Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Perubahan Lavender


__ADS_3

Dua minggu kemudian


Pasar keramaian


Tuk...tuk...tuk....tuk..


"Bibi Mummy banguuuuun" teriak Lavender sambil mengedor pintu kamar Summy


Tuk...tuk....tuk...tuk..


"Bibi Mummy banguuuun" teriakan Lavender yang memenuhi satu ruangan rumah


"Lavendeeer, jangan berteriak terus, kenapa kau mengedor pintu begitu kuat seperti mau merampok saja" bentak Summy dengan kesal dan membuka pintu kamarnya


"Sudah pagi, kenapa Bibi masih belum bangun? aku mau makan ikan kecap, Bibi Mummy masakan" tanya Lavender


"Pagi kepala mu, ini baru pukul 2 kau sudah berteriak membangunkan ku hanya untuk memasak ikan kecap untuk mu" bentak Summy dengan emosi


"Tapi jam di kamar ku sudah pukul 5 pagi"


"Dasar ceroboh, jam itu sudah habis batereinya dan belum di ganti, pergi tidur sana jangan menganggu ku" ujar Summy dengan berpaling kembali ke kamarnya


"Bibi Mummy masakan ikan kecap" teriakan Lavender


"Apa kau gila ya? masih tengah malam kau sudah menyuruh ku masak ikan kecap untuk mu?"


"Kakek sudah mau pulang aku masih mau kasih ke kakek"


"Lavender, besok masih sempat untuk memasak, tuan Lion akan tiba di sore hari bukan pagi" jawab Summy dengan kesal


"Tapi Bibi masakan ya, aku sudah lupa cara masaknya, kakek Neon sangat suka makan ikan kecap, aku yakin di jepang dia pasti tidak makan masakan itu" pinta Lavender


"Iya...iya besok aku masakan untuk kakek


..? ucap Summy yang tiba-tiba terhenti


"Lavender, tadi kau memanggil ku apa?" tanya Summy yang baru menyadari sebutan Lavender tadi


"Bibi Mummy" jawab Lavender


"Dan...dan siapa nama ka..kakek mu?" tanya Summy yang mulai tertekan


"Kakek Neon"


"Siapa nama tunangan mu?"tanya Summy lagi


"Gorila hamil! Bibi, kenapa banyak bertanya padahal sudah tahu nama mereka?" tanya Lavender yang mulai kesal


"Iya Tuhan, jangan-jangan yang di depan ku ini adalah Lavender yang ceroboh itu, jadi kemana perginya Lavender yang dewasa itu?" gumam Summy yang mulai trauma


"Bibi, kenapa?"


"Ti..tidak, aku hanya sedang memikirkan bagaimana dengan nasib George setelah kalian menikah" jawab Summy sambil memeluk pintu kamarnya


"Bibi, kenapa memeluk pintu? apakah karena tidak ada pria yang mau di peluk makanya pintu dijadikan korban pelukan mu?" tanya Lavender dengan ceplas ceplos


"Lavender, apa kau demam?" tanya Summy yang memegang dahi keponakannya itu


"Bibi, aku sehat-sehat saja"

__ADS_1


"Iya, kau sama sekali tidak demam, aku yang demam" ujar Summy yang sedang tertekan


"Bibi, masakan yang lebih ikannya aku mau mengantar ke rumah gorila" pinta Lavender


"Baik...baik...besok bibi masakan" jawab Summy dengan menutup kembali pintu kamarnya,


Saat di dalam kamar Summy ingin berteriak dengan sekencang kencangnya akan tetapi hanya bisa menahan diri


"Kenapa dia berubah lagi? anak ini sangat aneh, sebelumnya dia sudah ahli dalam memasak bahkan dapur ku sudah aman, tapi hari ini dia sudah lupa cara memasaknya dan kembali seperti semula. Goerge, jika kau tahu Lavender yang anggun itu berubah lagi yang ceroboh itu apa kau akan menikahinya?" gumam Summy dengan menghelas nafas


Setelah Summy siap memasak maka Lavender pun membawa lauknya ke rumah George


Lavender berjalan dengan santai menuju ke rumah George Hamilton


"Lalalalala..Ups, rumah gorila ada tamu ya?" kata Lavender yang berjalan masuk ke dalam rumah George


Di saat masuk Lavender melihat Patrick, Shances, Tony dan Rocky sedang minum bersama di ruang tamu, dan Lavender pun menghampiri menyapa mereka dengan ramah


"Hai...kakak Pistol, kakak Sandal, kakak Koky dan kakak Goni" sapaan Lavender yang dengan nada tinggi


"Uhuk....uhuk...uhuk...uhuk" suara batuk mereka berempat yang mendengar nama panggilan mereka yang di panggil oleh Lavender


"No..nona, kau datang" ucap Tony


"Kakak Goni, di mana ketua kalian?" tanya Lavender


"Hah...go..goni?" ucap Tony dengan heran


"Ketua ada di kamarnya, Nona" jawab Patrick


"Kakak Pistol, kalian nanti makan bersama ya aku ada membawa lauk lebih" ujar Lavender dengan menarohkan rantangan yang berisi lauk di atas meja tamu itu


"Aku ingin memanggil ketua kalian dulu" kata Lavender


Mereka yang kebinggunan dengan sebutan Lavender hanya bisa diam dan menghela nafas dan kemudian mereka pun melanjutkan minum bear yang di gelas mereka


Lavender yang ingin memanggil Goerge dengan santainya dia berteriak dengan nada memenuhi satu ruangan besar dan luas itu dari lantai dasar di ruangan tamu


"GORILA HAMIIIIIIIIIIIIIL......"teriakan Lavender yang mengema satu ruangan hingga menembus ke kamar George


Byur...


