Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Lavender histeris


__ADS_3

Setelah berhasil menembak Lion, Kaneshiro langsung meninggalkan tempat dengan sengaja mengutuskan sejumlah anggotanya untuk menyerang mereka


Di saat melihat puluhan pria bersenjata, Bieber dan Kelvin sama-sama mengunakan dua senjata dan menembak ke arah lawan mereka yang berjumlah puluhan orang


Dor....dor...dor...dor....dor....dor...dor...dor...


Tembakan beruntun dari Bieber dan Kelvin


"Aaarggttttthh" teriakan serentak anggota Kaneshiro yang terkena tembakan menembus jantung mereka


Dor....dor....dor...dor....dor...dor...dor...


Tembakan serentak dari lawan mengarah ke Bieber dan Kelvin


"Aaaahhh..." jeritan Bieber yang lengannya tertembak


Dor.....dor.....dor....dor....dor...


"Tembakan Kelvin mengarah ke anggota Kaneshiro


"Aaargghhh" jeritan beberapa anggota Kaneshiro yang di tembus oleh peluru dari Kelvin


Di saat terjadi baku tembak Lavender menghampiri Lion yang sudah tidak sadarkan diri dengan duduk memejamkan mata dan mengeluarkan darah sehingga mengenai wajahnya


Lavender lalu mengambil senjata yang di simpan dalam jas milik kakeknya, dua senjata milik kakeknya di gunakan Lavender untuk melawan musuh mereka yang lebih banyak jumlahnya


Tidak lama kemudian anggota Kaneshiro bertambah dan datang menyerang


"KURANG AJAAAAAAR" teriakan Lavender dengan emosi dan mengeluarkan air mata, sambil mengunakan dua tangannya melepaskan tembakan


Dor....dor....dor....dor...dor...dor....dor...


"Aaaargggghhh" teriakan serentak anggota Kaneshiro yang mengenai peluru dari Lavender


"Ingin membunuh kakek kuuuu, aku ingin kalian semua mati hari ini" bentak Lavender dengan emosi tinggi sambil berjalan maju menghampiri para lawan dengan melepaskan tembakannya


Dor....dor....dor....dor....dor...dor...dor..


"Aaaargggghhhhh" teriakan beberapa anggota Kaneshiro yang di tembus oleh peluru Lavender


"Cepat tembak aku kalau kalian sanggup, jika tidak maka aku yang akan mengambil nyawa kalian" bentak Lavender sambil melepaskan tembakannya tanpa berhenti


Dor....dor....dor.....dor....dor....dor...


"Aaarrggghhh" teriakan serentak anggota Kaneshiro yang tertembak


Dor.....dor....dor....dor....dor....dor..


Tembakan beruntun terjadi di antara dua kelompok, jumlah Lavender walau hanya bertiga tidak membuat mereka kesulitan menghadapi lawannya yang jumlahnya lebih unggul


Bieber dan Kelvin telah tertembak akan tetapi mereka tetap berlawan dengan musuh mereka yang jumlahnya lebih banyak, mereka saling berhadapan tanpa bersembunyi


Dor.....dor.....dor....dor....dor...dor...

__ADS_1


Bunyi tembakan beruntun yang di lakukan oleh Lavender, Bierber dan Kelvin


Aaarggtttthh" teriakan beberapa anggota yang terkena peluru


Beberapa anggota Kaneshiro tewas di tembak oleh pihak Lavender, walau Lavender, Bieber dan Kelvin hanya bertiga akan tetapi mereka sangat gesit dalam penembakannya


Anggota Kaneshiro sisa 10 anggota yang masih hidup


Di saat Lavender ingin melepaskan tembakan pelurunya telah kehabisan


Dor....dor...


Tembakan anggota Kaneshiro mengenai bagian perut dan lengan Lavender


Di saat Lavender terkena tembakan dirinya berjalan menghampiri pria yang menembaknya itu


Dirinya tidak merasakan sakit di saat peluru menembus ke tubuhnya, melainkan sakit di hatinya karena mengingat kejadian yang menimpa kakeknya, Lavender pun tanpa rasa takut walau dirinya sudah kehabisan peluru


"Tembak aku....cepat lakukaaann" teriak Lavender yang berjalan tanpa berhenti dengan berniat mendekati pria itu, sambil menepuk dadanya dengan kuat


"Wanita gila" ucap pria itu yang ingin melepaskan tembakan akan tetapi senjatanya telah kehabisan peluru. lalu pria itu pun mengeluarkan belati yang di selip di belakang pinggangnya


"Bunuh aku jika kau sanggup" bentak Lavender yang mengeluarkan air mata karena sedih yang menimpa kakeknya


"Hiaaaaaak" teriakan pria itu yang berlari menghampiri Lavender sambil mengangkat tangannya dengan berniat menikam Lavender


Srek...


