Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Lavender ingin bertemu Lion


__ADS_3

Lavender memegang sendok panjang dan gunting dengan menghampiri mereka.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Floris yang merasa cemas


"Bukankah tadi kau mengatakan ingin menutup toko ku? maka aku ingin bermain dengan mu dulu"Jawab Lavender yang melibas-libas senjatanya itu


Sehingga membuat Floris ketakutan dan bersembunyi di belakang anggotanya


"Serang dia" Perintah Floris


"Kalau berani kalian coba saja, hari ini kalian buat onar di toko ku, aku Summy akan melipatkan tubuh kalian" Bentak kesal Summy yang mengambil sendok panjang dari tangan Lavender dan memukul pria yang ingin menyerangnya


Bruk..bruk..bruk


"Aarggtt..,wanita gila" Teriakan Anggota 1 yang di pukul kepala dan tubuh oleh Summy tanpa berhenti


Anggota 2 yang niat ingin memukul Lavender dengan menghampirinya akan tetapi Lavender yang memiliki gunting tidak segan-segan ingin menikam anggota itu


Aksi Lavender bisa di elak oleh Anggota 2, sehingga tidak mengena sama sekali pun.


"Bisa mengelak, lihat saja jika aku mengunakan ini" Bentak Lavender yang menyimpan gunting di saku celana belakangnya


"Apa yang kau lakukan?" Teriak anggota 2 yang melihat Lavender menggangkat kursi kayu itu


"Jurus lemparan kursi Lavendeeerrr" Teriakan Lavender yang melempar kursi tanpa henti ke arah semua anggota di sana


Prak..prak..prak..prak.


"Aarrgghtt..sakit" Teriakan Floris yang terkena lemparan kursi itu ke tubuhnya


"Ingin membuat keributan di sini, kau kira ini toko Kakek mu ya" Teriak Lavender sambil melemparkan kursi ke arah para anggota itu


Prak


"aarrgghtt" Teriakan Pria itu yang mengena lemparan Lavender


"Wanita gila hentikan" Bentak anggota 3 yang sambil mengelak


"Ingin mencari masalah dengan ku?" Bentak Lavender yang mengambil kursi kayu itu sambil melemparnya tanpa berhenti


prak...prak..prak

__ADS_1


Lemparan terus menerus di lakukan oleh Lavender yang sedang kesal menyebabkan kursi kayunya patah terbelah-belah. sementara 4 anggota dan Floris tidak bisa mendekati Lavender dan Summy karena terkena lemparan itu sebanyak beberapa kali


"Sakiitt, sudah hentikan wanita gilaaa" Teriak Floris yang sakit di bagian tubuhnya


prak..prak...prak..


"Lavender, hentikan jangan melemparkan lagi, semua kursi sudah hancur kau buat" Teriak Summy yang merasa kesal karena kursinya di lempar habis oleh Lavender sehingga tidak ada yang utuh lagi


"Heh..hancur semua kursinya, Bi." Kata Lavender yang baru sadar seluruh kursi kayunya di hancurkan olehnya


"Lavender, kau ingin mengusir mereka atau menghancurkan toko kita?" Teriak Summy


"Bibi, jangan menyalahkan ku, ini semua salah mereka" Jawab Lavender


"Kau benar-benar gila, lihat saja bagaimana aku memberitahu Kakek ku kau melukai ku, ini ada buktinya" Teriak Floris yang luka memar di tangannya


"Aku tidak takut sama Kakek mu, bahkan aku ingin bertemu dengannya"Balas Lavender dengan nada tinggi


"Hei...kalian semua masih mau nyawa atau tidak?" Bentak Summy yang keluar dari dapur dengan memegang pisau sayur dan menghampiri mereka


Melihat Summy yang memegang pisau sayur membuat mereka semua pada lari meninggalkan toko makanan itu


" Hei..jangan lari wanita jembatan, aku belum habis bermain dengan mu" Teriak Lavender yang mengejar mereka


"Jangan lari wanita jembatan, jangan harap kau bisa kabur dari ku" Teriak Lavender yang sambil mengejar Floris


"Nona, cepat lari" Teriak anggotanya sambil memegang tangan Floris


"Jika kalian tidak berhenti aku akan melayangkan gunting ku ini" Teriak Lavender yang mengeluarkan gunting dari sakunya


"Cepat kabur, wanita ini gila" Teriak salah satu anggota Floris


"Aargghhtt.."Teriak Floris yang terjatuh karena mengenakan sepatu tumit tinggi


"Nona" Teriak Anggota itu yang ingin menarik Floris akan tetapi niat mereka di urungkan karena melihat Lavender yang memiliki gunting di tangannya dan menghampiri Floris


"Inigin lari coba saja, hiaaakkkkk" Teriak Lavender yang langsung duduk di punggung Floris yang terlungkup di jalan itu.


