
"George, kenapa aku tidak boleh memberi pelajaran kepada wanita ini? kau sudah melihatkan bagaimana dia melukai Floris dan anggota kami, dia berani menentang kami dan itu tandanya dia merendahkan kumpulan Lion" Bentak Girvanlo dengan kesal
"Grivanlo, seharusnya kamu menyelidiki dulu masalah ini, adik mu membawa 4 anggota untuk membuat onar ke toko orang kenapa kamu tidak menghukumnya sesuai peraturan kumpulan Lion? tapi kau malah masih membelanya, jika masalah ini tersebar maka ini hanya akan memalukan kumpulan Lion" Jawab George dengan tegas
"Ini adalah urusan kumpulan kami, George Hamilton, kau jangan ikut campur" Balas Givanlo yang menodongkan senjata ke arah Lavender
"Kalian berdua memang sama saja, memalukan kumpulan kalian, dan suka mengunakan nama kumpulan untuk menindas orang yang lemah" Ketus Lavender
"Kau wanita pasaran hari ini kau datang jangan berharap bisa keluar dengan hidup-hidup"Kecam Girvanlo
"Jika kau ingin melakukannya coba saja" Ancam George yang berdiri di depan Lavender dengan niat untuk melindunginya sehingga saling berhadapan dengan Girvanlo
"Kenapa Kakak George membela wanita itu, sangat menyebalkan" batin Floris dengan kesal
Selama beberapa saat George dan Girvanlo saling menodongkan senjata mereka dengan tatapan kejam dan tidak berkata sepatah kata pun
"Turunkan senjata mu" Bentak Lion yang keluar ke halaman itu dengan di temani oleh Bieber
Mendengar suara Lion, Floris pun menghampiri Lion sambil menangis dengan manja
"Kakek, wanita gila ini menindas ku dan juga tubuh ku terluka dia juga mengunting rambut ku" Ucap Floris dengan manja
"Diaam" Teriakan Lion dengan tatapan kejam ke arah Floris sehingga membuat cucunya itu ketakutan dan tidak berani bersuara.
"Girvanlo, turunkan senjata mu" Bentak Lion dengan kesal
"Kakek, wanita ini keterlaluan, dia telah menentang kumpulan kita" Balas Girvanlo yang menoleh ke arah Lion
"Gigolo, kau sebagai pria tidak bisa membedakan yang mana salah dan yang mana benar, selalu saja membela adik mu itu walau kau sudah tahu jika dia buat onar di luar, sebenarnya yang memalukan kumpulan kalian adalah kalian berdua" Bentak Lavender
"Diam, ini adalah urusan kami bukan kau yang orang luar yang bisa ikut campur" Teriak Girvanlo
"Turunkan senjata mu, apa kau ingin menentang ku juga? aku belum mati tapi kalian berdua sudah buat rusuh. bagaimana jika aku mati suatu saat nanti? apakah kalian akan menjual nama ku di luar untuk menindas orang" Bentak Lion yang menunjukkan ke arah Girvanlo dan Floris
Mendengar perintah Lion, Girvanlo hanya bisa menurut dan menurunkan senjatanya..
"Semua yang terjadi aku telah mengetahuinya, Floris dan kalian berempat akan ku hukum seberat-beratnya sesuai peraturan" Kecam Lion dengan tatapan tajam
"Kakek, dia telah melukai ku , jadi Kakek harus menghukumnya juga" Balas Floris sambil menangis
"Kakek, aku akui telah melukainya, tapi dia sengaja pesan banyak makanan di toko kami, dan setelah makan mereka sengaja menuduh kami menyajikan makanan basi, dan kemudian menyuruh Bibi ku menghidangkan lagi makanan lain, dan jika tidak maka toko kami akan di tuntut setelah itu toko kami akan di tutup selamanya" Jelas Lavender yang menghampiri Lion
__ADS_1
"Setelah aku pulang, aku dan Bibi melawan mereka, luka di tubuh mereka memang aku yang buat, aku melempar kursi ke arah mereka semua karena sedang emosi, tapi aku tidak akan minta maaf pada siapa pun karena aku hanya ingin membela kebenaran" Lanjut Lavender dengan tegas
"Lavender, Kakek mengerti situasi ini, mereka telah menyulitkan mu, Kakek akan menebusnya, dan suruh mereka minta maaf pada mu dan Bibi mu" Jawab Lion dengan menatap Lavender
"Minta maaf tidak perlu, lagi pula wanita ini tidak ikhlas juga, dan akan buat onar lagi di lain hari" Jawab Lavender
"Lalu apa yang harus Kakek lakukan untuk menebus kesalahan mereka?"
