Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Lavender menghajar pria asing


__ADS_3

Setelah membunuh mereka Shances pun meninggalkan tempat itu.


Di sisi lain Tony sedang membunuh beberapa anggota Jericho yang sedang dalam perjalanan pulang ke rumah mereka masing-masing.


"Aarrggthh" teriakan serentak 2 anggota yang kena tikam di bagian dada dan bagian perut. sehingga membuat mereka tergeletak di jalan dengan mengeluarkan darah yang banyak


Di saat anggota Jericho yang lainnya berlari ke arah Tony sambil membawa senjata tajam, dengan cepat Tony melompat dan menendang tubuh lawannya sehingga membuat lawannya tersungkur di jalan, dan di saat bersamaan Tony langsung menikam bagian jantung di saat lawannya masih belum sempat membalas


"Aarggtt" teriakan sesaat lawannya yang kesakitan dan tidak lama kemudian tewas di tempat.


"Siapa kau? berani sekali melawan kami." teriak anggota Jericho yang sisa 2 orang itu


"Mari sama-sama menyerang ku" ucap Tony dengan sengaja memancing emosi mereka


"Hiaakkk" teriakan serentak mereka berdua yang sedang berlari dengan membawa senjata tajam di tangannya


Tony dengan cepat berlari ke arah mereka dan kemudian mengangkat ke dua kakinya menendang ke arah dua lawannya itu..sehingga mengena wajah dua anggota Jericho dan di saat mereka tergeletak di jalan Tony langsung menikam bagian dada mereka berdua dengan tanpa ampun.


"Aarggtthh" teriakan serentak mereka berdua


Setelah selesai Tony pun meninggalkan tempat itu dengan tubuhnya yang terkena percikan darah lawannya.


Shances dan Tony memang di kenal membunuh dengan cara yang sadis tanpa ampun, selama ini markas Black White di jaga oleh 3 pengawal andalan George, Shances, Tony dan Steven.


Keesokan harinya..


Markas Jericho


Para anggota menemukan jasad-jasad teman mereka yang di bunuh semalam dengan kondisi yang sangat mengenaskan, tentu saja kejadian ini membuat Jericho marah besar, suatu hal yang memalukan bagi dirinya karena anggota di bunuh oleh orang yang tidak di kenali


"Apakah pembunuh itu tidak meninggalkan jejak?" tanya Jericho dengan menahan emosi sambil melihat ke arah anggotanya yang tewas itu


"Sudah di cari di lokasi kejadian tapi tidak ada petunjuk sama sekali, pembunuhnya sangat profesional" jawab Wilson


"Tiba-tiba saja ada yang membunuh mereka, siapa pelaku yang sebenarnya?" gumam Jericho


"Wilson, apa mungkin ini ada hubungannya dengan Black White?" tanya Jericho yang merasa curiga


"Mereka di sibukkan masalah ledakkan itu, sepertinya biasa Shances, Tony dan Steven sedang berjaga di markas dan sibuk mengurus bisnis mereka" jelas Wilson yang telah mengutuskan anggota untuk mengintai pihak lawan


"Selidiki lagi siapa pelakunya, mereka tewas dengan sangat mengenaskan, jika tahu siapa pelakunya maka bunuh dia dengan cara yang sama" kata Jericho dengan tegas


"Baik Bos" jawab Wilson dengan menurut


Markas Black White


"Ketua, malam ini apakah kita lanjutkan rencana kita?" tanya Tony yang berdiri di hadapan George bersama Shances dan Steven


"Lakukan, tapi di lokasi yang beda" jawab George dengan santai

__ADS_1


"Saat ini Jericho pasti marah besar dan merasa sangat malu karena anggotanya di bunuh tanpa sebab apa lagi kematiannya sangat mengerikan" ujar Patrick


"Dengan cara begini agar bisa membuat mereka gemetar, dan penuh tanda tanya" lanjut Shances


"Menusuk jantung dan memutuskan leher mereka sepertinya ini belum cukup untuk menakuti mereka" ucap Tony dengan senyum


"Maksud mu ingin mengunakan cara baru?" tanya Shances yang melihat ke arah Tony


"Benar, setiap pembunuhan lakukan dengan cara baru, dan ini akan sangat menyenangkan untuk menakuti lawan" jawab Tony


"Lakukan saja, tapi ingat berhati-hatilah jika mereka ramai anggotanya" kata George yang sedang duduk di sofa


