Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Lion dan George mengincar Yorashi


__ADS_3

"Bibi...Bibi....Bibi....Bibi..." teriak Bruce yang sambil berlari mengendong Lavender dan ingin menuju ke toko


"Bibi....Bibi....Bibi....Bibi..." teriak Bruce yang melangkah masuk dengan terburu-buru, karena kecerobohannya maka dirinya pun terjatuh dengan terlungkup sehingga Lavender yang dalam gendongan ikut jatuh terpelanting


Bruk...bruk...


"Aaarggghhhh..." teriakan Bruce yang kesakitan


"Aaaarggghhh, brengsek siapa melempar ku" teriak Lavender yang tersadar akibat hentakan kuat tubuhnya di lantai


"Lavender, akhirnya kau sudah sadar" ucap Bruce yang mendekati Lavender yang masih terkapar di lantai


"Hei....apa yang terjadi? kenapa dada ku dan seluruh tubuh ku juga sakit?" tanya Lavender dengan mengelus dadanya


"Kau di tembak tadi, karena aku melihat peluru itu mengenai kalung mu makanya aku sengaja berteriak kau sudah meninggal" jawab Bruce


"Siapa pelakunya? ah...kalung ini menyelamatkan ku untuk ke dua kalinya" ujar Lavender yang melepaskan peluru yang menempel di kalungnya itu


"Kalung ini sangat berguna, dia penyelamat mu" ujar Bruce dengan melihat kalung itu


"Tapi kenapa tubuh ku bisa begitu sakit ya?" tanya Lavender yang menyentuh pundak dan punggungnya


"Ha..itu aku tadi ceroboh saat mengendong mu aku terjatuh jadi tubuh mu jatuh terpelanting" jawab Bruce


"Kenapa kau bisa lemah sekali padahal kau adalah priaaa" teriak Lavender dengan mencubit lengan Bruce dengan kuat


"Sakiiitt, lepaskan tangan muuuu" teriak Bruce yang kesakitan


"Aku sakit di seluruh tubuh ku karena mu, rasakan jurus ku juga" ujar Lavender dengan mencubit wajah Bruce dengan kuat


"Aaaaarhhhttttt" teriakan Bruce dengan memenuhi satu ruangan toko


"Kau memang tidak tahu berterima kasih pada ku, aku sudah membawa mu pulang tapi kau malah menyakiti ku, rasakan juga jurus ku" teriakan Bruce sambil menarik telinga Lavender


"Aaaraggghhhtt, singkirkan tangan mu" teriak Lavender


"Wooiiiiii.... apa kalian bisa diaaaamm? kenapa setiap kalian bersama pasti buat keributan?" bentak Summy dengan nada tinggi


"Bibi" ucap serentak Lavender dan Bruce yang sama-sama berhenti berulah


"Bibi, tadi ada yang menembak ku" kata Lavender


"Iya Bi, ada pria yang melepaskan tembakan dan tepat pada jantung Lavender" ujar Bruce


"Iya...ya.. jika memang ada pembunuh yang ingin membunuhnya, maka aku harus berterima kasih padanya, karena sudah membantu ku menghapuskan satu si pembuat onar" jawab Summy dengan tidak percaya


"Bibi, sangat tega pada ku, percaya atau tidak aku akan meledakkan dapur, Bibi" kata Lavender yang tidak mau kalah

__ADS_1


"Memang siapa yang mau nyawa mu..ha? si pembuat onar" ujar Summy dengan mengejek


"Lihat dari pelurunya sepertinya dari jepang" ucap Bruce yang melihat peluru itu


"Peluru? apa benar ada yang menembak mu?" tanya Summy dengan menatap ke arah Lavender


"Iya..Bi. untung ada kalung ini yang melindungi ku lagi" jawab Lavender


"Ini bukan masalah kecil, cepat hubungan George dan kakek mu" kata Summy


"Iya" jawab Lavender


Setelah setengah jam kemudian Lion dan George mendatangi toko Summy mereka berkumpul di ruangan tengah, karena kejadian tersebut maka Summy pun meliburkan tokonya. Bieber, Kelvin dan Patrick datang bersama ketua mereka


"Lavender, apa kau yakin tidak terluka?" tanya Lion dengan khawatir


"Kakek, kalung mama telah melindungi ku, jadi aku tidak terluka sedikit pun" jawab Lavender yang duduk bersama Lion dam George


"Siapa pelakunya? Bruce, saat itu kau bersama Lavender apa kau melihatnya?" tanya George


"Ketua Hamilton, pria itu berbadan tinggi dan menutup wajahnya dia juga memakai kaca mata hitam, di saat itu aku tidak bisa mengejarnya dia ada senjata, karena dia mengira Lavender sudah tewas maka dia pun meninggalkan tempat itu" jawab Bruce yang sedang berdiri di depan mereka


