Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Pertengkaran Lavender dan Chesse


__ADS_3

Di saat dalam perjalanan George diam tanpa bicara sambil melihat ke arah luar jendela


"Kenapa Summy harus berbohong? kalung itu adalah kalung dari keluarga, bukan kalung biasa jadi kenapa dia harus menyimpan kebenarannya? siapa orang tua gadis itu apakah mafia atau bukan? Aku tidak bisa ingat di mana aku melihat kalung itu, inisial L adalah lambang dari keluarga dan bukan nama" Batin George


Markas Black White


"Ketua" Sambut Para anggota dengan hormat


"Kumpulkan anggota kita untuk menyerang musuh kita, mereka sangat berani untuk menyerang ku" Perintah George yang duduk di kursi ketuanya


"Ketua, musuh telah mengupah beberapa pembunuh bayaran dan mereka telah tiba. aku yakin mereka akan muncul kapan pun untuk menyerang Ketua." Kata Rocky


"Siapkan saja semua anggota dan senjata kita, aku tidak sabar untuk segera menyerang mereka, kita lakukan dua hari lagi"


"Siap Ketua" Jawab Rocky dengan sopan


Keesokan harinya


Panti asuhan..


George baru tiba ke panti asuhan bersama Lavender.


Di saat mereka tiba, anak-anak pada berlarian ke arah George Hamilton karena mereka memang sudah sangat akrab


"Kakak, Kakak, Kakak" Panggilan serentak dari anak-anak yang berlarian dan berpelukan dengan George


"Anak-anak ini sangat akrab dengan mu" Kata Lavender yang senyum melihat anak- anak tersebut


"Benar, mereka sangat lucu" Jawab George yang sedang memeluk mereka


"Tuan Hamilton" Sapa Chesse yang menghampiri George dan menatap sinis pada Lavender


"Nona Chesse, ini teman ku Nona Lavender" Kata George yang memperkenalkan Lavender pada Chesse


"Nona Lavender, apa kabar?"Sapa Chesse dengan pura-pura senyum


"Baik, Nona Chesse" jawab Lavender dengan sopan


Acara ulang tahun di rayakan secara kecil-kecilan sebagai penghibur anak-anak yang tinggal di panti itu.


"Tuan Hamil, apa kau sering datang ke sini?" Tanya Lavender yang duduk bersama George


"jarang, jika ada waktu maka aku akan ke sini melihat mereka" Jawab George dengan menoleh ke arah Lavender yang duduk di sampingnya


"Mereka semua tidak memiliki keluarga, setidaknya aku masih beruntung walau tanpa orang tua aku masih memiliki Bibi yang menyayangi ku" Jelas Lavender sambil menatap sedih ke arah anak-anak yang sedang beryanyi bersama


"Hidup tanpa orang tua tentu membuatnya kesulitan, dan dia sangat mandiri dan bisa melindungi diri sendiri" Batin George yang menatap dalam ke arah Lavender


Chesse yang melihat George dan Lavender duduk bersama merasa cemburu di hatinya, chesse yang di kenal sifatnya yang lembut telah menyukai George selama bertahun-tahun lamanya

__ADS_1


Setelah 2 jam kemudian


Di saat itu George sedang berbicara dengan pengurus panti. sedangkan Lavender berada di luar tidak lama kemudian Chesse menghampirinya


"Nona Lavender" Sapa Chesse yang senyum palsu


"Nona Chesse" Balas sapaan Lavender


"Apakah Nona pacarnya Tuan Hamilton?"


"Bukan"


"Lalu kenapa kalian bisa datang bersama?"


"Dia mengajak ku"


"Nona Lavender, anda dari keluarga mana?" Tanya Chesse yang melihat penampilan Lavender


"Aku tinggal di pasar keramaian, ada apa?"


"Tidak, ternyata Nona adalah anak pasar" Jawab Chesse dengan menghina


"Memang jika aku anak pasar kenapa? apa ada masalah?"


"Tidak, aku hanya merasa anda tidak seharusnya mendekati tuan Hamilton"


"Aneh, memangnya apa hak mu untuk melarang? memang kamu siapa aku?"


"Kenapa dengannya?"