"Siap Ketua" jawab serentak Shances dan Tony


Kota S


Pasar keramaian


"Bibi, aku pergi dulu" teriak Lavender berlari keluar dari tokonya


"Iyaa, hati-hati di jalan" jawab Summy dengan nada menembus keluar tokonya


"Lalalalala...ups" nyanyian Lavender yang menghentikan langkahnya


"Kenapa dia muncul di sini?" gumam Lavender yang melihat ke arah pria yang dia kenal berjalan ke arahnya


"Tuan Ku-ku, kenapa anda berada di sini? ingin mencari apa? ingin kemana?" tanya Lavender yang berencana ingin mengelak dari pria itu


"Aku ingin mengajak mu ke suatu tempat" jawab Kurashi dengan sopan


"Suatu tempat? tapi aku masih sibuk" jawab Lavender dengan alasan


"Nona Lavender, ingin kemana? biarkan aku mengantar mu" tanya Kurashi yang berniat mendekati Lavender


"Dasar kura-kura jantan, aku harus mencari alasan apa untuk menghindar?" batin Lavender yang mengaruk kepalanya


"Nona, apa kamu baik-baik saja?" tanya Kurashi yang melihat Lavender kebingungan


"Aku masih mau ke rumah kakek, mau bantu dia bikin anak" jawab Lavender yanh tidak sadar dengan ucapannya


"Ha? bikin anak?" tanya Kursahi dengan penasaran


"Ah..maksud ku adalah ingin membawa calon nenek baru ku untuk bertemu dengan kakek ku" jawab Lavender dengan asal-asalan


"Kalau begitu biarkan aku mengantar mu ke sana"


"Tidak! tidak! jangan, kakek ku tidak suka jika ada orang asing datang ke rumahnya, aku harus pergi dulu, Nenek baru ku sedang menunggu ku" kata Lavender yang segera berlari jauh dari Kurashi


"Eh...Nona" panggil Kurashi dengan niat ingin menghentikan gadis itu

__ADS_1


"Aku masih sibuk, sampai jumpa. Tuan Kura-kura" teriak Lavender yang sedang berlari sambil berteriak melihat ke arah Kurashi.


"Gadis ini benar-benar lucu" gumam Kurashi dengan senyum


Demi ingin mengelak dari pria itu Lavender pun berlari sejauh mungkin agar bisa menjauhi pria itu tersebut.


Setelah berlari ke suatu tempat yang ada perumahan Lavender menghentikan langkahnya


"Lelah sekali, gara-gara mau menjauhinya aku malah harus berlari dengan cepat" gumam Lavender yang menyandarkan diri di salah satu di perumahan itu


"Gawat, ini di mana lagi?" gumam Lavender yang baru menyadari jika dia berada di tempat yang belum pernah dia datangi


"Aku sepertinya datang dari arah sana, tapi kemudian dari mana lagi ya?" kata Lavender sambil berjalan balik ke arah tadi


"Aku sudah lupa dari jalan mana aku masuk" batin Lavender


Di saat berjalan Lavender merasakan ada seseorang yang sedang mengikutinya di seberang jalan sana


"Kenapa sepertinya ada yang sedang memerhatikan ku ya, aku harus cari gang kecil untuk menghajarnya, bagus juga si kura-kura itu membuat ku lari sampai ke sini, setidaknya orang bodoh ini bisa jadi mainan ku" batin Lavender tidak merasa takut


Untuk memancing pria yang mengikutinya maka Lavender pun sengaja belok ke gang kecil, di saat pria itu ingin ikuti langkah Lavender dengan ingin belok ke gang itu tersebut langkahnya langsung di hentikan oleh Lavender yang tiba-tiba muncul di hadapannya


"Hiaaakkk." teriakan Lavender yang meninju mata pria itu


Bruk..


"Aaarggthh" teriak pria itu yang matanya di serang Lavender


"Rasakan tendangan ku" teriak Lavender mengunakan kaki kanannya menendang bagian perut pria itu


Bruk...


"Aartgghh" teriak pria dengan kesakitan bagian perutnya


"Rasakan kaki kiri ku" teriak Lavender menendang ke arah dagu pria itu


Bruk..


Hentakan tubuh pria itu yang terpelanting akibat tendangan kuat dari Lavender yang mengena dagunya


"Aargghhtt" teriakan pria itu yang merasa kesakitan di bagian dagu, mata dan tubuhnya


"Ingin mengikuti ku? hari ini kau akan menjadi mainan ku. hiaaakkk" teriak Lavender yang langsung melompat dan duduk di atas tubuh pria itu yang masih bergeletak di lantai


Bruk


Hentakan kuat dari Lavender yang duduk di atas tubuh pria itu sehingga membuat pria tidak bisa bersuara


"Aargghtt, teriakan pria itu lagi-lagi di hajar oleh Lavender sehingga tidak berdaya

__ADS_1


__ADS_2