
Baku tembak terjadi di jalan besar itu sehingga terjadinya kemacetan mobil, orang-orang pada meninggalkan mobil mereka dan memilih lari meninggalkan tempat yang terjadinya aksi penembakan tersebut
Karena jumlah di pihak Lion lebih unggul maka anggota Akira sebagian telah tewas
Karena telah kalah jumlah maka anggota Kurashi mengambil bom dari tangan Kurashi dan mengaktifkan waktu dan melempar ke tempat yang di mana George dan Lavender berdiri, lemparan bom dari anggota Kurashi pas jatuh di depan George dan Lavender
Alih alih takut Lavender malah mengutip bom yang selama ini di anggap mainan baginya dan melemparkan kembali ke arah anggota Akira sehingga terjadilah ledakan besar
"Rasakan lemparan ku, hiaaaak" teriakkan Lavender dengan melemparkan bomnya ke arah Akira dan anggota Kurashi
"Lariiiii" teriak Akira bersama sisa beberapa anggotanya di saat melihat bom mengarah ke tempat mereka
Duar....duar....duar.....duar.....duar.....duar....
Ledakan terjadi mengenai mobil yang sedang parkir di deretan sana
"Aarrrtggtthhh" teriakan Akira dan anggotanya terkena ledakan itu, Akira terluka parah sementara anggotanya tewas hingga tidak tersisa
Bieber dan Kelvin langsung mendorong kursi roda Lion menjauh dari ledakkan itu, sementara George menarik Lavender dan melindunginya dari serpihan mobil dari ledakan tersebut.
Duar....duar....duar....duar.....duar....duar...
Bunyi ledakkan besar yang semakin menjalar ke mobil lainnya. serpihan-serpihan mobil itu terbang kemana-mana, di saat semua orang sedang terlungkup sambil menutup kepala mereka karena ledakan itu, Lavender malah melepaskan diri dari pegangan George dengan sambil meloncat-loncat kegirangan
"Horeeeee, aku menang..woiiiiii...rasakan bomnya, ingin meledakkan ku tidak semudah itu" teriak Lavender yang meloncat kegirangan melihat semua anggota Akira tewas yang tubuhnya hancur berkecai
"Apa kau sudah gila ya?" bentak George dengan kesal melihat tingkah gadis itu dan menariknya menjauh dari lokasi ledakkan itu
"Hah..ternyata bomnya sangat kuat" kata Lavender yang dalam perlindungan George
Duar...duar....duar....duar....duar....duar....duar...duar...
Bunyi ledakkan yang menjalar ke semua mobil yang sedang parkir di tepi jalan itu sehingga habis tidak tersisa satu pun
"Ternyata bisa meledakkan begitu banyak mobil. tenaga bomnya sangat kuat" kata Lavender dengan kebinggunan
"Apa kau yakin tidak terluka?" tanya George dengan khawatir
"Aku tidak apa-apa, tapi mereka sudah menjadi ayam cincang" jawab Lavender dengan menunjukkan ke arah ledakkan itu
__ADS_1
Ledakkan itu telah menghancurkan puluhan mobil, dan menewaskan beberapa anggota Akira, sementara Akira sendiri terluka berat di seluruh tubuhnya terkena serpihan kaca mobil
"Tuan muda" panggil Akira yang berjalan dengan pelan karena sakit yang dia rasakan
"Tuan muda, tuan muda" panggil Akira dengan menepuk pelan Kurashi yang telah pingsan
Kurashi mengalami luka tembak dan ledakkan yang menghantam kepalanya sehingga mengeluarkan banyak darah yang membuatnya tidak sadarkan diri
"Lavender, George, apa kalian baik-baik saja?" tanya Lion
"Kakek, kami baik-baik saja, ini semua karena ulah si nakal ini semua mobil jadi hancur berantakkan" jawab George
"Jangan salahkan aku, aku hanya menyelamatkan kita semua" jawab Lavender
"Apa kau sadar jika aksi mu tadi sangat membahayakan mu" ucap George dengan merasa cemas
"Waktunya belum tiba jadi masih sempat kembalikan ke mereka" jawab Lavender santai
"Kau masih bisa begitu santai, bom ini bisa meledakkan tubuh mu, apa kau mengerti?" tanya George dengan nada emosi
"Wooiii..Gorila Hamil, kenapa kau membentak ku? kau lihat saja mereka yang meledak bukan aku, lagi pula jika aku tidak mengembalikan ke mereka maka mereka tidak akan cepat mati" ujar Lavender kesal
"Jangan menyalahkan ku, kau lihat saja aku berhasil meledakkan mereka semua dan juga semua mobil itu sampai tidak tersisa"
"Apa kau merasa bangga karena kau berhasil menyebabkan puluhan mobil itu hancur?"
