
Setelah beberapa hari kemudian kondisi Lion yang telah sembuh sepenuhnya dan keluar dari rumah sakit, Lion dan lainnya berkumpul di kediaman miliknya untuk makan bersama, sesuai janji yang di katakan oleh Summy dia menghidangkan banyak makanan lezat di siang itu
Di siang itu Lavender, George, Summy, Bruce, Patrick, dan seluruh anggota Lion berkumpul makan bersama
"Summy, masakan hari ini sangat istimewa, ini sangat membuat mu kerepotan" ucap Lion dengan senyum
"Tuan Lion, ini tidak repot sama sekali, Lavender dan Bruce membantu ku jadi tidak repot" jawab Summy
"Apakah mereka tidak membuat masalah untuk mu?" tanya Lion dengan seraya bercanda
"Tidak, mereka sudah bisa bekerja dengan baik, dan Lavender juga sudah bisa memasak" jawab Summy dengan merasa senang
"Aku merasa heran jika gadis nakal ini bisa memasak? apakah dia tidak meledakkan dapur Bibi?" ujar George dengan seraya bercanda
"Jangan mengejek ku, siapa yang bilang aku tidak bisa memasak" kata Lavender dengan kesal
"Cucuku sudah dewasa, lagi pula tidak lama lagi akan menjadi istri George" ucap Lion dengan tertawa
"Mari kita bersulang, di saat aku koma kalian telah bersatu untuk melindungi ku dan juga kumpulan kita, dan selain itu aku sebagai ketua Lion ingin mengucapkan terima kasih kepada George dan kumpulan Black White karena sudah membantu kami di saat kami dalam situasi darurat, mari kita bersulang' ucap Lion
Semua yang hadir di acara makan-makan itu saling bersulang dan bercanda ria dengan gembira, Lion bagaikan pondasi bagi mereka untuk berdiri, oleh sebab itu semua anggota merasa bahagia dan bersemangat kembali
Makan malam itu menghabiskan waktu selama 2 jam
"George, apa rencana mu selanjutnya?" tanya Lion yang duduk bersama George
"Kami ingin berangkat ke jepang, semua anggota kita sedang menunggu perintah kita, dan demi keselamatan anggota kita aku sarankan mereka melakukan serangan dari belakang, Kaneshiro sudah berleluasa sekarang, dan sering terjadi perkelahian di jepang sana" jelas George
"Dia ingin menguasai semua posisi ketua di sana, semakin lama semakin serakah" ujar Lion meneguk minumannya
"Kakek, anggota kita sudah mulai mengambil tindakan, di saat mereka bertarung maka anggota kita menyerang di saat lawan kita lemah, walau jumlah anggota kita lebih banyak akan tetapi aku tidak mau anggota kita korban sia sia, bunuh di saat mereka lengah maka ini akan meringan beban kita" ujar George
__ADS_1
"Lakukan saja sesuai rencana mu" kata Lion
"Kakek, aku ingin ke jepang untuk melawan mereka" kata Lavender
"Lavender, sana tidak aman bagi mu" jawab Lion
"Kakek, tenang saja, aku tidak takut, lagi pula aku sudah lama ingin membalas dendam" jawab Lavender dengan yakin
"Jangan lupa mengajak ku pergi, aku ingin meledakkan sarangnya" ujar Bruce yang bangkit dari tempat duduknya
"Apa kau yakin kau sanggup..ha?" tanya Summy dengan mengejek
"Siapa yang mengatakan aku tidak sanggup?" ujar Bruce
"Kalian harus berpikir baik-baik, jika George sudah berpengalaman, tapi bagi kalian ini adalah pertama kali, lagi pula ini sangat bahaya, mereka yang ikut bertarung semua mengunakan pistol dan senjata tajam" ucap Lion
'Kakek, aku tidak takut, aku ingin menembak kepala Kaneshiro" jawab Lavender dengan yakin
"Ketua besar, izinkan aku pergi bersama ketua Hamilton dan nona" kata Bieber dengan sopan