"Aargghhtt" Teriakan Floris yang kesakitan di seluruh tubuhnya


"Kalian kalau berani ikut campur, maka aku akan memberikan dia pada kalian tidak ada nafas tanpa tubuh"Teriak Lavender

__ADS_1


"Memberikan tidak ada nafas tanpa tubuh?" Tanya serentak anggota yang kebinggunan


"Salah, maksud ku adalah nafas tanpa nyawa" Teriak Lavender dengan nada tinggi yang tidak sadar ucapannya


"Nafas tanpa nyawa? apa maksudnya?" Sebut serentak anggota yang saling memandang antara satu sama lain sehingga lupa sesaat Floris di siksa oleh Lavender


"Hiaakk....hiakk..hiak...hiak. rasakan jurusku memendekkan rambut mu" Teriakan Lavender yang sedang mengunting rambut Floris hingga tidak berbentuk


"Jangaannn..tolong aku, jangan mengunting rambut ku" Tangisan Floris tanpa berhenti yang tubuhnya di duduki oleh Lavender


"Kalian cepat singkirkan dia, kenapa diam saja tidak berguna" Bentak Floris sambil menangis


"Kalian berani menolongnya? maka aku akan ambil nafasnya" Kecam Lavender sambil mengancam


"Bukan nafasnya bodoh, tapi nyawanya" Kata Summy tiba-tiba muncul di sana


"Oh..kalau begitu aku akan ambil nyawanya yang sudah tidak melekat di tubuhnya"


"Jangan, kami akan mundur jangan melukai Nona" Kata Anggota Floris dengan hati-hati


"Lavender, sudah cukup jangan bermain lagi, rambutnya sudah hancur berantakan di buat mu, ayo bangun kita pulang" Ajak Summy


"Belum, Bi. aku ingin membawanya bertemu dengan Kakek Neon, aku ingin Kakek Neon tahu kesalahan cucunya ini, agar jangan selalu di manjakan" Jawab Lavender


"Cepat lepaskan aku" Tangisan Floris dengan tanpa berhenti karena rambutnya di gunting hingga berantakan tidak beratur


"Aku ingin kau ganti rugi semua kerusakan yang kau buat di toko ku" Teriak Lavender


"Apa kau tidak salah? semua barang itu hancur kau sendiri yang melakukannya" Jawab salah satu Anggota itu


"Kalau bukan karena kalian maka aku tidak mungkin hancurkan kursi ku" Balas Lavender yang masih sibuk dengan mengunting rambut Floris


"Lavender, sudah ayo cepat pulang, mereka kumpulan gila abaikan saja" Ajak Summy yang menarik lengan Lavender


"Tidak bisa, Bi, jika hari ini di biarkan besok dan lusa mereka datang lagi, maka aku ingin bertemu langsung dengan Kakek Neon dan Gigolo itu. aku ingin membuat perhitungan dengan mereka" Jawah Lavender yang melepaskan pegangan Bibinya


"Apa kau kira mereka mau ganti rugi? sedangkan kursi itu kau yang mematahkannya"


"Jika dia tidak mau bayar maka cucunya ini akan ku gundulin" Balas Lavender


"Cepat bangun, bawa aku ke rumah kalian, jika tidak maka kalian hanya dapat tubuhnya yang tidak ada nafas" Kata Lavender dengan mengancam

__ADS_1


"Baiklah, tapi jangan melukai Nona" jawab Anggota itu


Mereka menuju kediaman Lion dan menemui Lion dengan kondisi luka memar karena terkena lemparan kursi, sementara Floris menangis di sepanjang jalan akibat rambutnya yang sebelumnya panjang dan rapi berubah menjadi pendek tidak berbentuk.


__ADS_2