
"Lavender, bom tadi itu kamu dapat dari mana?" tanya Lion
"Mereka memasangnya ke mobil hitam itu, dan aku melepaskannya dan kembalikan kepada mereka" Jawab Lavender
"Ketua besar, siapa dalang semua ini? niat nya memang ingin membunuh, Ketua besar" kata Kelvin
"Mari kita tinggalkan sini dulu" Kata Lion
"Lavender, mari kita ke rumah sakit dulu" ajak Lion yang melihat luka di tangan Levender
"Apa kakek terluka?" tanya lavender yang menghampiri Lion
"Kakek tidak apa-apa, kakek khawatir karena kamu terluka karena terkena serpihan"jawab Lion dengan rasa khawatir
"Tidak apa-apa, ini hanya luka luar saja, aku tidak mau ke rumah sakit"
"Apa kamu yakin kamu baik-baik saja?"
"Iya, Kek"
"Baiklah, kalau begitu kita pulang ke rumah ku dulu, dan obati luka mu" ajak Lion dengan senyum
Sesaat kemudian mereka meninggalkan restoran yang telah hancur berantakan itu. dan di saat mereka melangkah menuju ke mobil mereka di hentikan oleh satu tembakan
Dor....
Tembakan secara tiba-tiba mengenai ke tubuh Lion sehingga membuatnya tidak sadarkan diri
"Ketua besar" teriak serentak Bieber dan Kelvin
"Kakek" teriak Lavender dengan khawatir
Dor....dor...dor..dor
Tembakan Bieber dan Kelvin tanpa berhenti yang mengarahkan ke seberang jalan sana.
pria itu terkena tembakan Bieber dan Kelvin dan sesaat kemudian tewas langsung di tempat.
"Ketua besar" panggil serentak Bieber dan Kelvin
"Kakek terkena tembakan di bagian dadanya tapi kenapa tidak ada darah ya?" Sebut Lavender yang sambil memeriksa bagian luka tembak di dada Lion
Mendengar perkataan Lavender, Bieber membuka kancing kemeja Lion dan memeriksanya. di saat itu Bieber melihat peluru itu menyangkut di kalung Lion sehingga tidak menyebabkan luka dalam di tubuh Lion
"Untung saja ada kalung ini" Sebut Bieber yang menarik nafas lega
__ADS_1
"Kakek punya kalung sama seperti ku, apakah kakek juga beli di tepi jalan seperti punya ku?" batin Lavender
"Apa Kakek juga suka pakai kalung seperti model ini ya? kalung ini sangat unik dan bisa menahan peluru" kata Lavender yang tidak mengetahui jika kalung ini adalah hanya di miliki oleh ahli keluarga Lion.
"Iya, ini adalah pelindung keluarganya" jawab Bieber
Sesaat kemudian Bieber dan Kelvin beserta Lavender meninggalkan tempat itu dan membawa Lion ke rumah sakit
Rumah sakit
Lavender bersama Bieber dan Kelvin menunggu di ruang rawat tidak lama kemudian Girvanlo dan Floris tiba ke rumah sakit itu.
