Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Ketahuan si pengkhianat


__ADS_3

"Tapi sampai sekarang mereka tidak menghubungi ku, Tidak tahu bagaimana dengan Lavender" kata Lion dengan rasa khawatir.


"Tuan Lion, Tuan Lion" teriak Summy dengan menangis dan menghampiri Lion yang berada di ruangannya


"Summy, ada apa dengan mu?" tanya Lion dengan heran


"Tuan Lion, Lavender sampai sekarang belum ada kabar, aku sangat takut sampai tidak bisa tidur, aku takut jika dia kedinginan dan kelaparan, anak itu sangat ceroboh dan tidak mengenal jalan," ujar Summy dengan menangis terisak


"Summy, ini semua salah ku, dia di culik pasti karena aku, tapi aku pasti akan mencarinya sampai dapat. Summy jangan takut selagi si penculik belum beri kabar itu tandanya Lavender masih hidup" jelas Lion yang mencoba menenangkan Summy


"Tuan Lion, anak itu anak yang baik, dia hanya ceroboh saja tapi dia sangat baik" ujar Summy yang menangis tanpa berhenti


"Summy, bertenanglah, begini saja kau tinggal saja dulu di sini sambil menunggu kabar" kata Lion


"Iya" jawab Summy dengan mengusap air matanya


"Tuan Girvanlo, Tuan Bieber, Tuan Kelvin kalian juga sudah mengenal Lavender dia sangat baik, aku berharap kalian semua tolong mencarinya, budi baik kalian akan ku balas dengan sisa hidup ku" ucap Summy yang menangis histeris sambil berlutut pada mereka bertiga


"Bibi Summy jangan melakukan itu pada kami" ujar Bieber yang menghampiri Summy


"Benar Bibi Summy, Nona adalah tanggung jawab kami, tentu saja kami harus mencarinya" lanjut Kelvin yang sambil memegang tangan Summy


"Bibi, jangan seperti itu , Lavender seperti adik ku sendiri, aku sebagai kakaknya tentu aku akan berusaha untuk mencarinya" Lanjut Girvanlo sambil memegang lengan Summy dan membantunya untuk berdiri


"Terima kasih! ada kalian aku merasa tenang" ucap Summy dengan menangis tanpa berhenti


"Si pengkhianat ini memang pintar berakting, lihat saja nanti aku akan membunuh mu dengan tangan ku sendiri di saat itu" batin Lion yang sedang memerhatikan pengkhianat salah satu dari mereka bertiga


"Girvanlo, Kelvin, Bieber, teruskan pencariannya jangan berhenti walau sedetik pun" perintah Lion dengan tegas sambil melihat ke arah Mereka bertiga


"Baik" jawab serentak mereka bertiga


Keesokan harinya


Dalang utama yang menculik Lavender mendatangi gudang tempat pengurungan itu, di saat tiba dia melihat semua anggota Tevez tewas tertembak dan kemudian dia pun masuk ke gudang itu.

__ADS_1


"Sialan, wanita itu di bawa pergi, tapi siapa pelakunya? jika George Hamilton maka si tua itu sudah tahu tapi dia masih sedang mencari cucunya itu, apakah masih ada musuh lain yang membawanya pergi" gumam Pria pembelot itu dengan kesal


"Atau Tevez yang membawanya pergi? tidak mungkin jika memang dia untuk apa dia membunuh anggotanya sendiri, seharusnya aku pergi menemuinya" batin Tevez


Karena merasa emosi pria itu pun masuk kembali ke mobilnya dan meninggalkan tempat itu..


Satu jam kemudian


Pria itu bertemu Tevez di pergunungan, karena pertemuannya dengan Tevez memang adalah satu rahasia yang takut di ketahui oleh Lion dan George Hamilton.



"Kenapa tiba-tiba saja kita bertemu di sini?" tanya Tevez yang sedang berdiri di sana bersama anggotanya


"Wanita itu menghilang, ada yang membawanya pergi dan semua anggota mu telah di bunuh" kata pria itu


"Apa? di bawa pergi? siapa yang membawanya pergi? bukankah tidak ada yang tahu jika kau menculiknya lalu mengapa ada yang bisa membawanya pergi?" tanya Tevez dengan kesal


"Mana ku tahu siapa pelakunya, jika aku tahu tentu aku sudah mencarinya" jawab pria itu dengan emosi


"Apakah masih ada kumpulan lain yang campur tangan?"


