
Kediaman Lion
"Kakek, kakek, aku datang" teriak Lavender yang baru tiba bersama George
"Lavender" sahut Lion dengan tersenyum
"Kakek" panggil George dengan sopan
"George, duduklah" balas ucapan Lion
"Kakek, bibi ada memasak lauk kesukaan kakek" ujar Lavender yang duduk di samping Lion
"Ini sangat merepotkan bibi mu, sampaikan ucapan terima kasih pada bibimu ya" ucap Lion
"Iya, aku ingin membantu tapi tidak tahu kenapa bibi melarang ku masuk ke dapur lagi" jelas Lavender
"Apa mungkin kamu hampir meledakkan dapurnya lagi?" tanya Lion dengam seraya bercanda
"Tidak ada! aku mana ada ledakkan dapurnya, lagi pula hari ini bibi Mummy aneh saja melihatku" jelas Lavender
"Mummy?" batin Lion dengan merasa heran
"Kakek, apakah kakek ada bertemu dengan ketua Anderson?" tanya George
"Tidak ada, selama di sana hanya pengawalnya saja yang bertemu denganku, ketua Anderson sedang mengurus masalah wilayahnya, dengar info ada kumpulan yang tidak di kenal menganggu wilayahnya, tentu saja ini membuat nya marah besar sehingga dia turun tangan sendiri, oleh karena masih harus mengurus acara pernikahan kalian maka aku harus segera pulang" jelas Lion
"Kakek, ketua Sonson tidak bisa hadir, jadi usaha kakek hanya sia-sia saja' ujar Lavender
"Tidak apa-apa, ini bisa di terima karena sebagai seorang ketua mafia dunia sangat tidak mudah, kakek mendengar dia dan istrinya turun tangan mengusir lawannya"
"Apakah istrinya bisa bertarung?" tanya Lavender dengan penasaran
"Jika dulu dia tidak bisa, akan tetapi setelah menikah, ketua Anderson mengajarnya menembak dan ilmu bela diri, oleh sebab itu setiap ada pertarungan dia akan ikut campur" jawab Lion
"Wah....ini namanya adalah wanita mafia, aku ingin seperti dia" kata Lavender
"Bukankah kemarin kau sudah menjadi wanita mafia saat di jepang" ucap George dengan senyum
"Tapi aku masih mau, itu tidak cukup bagiku" jawab Lavender
"Hahahah....sudahlah, cucuku tidak perlu menjadi wanita mafia, cukup menjadi istri dari Hamilton dan cucu Lion ini sudah lebih dari cukup" kata Lion dengan tertawa
__ADS_1
"Kakek, mari kita makan dulu" ajak Lavender
"Ayo marilah" jawab Lion
Setelah selesai makan Lavender berjalan di halaman belakang dan melihat Bruce yang sedang belajar menembak di sana
Dor...dor....dor...dor..
Bunyi tembakan dari Bruce tepat pada sasarannya
"Woiiiiiii, Bus" teriak Lavender dengan nada tinggi
"Hei...ceroboh, apa kau tidak bisa pelankan suara mu? mengejutkan ku saja" bentak Bruce dengan kesal karena di kejutkan oleh suara Lavender
"Apa kau yang lakukan?" tanya Lavender yang menghampiri Bruce
"Aku sedang memancing ikan, kau sudah melihat aku sedang belajar menembak masih bertanya" bentak Bruce dengan kesal
"Hah..kenapa ada kolam ikan di sini?" tanya Lavender yang mendekati kolam ikan yang di penuhi oleh ikan hias
"Hei..hei..jangan dekat-dekat, nanti ikannya ketakutan melihat mu" teriak Bruce yang langsung menghampiri Lavender
"Sejak kapan ada kolam di sini? kemarin saat aku datang belum ada?"
"Apa ikan tidak mati naik pesawat?"