"Bieber, Kelvin, ada apa dengan kakek?" tanya Girvanlo yang berjalan bersama Floris
"Ketua besar kena tembakan, untung saja kalung nya menahan peluru itu, jadi Ketua mungkin hanya luka ringan" jawab Bieber
"Hei.. kenapa kau ada di sini? kenapa kau suka sekali mendekati kakek ku? apa kau ada niat jahat padanya?" bentak Floris dengan menghampiri Lavender
"Hei..wanita bodoh, apa yang kau katakan? apa kau tidak punya mulut untuk bertanya sebelum menuduh sembarangan?" bentak Lavender dengan kesal
"Nona Floris, jangan salah faham, jika bukan karena Nona Lavender mungkin kami sudah mati di tangan musuh"jelas Kelvin dengan niat ingin menghentikan perbicaraan Floris
"Apa yang terjadi tadi?" tanya Girvanlo
"Terjadi penyerangan di restoran tadi, belum pasti siapa pelakunya"Jawab Bieber
"Dokter, bagaimana dengan kakek kami?" tanya Girvanlo yang menghampiri dokter itu
"Pasien baik-baik saja, hanya luka ringan. basok sudah sadar" jawab Dokter dengan senyum
"Terima kasih dokter" ucap serentak mereka berlima
"Hei..kau sudah boleh pergi, di sini tidak ada urusan dengan mu lagi" bentak Floris dengan kesal menatap ke arah Lavender
"Aku tidak mau memang kamu kenapa?" jawab Lavender dengan sengaja
"Kau ingin melawan ku ya" bentak Floris dengan mendorong Lavender
"Wanita tidak waras" bentak Lavender yang membalas mendorong Floris
"Kau"
"Sudah cukup, apa kalian tidak bisa diam? ini adalah rumah sakit" kata Girvanlo dengan emosi
"Tuan Gigolo, jangan salahkan aku, adik mu itu yang suka cari masalah jadi jika mau salahkan, salahkan dia saja" jawab Lavender dengan kesal
__ADS_1
"Kau!" sebut Floris dengan kesal
"Nona Lavender, tadi dirimu terkena serpihan ledakan itu, mari kita periksa dulu luka mu" Ajak Kelvin
"Ini hanya luka kulit saja, tidak masalah" jawab Lavender dengan santai
"Jika tidak ada masalah lagi kamu boleh pulang, ini adalah urusan keluarga Lion, walau bagaimana pun kamu adalah orang luar" ketus Floris dengan tatapan sinis
"Tenang saja, aku pasti pulang. aku juga malas di sini harus melihat mu" ketus Lavender yang berjalan ke arah lain dan meninggalkan mereka semua
"Sombong sekali" Gumam Floris dengan tatapan kesal
"Apa kau bisa diam?" tanya Girvanlo yang merasa risih
"Kakak, aku hanya.."
"Sudah diam" bentak Girvanlo dengan menahan emosi
"Aku rasa bagus kita kerahkan anggota untuk berjaga di sini, jika lawan tahu Ketua besar di rawat di sini maka ini sangat membahayakan" Kata Kelvin yang merasa khawatir
"Benar kata mu, aku akan berjaga di sini"jawab Bieber
"Aku akan menghubungi mereka untuk datang kemari melindungi kakek" lanjut Girvanlo dengan mengeluarkan handphonenya dan menghubungi seseorang yang di seberang sana.
"Aneh kenapa aku malah merasa sakit hati ya dengan kata wanita itu? memang betul katanya jika itu adalah keluarga Lion tapi kenapa aku malah merasa sedih mendengar ucapannya?" gumam Lavender yang telah keluar dari rumah sakit itu
"Mudah-mudahan kakek tidak apa-apa, besok aku akan melihatnya lagi , aku ingin Bibi memasak daging kecap untuk kakek karena itu adalah kesukaan kakek" kata Lavender yang kegirangan
Di sisi lain Tevez marah besar pada anggotanya yang telah gagal total. niat untuk membunuh Lion akan tetapi tidak kesampaian
Prak
Hentakan meja di lakukan oleh Tevez yang sedang murka pada anggotanya
"Kalian semua tidak berguna sama sekali, berapa jumlah kita? dan berapa jumlah anggotanya di saat itu? kenapa kita bisa sampai kalah?"bentak Tevez dengan marah besar berjalan bolak balik di ruangan rumahnya itu
"Bos, awalnya mereka hampir berhasil tapi seorang wanita yang tidak tahu asal usulnya tiba-tiba merusakan rencana kita" jawab salah satu anggotanya
"Wanita? dengan cara apa dia merusakkan rencana kita?"
"Dia melepaskan bom yang telah di pasang di bawah mobil Lion dan bawa masuk ke restoran dan tidak lama kemudian restoran terjadi ledakan dan akhirnya anggota kita tewas karena bom itu" jelas Anggotanya yang melihat semua kejadian di saat siang tadi
"Wanita mana yang tidak takut terhadap bom dan bisa dengan mudahnya dia bawa ke dalam restoran itu? apa dia punya mental baja?" kata Tevez dengan rasa penasaran
"Bos, apa mau kami mencarinya? sepertinya dia sangat mengenal Lion dan menemaninya ke rumah sakit" lanjut Anggotanya yang ingin mencari keberadan wanita yang mengagalkan rencananya itu
__ADS_1
Tidak perlu, sasaran ku hanya si tua itu saja, anggap saja kali ini dia beruntung karena selamat tapi lain kali dia tidak seberuntung ini lagi" ucap Tevez yang duduk di sofanya