
Kaneshiro telah mendapatkan kabarnya jika semua anggota yang di utuskan tewas tidak tersisa, tentu saja kabar ini membuatnya marah besar
Prakkkk
"Tidak berguna, semua tidak berguna, hanya seorang wanita yang tidak bisa ilmu bela diri saja kalian bisa gagal menangkapnya" bentak Kaneshiro dengan kesal sambil melihat ke arah Erick
"Tuan besar, yang ingin menangkapnya bukan hanya kita, masih ada muncul kumpulan lain, tidak tahu siapa mereka tapi terjadi baku tembak di antara anggota kita dan mereka, Patrick dan Rocky bertanggung jawab menjaga wanita itu, Patrick dan anggota lain melawan anggota kita dan kumpulan lain itu, sementara Rocky membawa wanita itu lari" jelas Erick
"Kumpulan lain? siapa mereka? kenapa wanita itu bisa menyinggung kumpulan lain?" ujar Kaneshiro
"Salah satu adalah orang jepang, tapi aku tidak mengenalnya" jawab Erick dengan sopan
"Orang jepang? wanita ini hebat sekali bisa saja mengusik dua kumpulan asal jepang" kata Kaneshrio
"George Hamilton membawa anggotanya datang membunuh kumpulan kita dan kumpulan mereka" lanjut Erick
"Wanita ini sangat bernasib baik, ada dua kumpulan yang ingin menangkapnya tapi masih saja gagal, aku sangat tidak sabar ingin menyiksanya di depan George Hamilton dan Lion" ujar Kaneshiro dengan penuh kebencian
"Selidiki siapa kumpulan itu, jika dari jepang tidak mungkin aku tidak mengenalnya" perintah Kaneshiro
"Baik Tuan besar" jawab Erick dengan hormat
Rumah sakit
Di sisi lain Mimi yang sama-sama gagal merasa sangat tidak puas dengan tanpa hasil dari anggotanya, semua anggota termasuk Moshi telah tewas di bunuh
Mimi yang sedang duduk di samping ranjang menjaga Kurashi merasa kebencian yang sangat mendalam di saat mengetahui jika semua anggotanya telah gagal menjalankan tugas
"Kenapa bisa begini? aku sangat tidak puas, sehebat apa dia sehingga tidak bisa menangkapnya, aku ingin melihat dengan mata sendiri" batin Mimi
"Kakak, aku hanya bisa mengambil nyawanya demi diri ku sendiri, jika dia masih hidup maka kau pasti akan selalu ingat padanya" batin Mimi
"Kakak, apa kamu membenci ku?" tanya Mimi yang sedang melihat ke arah Kurashi yang duduk diam tanpa bicara
"Katakan padaku bagian mana yang sakit di tubuh mu itu? aku akan merawat mu, aku adalah ibu dari anak mu, jangan mengabaikan ku" ujar Mimi dengan merasa sedih
Kurashi sama sekali tidak mau berbicara selama di rumah sakit, tentu saja ini membuat Mimi semakin benci dan dendam terhadap Lavender
__ADS_1
"Kakak, apakah jika dia yang di sini maka kamu akan bicara? siapa dia bagi mu? dan siapa aku bagi mu? selama ini dia tanpa ragu ingin membunuh mu, jika dia menyukai mu mana mungkin dia tega melukai mu, apa kau tidak cukup hancur di buatnya? sedangkan aku tidak pernah bersalah pada mu tapi kamu mengabaikan ku terus, salah ku di mana? aku adalah putri mafia jepang dan aku hamil anak mu di saat aku belum menikah, apa kamu ada pikirkan perasaan ku? bagaimana jika orang luar tahu bahwa aku telah hamil anak di luar nikah? maka nama baik ayah ku dan aku akan sama-sama tercemar" kata Mimi dengan menangis
"Apa dia istimewa? apa dia lebih cantik dari ku? apa dia lebih dari ku? sehingga mampu membuat mu tergila-gila padanya" ujar Mimi dengan mengeluarkan air mata
Karena melihat Kurashi hanya diam tanpa melihatnya, Mimi pun merasakan sakit yang terpendam lalu dirinya keluar dari kamar itu dan menangis dengan histeris
"Lavender yang kau suka? Lavender yang kau peduli? aku mau tahu seberapa pentingnya wanita itu bagi mu" gumam Mimi
Kediaman Lion
Setelah dari hutan George membawa Lavender ke rumah Lion karena permintaan gadis itu
