
"Ternyata kau masih punya hati" kata Lavender dengan seraya bercanda
"Dari dulu hati ku ini milik mu, hanya saja selama ini kau selalu mengabaikannya" jawab George
"George, bantu aku menjadi dewasa"
"Bantu mu menjadi dewasa? apa maksud mu?" tanya George dengan penasaran
"Lanjutkan yang belum kau akhiri di malam itu" jawab Lavender dengan terus terang
"Lavender, apa kau tahu apa yang kau katakan?"
"Aku ingin menjadi dewasa, usia ku sudah 20 tahun, dan aku bukan Lavender dulu lagi, jika kakek belum sadar aku harus memikul tanggung jawabnya, aku ingin menjadi dewasa agar aku bisa membantu kakek, oleh sebab itu aku tidak boleh takut apa pun" jawab Lavender
"Lavender, ini bisa saja menyakitkan mu lagi? apa kau sudah bersedia menyerahkan diri mu pada ku?" tanya George
"Sudah"
"Tapi luka di tubuh mu masih sakit, aku tidak mau menyakiti mu"
"Luka ku sudah baikkan. jadikan aku sebagai wanita dewasa"
"Aku akan menjadikan mu sebagai wanita dewasa" ucap George dengan mencium bibirnya Lavender
George melepaskan kancing baju pasien yang di kenakan oleh Lavender, dan satu persatu kancing telah di lepaskan semua, setelah itu George pun mulai mencium seluruh tubuh Lavender yang menampakan kulit putih dan 2 buah dada yang menonjol
Sementara Lavender hanya memejamkan matanya dengan pasrah membiarkan George menguasai seluruh tubuhnya
"Aku tidak boleh takut, karena yang ku hadapi adalah orang yang kejam dan bahkan tidak berhati, hubungan ini hanya akan merasa sakit setelah itu akan sembuh" batin Lavender
George melepaskan pakaiannya sendiri dan melanjutkan ciuman ke leher Lavender dengan tangannya yang mulai meraba seluruh tubuh Lavender yang tanpa balutan apa pun, George tidak menindih tubuh yang sudah polos tanpa sehelai benang itu, karena luka Lavender yang masih sakit dan di balut perban
"Lavender, apa kau yakin?" tanya George dengan berisik di telinga Lavender
"Iya" jawab Lavender dengan memejamkan mata
"Aku akan melakukannya" ujar George yang sedang mulai menyetub*hi Lavender
"Aaaarrrhhh" jeritan Lavender yang merasa sakit dan perih
"Lavender, aku akan berhenti jika kau tidak bisa menahannya" kata George yang menghentikan gerakannya
"Rasa sakit ini tidak sebanding dengan peluru yang menancap tubuh ku, aku tidak takut" jawab Lavender
"Baiklah, kalau begitu aku akan melanjutkannya, tapi kau tidak bisa menyesal dan meminta berhenti" kata George dengan sengaja mengoda Lavender
George melakukan hubungan intim dengan secara hati-hati, karena tidak ingin menyakiti bagian luka Lavender yang pundak dan di perutnya
__ADS_1
"Lavender, apa kamu bisa menahannya?" tanya George yang sedang melihat Lavender sedang menahan sakit
"Bisa" jawab Lavender dengan suara pelan
George mencium bibirnya Lavender sambil melakukan pergerakan di bawah sana dengan perlahan
Setelah beberapa menit kemudian George menghentikan gerakannya
"Gadis nakal ku sudah dewasa dan bukan lagi gadis yang kekanakan dan ceroboh itu" ucap George dengan mencium bibirnya Lavender
"Apa aku akan hamil? aku tidak mau hamil sebelum menikah"
"Aku hanya melakukan sekali saja, kau tidak akan begitu cepat hamil" jawab Geoege dengan senyum
"Iya"
"Pakai dulu baju mu, besok dokter akan datang memeriksa mu" ujar George yang sambil memakaikan baju Lavender
"Iya" jawab Lavender yang bangkit dari tidurnya
Setelah sama-sama berpakaian mereka pun tidur bersama di malam itu
