
Klek
Kaneshiro mengunjungi Kurashi yang masih dalam kondisi terluka di bagian kepalanya, dengan di lilit perban akibat hantaman kuat saat kejadian ledakan itu
"Apa kau masih tidak mau bicara? apa kau tahu apa yang telah di lakukan oleh wanita itu? dia sangat hebat selain melukai mu dia juga telah membuat Mimi keguguran, yang satu-satunya keturunan mu" kata Kaneshiro yang sedang berdiri di samping ranjang
"Kurashi, kau telah salah mencintai seorang wanita, dia adalah penghancur hidup mu dan kau malah masih tidak bisa melupakannya, kenapa kau bisa begitu lemah dan tidak berguna? siapa yang akan menjadi penerus di saat kau sudah tua nanti? jika kau masih tidak bisa melupakannya jangan pernah kembali kumpulan ku" bentak Kaneshiro
Karena merasa geram dan emosi Kaneshiro pun memarahi Kurashi yang masih tidak ingin berbicara dari semenjak dia sadar dari koma, dan sesaat kemudian Kaneshiro meninggalkan kamar itu
Mendengar Mimi keguguran Kuarashi bukannya merasa kehilangan atau pun sedih tapi malah merasa senang dan tersenyum
"Dari dulu aku juga tidak pernah mau anak itu, jadi gugur atau tidak bukan suatu masalah bagi ku sama sekali" gumam Kurashi dengan senyum
Keesokan harinya
Mimi yang telah sadar menjadi histeris karena mengetahui jika anak dalam kandungan telah gugur, semua barang di meja yang terletak di samping ranjangnya di sapu sehingga berserakan di lantai
"Keluaaarrr" teriak Mimi pada pengawalnya yang sedang menjaganya
"Nona, Anda masih terluka jangan banyak bergerak" kata pengawalnya yang bernama Takeshi
"Bunuh wanita itu, cepaaaat" teriak Mimi dengan nada memenuhi ruangan kamar
"Nona, Anda harus menjaga kesehatan jangan emosi, ini hanya akan menjejaskan kesehatan mu"
"Aku tidak puas, aku mau membunuhnya. Kurashi, inilah wanita pilihan mu, dia mencuri hati mu dan membunuh anak ku" teriak Mimi yang sedang kesal dan turun dari ranjang dengan berniat mencari Kurashi
__ADS_1
"Nona, Anda ingin kemana?" tanya Takeshi
"Aku mau ke kamar Kurashi" jawab Mimi dengan memaksakan diri berjalan dalam kondisi yang lemah
Klek
"Kurashi" teriak Mimi yang melangkah masuk ke kamar dan menghampiri Kurashi yang sedang berdiri di jendela
Mimi mendekati Kurashi dengan memegang ke dua lengan pria itu yang sedang diam berdiri di depannya
"Apa kau tahu anak kita sudah hilang..sudah hilang..,Anak kita di bunuh oleh Lavender wanita jal*ng itu" teriak Mimi dengan histeris
"Kenapa kau tidak berkata apa pun? anak mu..dia adalah anak mu, darah daging mu satu-satunya telah meninggal karena si jal*ng itu, apa kau tidak berencana untuk membalas dendam? dan biarkan anak kita meninggal dengan sia-sia?" teriak Mimi sambil menangis histeris dengan memegang erat lengan Kurashi
"Lepaskan" ucap Kurashi
"Lepaskan"
"Apa maksud mu?"
"Lepaskan semuanya" bentak Kurashi
"Kau ingin aku lepaskan semuanya? dendam anak kita di biarkan begitu saja? kau ingin aku melupakan apa yang terjadi pada anak kita?"
"Aku tidak mau ikut campur, dari awal aku sudah menyuruh mu gugurkan, tapi kau yang bersikeras ingin mempertahankannya, dan sekarang kau gagal melindunginya, siapa yang mau kau salahkan?"
