Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Musuh lama telah kembali


__ADS_3

"Tuan macan tutul, tidak perlu tahu nama ku, aku hanyalah wanita yang suka menindas pria tidak berguna seperti mereka" Jawab Lavender dengan kesal


"Berani sekali mengejek bos kami, Apa kau sudah bosan hidup?" Bentak Anggota nya dengan kesal


"Hahahha...gadis muda, melihat sifat mu ini sangat mirip dengan teman lama ku, dia seperti diri mu yang sangat berani, jika bukan karena anaknya sudah meninggal maka aku akan mengira jika diri mu adalah anaknya" Jelas pria itu dengan santai


"Tuan macan tutul, ini tidak ada hubungannya dengan ku. dan aku juga tidak peduli siapa teman mu itu. anda harus bertanggung jawab pada semua kejadian hari ini." Kata Lavender yang menghampiri dan memapah Nenek itu yang sedang duduk di lantai


" Nenek, apa kaki mu baik-baik saja?"


"Hanya luka ringan tidak apa-apa" Jawab Nenek yang menahan sakit


"Tuan macan tutul, anda sudah melihatkan ? luka di kaki Nenek terluka karena di dorong mereka,"


"Baiklah, Nona, aku sebagai Bos mereka aku akan bertanggung jawab sepenuhnya, dan selain itu aku akan menghukum mereka." Kata Pria itu dengan sambil memberi kode ke arah anggotanya yang tadi membuat masalah itu


"Kalian cepat minta maaf pada Nenek ini" perintah pria itu dengan tegas


"Nenek, maafkan kami" Ucap serentak 2 anggota itu dengan menunduk


"Nenek, ini adalah biaya pengobatan dan biaya ganti rugi yang telah kami rusakkan tadi" Ucap dua pria itu dengan memberikan uang kepada Nenek itu


"Tidak apa-apa, nenek sudah tidak apa-apa" Balas ucap nenek itu dengan segan dan menolak mengambil uang itu


"Nenek, ambil saja uangnya, mereka telah melukai mu, lagi pula jika salah memang harus bertanggung jawab apa lagi mereka adalah pria" Sambung Lavender yang mengambil uang dari tangan pria itu dan menarohkan tangan ke Nenek itu


"Maaf, atas kejadian tidak menyenangkan hari ini" Ucap Bos mereka dengan senyum


"Sudah Tuan, Aku sudah tidak apa-apa" Kata Nenek itu dengan senyum


"Nenek, aku mengantar mu ke rumah sakit dulu ya" Ujar Lavender yang memapah Nenek itu sambil berjalan


Setelah beberapa menit kemudian mereka semua meninggalkan tempat itu.


Pria paruh baya itu yang tidak lain adalah Ketua geng mafia yang di nama kan Macan Serigala karena sifatnya yang kejam dan ego serta suka menindas sesiapa pun yang berani menyinggungnya, selain itu Macan serigala ini di kenal sangat menyukai bermain wanita dan juga merebut apa saja yang dia suka, termasuk wanita yang telah memiliki suami.


Bruk...bruk...bruk...bruk...bruk..


Tendangan serentak dari 6 anggota lainnya yang menyiksa 2 anggotanya tadi yang menindas Nenek itu


"Aarghhttt..."


"Aarrggttt.."


Teriakan Dua pria yang menyiksa Nenek tadi..

__ADS_1


"Memalukan, kalian telah memalukan ku, aku harus di marahin oleh wanita itu, aku sebagai Ketua geng karena ulah kalian aku harus menanggung malu, selama ini hanya aku saja yang menindas dan memarahi orang dan belum pernah ada yang berani membentak ku" Ketus Macan dengan kesal


"Bos, apa perlu kita memberikan pelajaran pada wanita tadi? dia sangat keterlaluan" Tanya salah satu anggota lainnya


"Tidak perlu, jika bukan karena wajahnya mirip seseorang wanita itu pasti sudah ku habisi tadi" Ketus Macan dengan kesal


"Hajar mereka karena telah membuat ku malu" Perintah Macan yang masuk ke mobilnya


"Di usia ku yang sudah 60 tahun harus menerima bentakan dari wanita itu, dasar wanita tidak tahu diri , hari ini aku lupakan kejadian ini tapi tidak untuk lain kali." Batin Macan dengan dengan kesal


"Bibi, aku pulang" Panggil Lavender yang baru masuk ke tokonya


"Ke mana kamu pergi lagi? apa nyasar lagi?" Tanya Summy


"Aku baru berkelahi dengan 2 pria"


"Berkelahi? kenapa kamu berkelahi dengan mereka?"