Di saat di dalam rumah kakeknya Lavender bukan saja tidak istirahat melainkan menunjukkan gaya-gayanya saat melawan musuh-musuhnya saat di hutan
"Hiak...hiak...hiak...ini caranya aku melawan mereka, Kek" ucap Lavender sambil menunjukkan gayanya
"Hahahahahah...pintar. cucu ku memang pintar. Lavender, kau memang sangat luar biasa kemana pun kau pergi kau pasti menghebohkan tempat itu, bahkan kau mampu membangunkan buaya yang sedang tidur" kata Lion dengan seraya bercanda
"Kakek, buaya itu tiba-tiba muncul tidak tahu dari mana, tatapannya sangat menakutkan dan paling parahnya kecoak juga bekerjasama dengannya untuk mengejar ku" jawab Lavender
"Lavender, apa kau tidak bisa duduk diam? bukankah tadi kau kelelahan dan kedinginan kenapa di saat sampai ke sini kau malah seperti monyet saja" ujar George yang menarik lengan Lavender dan duduk di sampingnya
"Kakek, lain kali aku tidak mau lagi masuk ke hutan dan ke sungai, aku mau di udara saja" kata Lavender
"Bukan di udara tapi di darat" ujar George dengan menyubit wajah Lavender
"Lavender, beruntung kali ini kau tidak apa-apa, jika tidak Kakek pasti akan menghancurkan mereka" ujar Lion
Mendengar ucapan Lion, Lavender merasa semangat dan menghampiri Kakeknya
"Kakek...kakek, kalau mau menghancurkan mereka jangan lupa mengajak ku" ucap Lavender dengan penuh semangat
"Gadis ceroboh, ini peperangan antara kumpulan mafia dan tidak bisa main-main" ujar George yang sedang duduk di sofa
"Aku juga mafia, dan aku ingin meledakkan mereka semua, jadi jangan melupakan aku di saat ingin berperang" jawab Lavender
"Kau benar-benar tidak takut apa pun" kata Lion dengan mengeleng kepala
__ADS_1
"Jika aku takut maka aku bisa bernyanyi untuk menghilangkan rasa takut, seperti aku berada di sungai" jelas Lavender
"Air sungai begitu deras tapi kau malah bisa bernyanyi, kakek tidak tahu ingin memuji mu atau menertawakan mu" ucap Lion dengan senyum
"Kakek, cucu mu ini tidak takut apa pun,dan aku ingin belajar bela diri, kakek ajarkan aku"
"Bela diri?" tanya Lion
"Lavender, jika kau belajar ilmu bela diri maka para dokter di kota ini akan lebih sibuk karena ulah mu" kata George
"Kenapa?" tanya Lavender dengan menoleh ke arah George
"Sebelum kau belajar saja sudah berapa orang yang masuk rumah sakit karena ulah mu" jawab George
"Itu aku hanya melindungi diri ku sendiri, jadi bukan salah ku" jawab Lavender dengan membela diri
"Lavender, kelak kamu harus berhati-hati, sekarang ada dua kumpulan menginginkan mu, tidak tahu seterusnya apa lagi yang akan mereka lakukan" ujar Lion
"Kakek, aku tidak takut, aku hanya takut jika mereka berhasil menangkap ku maka mereka akan mengunakan ku untuk mengancam mu, Kek" ucap Lavender
"Kakek lebih khawatir jika mereka menyakiti mu" kata Lion
"Jangan khawatir sama aku, Kek. aku bisa melawan mereka" jawab Lavender dengan yakin
"Gadis nakal ini akan menyusahkan mereka yang menangkapnya" ujar George dengan senyum
"George, kumpulan Kaneshiro dan Mimi apakah mereka bersatu untuk melawan kita?" tanya Lion
"Kakek, sepertinya tidak juga, karena mereka saling membunuh" jawab George
"Kakek, si cumi itu ingin menangkap ku karena kura-kura jepang, ini sangat tidak wajar sekali, kenapa malah melibatkan dalam hubungan mereka" lanjut Lavender
"Itu karena masalah cinta, rasa cemburu membuat wanita menjadi nekad" jelas Lion
"Dan aku yakin dia pasti akan melakukannya lagi, dia adalah putri mafia jadi tidak semudah itu dia biarkan begitu saja" ujar George dengan melihat ke arah Lion dan Lavender
"Aku malah ingin langsung bertemu dengannya dan ingin memberi pelajaran padanya, agar lain kali jangan jadi wanita bodoh" ketus Lavender
__ADS_1
Bab selanjutnya
Mimi bertemu Lavender