"Apa hanya ini saja kemampuan mu untuk membunuh ku? tidak ada yang lebih hebat?" bentak Lavender dengan emosi dan tanpa merasakan sakit


Lavender lalu melayangkan pukulannya ke wajah pria itu


Bruk


Pukulan dari Lavender yang mengenai wajah pria itu


"Aaarggttthhh" jeritan pria itu yang jatuh ke atas pasir


Lavender lalu mencabut belati yang masih menancap di bagian pundaknya dan menghampiri pria itu dengan tatapan aura membunuh


Belati yang di pegang Lavender di lumuri penuh dengan darahnya, darahnya yang keluar dari lukanya itu telah membasahi kaos dan kemeja yang dia kenakan di tubuhnya


"Aaaarrrgghhh"jeritan pria itu yang di pijak kakinya oleh Lavender


"Bukankah kau ingin membunuh ku? tapi aku tidak mati, seharusnya tadi kau menusuk jantung ku, karena kau gagal maka biar aku lah yang membunuhmu" kata Lavender yang menikam jantung pria itu


Srek...


"Aarrrgghhh" teriakan pria itu yang kesakitan


Setelah menikam bagian jantung pria itu Lavender mencabut belati itu dan kembali menikam ke bagian dahi pria itu


Srek....

__ADS_1


Tikaman Lavender tepat pada dahi pria itu dan sesaat kemudian pria itu pun tewas di tempat dengan dahinya di tancap oleh belati


"Cepat bunuh wanita itu" teriak dua pria itu yang menodong senjata ke arah Lavender


Lavender langsung mencabut belati yang menancap di dahi pria tadi dan langsung berdiri menghampiri dua pria yang ingin membunuhnya


Di saat dua pria itu ingin melepaskan tembakan Lavender langsung berlari sambil melempar belati ke arah salah satu dari dua pria itu


Srek...


Lemparan belati dari Lavender mengenai jantung salah satu pria bersenjata itu


"Aaaarggghhhh" teriakan pria itu yang tertikam di bagian jantungnya


Di saat teman pria itu ingin melepaskan tembakan Lavender dengan cepat menendang tangan pria itu sehingga membuat senjatanya terlepaskan dari pegangannya


"Ingin membunuh ku? kau belum layak karena aku adalah cucu LION..ingat itu" gertak Lavender yang menusuk dua mata pria itu dengan dua jarinya


"Aaaarrggghhh" jeritan pria itu yang matanya mengeluarkan darah


Lavender mencabut belati yang menancap pria tadi lalu menikam di bagian perut pria yang telah terluka di matanya sebanyak berulang kali


Srek..


Srek..


Srek...


Srek...


4 Tikaman di lakukan oleh Lavender terhadap pria itu, sesaat kemudian pria itu pun tewas di tempat dengan tubuhnya berlumuran darah


Di sisi lain Bieber dan Kelvin dan anggota Kaneshiro masih saling menembak tanpa berhenti


Lavender yang berpaling ke arah Lion yang tidak sadarkan diri di kursi rodanya, dengan berjalan darahnya menetes ke pasir itu, luka di bagian lengan, perut dan pundaknya membuatnya kehilangan banyak darah sehingga wajahnya yang sudah memucat, matanya telah di banjiri oleh air matanya yang telah membasahi wajahnya, tidak lama kemudian Lavender terduduk karena luka yang dia alami membuatnya semakin lemah


Dirinya mencoba untuk berdiri namun tidak berdaya, luka parah di tiga bagian membuatnya lemas akan tetapi dirinya memaksakan untuk menghampiri kakeknya itu


"Kakeeeeeek..." teriak Lavender yang berusaha merangkak ke arah kakeknya sambil mengeluarkan air mata


"Kakeeeeeek..banguuuuun" teriak Lavender lagi yang berusaha sekuat tenaga dan merangkak ke arah kakeknya itu


"Kakeeeeek... mari kita pulang" teriak Lavender dengan menangis histeris dengan tubuhnya yang sudah lemah karena kehilangan banyak darah dan luka yang cukup parah


"Kakeeeeeek..mari kita pulang bersama, jangan tidur lagi, aku masih ingin memasak untuk kakek" teriakan Lavender sambil menangis dengan histeris


"Aku mohon pada mu bangunlah...jangan tidur lagi, aku masih belum mengenakan gaun pengantin, dan kakek juga sudah berjanji pada ku ingin mengandeng tangan ku dan ingin menyerahkan ku kepada George dengan tangan mu sendiri" Teriak Lavender yang memaksa kan diri untuk merangkak dan menahan sakit


"Jika kakek tidak membuka mata maka aku tidak akan mau menikah karena kakek sudah ingkar janji pada ku, jika kakek ingkar janji maka aku akan membenci mu selamanyaaa" teriakan Lavender dengan histeris dengan berusaha merangkak lebih dekat kakeknya


Bab selanjutanya


Lion kritis, Lavender koma

__ADS_1


__ADS_2