
"Siapa yang mengutus mu mengikuti cucu ku?" tanya Lion dengan tatapan tajam
"Aku tidak akan mengatakannya" jawab Hoshimo yang di tahan dua anggota Lion
"Kau orang jepang? berarti bos mu adalah orang jepang, untuk apa kau mengikuti cucu ku? apa kami mengenal mu?" tanya Lion
"Tidak tahu, aku hanya ikut perintah saja"
"Kakek, dia tidak mau mengatakannya, bagaimana kalau kita gantung saja di atas pohon?"
.
"Untuk apa di gantung di atas pohon? orang seperti ini kita bunuh saja, dia tidak ingin beritahu siapa bosnya kita juga bisa selidiki sendiri" jawab Lion dengan sengaja
"Tapi kalau membunuhnya sepertinya kurang seru, aku belum puas bermain dengannya" jawab Lavender yang memegang pisau sambil mendekati Hoshimo
"Hei..hei...apa yang kau lakukan?" teriak Hoshimo yang ketakutan
"Aku hanya ingin melihat isi dalam perut mu ini, biar akan aku mencobanya" jelas Lavender dengan sengaja
"Jangan mendekat" teriak Hoshimo yang ketakutan sehingga keringat dingin
"Lavender, jangan mengotori tangan mu" ucap Lion
"Bawa dia ke markas, dan beri pelajaran padanya, jika dia masih menutup mulutnya maka bunuh saja" perintah Lion dengan tegas
"Siap Ketua besar" jawab serentak anggotanya
"Kakek, mari ke pasar keramaian, kita makan bersama" ajak Lavender dengan memegang tangan Lion
"Baiklah! baiklah! kakek ingin bertanya sesuatu pada bibi mu".
"Bertanya apa?"
" belakangan ini kau ada membuat nya emosi atau tidak?" jawab Lion dengan seraya bercanda
"Kakek, jangan bercanda, selama ini aku sangat baik mendengar bibi." kata Lavender
"Kalau begitu mari kita pergi" ucap Lion dengan senyum
Lion bersama lavender dan di temani oleh Bieber dan Kelvin menuju ke pasar keramaian
Di sisi lain Kaneshiro sedang berdiri di depan panti asuhan.
"Sudah 25 tahun aku meninggalkan kota S. di sini adalah tempat terakhir yang ku datangi saat itu, tidak tahu bagaimana dengan anak itu? selama 25 tahun aku di jepang dan menjadi mafia di sana, hidup ku di hormati dan di takuti oleh orang banyak, harta ku berlimpah demi kekuasaan aku mengorbankan anak ini dan sekarang aku telah berhasil" batin Kaneshiro
"Tuan besar" sapa Akira yang menghampiri Kaneshiro
"Ada apa?" tanya Kaneshiro yang sambil melihat ke arah rumah panti asuhan itu
__ADS_1
"Anggota melaporkan jika mata-mata kita di tangkap saat mengintai wanita itu" jawab Akira
"Siapa wanita itu sebenarnya? sehingga mereka berani menangkap anggota Kaneshiro?" ucap nya dengan merasa kesal
"Masih dalam penyelidikan, anggota kita melihat sebelum sekelompok orang tiba, mata-mata kita itu di hajar habis-habisan oleh wanita itu"
"Siapa orang sekelompok itu?"
"Ada pria yang sudah 70 an yang duduk di kursi roda. kelihatannya mereka adalah kumpulan besar, di saat mereka tiba anggota kita tidak berani terlalu lama mengintai di sana, karena takut di ketahui maka anggota kita langsung meninggalkan sana" jelas Akira
"Apakah wanita itu memiliki identitas istimewa? apakah mareka adalah mafia? Akira, selidiki lebih dalam jika mereka adalah mafia maka aku ingin tahu siapa mereka" kata Kaneshiro
"Baik Tuan besar" jawab Akira dengan menurut
California
Di malam hari
Anggota Jericho lagi-lagi di serang oleh Tony, mereka di serang secara tiba-tiba dan di tikam berkali-kali oleh Tony, sehingga membuat mereka terluka parah. tidak sampai di situ Tony juga mengikat mereka berlima menjadi satu dengan cara melilitkan tali ke seluruh tubuh mereka dan mengikatnya dengan erat.