"Mereka menindas Nenek yang jualan di tepi jalan sampai luka di kakinya"Jelas Lavender yang duduk di kursi


"Itu memang pantas kau menghajar mereka, mereka sudah keterlaluan" Kata Summy


"Iya, dan kemudian Bos mereka datang, dan ganti rugi biaya dan barang yang di rusakkan oleh anak buahnya" Ujar Lavender


"Siapa mereka?"


"Ma-macan tutul? mana ada orang yang namanya aneh seperti ini"


"Anak buahnya yang mengatakannya seperti itu, Bi."


"Kau pasti salah sebut nama lagi, apa mereka dari sebuah gang lagi?"


"Sepertinya iya, Bos mereka kelihatan seperti penjahat. senyumannya juga jahat"


"Lavender, lain kali kalau bertemu dengan mereka lagi jauhkan diri dari mereka, semua mafia kau jangan terlalu dekat dengan mereka"


"Bi, tapi Tuan Gorila Hamil sama Kakek Neon orang baik"


"Bibi tahu, tapi mereka tetap adalah mafia, Bibi hanya tidak mau kau terlibat lagi baku tembak dengan mereka ini sangat bahaya, diri mu adalah orang biasa jadi jangan membuat diri mu dalam bahaya" Kata Summy dengan tegas


"Iya, Bi. aku mengerti" Jawab Lavender


"Tapi Bibi penasaran bagaimana cara kamu memberi pelajaran pada dua pria itu?" Tanya Summy yang penasaran pada ulah keponakannya itu


"Aku meninju matanya dan dan menendang bolanya" Jawab Lavender dengan santai

__ADS_1


"Bola? maksud mu bola mata?"


"Bukan, Bi. tapi bola kastinya yang bagian bawah itu" Jawab Lavender yang ceplas ceplos


"Lalu yang satu lagi?"


"Aku menginjak kakinya dan menginjak tangannya. sangat seru, Bi." Jawab Lavender dengan menunjukan gayanya sedang memberi pelajaran pada pria tadi


"Ah...sudah, sudah, jangan menunjukkan gaya mu lagi, kamu adalah anak gadis ini tidak sesuai untuk mu"


"Bibi, karena aku anak gadis makanya aku harus bela diri"


"Kenapa sikap mu mirip sekali dengan ayah dan ibu mu yang suka berkelahi" Ucap Summy yang keceplosan


"Apa? apa mereka juga jago berkelahi, Bi?"


"Tidak, tidak. Bibi hanya sembarangan bicara" jawab Summy dengan mengelak


"Bibi, Papa dan Mama ku kerja apa, Bi?"


"Mereka hanya pedagang biasa" Jawab Summy dengan mengelak


"Lalu apa aku masih memiliki Kakek atau Nenek?"


"Kamu masih mempunyai seorang Kakek hanya saja Bibi tidak tahu dia di mana"


"Kakek dari pihak mana?"


"Dari Mama mu, memang kamu pernah mendengar jika Ayah Bibi mu ini masih ada?"


"Apa Bibi bisa beritahu ku nama Kakek siapa?"


"Sudah lama, makanya Bibi sudah tidak ingat"


"Kenapa, Bibi. bisa lupa?"


"Bibi jarang bertemu dengannya di saat dulu, sudah Bibi mau ke dapur dulu" Jawab Summy yang berjalan ke arah dapur


"Jika anak ini tahu nama Kakeknya maka ini sama saja membahayakannya, kecuali jika aku bisa bertemu dengan Tuan Lion maka aku bisa langsung satukan Kakek dan cucu ini, setidaknya anak ni bisa mendapatkan perlindungan dari Kakeknya, apa Tuan Lion masih sebagai Ketua mafia atau sudah meninggal ? sudah begitu lama tidak ada kabarnya " Batin Summy yang merasa khawatir


Kediaman Lion


"Ketua besar" Sapa salah satu anggota rahasia Lion


"Bagaimana?" Tanya Lion yang sedang menyeduh teh di halamannya

__ADS_1


"Ketua besar, pria itu muncul lagi, sepertinya dia baru kembali ke kota ini" Jawab Anggotanya dengan sopan


"Dia kembali? apa ada urusan lagi dia di sini?"


__ADS_2