"Ganti rugi saja semua kursi yang patah karena melempar mereka, jika bukan karena mereka barang toko kami tidak akan rusak, dan selain itu hari ini jadi tidak bisa jualan, kami sudah rugi berapa dan lauk-lauk yang mereka makan juga tidak mau bayar ini sudah membuat kami rugi banyak" Jelas Lavender yang panjang lebar
"Baiklah. Lavender, semua yang kamu sebutkan tadi akan Kakek bayar. ini semua adalah kesalahan kami pihak Lion, Kakek akan minta maaf pada mu ".
"Kakek, tidak perlu. ini adalah perbuatan mereka, jadi Kakek tidak salah, hanya saja Kakek tolong awasi saja Si Gigolo ini dan Flora" Kata Lavender yang menarik perhatian semua anggotanya sana dengan sebutan nama yang salah
"Kau jangan menghina ku, nama ku Girvanlo" Bentaknya dengan kesal
"Nama ku juga Floris bukan Flora"
"Terserah nama mu siapa, yang jelas sikap kalian sangat buruk" Ketus Lavender
"Girvanlo, Floris, dan kalian berempat minta maaf kepada Lavender" Perintah Lion dengan tegas
"Kenapa? kalian tidak mau mengaku salah setelah melakukan kesalahan, ingat peringatan dari ku. jika ada lain kali kau akan ku usir dari sini" Kecam Lion menatap tajam pada Floris
"Dan kau, Girvanlo, jika kau juga tidak bisa membedakan benar dan salah kau juga akan di usir dari sini"Kecam Lion dengan kesal
"Kalian berempat tidak berguna, sebagai pria kalian menindas wanita, minta maaf sama Nona ini dan terima hukuman kalian" Bentak Lion yang emosi melihat ke arah 4 anggota itu
Mendengar prerintah Lion anggotanya hanya bisa menuruti permintaan Ketuanya itu.
"Nona, kami minta maaf. karena sudah melakukan kesalahan" Ucap Serentak 4 anggota itu dengan menunduk
"Lain kali kalian jangan muncul lagi di depanku" Jawab Lavender
"Kelvin" Panggil Lion
"Ketua besar" Jawab Kelvin dengan yang menghampiri Lion
"Jalankan hukuman sebanyak 50 pukulan"Perintah Lion dengan tegas
"Siap Ketua besar" jawab Kelvin yang pergi meninggalkan halaman itu dan di ikuti oleh 4 anggota Floris
__ADS_1
"Dan kau Floris, berlutut di depan rumah selama seharian, jangan menginjak kaki mu ke dalam rumah sebelum masa hukuman berakhir"Perintah Lion dengan tegas
"Kakek" Ucap Floris dengan kesal
"Kalian berdua bawa dia ke depan, jika dia berani berulah tambahkan masa hukumannya" Perintah Lion pada 2 anggotanya yang berdiri di halaman itu
"Siap ketua besar" Jawab serentak anggota itu dan menarik Floris dengan paksa menuju ke depan rumahnya
"Kakek, aku adalah cucu mu. seharusnya wanita ini di hukum juga" Teriak Floris yang merasa tidak puas
"Kau Girvanlo, karena masih membelanya pada hal kau sudah tahu dia salah tapi masih ingin membunuh orang kau juga harus di hukum pukul" Kecam Lion
"Kakek, aku menerima hukuman," Jawab Girvanlo dengan hormat
"Sebagai Bos mereka tapi kau tidak menghukum mereka, sebagai Kakak adik mu melakukan kesalahan tapi tidak kau hukum, maka kesalahan mu hari ini harus di hukum pukul sebanyak 30 kali dan berlutut di ruangan hukum selama sehari" Perintah Lion dengan tegas
πππππππππππππππ
Terima kasih untuk Reader setia yang selama ini menemani Author di setiap karya sehingga Author bersemangat untuk melanjukan karya hingga akhir bab.
maaf jika ada salah dalam tanda baca dan penulisan, dan sebagian karya sedang di revisi.
Buat reader yang sudah bosan membaca karena lama up bisa di skip tidak apa-apa ya. karena Author harus bekerja dan setiap hari di usahakan up 1-2 bab.dan terima kasih sudah mampirππππ
Untuk para reader setia yang mampir ke semua karya Author terima kasih banyak ya karena selalu support like dan komenter..sehingga author bersemangat menulis tanpa berhenti
jika ada kesalahan dalam tanda baca dan penulisan silahkan berkomentar ya agar author segera melakukan revisi.
bagi yang belum mampir ke karya-karya author silahkan mampir ya..ππππ
Mafia berdarah Dingin (tamat)
Gadis Incaran Pengusaha
Gadis Amnesia dan Pria Misterius (tamat)
Pembunuh Profesional
Ceo's A 3000 Year Old Mafia (tamat)
Terima kasih dan selamat pagi dan beraktivitas . salam kenal semuanyaπππππ
__ADS_1