Empat anggota George yang saling menyembur minuman mereka karena di kejutkan oleh teriakan dan sebutan Lavender


"Uhuk...uhuk...uhuk....uhuk...uhuk...uhuk" suara batuk mereka semua


"Apa kalian baik-baik saja? kenapa dari tadi kalian batuk terus?"tanya Lavender yang tidak menyadari apa-apa


"Tidak apa-apa, Nona" jawab Shances


"Kakak sandal, jangan minum banyak-banyak nanti bahaya" ucap Lavender yang tidak sadar dengan ucapannya


"San..sandal? nama ku Shances, Nona"


"Lavender, apa kau berteriak tadi?" tanya George yang turun dari lantai dua


"Aku memanggil mu kau tidak menjawab ku" jawab Lavender


"Kenapa kau tidak ke kamar ku saja, kau berteriak seperti ini hampir saja membuat ku kena serangan jantung" ujar George yang menghampiri Lavender

__ADS_1


"Bibi Mummy memasak lauk, makanya aku ingin mengajak kalian makan bersama" jawab Lavender


"Ketua" sapa serentak mereka berempat dengan berdiri


"Bibi Mummy? Lavender, tadi aku sepertinya mendengar mu memanggil ku Gorila hamil?" tanya George dengan heran


"Iya, kenapa?'


"Ti...tidak apa-apa" jawab George dengan terbata


"Ketua, bukan itu saja nama ku juga berubah menjadi pistol lagi" ucap Patrick dengan mengeleng kepala


"Nama ku Goni" kata Tony dengan menarik nafas panjang


"Dan namaku Koky" kata Rocky dengan binggung


"Namaku Sandal" ujar Shances dengan mengaruk kepalanya


"Ada apa dengan kalian? kenapa kalian sepertinya ada masalah?" tanya Lavender dengan memerhatikan reaksi mereka


"Hah..ti..tidak ada, Nona" jawab serentak mereka dengan senyum


"Apakah Lavender seperti dulu yang ceroboh itu? reaksinya dan penampilannya beda dengan kemarin, penampilan hari ini sama seperti dulu, tidak peduli dia yang ceroboh atau yang dewasa aku tetap suka" batin George


"Ada apa denganmu kenapa menatap ku terus?" tanya Lavender dengan heran


"Tidak ada, aku hanya merindukan mu saja, mari kita makan bersama" jawab George dengan senyum


Di siang itu mereka makan bersama di ruang makan, George memerhatikan tunangannya itu selama makan siang bersama, tentu saja perubahan yang terjadi pada Lavender membuat George menjadi penasaran


"Kakek ku akan sampai sore nanti" kata Lavender dengan menyantap makanannya


"Apa ada kabar dari ketua Anderson? apakah dia akan hadir?" tanya George


"Kakek mengatakan kemungkinan besar ketua Sonson tidak hadir, karena ingin langsung berangkat ke Los angeles" jawab Lavender


"Lavender namanya ketua mafia no 1 adalah Anderson bukan Sonson" jelas George


"Sore temani aku pulang ke rumah kakek, aku ingin menjemput lauk di toko dulu" ujar Lavender


"Baiklah, aku akan menemani mu, apa kau suka dengan gaun pengantin kemarin?" tanya George


"Suka, gaunnya cantik, setelah menikah apa bisa di jual lagi?" tanya Lavender dengan polos


"Jual? kenapa harus di jual?"


"Hanya pakai sekali saja untuk apa di simpan?"


"Itu adalah kenangan kita, jadi tidak bisa di jual, gadis nakal" jawab George dengan senyum


"Apakah suatu saat jika aku mau menikah lagi aku bisa memakainya lagi dan tidak perlu beli baru lagi?" tanya Lavender dengan ceplas ceplos


Mendengar ucapan Lavender, Patrick dan lainnya hanya bisa diam seribu bahasa sambil menyantap makanannya


"Apa maksud mu menikah lagi? apa aku seorang tidak cukup untukmu?"


"Aku hanya bertanya saja, untuk apa kau marah, jika kau mau menikah lagi aku juga akan menikah lagi" jawab Lavender dengan santai


"Kau benar-benar ingin memancing emosiku, lihat saja nanti bagaimana aku menghajar mu" ujar George dengan menyubit wajah Lavender

__ADS_1


"Aku harus mencari dokter Ferry untuk menanyakan kondisi Lavender, kenapa bisa begini? aku berharap ini bukan suatu penyakit, jika tidak aku benar-benar khawatir dengannya" batin George


__ADS_2