
"Senjata? ini bagus kau bisa memiliki senjata, jadi kau bisa melindungi diri sendiri" kata Summy dengan senyum
"Sekaki demi sekaki aku bisa menjadi wanita mafia, horeeeeee" ucap Lavender dengan kegirangan
"Bukan sekaki tapi selangkah demi selangkah"
"Ah..iya..Bibi, jika aku sudah menjadi mafia maka aku bisa melindungi mu dan Kakek"
"Bibi tahu kamu anak baik, tapi ingat senjata itu di simpan baik-baik jangan sampai hilang, gunakan di saat dalam kondisi darurat"
"Aku akan membawanya selalu di sisi ku'
Keesokan harinya
Kediaman Lion
"Tuan besar, Anda tiba-tiba ingin mencari ku apakah ada pesnanan?" tanya Hendry yang sebagai pengacara dan juga salah satu orang yang terpercaya bagi Lion
"Aku telah menemukan cucu ku" jawab Lion dengan senyum
"Cucu mu masih hidup? ini sangat bagus. setidaknya kumpulan besar ini ada penerusnya"
"Tidak! posisi ku kan ku serahkan kepada cucu menantu ku, George Hamilton"
"Apakah mereka adalah sepasang kekasih?"
"Iya, ini semua membuat ku hampir tidak percaya, George sudah ku anggap sebagai cucu ku selama ini, dari dulu aku sudah berencana posisi ku ini akan menyerahkan padanya, karena hanya dia calon paling sesuai untuk kumpulan Lion"
"Dia adalah ketua mafia di kumpulan lain, jadi ini bukan satu halangan lagi untuk menjadikan dia sebagai ketua di kumpulan Lion"
"Lalu mengapa tidak menyerahkan pada cucu kandung mu?"
"Lavender sudah hidup menderita dari kecil, dia kehilangan orang tua dan sudah menjadi yatim piatu, selama ini Kakaknya Robert yang menjaganya dan menyayanginya, dan aku sebagai kakek hanya berharap dia bisa hidup bahagia tanpa ada bahaya yang menghampirinya, oleh karena itu aku tidak mau dia menjadi penerus ku, beda dengan George dia sudah biasa menjadi ketua mafia jadi ini tidak sulit baginya" jelas Lion
"Lalu apa pesanan Anda?"
"Setelah aku meninggal aku ingin semua harta kekayaan ku menjadi milik Lavender, semua yang ku miliki di buat atas namanya" kata Lion
"Dan ada sejumlah uang untuk Summy, dia telah menjaga cucu ku selama ini, aku hanya bisa membalasnya dengan cara ini, agar bisa untuk membantu biaya di masa tuanya" lanjut Lion dengan merasa berhutang budi terhadap Summy
"Baiklah, aku mengerti akan ku lakukan segera" jawab Hendry dengan sopan
Pasar keramaian
Hachiukk...hachiukk....hachiukk....
"Woiiii...." teriak Lavender yang sedang cuci di dapur
"Lavender, kenapa pagi-pagi begini kau sudah berteriak?" tanya Summy yang berjalan masuk ke dapur
"Aku bersin sudah lebih 10 kali, Bi"
"Lalu mengapa memangnya kalau bersin? kenapa harus sampai berteriak?".
__ADS_1
"Apa ada yang tidak beres dengan hidung ku ya, Bi?"
"Bukan hidung mu yang tidak beres, tapi kepala mu yang tidak beres"
"Bibi, kenapa sering mengatakan kepala ku tidak beres? padahal aku masih bisa ingat sama mu"
"Iya..iya, untung saja kau masih bisa ingat sama Bibi mu ini, jika tidak sia-sia aku menjaga mu selama ini" jawab Summy dengan mengejek
"Jangan tertawain ku, Bi"
"Tukang nyasar" ejak Summy dengan tertawa
"Bibiiii"
"Dan si ceroboh"
"Bibi juga ceroboh"
"Jika kau sudah menikah maka jangan begitu lagi, jangan sampai meledakkan dapur orang"
"Sudah jangan mengejek ku" teriak Lavender yang merasa kesal
"Dan bersikaplah seperti seorang wanita"
"Aku kan memang wanita"
"Tapi gaya mu macam pria"
"Tingkah mu itu tidak mirip wanita"
"Bibi, jangan mengejek ku"teriak Lavender dengan kesal
"Memang iya kenyataannya seperti itu" jawab Summy dengan bercanda
"Gini-gini aku adalah cucu mafia" jawab Lavender yang tidak mau kalah
"iya...cucu mafia yang suka nyasar dan memiliki lidah yang bermasalah"
"Kapan lidah ku bermasalah?"
