
"Ketua Lion, ini salah ku karena berniat melukai Nona ini, harap Ketua Lion berlapang dada dan memberi ku kesempatan untuk menebus kesalahan ini" ucap Wallace yang berusaha berdiri sambil menunduk
"Karena ini adalah kesalahan putri mu, tapi karena dia telah mendapat pelajaran dari cucu ku maka aku tidak akan buat perhitungan dengannya, hanya saja kau tetap harus menerima hukuman dari ku, karena kau telah melakukan kesalahan besar, sebagai orang tua kau tidak bisa mendidik anak mu dengan baik malah demi anak mu kau ingin melukai orang yang tidak bersalah, sebagai mafia kau juga tidak bersikap profesional dan memalukan dunia mafia, sebagai hukumannya aku ingin mengambil tangan kanan mu sebagai peringatan" kecam Lion
"Apa? ambil tangan Papa ku? bukankah ini sangat berlebihan" ucap Celine
"DIAM, jika berani ucap sepatah kata lagi maka jangan salahkan kami mengambil nyawa ku" bentak Kelvin dengan menatap tajam ke arah Celine
"Ketua Lion, silahkan ambil tangan ku sebagai menebus kesalahan ku" kata Wallace yang mengakui kesalahan
"Bieber, bawa dia keluar dan potong tangannya, aku tidak mau darah dia mengotorkan tempat ini" perintah Lion dengan tegas
"Siap Ketua besar" jawab Bieber dengan sopan
"Tolong jangan melakukan itu terhadap Papa ku, aku mohon. Ketua Lion, Anda adalah senior dari mafia kenapa bisa begitu kejam pada sesama anggota mafia ini sangat tidak masuk akal" ucap Celine
"Kau yang tidak masuk akal, kau dan Papa mu itu sama-sama saja tidak masuk akal" bentak Summy dengan kesal
"Celine, jangan bicara sembarangan, cepat minta maaf" bentak Wallace yang khawatir jika putrinya akan mendapatkan hukuman yang sama
"Pa, cucunya telah merebut George dari ku, dan seharusnya ini adalah kesalahan dia kenapa harus Papa yang menanggungnya, ini tidak adil" ketus Celine dengan merasa kecewa
"Wooiii..siluman rubah, memang siapa yang merebut si Gorila itu dengan mu? dia sendiri yang tidak mau diri mu, dan kau yang tidak tahu malu ingin merebutnya dari ku, jika dia menyukai mu dia pasti sudah menikahi mu dari dulu kenapa tunggu sampai sekarang, jadi semua ini kau lah yang tidak tahu malu" ketus Lavender dengan kesal
"Dasar wanita murahan, kalian semua sama saja tidak tahu malu, walau kakek mu adalah Lion memang kenapa? walau sudah tua tapi masih tidak tahu diri" ketus Celine dengan kesal
"Apa yang kau katakan? kau menghina Kakek ku, jangan berharap kau bisa keluar dengan utuh dari toko ku, rasakan pembalasan dari ku, Hiaakkkk" teriak Lavender dengan emosi tinggi dan menendang kuat ke tubuh Celine sehingga membuatnya terlempar jauh hingga keluar dari toko
Bruk
"Aarggghtt" teriakan Celine yang kesakitan di seluruh tubuhnya
"Celine" teriaak Wallace
"Nona, maafkan Celine, aku akan menerima hukuman untuknya" pinta Wallace
"Jangan berharap dia bisa keluar dari sini sebelum menerima tamparan ku, aku akan merobek mulutnya karena menghina kakek ku" bentak Lavender yang emosi sambil berkeluar menghampiri wanita itu
__ADS_1
"Apa kau inginkan?" tanya Celine dengan menahan sakit
"Hiaaaakkkk" teriak Lavender yang melompati duduk di atas tubuh Celine
Bruk..
