Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Summy mengungkit kejadian masa lalu


__ADS_3

Setelah beberapa saat kemudian mereka pun saling menyapa


"Apakah anda?" tanya serentak Lion dan Summy yang saling bertatapan


"Anda Tuan Lion?" tanya Summy dengan sopan


"Anda adalah Summy, kakaknya Robert?" balas tanya Lion


"Benar, saya adalah Summy, Robert adalah adik saya" jawab Summy dengan sopan


"Sekian lama tidak bertemu tidak menyangka kita bisa bertemu lagi" ucap Lion dengan senang


"Tuan Lion, apa kabar sekian lama tidak ada kabar anda, saya kira anda tidak tinggal di kota ini lagi" balas Summy dengan senyum


"Lihatlah kondisi ku sekarang tidak lebih baik dari dulu" jawab Lion dengan santai


"Sudah lama kita tidak bertemu bagaimana jika kita berbicara di halaman sebentar" ajak Lion dengan senyum


"Baik Tuan" jawab Summy dengan sopan


Lion dan Summy duduk bersama di halaman rumah sakit.


"Tuan, saya mengira semenjak kejadian itu anda sudah tidak tinggal di kota ini" kata Summy yang duduk berhadapan dengan Lion


"Setelah kejadian itu aku pindah rumah dan rumah lama tidak ku tempati lagi tapi sampai sekarang rumah itu masih di rawat dengan baik" jelas Lion dengan mengingat kejadian masa lalu


"Setelah kejadian saya ingin mencari anda tapi di saat itu saya ada kesulitan karena suatu alasan saya tidak berani memunculkan diri dulu" jelas Summy yang sedih


"Kita adalah keluarga, Summy adik mu adalah menantu ku, aku sangat senang bisa bertemu dengan mu lagi" ujar Lion dengan senyum


"Tuan Lion, adik ku sangat beruntung karena mendapat mertua yang begitu baik dan istri yang begitu cantik, sayang sekali mereka harus mengalami nasib yang begitu tragis"


"Benar, Summy, selama ini kamu tinggal di mana dan bagaimana degan kehidupan mu?"


"Saya jualan makanan kecil-kecilan di pasar keramaian"

__ADS_1


"Ternyata tidak jauh dari tempat ku, aku juga ada kenalan gadis kecil yang tinggal di sana"


"Kebetulan sekali, sebenarnya selama ini saya berharap kita bisa bertemu karena ada hal penting yang harus ku katakan pada, Tuan"


"Summy, katakan saja ada hal penting apa?"sambung Lion dengan penasaran


"Tuan Lion, sebenarnya cucu anda masih hidup" kata Summy yang menatap Lion


Mendengar perkataan Summy, Lion dan Bieber membuka besar mata mereka dengan terdiam sejenak


"A-apa? cucu ku masih hidup?" tanya Lion yang hampir tidak percaya


"Benar, di malam itu saya ingin mencari Robert dan di saat saya tiba saya melihat kebakaran saya ketakutan dan untuk memastikan kondisi mereka saya mencoba masuk dari pintu belakang dan kemudian saya mendengar tangisan bayi maka saya langsung masuk ke rumah itu"


"Lalu?"


"Di saat saya masuk Robert dan Merliza sudah tidak sadarkan diri mereka ada di bagian dapur saya teriak nama mereka dan mereka sudah meninggal akibat asap yang terlalu tebal, di saat itu Merliza dan Robert memeluk anaknya dan saya segera bawa lari anaknya itu, kobaran api sangat besar" jelas Summy dengan menangis


"Lalu apa yang terjadi?" tanya Lion dengan mengeluarkan air mata


"Mereka? maksud kamu siapa mereka?" tanya Lion dengan penasaran


"Tevez dia lah pelaku ledakkan itu" jawab Summy dengan sedih yang mendalam


"Apa? ternyata memang dia. Summy, bagaimana kau bisa tahu jika dia pelakunya?" tanya Lion dengan menahan emosi


"saya mendengar dia mengatakan menyuruh anggotanya periksa setelah kebakaran itu dengan niat untuk memastikan apa semua sudah tewas."