"Setiap hari, setiap saat"
"Mana ada"
"George yang kau panggil Gorila bukankah itu kau sudah salah sebut"
"Ini bukan salah ku. ini salah, Bibi"
"Kenapa jadi salah ku?"
"Karena aku kebanyakan makan masakan, Bibi. makanya lidah ku jadi kena penyakit"
Seterusnya perdebatan mereka seharian di dalam dapur sambil bekerja
__ADS_1
Kediaman Kurashi
Di ruangan baca Kurashi sedang duduk memikirkan pertemuan nya dengan George di panti asuhan itu, rasa cemburu melanda dirinya di saat mengingat perkatan George yang akan menikahi gadis yang selama ini dia simpankan di dalam hatinya selama 10 tahun.
"Lavender, aku tidak akan membiarkan mu menikah dengannya" batin Kurashi
Markas Black White
"Ketua, aku mendapat info jika Kaneshiro asli dari sini bukan jepang, dan 25 tahun yang lalu dia pernah muncul di panti asuhan itu, salah satu penjaga panti yang bernama Nicole masih bisa mengenalnya, di malam itu dia melihat seorang pria meninggalkan seorang anak laki-laki berusia sekitar 5 tahun di dekat pagar dan setelah itu pria itu pun pergi, walau sudah lama tapi Nicole masih bisa mengenal wajahnya, dan bisa jadi Kaneshiro mungkin datang mencari anak kecil itu" kata Rocky
" Siapa anak laki-laki itu? apakah anaknya?" tanya George dengan penasaran
"Kata Nicole anak itu sudah di adopsi setelah 5 tahun kemudian, dan sampai sekarang tidak ada yang tahu dia ada di mana"
"Aku malah menjadi penasaran siapa anak laki-laki itu" ucap George dengan penuh tanda tanya
"Ketua, apa kita perlu selidiki masa lalunya?" tanya Patrick
"Lakukan saja, aku ingin lebih memahaminya, dia adalah musuh kita jadi aku ingin tahu lebih jauh tentang dirinya" jawab George
"Baik ketua" jawab serentak
Hotel..
Semenjak kedatangan Mimi di kediaman Kurashi, Kaneshiro memilih tinggal di salah satu hotel mewah di kota S.
"Akira, selidiki anak itu ada di mana sekarang, cari penjaga panti yang dulu" perintah Kaneshiro dengan tegas
"Baik Tuan besar" jawab Akira dengan menunduk
"Kenapa setelah meninggalkannya masih saja ingin mencari, jika anak itu masih hidup seharusnya sudah berusia 30 tahun" batin Akira
"Apa yang di lakukan Kurashi belakangan ini? apakah dia bersama Mimi?"
"Tuan besar, tuan muda beberapa hari ini menemani nona Mimi di kediamannya" jawab Akita dengan sopan
"Aku berharap segera mendapatkan kabar baik dari mereka"
"Tuan besar, ingin nona Mimi cepat hamil?"
"Benar, jika dia hamil maka ayahnya tidak akan tiba-tiba membatalkan perjanjian ini, gadis itu menjadi banyak incaran pria di jepang, mereka semua sama-sama dari dunia mafia, dan memiliki prestasi yang luar biasa, semuanya ahli dalam bela diri dan masing-masing telah menjadi ketua mafia, aku hanya khawatir jika ayah Mimi tiba-tiba ingin menikahkan putrinya ke salah satu dari mereka"
"Tapi nona Mimi sangat menyukai tuan muda, apalagi mereka sudah tinggal bersama, jadi pernikahan ini pasti akan terjadi"
"Benar, selain kumpulan kita aku juga ingin mendapatkan posisi ketua di kumpulan ayah Mimi, jika Kurashi menikahinya maka itu sudah pasti menjadi milik Kurashi, setelah ayahnya Mimi meninggal maka aku akan mengambil ahli sebagai ketua" ucap Kaneshiro dengan berniat jahat
"Tuan besar, bukankah ingin membiarkan tuan muda yang menjadi ketua di kumpulan itu?"
"Selagi aku masih hidup ini masih milik ku"
"Lalu bagaimana dengan nona Mimi?"
"Yang ku inginkan hanyalah posisi ayahnya, jika gadis itu berani melawan walau di saat itu sudah menjadi menantu ku tetap akan ku bunuh, dia dan Kurashi hanya alat bagi ku untuk mendapatkan yang ku inginkan" jelas Kaneshiro dengan senyum jahat
__ADS_1