"Iya"
"Lavender, George benar ini sangat bahaya, seharusnya tadi kau harus lari dan jangan mengambil bom itu, waktunya hanya hitungan detik, jika kau terlambat satu detik saja maka semua akan berakhir" ucap Lion
"Kakek, tenang saja, cucu mu ini ada 9 nyawa, jadi tidak akan cepat mati, lagi pula ini bukan pertama kali aku pegang bom" jawab Lavender dengan merasa bangga
"Percuma bicara dengan mu, kau tidak pernah dengar" bentak George yang kesal dengan mengangkat tubuh Lavender ke pundaknya sambil berjalan meninggalkan lokasi itu. dengan di ikuti oleh Lion dan anggotanya
"Woiiiii...turunkan akuuuuu" teriakan Lavender
Plak...
"Woii..jangan memukul bokong ku" teriakan Lavender dengan kesal
__ADS_1
"Kau anggap bom itu adalah mainan mu anggap ini adalah hukuman untuk mu" jawab George sambil memukul bokong Lavender berkali-kali
Plak...plak...plak...plak...
"Woiiiiii..hentikaaan jangan memukul ku terus" teriak Lavender yang di pundak George sehingga membuatnya tidak bisa melawan
"Kakeeeekkkk, cucu mu di tindas kenapa kakek diam saja" teriakan Lavender dengan nada tinggi
"George tidak salah, dia hanya demi kebaikan mu saja, jadi Kakek tidak bisa menyalahkan dia" jawab Lion dengan senyum
"Kakek, berat sebelah aku adalah cucu kandung mu, tapi kakek malah membelanya, aku tidak puaaaaasss" teriak Lavender kesal
"Apa kau sudah bisa diam? di satu jalan ini di penuhi dengan suara mu" ucap George sambil berjalan ke arah mobilnya
"Turunkan aku cepaaaatt" teriak Lavender dengan emosi
"Kakek, tolong aku"
"Kakek tidak bisa menolong mu, tangan mu sangat jahil, jadi biarkan George yang menjinakkan mu" jawab Lion dengan senyum
"Menjinakkan ku? kakek kalau tidak mau membantu ku maka aku akan putuskan hubungan dengan mu" teriak Lavender dengan meronta-ronta
"Lakukan saja, tidak apa-apa" jawab Lion dengam bercanda
"Aku akan melakukannya" ketus Lavender
"Iya, lakukan saja, lagi pula George tetap akan menjinakkan mu walau kau putuskan hubungan kita" jawab Lion dengan tertawa lucu
"Kalian semua jahaaat" teriak Lavender dengan nada tinggi
"Apa kau tidak capek berteriak terus?" tanya George yang sedang berjalan
"Gorila Hamil, cepat turunkan aku. jika tidak aku akan meledakkan kediaman mu dan markas mu" teriak Lavender dengan ancaman
"Kakek, jangan menyesal jika aku meledakkan kediaman orang dan di saat itu kakek harus ganti rugiiiii" teriak Lavender yang sedang emosi
"Gorila Hamil, jangan sampai aku ada kesempatan membalas mu jika tidak nasib mu akan seperti si kura-kura itu" teriakkan Lavender yang mengoceh tanpa berhenti
Lion hanya tersenyum di saat melihat George sedang mengangkat Lavender di pundaknya, sambil tertawa lucu mendengar ocehan cucu kesayangannya itu
__ADS_1
Sementara George hanya diam seribu bahasa mendengar kicauan Lavender di sepanjang jalan