"Aaarggttt" jeritan Celine yang kesakitan sehingga memuntahkan cairan bening dari mulutnya karena hentakan kuat di bagian perutnya
"Celineeee" teriak Wallace yang merasa cemas
"Menghina ku tidak cukup masih ingin menghina kakek ku, dasar siluman tidak punya kepala...eh bukan..siluman tidak punya otak, hari aku Lavender jika tidak menghukum mu maka aku tidak akan bisa tidur nyenyak" bentak Lavender yang merasa kesal dan sambil menampar wajah kiri kanan Celine dengan kedua Tangannya
Plak...plak...plak...plak...plak...plak...plak
Tamparan tanpa berhenti di lakukan oleh Lavender sehingga sudut bibir Celine mengeluarkan darah
"Aaargggtttt" jeritan Celine akibat kena siksaan Lavender
"Ketua Lion, tolang lepaskan putri ku, hukum saja aku" ucap Wallace dengan gemetaran
"Hiak...hiak...hiak...hiak..., rasakan tamparan ku agar kau tidak bisa bicara sembarangan lagi" teriak Lavender sambil menampar Celine
Plak...plak...plak...plak...plak...plak
Tamparan kuat di lakukan oleh Lavender berkali-kali
"Tuan Lion, ini bukankah wanita itu akan mati? dia sudah lemas wajahnya juga sudah merah begini" kata Summy yang sedang melihat tindakan keponakannya itu
"Summy, biarkan saja, Lavender berani menghukum yang menindasnya ini bagus, dia memang cucu ku, semakin berani semakin bagus, aku malah berharap dia bisa menjadi semakin kejam karena cucu ku harus mirip dengan ku" kata Lion dengan tegas
"Tuan Lion, anda tidak tahu saja keberaniannya itu sudah melebihi tingkat atas, dan karena dia berani maka dia menjadi kejam dan asalkan jangan ada kecoak yang muncul di depannya saja" batin Summy
Setelah menerima tamparan kuat Celine pun tidak sadarkan diri lagi, wajahnya telah bengkak dan merah serta sudut bibirnya pun telah mengeluarkan darah.
"Wooi.....banguun, apa kau sudah mati? kalau mau mati jangan di sini cepat bangun dan pergi mati di tempat lain" teriak Lavender yang mencoba membangunkan wanita itu
"Nona, dia sudah pingsan biarkan anggota membawanya pergi" kata Bieber dengan menghampiri Lavender
__ADS_1
"Baiklah" jawab Lavender yang berdiri dan melangkah masuk ke dalam tokonya
Sesaat kemudian Wallace dan Celine di bawa pergi oleh anggota Lion, Wallace harus menerima hukuman dari Lion dengan harus mengorbankan sebelah tangannya
"Lavender, apakah luka di kaki Wallace kau yang melakukannya?" tanya Lion
"Benar, tembakan ku sangat tepat. Kakek, aku ingin belajar lagi agar bisa lebih tepat lagi" jawab Lavender
"Lavender, apakah kau yakin ingin belajar lagi?" tanya Summy
"Benar kenapa, Bi?"
"Semua pohon milik tuan Lion sudah kamu hancurkan, aku hanya memikirkan kali ini peluru mu akan menyasar kemana" kata Summy dengan bercanda
"Jangan tertawakan aku, Bi. hari ini aku sudah berhasil, jika aku sudah pintar maka aku bisa melindungi kakek dan bibi bukankah ini sangat bagus?" ujar Lavender dengan penuh yakin
"Lavender, kau sangat berani bahkan ketua mafia seperti Wallace kau berani menantangnya" ucap Lion dengan senyum
"Di dalam tubuh ku adalah darah mafia jadi aku harus berani dan kejam, jika tidak aku tidak layak jadi cucu Neon" kata Lavender dengan ketawa kecil
"Bukan Neon tapi Lion" kata Summy
"Hahahahah... bagus..bagus..ini baru cucu ku, sifat mu memang sangat mirip dengan ku" sebut Lion dengan senyum
"Aku Lavender tidak takut peluru atau pun senjata tajam, siapa yang berani melawan ku maka dia akan ku balas sampai dia babak belur, Aaarrrgggggttttt" tegas Lavender dengan yakin dan akhirnya teriak ketakutan karena melihat kecoak yang tiba-tiba muncul yang ntah dari mana
"Ada apa dengan mu?" tanya Lion dengan heran
"KAKEEEEEKKK, BIBIIIIII, PAMAAAAAN, usir diaaaaaaa" teriak Lavender dengan nada memenuhi ruangan itu sambil naik ke atas meja
"Dasar bocah, tadi kamu baru mengatakan tidak takut terhadap apa pun dan sekarang hanya kecoak saja sudah membuat mu teriak begini" teriak Summy dengan menahan emosi
"Hahahahahahahah" tertawa serentak Lion, Summy dan anggota lainnya
Bab selanjutnya
Pertemuan antara George dan Kaneshiro
__ADS_1