"Apakah pelakunya adalah Kaneshiro?" tanya Summy dengan penasaran


"Peluru ini ada tulisan jepang, berarti pelakunya memang orang jepang" ucap George


"Kelihatannya Kaneshiro benar-benar ingin mencari masalah dengan ku" ketus Lion dengan kesal


"Menurut mu bukan Kaneshiro?" tanya Lion dengan penasaran


"Jika bukan dia jadi siapa lagi yang mengincar Lavender?" tanya George


"Di jepang ada satu kumpulan yang mengunakan peluru yang ada simbolnya, dan peluru ini ada simbol dari kumpulannya, jika aku tidak salah menebak dalang utamanya adalah Yorashi" jawab Bruce


"Yorashi?" tanya serentak Lion dan George


"Kenapa dia ingin membunuh Lavender? ini bukankah namanya ingin mencari masalah?" ujar Lion


"Ketua Lion, Yorashi adalah ayah Mimi, aku rasa dia ingin membalas dendam terhadap Lavender" jawab Bruce


"Apakah Yorashi ada di kota S?" tanya Patrick


"Bisa jadi, dia kembali demi putrinya" ujar George


"Patrick, selidiki keberadaan Yorashi dalam waktu dekat ini, dan utuskan anggota untuk mengawasi bandara jika melihat dia muncul langsung di tahan" perintah George


"Baik Ketua" jawab Patrick dengan cepat

__ADS_1


"Yorashi ingin membunuh Lavender apa dia sudah bosan hidup" bentak Lion dengan kesal


"Mungkin saja wanita itu keguguran di saat kecelakaan mobil, makanya dia ingin membalas dendam pada ku" jelas Lavender


"Tapi ini bukan salah mu, dia yang datang ingin menculik mu, kau hanya ingin melindungi diri sendiri, jadi dia pantas mendapatkan balasannya" ujar Summy


"Kakek, kalau sudah mendapatkan mereka aku mau ikut kakek pergi menemui mereka" ujar Lavender


"Gadis nakal, untuk apa kau ke sana? ini adalah urusan mafia" kata George dengan menatap Lavender


"Aku mafia juga, aku adalah cucu ketua Neon" jawab Lavender dengan bersemangat


"KETUA LION" jawab serentak George, Summy dan Bruce


Sesaat kemudian Patrick mendapat panggilan di handphone miliknya


"Hallo" sahut Patrick yang menjawab panggilan tersebut


Tidak lama kemudian dia pun memutuskan panggilannya


"Ketua, ada anggota kita yang melihat jika Yorashi dan Mimi menuju ke bandara" kata Patrick


"Langsung ke sana" ucap Lion dengan tegas


Dalam perjalanan menuju ke bandara


Yorashi dan Mimi merasa senang dan puas karena mengira jika keinginan mereka telah tercapai, oleh sebab itu mereka ingin segera meninggalkan kota S


Yorashi di temani 4 mobil anggotanya, karena di saat datang ke kota S Yorashi juga datang dengan di temani oleh mereka


"Mimi, jangan memikirkan masalah sini lagi, lupakan semuanya, setelah sampai ke jepang mulai dari awal lagi" ucap Yorashi yang berada dalam mobil bersama Mimi


"Iya, Pa. aku tidak akan memikirnya lagi, wanita itu nasibnya lebih tragis dari ku karena harus mati muda, sedangkan aku masih bisa mulai dari awal" kata Mimi dengan tertawa kecil


"Siapa pun yang berani menyinggung mu maka dia akan dapat balasan dari Papa" jawab Yorashi


Brum...brum....brum....brum...brum...


Bunyi kelajuan mobil para anggota Lion dan George yang mengejar dari belakang dan melajukan hingga melewati mobil Yorashi dari sisi kiri dan kanan, para mobil anggota Lion dan George berhenti di depan mobil Yorashi


"Tuan, kita di hadang oleh mereka, siapa mereka?" ujar supir Yorashi yang terpaksa menghentikan mobilnya


"Papa, kenapa bisa begitu banyak mobil, siapa mereka?" tanya Mimi yang ketakutan


"Mereka bukan dari Kaneshiro" kata Yorashi yang sedang melihat ke arah mobil-mobil yang berhenti di depan mobilnya


Lion dan George turun dari mobil mereka, sontak kehadiran mereka membuat Yorashi hampir tidak percaya, jika ketua dari dua kumpulan besar itu bisa muncul di hadapannya

__ADS_1


"Pa, siapa mereka?" tanya Mimi yang masih duduk di dalam mobilnya bersama Yorashi


"Lion dan George Hamilton" jawabnya dengan gemetaran


__ADS_2