"Bibi, lalu bagaimana dengan cincin dan tulang kecil itu?" tanya Bieber dengan penasaran


"Mengenai itu adalah jasad anak tetangga, ledakkan itu menghancurkan beberapa rumah sehingga banyak yang jatuh korban, bayi itu seusia anak Merliza maka saya segera membawa jasadnya ke pelukan Merliza dan lepaskan cincin anak Merliza, agar Teves mengira jika satu keluarga sudah tewas dalam ledakkan itu"jelas Summy sambil menangis tanpa berhenti


"Untung saja saat itu ledakan di mulai dari depan rumah, rumahnya sangat luas oleh karena itu di bagian dapur masih belum terkena api, saya melihat ada kain tipis yang basah menutupi wajah bayinya sehingga bayinya masih bisa terselamatkan, akan tetapi?"


"Akan tetapi apa?"

__ADS_1


"Tidak lama kemudian setelah kami keluar dari ledakkan itu sang bayi berhenti menangis setelah saya periksa nafas berhenti saya langsung larikan ke rumah sakit untung saja dokter berhasil menyelamatkannya, asap tebal di hirup sang bayi tersebut sehingga membuatnya susah bernafas, selama seminggu dia di rawat di rumah sakit"jelas Summy sambil menangis


"Summy, kau telah menyelamatkan satu-satunya keturunan keluarga kita, dan merawatnya selama ini, tentu tidak mudah bagi mu" kata Lion dengan merasa sedih


"Tuan Lion, selama di rumah sakit saya tidak berani kemana-mana karena saya tahu pelakunya, saya takut dia melihat melihat ku dan anak Merliza akan dalam bahaya"


"Di saat itu aku menyelidiki kasus ini tapi tetap tidak ada petunjuk walau aku curiga Tevez tapi karena tidak ada bukti aku tidak bisa menangkapnya" kata Lion dengan rasa sedih mendalam


"Merliza dan Robert melindungi anaknya hingga akhir hayatnya. jika di saat itu dia tidak mengunakan kain basah yang tipis untuk menutupi wajah bayi tersebut aku rasa bayi itu sudah menyusulnya, bahkan setelah nafas mereka berhenti mereka masih melindungi sang bayi" lanjut Summy dengan menangis terisak


"20 tahun mereka korban sia-sia, selama ini pembunuhnya hidup bebas, selama ini aku hanya berharap bisa membalas dendam untuk mereka sebelum aku mati, kelihatannya aku masih belum terlambat" ujar Lion dengan merasakan dendam membara


"Tuan Lion, cucu anda sangat baik, dia sangat cantik dan mirip dengan Merliza dan sangat menurut, sifat keberanian nya juga mirip dengan Merliza dan Robert" kata Summy sambil mengusap air matanya


"Dulu aku berencana setelah keluar dari rumah sakit saya ada ingin membawanya bertemu dengan anda, tapi saya takut di lihat oleh Tevez karena anggotanya sangat banyak, oleh karena itu saya memilih hidup di pasar agar tidak ada yang curiga, demi melindungi dirinya, selama ini tidak ada yang tahu siapa nama orang tuanya, bahkan dia sendiri juga tidak tahu, menyembunyikan identitasnya untuk keselamatannya" ujar Summy


"Aku tidak menyalahkan mu, Summy, tidak mudah untuk diri mu merawatnya sambil mencari uang dan hidup dalam ketakutan selama 20 tahun ini, ini tidak mudah bagi seorang wanita seperti mu" ucap Lion yang tatapannya di banjiri air mata


"Tuan Lion, anak ini sudah seperti anak ku sendiri" jawab Summy


"Bagaimana dengannya? dan kenapa kamu ada di sini?"


"Anak ini ada di rumah sakit ini juga, dia di tabrak kemarin"


"Apa? dia ada di sini?" tanya Lion dengan rasa hampir tidak percaya


"Benar, sudah saatnya kalian saling mengenal, ini harapan ku satu-satunya" ucap Summy dengan berharap


"Aneh ke mana Bibi pergi? kenapa aku sudah mencari di dalam rumah sakit juga tidak ada, apa mungkin Bibi mencari Kakek Neon sampai ke halaman" gumam Lavender yang berjalan di halaman rumah sakit itu


Berjalan dan berjalan Lavender mencari Bibinya sampai ke halaman dan di saat itu Lavender menghentikan langkahnya karena melihat Bibinya duduk di halaman sedang berbicara dengan seseorang..


"Hah..kenapa Bibi bisa ada di sana? siapa pria itu?" gumam Lavender yang belum jelas lihat pria itu karena jaraknya yang kejauhan


"Itu adalah kakek Neon, sepertinya mereka tidak berperang malah baik-baik saja, dan sepertinya mereka tersenyum" gumam Lavender yang sedang memerhatikan mereka dan sambil berjalan ke arah mereka yang sedang duduk di halaman

__ADS_1


__ADS_2