab Bieber
"Tadi aku menyuruh anggota menyelediki tempat tinggal Kaneshiro, dia tinggal di hotel mewah, akan tetapi sangat di sayangkan dia sudah tidak berada di sana" jelas Kelvin
"Kemungkinan besar dia adalah pelakunya, hanya dia yang ingin melawan kita selama ini, dan dia bisa tiba-tiba hilang jika bukan dia maka tidak mungkin dia menghilang" ucap George
__ADS_1
"Rocky, utuskan anggota kita mencari keberadaan Kaneshiro, pelabuhan dan bandara di awasi jika melihat kemunculannya di tahan jika perlu langsung bunuh" perintah George dengan tegas
"Siap Ketua" jawab Rocky dengan menurut, sesaat kemudian Rocky pun meninggalkan rumah sakit dan melakukan tugas perintah dari ketuanya
"Kakek, Lavender, kalian harus selamat" batin George
Tidak lama kemudian Summy mendatangi rumah sakit bersama Bruce
"George" suara panggilan dari Summy yang menghampiri George yang sedang berdiri di depan ruang darurat
"Bibi" sahut George
"George, apa yang terjadi pada tuan Lion dan Lavender? apa mereka baik-baik saja?" tanya Summy dengan mata berkaca kaca
"Bibi, dokter sedang berusaha menyelamatkan mereka" jawab George dengan wajah lesu
"Bibi, jangan khawatir. tuan Lion dan Lavender adalah orang baik mereka tidak akan ada apa-apa" bujuk Bruce dengan memegang pundak Summy
"Tidak menyangka bisa separah ini, jika dapat pelakunya kau jangan melepaskannya" ujar Summy dengan menatap George
"Aku pasti akan membuatnya membayar dengan berkali lipat" jawab George
Di siang itu mereka semua sedang menunggu di luar ruang perawatan darurat, kondisi kristis di alami oleh Lion dan Lavender mengharuskan dokter berusaha untuk menyelamatkan mereka berdua selama berjam-jam lamanya
Dokter menangani Lavender keluar dari ruangan darurat
"Siapa keluarga Lavender?" tanya dokter itu yang sambil melepaskan maskernya
"Kami adalah keluarganya" jawab serentak Summy dan George
"Pasien terluka parah, luka tembak di bagian perutnya hampir saja merengut nyawanya, dan selain itu tusukan di pundaknya sangat dalam ini hampir saja membuat tangannya lumpuh sebelah, walau peluru telah di keluarkan akan tetapi pasien masih koma, kondisinya sangat lemah dan kehilangan terlalu banyak darah" jelas dokter
"Dokter, apakah Lavender sudah melewati masa kritis?" tanya George dengan khawatir
"Sudah melewati masa kritis hanya saja kapan pasien akan sadar ini tergantung pada dirinya" jawab dokter
"Dokter, tolong selamatkan keponakan ku, dia adalah anak baik dia sangat lincah, dia tidak suka jika hanya tidur di ranjang, jadi tolonglah selamatkan dia" pinta Summy dengan merasa sedih
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin, hanya saja mengenai kesadarannya harus bergantung pada dirinya, pasien cukup histeris dan luka parah, dan kita hanya bisa banyak berdoa agar dia cepat sadarkan diri" ucap Dokter yang melangkah pergi
Lavender yang masih dalam keadaan koma dan sedang berbaring di ranjang beroda di dorong keluar dari ruang perawatan oleh para suster
"Lavender" panggil serentak George dan Summy yang sama-sama menghampiri ranjang beroda Lavender
__ADS_1
"Nona" panggil serentak Bieber dan Kelvin
"Gadis nakal, kau harus cepat sadar" ucap George dengan mengeluarkan air mata dan mengecup dahi Lavender
"Anak ceroboh, kau harus cepat sadar kami semua sedang menunggu mu" ucap Summy dengan menangis
Setelah dua jam kemudian dokter yang menangani Lion keluar dari ruangan darurat
"Dokter, bagaimana dengan Kakek?" tanya George
Dokter menghela nafas dan mengelengkan kepalanya dengan raut wajah sedih
"Pasien dalam kondisi kritis, peluru yang menancap di kepalanya tidak bisa di keluarkan, jika di paksakan ini hanya akan membahayakanya" jelas dokter
"Apakah maksud nya ketua kami akan meninggal?" tanya Bieber dengan kata berkaca kaca
"Kondisinya sangat kritis, beliau hanya memiliki kesempatan 30 persen, dan kami akan melakukan pemantauan rutin," jawab dokter
"Apakah ada cara yang terbaik untuk menyelamatkan kakek?" tanya George dengan merasa cemas
"Tidak ada, semua ini hanya bisa bergantung pada dirinya sanggup bertahan atau tidak, jadi saya hanya bisa sarankan untuk kalian bersiap-siaplah untuk menerima kepergiannya" jawab dokter dengan menarik nafas panjang
"Dokter, bagaimana jika kami membawa ketua ke jerman atau los angeles untuk mengeluarkan pelurunya?" tanya Kelvin
"Untuk kondisi pasien sekarang tidak bisa di pindahkan," jawab dokter
Mendengar penjelasan dari dokter George , Bieber dan lainnya merasa tertekan, Lion hanya memiliki kesempatan 30 persen untuk berjuang antara hidup dan mati
"Tuan Lion sangat baik dan baru bertemu dengan Lavender, seharusnya dia tidak akan pergi begitu saja dan meninggalkan cucunya" ucap Summy dengan menangis
"Kaneshiro jika dia adalah pelakunya aku juga ingin menembak kepalanya" ujar Bieber dengan kesal
"Bieber, Kelvin, kalian kembalilah dulu. kalian juga sudah lelah dan terluka" ujar George dengan melihat ke arah mereka berdua
"Tidak. kami ingin di sini menjaga ketua besar" jawab Kelvin
"Benar, jika ketua besar meninggal ini adalah kegagalan kami" lanjut Bieber dengan kecewa
"Nyawa ketua besar dan nona adalah tanggung jawab kami, tapi kami gagal" sambung Kelvin dengan merasa sedih
Bab selanjutnya
George menghadapi anggota Yoshiro yang ingin membalas dendam
__ADS_1