
Lavender meninggalkan rumah sakit dan berjalan santai seperti biasanya, di saat itu terjadi pengejaran antara dua kelompok yang saling menembak
Dor....dor....dor...dor...dor...dor...
Tembakan yang di lakukan serentak dari dua kelompok itu yang saling menembak di antara satu sama lain.
Kejadian baku tembak itu membuat pejalan kaki sana berlari ke sana kemari untuk menyelamatkan diri, sementara Lavender harus bersembunyi di bawah meja yang dekat orang jualan makanan di tepi jalan sana.
"Apa kalian sudah gila yaaa? menembak di jalan terangan ginii" celoteh Lavender yang menutup ke dua telinganya dan sembunyi di bawah meja
Dor.....dor....dor....dor....dor...dor...
Tembakan dari kumpulan orang jepang yang baru tiba
"Aaarggttt" teriakan lawannya yang terkena tembakan itu sehingga jatuh korban
"Kenapa aku selalu saja ketemu hal seperti ini, sama kakek dan si Gorila itu gitu juga" celoteh Lavender dengan kesal
Baku tembak di antara dua kelompok itu terjadi selama 15 menit sehingga munculnya kumpulan jepang datang membunuh mereka semua..
"Apakah mereka mafia? siapa lagi mereka dan dari kumpulan mana?" gumam Lavender yang melihat ke arah mereka
Setelah membunuh dua kelompok itu kumpulan jepang berbaris dengan rapi dengan menyambut kedatangan seseorang.
"Bos" sambut serentak dengan hormat para kumpulan itu
"Apa mereka sudah tewas semua?" tanya Bos mereka yang tidak lain adalah Kurashi
"Sudah tewas semua, Bos" jawab serentak semua anggotanya
"Kura-kura jepang?" gumam Lavender yang melihat pria yang dia kenal itu
"Jika melihat kemunculan mereka lagi bunuh semuanya" perintah Kurashi dengan tegas
Lavender yang melihat situasi yang sudah aman dirinya pun keluar dari meja itu sambil memanggil pria itu
"Kura-kura jepaaanng" teriak Lavender dengan nada tinggi
Mendengar teriakan Lavender membuat mereka semua melihat ke arah Lavender yang tidak jauh dari mereka
"Nona Lavender" ucap Kurashi dengan senyum dan berjalan menghampirinya
"Kura-kura jepang? siapa yang wanita itu panggil?" batin semua anggota Kurashi
"Nona Lavender, kenapa..anda ada di sini?" tanya Kurashi dengan penasaran
"Tadi ada baku tembak makanya aku bersembunyi di bawah meja" jawab Lavender
"Apakah Nona terluka?"
"Tidak! hanya saja apakah kamu adalah mafia?"
__ADS_1
"Benar! aku mafia dari jepang"
"Kenapa semua yang ku kenal adalah mafia ya?" gumam Lavender
"Apa?"
"Ah..tidak, eh..kalau bagitu aku pulang dulu" pamit Lavender
"Biar aku mengantar mu pulang"
"Tidak perlu, ini tidak jauh dari tempat ku, sampai jumpa " jawab Lavender dengan berjalan pergi meninggal tempat itu
"Bos, dia sudah tahu identitas anda, apa mau aku bunuh saja wanita itu?" tanya Jusimo
"Walau dia tahu bukan berarti bahaya buat kita, aku rasa biarkan saja" jawab Kurashi dengan melihat ke arah Lavender yang sedang berjalan semakin jauh dari posisinya
"Aneh kenapa Bos tidak membunuhnya saja, jika ada yang tahu kami di sini ini hanya akan membahayakan kami" batin Jusimo
"Kenapa aku tidak bisa membunuhnya? seharusnya tadi aku menembaknya saja" batin Kurashi
"Bibi, aku pulaaang" teriak Lavender dengan nada tinggi yang masih di luar sehingga menembus ke dalam toko
"Apa diri mu mengira Bibi mu ini tuli ya? berteriak begitu kuat?"
"Bibi, kata dokter jantung ku baik-baik saja" jelas Lavender yang masuk ke dalam tokonya
"Dari pada diri mu memeriksa jantung bagus kau suruh dokter memeriksa isi kepala mu itu"
"Kenapa dengan isi kepala ku?"