"Istirahatlah, selamat malam" ucap George yang tidur di samping Lavender dengan menutupi tubuh Lavender dengan mengunakan selimut
"Selamat malam" ucap Lavender dengan sambil memeluk George yang tidur di sampingnya
Keesokan harinya
"Tempat tinggal mereka di sana apa sudah di atur?" tanya George dengan duduk bersandar di sofa
"Sudah Ketua" jawab Patrick
"Atur dengan teliti jangan sampai ada kelalaian, kali ini akan menjadi pertarungan terbesar"
"Siap Ketua"
"Deverson, aku tidak sabar untuk membunuh mu untuk membalas dendam demi ibu ku yang kau siksa dan kau bunuh itu" batin George
Klek
George kembali masuk ke kamar Lavender
"Bisa tidur dengan begitu puas" gumam George dengan senyum dan mengecup dahi Lavender
"Lavender, bangun sudah pagi, sudah jam 8" kata George yang menyentuh wajah Lavender
"Aku masih mengantuk" jawab Lavender dengan memejamkan matanya
__ADS_1
"Kelvin pergi beli sarapan untuk mu, jadi kau harus bangun cuci muka dulu"
"Aku masih mau tidur jangan ganggu aku" ucap Lavender dengan menutupi selimut ke wajahnya
"Dasar gadis pemalas, matahari sudah terbit kau masih mau tidur, apa kau kelelahan?" goda George dengan membuka selimut dan berisik di telinga Lavender
Bruk
"Aaargghhhhh, gadis nakal kenapa kau memukul mata ku?" tanya George dengan memegang sebelah matanya
"Dasar gorila hamil, aku sudah merasa sakit kau masih bercanda" bentak Lavender dengan kesal
"Kau panggil aku apa?" tanya George dengan heran
"Gorila hamil" jawab Lavender dengan kesal
"Ke..kenapa kau memanggil ku dengan nama itu lagi?"
"Kenapa tidak boleh? suka hati aku ingin memanggil mu apa" jawab Lavender dengan kesal
"Panggil aku George"
"Tidak"
"Cepat, aku ingin mendengar kau memanggil ku George" kata George
"Tidak mau, terserah aku mau panggil apa"
"Ayo cepat, jangan nakal" ujar George dengan berisik di telinga Lavender
"Tidak, jangan menganggu aku, aku mau lanjut tidur" jawab Lavender dengan menutupi selimut hingga ke wajahnya
Beberapa hari kemudian
Setelah selesai operasi Lion masih belum sadarkan diri, kondisinya masih tetap tidak ada perubahan sama sekali
"Dokter, kakek ku sampai sekarang tidak ada kemajuan, setiap hari aku menemani kakek dan bicara dengannya, tapi mengapa masih tidak bisa membantunya?" tanya Lavender dengan merasa cemas
"Nona, Anda harus bersabar, kondisi tuan Lion sudah tidak bahaya hanya saja pasien membutuhkan dukungan kalian untuk membantu agar segera sadar, jadi Nona perlu bersemangat jangan putus saja" jelas dokter dan sesaat kemudian melangkah pergi meninggalkan kamar Lion
"Lavender, kita akan sama-sama menemani kakek dan bicara dengannya, aku yakin kakek pasti akan mendengarkan kita" bujuk George sambil memeluk Lavender
"Aku sudah sering bercerita untuk kakek, tapi kakek masih saja tidak mau membuka matanya" ujar Lavender dengan merasa sedih yang di dalam pelukan George
"Lavender, jangan sedih kakek bisa mendengarnya, nanti kakek juga ikut sedih" ujar George dengan mengelus kepalanya Lavender
Lavender melepaskan pelukan George dan duduk di kursi yang berada di samping ranjang
__ADS_1
"Kakek, cepat sadar jangan tidur lagi. Kakek, aku bersama George menemani mu, Kek." kata Lavender dengan memegang tangan kakeknya
"Kakek, aku ingin segera membalas dendam untuk mu, agar aku bisa lebih cepat menikahi Lavender, jadi kakek adalah tamu yang paling penting jadi kakek harus cepat sadar" Ujar George yang berdiri