"Kurashi, aku tidak menyangka ucapan pertama mu pada ku sangat menyakitkan, kau ingin aku lepaskan? itu tidak mungkin" jawab Mimi dengan emosi tinggi
__ADS_1
"Apa kau mengira kau bisa membalasnya? anak sudah hilang siapa yang mau kau salahkan? anak itu di dalam kandungan mu jika kau tidak mencari masalah dulu apa mungkin semua ini bisa terjadi?"
"Sampai saat ini kau masih tidak tega menyalahkannya, hati ku sakit sekali, kau tidak pernah menganggap ku dan bahkan kematian anak kita kau juga tidak peduli, dan masih memilih melindunginya, apa yang telah merasuki pikiran mu, aku dan anak ku adalah korban mu dan dia, apakah kau tidak merasa sedih walau hanya sedikit?"
"Aku tidak pernah akui anak itu" jawab Kurashi dengan tegas
"Kenapa? dia adalah darah daging mu" tanya Mimi dengan histeris
"Karena kau bukan wanita pilihan ku, hanya wanita yang ku cintai baru layak melahirkan anak ku" jawab Kurashi dengan bersikap tenang
Mimi merasa terpukul atas sikap Kurashi terhadap dirinya, anak yang dalam kandungannya sama sekali tidak di akui oleh pria itu
"Kau sangat tega, aku akan membunuhnya, lihat saja wanita itu akan mati di tangan ku" teriak Mimi
"Lakukan saja, ini sudah bukan urusan ku juga. George Hamilton, Lavender, Kaneshiro dan kau bukan siapa-siapa bagi ku, jika kau bisa membunuh salah satu dari mereka maka aku akan sangat berterima kasih pada mu" jawab Kurashi dengan senyum jahat dan kemudian pergi meninggalkan kamar itu
Sementara Mimi yang masih lemah akibat baru keguguran hanya bisa menangis menerima nasib buruk yang menimpa dirinya, rasa luka di hati di berikan oleh pria yang dia cintai selama ini membuat perasaannya hancur dan tidak berdaya, tangisannya pecah dan terduduk di lantai dengan merasa lemas di seluruh tubuhnya
"Kalian semua sangat kejam, aku adalah manusia tapi kau malah menganggap ku apa? kau meniduri ku berkali-kali, menipu perasaan ku dan di saat aku hamil kau malah tidak mengakui anak ini, dan sekarang kau dengan santainya berkata pada ku untuk melepaskan, aku adalah putri yang di pandang orang saat di jepang dan sekarang aku malah kehilangan semuanya, cintaku, hidupku dan anakku" kata Mimi dengan merasa luka di hatinya
Kurashi meninggalkan rumah sakit dengan sikap yang tenang, kehilangan anak tidak berarti sama sekali bagi dirinya. dia pun berjalan menuju ke suatu tempat yang sepi tanpa sesiapa pun di sana
Lalu dirinya mengeluarkan selembar foto dari dompetnya, Kurashi melihat gadis yang di dalam foto itu selama beberapa menit dengan tatapan yang dalam, foto itu yang tidak lain adalah Lavender semasa kecil
" 10 tahun aku menyimpan mu di dalam hati, aku menolak semua wanita demi diri mu, aku menerima pernikahan dengan wanita lain demi diri mu agar si tua itu tidak melukaimu, dan pada akhirnya kau tetap melukai ku sehingga menyebabkan kecacatan seumur hidup bagi ku, tapi aku masih terima dan bahkan tidak membenci mu, tapi kau tidak ragu untuk membunuh ku, aku berikan hati ku sepenuhnya untuk mu tapi kau malah menghancurkannya, dan di saat ledakkan itu hati dan cinta ku sudah hancur, kekecewaan yang kau berikan pada ku telah berubah perasaan ku pada mu" batin Kurashi
"Mulai hari ini kau bukan siapa-siapa lagi bagi ku. Lavender, jika suatu saat kita bertemu lagi maka aku akan membunuh mu karena kau adalah wanita milik George Hamilton, dia adalah musuh ku jadi siapa pun yang ada hubungan dengannya adalah musuh ku termasuk diri mu" gumam Kurashi dengan membakar foto Lavender
__ADS_1