"Sudah ku bilang karena di tular sama bibi, makanya aku tidak ada pintar-pintarnya" jawab Lavender yang tidak mau kalah
"Iya..iya...ini antar ke alamat ini" suruh Summy dengan menyerahkan bingkisan pesanan langganan mereka
"Ini di mana, Bi?"
"Nama pemesannya adalah Hiro"
"Iya, aku pergi sekarang, Bi" jawab Lavender dengan menurut
"Berhati-hati, jangan nyasar lagi" teriak Summy
"Iyaaa"
Lavender mengantar pesanan sesuai dengan alamat yang tercantum yang di berikan oleh Bibinya, di saat tiba di lokasi itu muncul seorang pria yang menodong senjata ke arah Lavender
"Sumo? kenapa kau menodong senjata ke arah ku?" tanya Lavender dengan penasaran
"Karena diri mu telah mengetahui sesuatu yang tidak seharusnya" jawab Jusimo yang dengan niat ingin membunuh Lavender
"Memangnya apa yang telah ku ketahui?"
__ADS_1
"Jangan berpura-pura, karena ini tidak bisa menyelamatkan mu" gertak Jusimo
"Apa karena aku tahu jika kalian adalah mafia? memangnya kenapa kalau mafia?"
"Karena jika kau tahu maka kau harus mati"
"Alasan tidak masuk akal, lagi pula jika membunuh ku aku yakin kalian tidak akan bisa keluar hidup-hidup dari kota ini"
"Kenapa?"
"Karena yang sudah tahu kalian mafia sudah banyak, dan jika aku mati kalian juga akan mati, karena mafia yang ku kenal lebih besar dari kalian"
"Mafia yang kau kenal?"
"Benar, kalian bukan siapa-siapa bagi ku, di mana bos mu itu? apakah dia yang ingin membunuh ku? jika iya maka suruh dia keluar"
"Kau tidak layak untuk bertemu dengannya, malam ini adalah kematian mu"
"Bunuh saja aku, setelah aku mati maka kakek ku dan tunangan ku pasti akan membunuh bos mu itu, karena mereka juga dari mafia" kata Lavender dengan santai
"Siapa mereka?"
"Tunangan ku dari kumpulan Black White"
"A-apaaa? Black White? George Hamilton adalah tunangan mu? lalu siapa kakek mu?" tanya Jusimo yang hampir tidak percaya
"Kenapa kau terkejut mendengar nama kumpulan itu?"
"Apakah kakek mu adalah Lion?"
"Kenapa kau bisa tahu?"
"Karena banyak yang tahu jika George Hamilton dan Lion sangat dekat seperti cucu dan kakek" jawab Jusimo
"Kalau begitu kau tahukan jika aku mati di tangan mu, sama saja kau membuat bos mu itu dalam bahaya, di saat 2 kumpulan itu bergabung apakah kumpulan kalian bisa melawannya?" ujar Lavender yang menghampiri Jusimo yang sedang menodong senjata ke arahnya
"Apa kau merekayasa cerita? jika kau adalah cucu Lion mana mungkin kau tinggal di beda tempat"
"Untuk apa aku ceritakan pada mu kisah kami, kalau kau tidak mau membunuh ku maka cepat bayar pesanan mu ini, jangan buang waktu ku lagi" bentak Lavender yang merasa kesal
"Aku tetap akan mengambil nyawa mu" kecam Jusimo yang ingin melepaskan tembakannya, akan tetapi niatnya di gagalkan oleh seseorang yang muncul dari belakangnya
Dor...
Tembakan yang menembus ke jantung Jusimo sehingga membuatnya tewas di hadapan Lavender
"Ah..sudah membohonginya dia malah mati begitu saja" gumam Lavender yang melihat Jusimo yang sudah tidak bernafas
"Nona, apa diri mu tidak apa-apa?" tanya Kurashi yang menghampiri Lavender
"Tuan, kenapa kau membunuhnya? dia adalah teman mu?"
__ADS_1
"Walau dia teman ku tapi jika dia melanggar perintah ku maka dia harus menerima hukumannya" jawab Kurashi
"Jadi pesanan ini aku harus tagih sama siapa? karena anda sudah membunuhnya maka anda yang harus membayarnya." tanya Lavender yang menunjukkan bingkisan yang di tangannya