"Ikan di beri oksigen jadi mana mungkin bisa mati"
"Ikannya sangat lucu, kalau saja di masak ikan kecap pasti enak" kata Lavender dengan mencoba ingin menyentuh ikan dengan jaringa
"Apa kau sudah gila ya, ini adalah ikan hias bukan untuk di makan, lagi pula ikan ini sangat mahal dan harus di jaga dengan baik, ini adalah ikan kesukaan tuan besar, jadi kau jangan coba-coba untuk berani menyentuhnya" bentak Bruce dengan kesal
"Di dalam sini ada berapa ekor? semua lumayan besar dan cantik, aku ingin memegangnya" ucap Lavender
"53 ekor, kau jangan mengagetkan mereka, nanti mereka jantungan di buatmu" kata Bruce yang menarik lengan Lavender dan menjauh dari kolam tersebut
'Aku hanya ingin menyentuh saja, aku tidak akan sakiti mereka" ujar Lavender yang melepaskan tangan Bruce
"Kau jangan coba-coba sakiti mereka, jika mereka tewas kau tidak akan bisa mengantinya"
"Memang berapa harganya?"
__ADS_1
"140.000 dollar seekor"
"Hah....140.000 dollar di kalikan 53 ekor sudah berapa? kenapa kakek bisa mengeluarkan begitu banyak uang hanya untuk ikan ini, bagus di masak ikan kecap atau di goreng"
"Lavender, kau jangan coba-coba memasak mereka, tuan besar memang sengaja ingin menghias halamannya, lagi pula semua pohon sudah kau hancurkan, jadi jangan kau coba sentuh kolam ini"
"Hehehehehe...ikan ini sangat cantik, aku malah ingin main dengan mereka, mereka akan jadi mainan ku" batin Lavender yang ingin berulah
Lavender yang merasa penasaran ingin menangkap ikan hias itu dengan berusaha mendekati tepi kolam, di saat kakinya menginjak tepi kolam tiba-tiba saja dia di kejutkan oleh suara teriakan Bruce
"Berhenti, jangan bergerak. jika tidak aku akan menembakmu" teriakan Bruce dengan sengaja menakuti gadis itu
Karena merasa kaget maka Lavender pun terjatuh ke dalam kolam itu
Plung...
"Uhuk...uhuk..uhuk, woi kenapa kau berteriak...ha?" teriak Lavender yang basah kunyup di dalam kolam
"Hahahahaha, siapa suruh kau nakal. cepat keluar dari sana sebelum ikan hias itu tewas di buat mu"
"Tarik tanganku dulu" kata Lavender yang berenang ke tepi kolam
"Kenapa dalam dan besar kali kolamnya?"
"Tentu saja dalam, kolam ini memang untuk mereka bisa bebas berenang kemana saja" jawab Bruce yang mengulurkan tangannya
Di saat Bruce ingin menarik tangan Lavender, Lavender langsung mengunakan kedua tangannya menarik tangan Bruce sehingga membuat Bruce masuk ke dalam kolam
Plung...
"Hei....dasar kenapa kau menarik ku ke dalam air? bagaimana jika ikannya mati dan kena serangan jantung?" bentak Bruce dengan kesal
"Ini adalah salahmu, kau dulu yang memulainya" balas lavender dengan kesal sambil memukul air kolam sehingga menciprak ke wajah Bruce
Karena merasa kesal maka Bruce pun menangkap ikan hias yang di kolam itu dan melempar ke arah Lavender
"Rasakan jurus lemparan ku" teriak Bruce sambil melempar ikan hias berukuran sedang itu
"Hah...berani kau melempar ku coba saja, aku akan membalas" teriak Lavender dengan menangkap ikan dan melempar ke arah Bruce
Aksi saling lempar di lakukan berkali-kali oleh Lavender dan Bruce, Bruce yang sudah lupa bahwa ikan yang dia gunakan sebagai senjata lemparannya senilai 140.000 USD
__ADS_1
Karena mendengar suara keributan di halaman belakang maka Lion bersama George, Kelvin dan Bieber pun menuju ke halaman itu, di saat mereka di sana mata mereka berfokus pada Lavender dan Bruce yang berada di dalam kolam dan saling melempar dengan mengunakan ikan hias