"Mana tahu jika di sisi tua itu ada pengkhianat lainnya selain diri mu" ucap Tevez dengan penasaran


"Walau pun ada tidak mungkin dia tahu jika Wanita itu di tangan ku" kata pria itu dengan bersikap tidak tenang


"Wanita itu satu-satunya yang bisa kita gunakan untuk melawan Lion dan George Hamilton, tapi rencana kita sudah gagal dan siapa yang menyembunyikannya" ujar Tevez dengan heran


"Tanpa wanita itu kita sulit untuk menentang si tua itu" kata pria itu


Tak...tak...tak...tak..


Tidak lama kemudian sekumpulan pria berpakaian serba hitam berlari mendatangi perbukitan itu dengan mengelilingi Tevez beserta anggotanya dan pria itu. sambil menodongkan senjata mereka.


Tentu saja kemunculan sekelompok pria itu mengejutkan Tevez dan lainnya terutama bagi si pengkhianat itu

__ADS_1


"Kalian siapa?" tanya Tevez yang mengeluarkan senjatanya dan menodong ke kanan dan ke kiri ke arah sekumpulan pria yang mengepungnya.


Prok...prok...prok...prok...


Tepukan tangan dari George dan Lion


"Luar biasa sekali" ucap Lion dengan senyum dan melihat ke arah Tevez dan pengkhianat itu


Kemunculan Lion dan George mengagetkan Tevez, bagaimana tidak selama ini niat Tevez memang ingin membunuh Ketua kumpulan Lion itu.


"Kalian benar-benar kasihan mengunakan cara ini untuk melawan ku" ujar Lion dengan senyum


"Lion, tidak menyangka kita bertemu hari ini?" ucap Tevez yang merasa cemas


"Tevez si macan serigala yang suka menindas orang, jika hari ini kami tidak datang apakah diri mu tidak pernah untuk berpikir bertemu dengan ku?" kata Lion yang menatap tajam ke arah Tevez


"Lion, lihatlah peliharaan mu ini telah mengkhianati mu, dia bergabung dengan ku untuk menentang mu" kata Tevez dengan senyum sinis


"Apa yang kau katakan" bentak pria itu dengan mengeluarkan senjatanya dan menodong ke arah Tevez


"Kau ingin membunuh ku? sudah terlambat, kita akan mati bersama hari ini" ucap Tevez dengan ketawa kecil


"Girvanlo, kau menculik Lavender untuk melawan Kakek mu, kau sangat tidak tahu malu" bentak George dengan kesal


"Aku mengadopsi mu di saat kau berusia 15 tahun, dan aku sudah memberi mu kehidupan selama 15 tahun tapi kau berikan pada ku adalah sebuah pengkhianatan, semua cucu yang ku adopsi hanya lah untuk menentang ku, seharus nya di saat itu aku tidak membawa mu dan Floris pulang ke rumah ku, ini hanya menbuang waktu dan tenaga ku" kata Lion dengan merasa kecewa


"Kalian bagaimana bisa tahu jika aku pelakunya?" tanya Girvanlo dengan merasa penasaran


"Sebelum Lavender di tangkap oleh mu dia telah menghubungi ku saat dia masih di cafee itu, dia telah menceritakan semuanya pada ku" jelas George


"Tapi dia sudah tidak bersama ku" jawab Girvanlo


"Tentu saja, di hari kau mengurungnya di hari itu juga aku menyelamatkannya" jelas George


"Bagaimana kau bisa tahu tempat pengurungannya?"tanya Girvanlo lagi

__ADS_1


"Lavender mengirim lokasinya untuk ku sebelum di bawa pergi oleh mu, oleh karena itu aku segera membawanya pergi meninggalkan tempat itu" kata George


"Tidak mungkin, bukankah kakek masih mencarinya dan juga Summy wanita itu juga histeris karena kehilangan jejak Lavender" ujar Girvanlo


__ADS_2