"Lepaskan kami, siapa kau sebenarnya?" tanya salah satu dari 5 anggota yang terluka parah dan berlumuran darah di seluruh tubuhnya
"Aku adalah orang yang akan menyiksa mu dan mengambil nyawa mu" jawab Tony dengan menyiram minyak tanah ke 5 anggota Jericho
"Cepat lepaskan kami" pinta mereka yang sedang kesakitan dan ketakutan
"Tolong jangan menyakiti kami" pinta salah satu dari mereka
"Aku tidak menyinggung mu tolong hentikan, aku mohon"
"Jika kau ingin uang aku akan memberikan pada mu, tolong lepaskan kami"
"Tuan, apa pun yang kau mau akan ku berikan, tolong jangan bunuh kami"
"Jika kau adalah musuh bos kami maka cari saja dia, kami akan membantu mu"
Pinta mereka berlima saat di siram minyak tanah dalam kondisi terikat
"Aku tidak berminat dengan uang kalian, dan jika aku ingin menentang bos kalian aku juga tidak butuh bantuan dari kalian" kata Tony yang menghidupkan pemetik api dan melemparkan ke arah mereka
"Aaarggg...tidak" teriakan serentak mereka yang meronta-ronta yang kepanasan
"Toloonggg." teriakan serentak mereka yang kesakitan karena api yang membara di tubuh mereka
"Aaarggtthhhh" teriakan serentak mereka selama beberapa menit sambil meronta-ronta dan pada akhirnya mereka tewas semua dalam kondisi yang sudah gosong
Setelah selesai Tony pun meninggalkan mereka yang sudah hangus terbakar
Di sisi lain Shances menyerang dengan tangan kiri dan kanannya yang memegang pisau tajam.
__ADS_1
Shances seorang diri melawan 5 anggota Jericho yang baru saja keluar dari club malam
"Hiaaaaakk" teriakan Shances yang berlari ke arah 5 anggota Jericho
"Lawaaan" teriak salah satu anggota itu yang mengeluarkan senjata tajam mereka dan sama-sama berlari ke arah Shances
Dengan cepat Shances mengunakan pisau yang di tangan kanannya langsung menikam bagian dada salah satu lawannya. dan kemudian menikam lawannya yang lain dengan pisau yang di tangan kirinya.
"Aarggtt" teriakan serentak 2 lawannya yang kesakitan dan tumbang langsung di tempat itu
Shances memegang erat pisaunya dengan bersamaan mengiris leher dua lawan yang sama-sama menghampirinya
"Aargghtttt" teriakan sesaat serentak dua lawannya itu yang lehernya di lukai oleh pisau Shances
Sisa satu lawan yang akan berhadapan dengan Shances.
"Siapa kau sebenarnya? apakah kau juga yang membunuh teman kami kemarin?" tanya lawannya itu sambil memegang pisau tajam yang sedang bersiap melawan Shances
"Benar, teman mu yang tidak berguna itu memang mati di tangan ku" jawab Shances dengan santai
"Ternyata kau adalah pelakunya, hari ini aku akan mengambil nyawa mu" bentak lawannya itu sambil berlari ke arah Shances sambil memegang pisau tajamnya
"Hiaaaakkk" teriakan Shances dan lawannya yang sama-sama berlari ke arah saling berhadapan.
Di saat jarak mereka sudah dekat Shances dengan mempercepatkan langkahnya dengan melewati lawannya sambil mengiris leher lawannya
Di saat itu posisi mereka saling membelakangi, lawannya yang sudah terluka parah di bagian lehernya sehingga mengeluarkan darah yang banyak diam tidak bergerak. sementara Shances memegang pisau yang di lumurin darah lawannya
Tidak lama kemudian lawannya itu tumbang dan langsung tewas di tempat
πππππππππππππππ
Terima kasih bagi teman-teman yang selama ini mengikuti karya Mafia Berhati Malaikat sampai sejauh ini..ππππ
Author beri sedikit kebocoran untuk cerita selanjutnya yang akan di hadapi para tokoh-tokoh di dalam karya ini ya..
Kurashi sebagai musuh lama George Hamilton berusaha ingin merebut Lavender dari Goerge, menculik dan ingin memerk*sanya. bagaimana nasib Kurashi yang ingin mendapatkan gadis itu?
Floris yang telah bebas dari hukuman berniat untuk merebut posisi ketua di saat Lion sedang kritis, ini membuatnya harus berhadapan dengan Lavender.
Musuh terbesar George Hamilton adalah Kaneshiro yang adalah ketua mafia asal jepang yang tidak lain adalah ayah kandung George sendiri.
Bagaimana di suatu hari ketika George dan Kaneshiro mengetahui jika mereka ada hubungan darah?
Di satu sisi Lion menjadi korban tembakan Kaneshiro yang menyebabkan dirinya sedang berjuang di antara hidup dan mati.
Lavender yang awalnya adalah gadis ceroboh dan ramah berubah menjadi kejam setelah kakeknya dalam kondisi tidak sadarkan diri, Lavender mengantikan posisi kakeknya sebagai ketua di kumpulan Lion untuk membalas dendam kakek tercintanya.
Bagaimana dengan nasib George Hamilton yang mengetahui kebenaran tentang kematian ibunya? langkah apa yang akan di ambilnya untuk menyelesaikan permusuhannya dengan Kaneshiro, ayah kandungnya sendiri?
__ADS_1