Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
makan bersama


__ADS_3

Sesuai perintah dan peraturan kumpulan Lion, Girvanlo harus patuh menerima hukuman 30 pukulan dan berlutut selama seharian..


"Lavender, kejadian ini telah membuat mu tidak bisa berjualan, ini semua salah ku karena tidak bisa mengawasi mereka dengan baik" Ucap Lion dengan rasa bersalah


"Kakek, jangan mengatakan seperti itu, ini adalah salah mereka, lagi pula mereka juga sudah mendapatkan pelajaran" Jawab Lavender


"Hari ni kalian ada di sini, bagaimana jika kita makan siang bersama?" Ajak Lion dengan melihat ke arah Lavender dan George


"Bisa juga. Kakek, sudah menawarkan maka aku akan mengaturnya" Kata George dengan sopan


Di siang itu mereka bertiga makan bersama di sebuah restoran yang telah di pesan oleh George


Hubungan antara Lion dan George bagaikan cucu dan Kakek, bagi Lion George adalah pemuda yang bisa di harapkan oleh karena itu Lion selama ini hanya percaya pada George Hamilton.


"Lavender, apa makanan kesukaan mu? silahkan pesan saja, hari ini Kakek akan mentraktir kalian berdua karena kemarin kalian telah menyelamatkan ku" Kata Lion dengan senyum


"Kakek, kalau begitu maka aku tidak akan segan lagi, aku ingin makan daging kecap" Jawab Lavender dengan terus terang


Mendengar jawaban Lavender membuat Lion menatapnya tanpa berkedip dan terdiam sejenak.


"Kakek, ada apa?" Tanya George yang heran melihat reaksi Lion


"Tidak ada apa-apa" Jawab Lion dengan singkat


"Pesan apa yang kalian suka" Ucap Lion yang sambil melihat menu makanan


Setelah beberapa menit kemudian hidangan telah di sajikan..di meja itu di sajikan makanan kesukaan Lion dan Lavender


"Kakek, ini hampir sama dengan lauk kesukaan ku" Ucap Lavender yang melihat lauk yang di hadapannya


"Lavender, selain daging kecap apa makanan kesukaaan mu?" Tanya Lion yang sambil menyantap makanannya


"Ayam kecap dan ikan kecap" Jawab Lavender Dengan cepat


"Kenapa bisa kebetulan sekali" Batin Lion dengan heran


"Semua makanan mu adalah kecap?" Tanya George dengan penasaran


"Iya, Bibi ku pemasak yang hebat, dia juga belajar dari Mama ku, makanya masakan kecapnya sangat wangi" Jelas Lavender sambil sibuk dengan santapannya

__ADS_1


"Mendengar perkataan mu kelihatannya Kakek harus sekali-kali mengunjung toko makanan mu" Jawab Lion dengan senyum


"Kakek, datang saja aku yakin Kakek pasti tidak akan kecewa dengan rasanya, semua bahan yang Bibi gunakan semua yang berkualitas" Jelas Lavender dengan senang


"Baiklah, jika ada waktu maka Kakek akan mengunjung toko kalian" Jawab Lion dengan santai


"Lalu dari kecil apakah Lavender sudah belajar memasak?"Tanya Lion dengan penasaran


"Sudah" Jawab Lavender dengan singkat


"Lalu sudah berapa macam lauk yang kamu bisa masak?" tanya Lion dengan senyum


"Berapa macam ya? sepertinya sudah banyak macam" Jawab Lavender sambil menghitung pakai jarinya


"Berarti kamu sudah mahir jika sudah banyak macam lauk yang bisa kamu hidangkan" Kata Lion


"Bukan Kek, maksud ku adalah sudah banyak macam lauk yang ku pelajari tapi gagal semua" Jawab Lavender yang ceplas ceplos


Uhuk...uhuk...uhuk...