"Ketua besar, aku juga ingin pergi bersama mereka, mohon izin dari ketua" ujar Kelvin
"Kalian semua sudah buat keputusan, oleh karena itu aku tidak akan melarang, tapi ingatlah berapa orang yang pergi maka semua harus pulang dalam keadaan selamat" kata Lion dengan tegas
"Kakek, apakah aku di izinkan pergi?"tanya Lavender dengan berharap
"Jika Kakek tidak mengizinkan mu pergi apa kamu akan meledakan dapur kakek?" jawab Lion dengan bercanda
"Horee...akhirnya aku bisa menjadi wanita mafiaaaa" teriak Lavender yang berlari dan memeluk kakeknya yang sedang duduk di kursi roda
"Memang sifat mu tidak berubah, masih kekanakan" ucap Lion dengan tersenyum
__ADS_1
"Kakek, kali ini kami ke sana mungkin tidak begitu cepat untuk kembali ke sini, kami mengunakan cara belakang untuk menyerang, kami akan menunggu di saat lawan sudah lemah baru kami menyerangnya, tanpa harus mengorbankan anggota kita, oleh sebab kami akan lama tinggal di sana" jelas George
"Aku percaya padamu George, hanya saja cucu ku ini kakek serahkan pada mu" jawab Lion dengan melihat ke arah George
"Kakek, tidak perlu khawatir aku akan menjaganya dengan baik" ujar George
"Kakek percaya pada mu, setelah selesai makan datang ke ruang baca ku" ujar Lion
"Baik" jawab George
Lion dan George berada di ruangan bacanya
"George, apa kamu sadar kali ini siapa musuh kita?" tanya Lion sambil memegang foto keluarganya
"Sadar, dia adalah Kaneshiro yang tidak lain adalah ayah kandung ku sendiri" jawab George yang sudah mengerti maksud Lion
"George, sejahat apa pun dia, hubungan kalian tidak bisa berubah, walau dia sudah mati suatu saat nanti hubungan kalian tetap tidak akan ada perubahan" ujar Lion dengan menatap ke arah George
"Kakek, aku mengerti, dia adalah pembunuh dan dia juga membunuh ibu ku, dia sudah berulang kali melakukan hal yang kejam, bahkan dengan anak-anak yang di panti asuhan dia juga ingin membakar mereka dengan hidup-hidup, dia bukan ayah ku lagi, dia adalah iblis" jawab George dengan merasa kecewa
"Dia lebih parah dari seekor harimau, sebuas apa pun harimau tidak akan mengigit anaknya, tapi beda dengan dia, dengan anak sendiri dia juga ingin bunuh. George, untuk perjalanan kali ini dia harus mati karena jika tidak maka akan banyak jatuh korban dan setelah itu dia juga akan menyerang kita jika di sana dia berhasil menguasai semua posisi ketua" ujar Lion
"Aku sudah bersiap dengan semua yang akan terjadi, di antara aku dan dia hanya boleh satu yang hidup, dia tidak boleh hidup jika tidak maka dia akan datang ke sini lagi" jelas George
"Di saat kakek mengetahui jika dia adalah ayah mu kakek merasa sangat di sayangkan, kalian sudah terpisah begitu lama akan tetapi di saat bertemu kembali kalian menjadi musuh terberat, semua sudah takdir ini tidak bisa mengelak"
"Takdir aku di tinggalkan olehnya, takdir dia membunuh ibu ku, takdir dia menjadi mafia jepang, takdir aku juga menjadi ketua mafia, takdir kami menjadi musuh, dan di takdirkan aku harus membunuhnya dengan tangan sendiri, semua ini tidak bisa di elakkan" ucap George
"Jika dia berdiri di hadapan mu apa kau yakin kau akan membunuhnya? di dalam tubuh mu mengalir darahnya, dan kakek yakin jika ini sangat sulit bagi mu kan? hanya saja kau tidak pernah mengungkapnya" ujar Lion
Bab selanjutnya
__ADS_1
Lavender vs anggota Kaneshiro