"Karena dia tidak seharusnya membawa diri mu yang anak pasaran ini" Jawab Chesse dengan ngehina


"Jika memang begitu maka katakan saja padanya, dia yang mengajak ku kemari bukan aku yang meminta" Ketus lavender mulai kesal


"Nona Lavender, lihatlah penampilan mu, mengenakan kaos biasa dan kemeja bagian luar dan jeans hitam, penampilan mu sangat biasa dan kuno, sementara tuan Hamilton sangat tampan kalian sangat jauh berbeda"


"Aku ingin bertanya, kamu tamatan apa?"


"Aku sarjana" Jawab Chesse dengan bangga


"Ternyata anak sarjana juga tidak sehebat yang ku bayangkan, seperti diri mu sekolah tinggi juga percuma, jika hanya ingin mengatain orang tidak perlu sekolah tinggi" Balas Lavender yang tidak mau kalah


"Kau.?"


"Iya, aku memang anak pasaran, dan diri mu yang berpenampilan rapi tapi gaya bicara mu seperti orang tidak bersekolahan, jika saja semua ucapan mu di dengar oleh orang lain bukankah akan di ketawain oleh mereka" Balas ejekan Lavender


"Nona, kau tidak boleh mengatakan itu pada ku, aku tidak berniat jahat, maaf jika aku salah" Ucap Chesse yang pura-pura menangis karena melihat George berjalan ke arah mereka


"Aneh wanita ini, ulah apa yang dia mainkan" Batin Lavender

__ADS_1


"Lavender" Panggil George yang menghampiri Lavender


"Tuan Hamilton, maafkan aku" Ucap Chesse yang pura-pura


"Kenapa kau menangis? dan untuk apa kau meminta maaf?" Tanya George dengan heran


"Aku hanya mengatakan jika Nona Lavender sangat kasihan hidup di pasar tapi dia merasa aku menghinanya serta memarahi ku, aku salah maafkan aku" Jelas Chesse yang pura-pura menangis


"Wanita ini dasar ingin menuduh ku?" Batin Lavender dengan rasa kesal


"Lavender, apa benar katanya? kau telah marah padanya?" Tanya George yang menoleh ke arah Lavender


"Menurut mu apa aku memarahinya tanpa sebab?" Balas tanya Lavender yang kesal


"Nona Chesse, maaf jika aku salah dan telah marah pada mu, maafkan aku ya" Ucap Lavender dengan pura-pura dan memeluk erat tubuh Chesse sambil menyubit punggungnya dengan kuat


Merasa di peluk erat dan di cubit Chesse merasakan sesak dan kesakitan yang luar biasa


"No-nona" Sebut Chesse yang kesakitan


"Apa Nona masih marah pada ku?" Tanya Lavender yang menyubit sekuat tenaga sehingga membuat Chesse hampir tidak bisa menahannya


"Wajah chesse seperti sedang menahan sakit, apa yang di lakukan gadis ceroboh ini?" Batin George yang berdiri di samping Lavender


"Ti-tidak, aku tidak marah sama sekali" Jawab Chesse dengan menahan sakit


"Baguslah, lain kali gunakan otak mu dengan baik sebelum berbicara, jika tidak maka aku yang akan mengeluarkan otak mu" Kecam Lavender yang kesal dan berjalan ke arah mobil


George tanpa pamit dan pergi menyusul Lavender ke mobil, sedangkan Chesse merasa sakit di punggungnya akibat di cubit oleh Lavender dengan sekuat tenaganya


"Wanita ini gila, hampir saja hancur punggung ku, sakit sekali" Gumam Chesse yang sangat kesal


"Apa ada yang harus kau katakan?" Tanya George yang duduk bersama dengan Lavender di mobil


"Tidak" Jawab Lavender dengan cuek


"Kalian bertengkar?" Tanya George dengan menoleh ke arah Lavender


"Tanya saja sama dia" Jawab Lavender dengan kesal


"Apa yang terjadi?


"Tanya saja padanya"


"Lavender, jika kau tidak mengatakannya aku tidak tahu apa-apa"


"Bukannya dia mengatakan jika aku memarahinya, jadi untuk bertanya padaku?" Ketus Lavender


"Kau marah pada ku?"

__ADS_1


"Iya"


"Kenapa?" Tanya George dengan senyum


__ADS_2