"Gorila hamil, kalau makan jangan terburu-buru" Kata Lavender sambil mengelus punggung George


"Hahahaha..kenapa bisa begitu?" Tanya Lion dengan merasa lucu


"Aku menghitung berapa kali kegagalan ku " Jawab Lavender dengan santai


"Selain nyasar dan salah sebut nama kelihatannya kau tidak memiliki keahlian lain" Kata George sambil menyantap makanannya


"Bibi ku tidak izinkan aku masuk ke dapur lagi" Jelas Lavender


"Kenapa?" Tanya serentak Lion dan George


"Karena belajar masak aku hampir meledakkan dapur Bibi ku" Jawab Lavender dengan terus terang


"Hahahaha...kau unik sekali, aku yakin Bibi mu pasti sangat menyayangi mu" Sebut Lion dengan senyum


"Iya, walau Bibi ku galak tapi dia sangat sayang pada ku" jawab Lavender


setelah 2 jam makan bersama mereka pun meninggalkan restoran tersebut, George menghantar Lavender pulang ke tokonya. sementara Lion pulang ke rumahnya dengan di temani oleh anggotanya

__ADS_1


di malam hari.


Di malam itu Lion berada di kamarnya sendirian sambil melihat foto keluarga di saat dia masih muda dulu. di foto itu Lion bersama Merliza, Robert dan cucunya yang masih beberapa bulan.


Foto itu adalah foto kenangan bagi Lion. putri semata wayangnya harus meninggalkan Lion akibat ledakkan tersebut di 20 tahun yang lalu.


"Merliza, Papa kenal seorang gadis yang sangat mirip dengan mu, mata dan wajahnya sangat mirip dengan mu, dan makanan kesukaan kalian juga sama, apa ini hanya kebetulan saja? dan sifatnya yang tidak mau kalah sangat mirip dengan mu dan Robert, keberaniannya yang tidak takut mati sangat mirip dengan ku" Kata Lion sambil melihat keluarga itu


"Ketua besar" Sapa Bieber yang masuk ke kamar itu


"Bieber, ada apa?"


"Setelah kembali kenapa Ketua seperti ada masalah?"


"Gadis itu membuat ku mengingat pada Merliza, setiap melihatnya membuat ku merasakan ada perasaan lain pada anak ini" Jawab Lion


"Ketua besar, maaf jika saya lancang, bagaimana pun ini hanya kebetulan, harap, Ketua besar jangan di pikirkan" Kata Bieber dengan sopan


"Di ledakan itu aku menemukan cincin cucu ku, jika bukan karena cincin itu aku pasti mengira jika cucu ku masih hidup, cincin itu melingkar tulang jari kecil, karena itulah aku yakin cucuku sudah tewas dalam ledakan itu juga" Jelas Lion dengan mengingat masa lalu


"Ketua besar, jangan bersedih, jika kehadiran gadis itu membuat anda sedih maka jangan bertemu dengannya lagi" Bujuk Bieber yang khawatir


"Lavender hanyalah kebetulan saja, gadis itu sangat menyenangkan ku, kami seperti ada ikatan yang dalam, walau dia bukan cucu ku tapi dia memberi ku perasaan nyaman, melihatnya seperti melihat putri ku sendiri" Jelas Lion


"Ketua besar,ada satu hal yang saya ingin tanyakan?"


"Tanya saja, ada apa?"


"Kalung keluarga Ketua besar kenapa bisa hilang di ledakkan itu? semasa hidup bukankah Nona Merliza ada memakainya setiap saat, dan setelah ledakkan itu selain tulang dan cincin nona kecil, hanya kalung itu yang hilang" Tanya Bieber dengan penasaran


"Apa mungkin ada yang datang sebelum kita di saat itu?" Sebut Lion


"Untuk apa orang itu mengambil kalung itu? kalung itu adalah kalung keluarga Lion" Ujar Bieber dengan penasaran


"Jika Teves pelakunya bisa jadi dia datang setelah ledakan sebelum kita tiba, tapi untuk apa dia mengambil kalung itu? itu tidak berguna baginya"Ucap Lion dengan penasaran


"Kalung itu di dunia ini hanya ada 2. dan hanya di pakai oleh Ketua dan Nona Merliza, kalung khusus di buat untuk ahli keluarga Lion" Jelas Bieber


"Siapa pun yang memiliki kalung itu akan ku bunuh dengan tangan ku sendiri" Ketus Lion dengan kesal

__ADS_1


Hachiukkkk...hachiukkk...hachiukkkk


"Brengs*k mana yang mengomongin ku kenapa aku bersin terus dari tadi" Bentak Lavender yang kesal sambil mengosok baju bibinya sehingga koyak


__ADS_2