Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Taruhan


__ADS_3

"Akhirnya anak ini ada yang mau, jika saja dia cepat menikah maka hidup ku lebih tenang" gumam Summy dengan senang


"Apa ini adalah takdir? ayah, ibu, Lavender adalah mafia dan demi melindunginya dari pembunuh itu aku membawanya hidup di pasar ini agar tidak ada yang mengetahui identitasnya, tapi tetap saja dia bisa mengenal orang- orang dari kalangan mafia, jika dia bisa bersama George Hamilton bagus juga setidaknya ada yang melindunginya, jika aku mati duluan maka aku tidak perlu khawatir lagi, tidak tahu Tuan Lion masih hidup atau tidak?" Batin Summy


Kediaman Hamilton


"Gorila Hamiillll" teriakan Lavender dengan nada memenuhi satu ruangan itu


"Nona, bertenang jangan emosi" bujuk Patrick yang sambil mengikat ke dua tangan Lavender ke belakang


"Tuan Pistol, sebenarnya apa mau kalian bawa aku ke sini?"tanya Lavender yang duduk di sofa sambi merasa kesal


"Gadis ceroboh, ini semua adalah milik mu" kata George yang duduk di hadapan Lavender


"Apa ini?" tanya Lavender yang melihat tumpukan kado di meja yang di hadapannya itu


"Ini adalah kado untuk mu" jawab George


"Kado untuk ku? memang kenapa kau berikan kado pada ku?"


"Sudah ku katakan tadi aku ingin bertunangan dengan mu, semua ini anggap saja kado untuk lamaran" jelas George dengan santai


"Tidak! aku tidak mau, aku mau pulang" kata Lavender yang ingin bangkit dari tempat duduknya akan tetapi pundaknya di tekan oleh Patrick yang sedang berdiri di belakang sofanya


"Jika tidak setuju maka kau tidak bisa pulang" jelas George dengan senyum


"Tuan pistol"


"Iya Nona"


"Cepat panggilkan dokter untuk ketua mu, periksa otak nya masih utuh atau tidak" Ucap Lavender yang menoleh ke belakang yang di mana tempat Patrick berdiri


"Nona, ini semua adalah niat baik dari Ketua kami, jadi silahkan di terima" ujar Patrick dengan sopan


"Terima kepala mu, aku di culik dan di ikat dan di lamar bukankah ini gila" bentak Lavender dengan kesal


"Lavender, jika kau setuju semua ini adalah milik mu dan aku akan melepaskan ikatan mu" kata George yang menghampiri Lavender


"Apakah kau tidak ada cara yang lebih unik untuk melamar?"


"Cara apa yang kau ingin kan?" tanya George dengan jarak dekat dengan Lavender


"Lepaskan ikatan di tangan ku dulu"bentak Lavender dengan kesal


"Sepanjang jalan kau tidak bisa duduk diam dan tangan mu ini sangat suka memukul orang, jadi aku hanya bisa ikat tangan mu agar nanti kau tidak membakar rumah ku" jelas George dengan senyum


"Aku tidak terima lamaran mu"


"Kenapa?"


" Aku rasa tidak perlu"


"Tapi aku mau"


"Itu urusan mu bukan urusan ku"


"Tapi ini ada hubungannya dengan mu"


"Cari saja wanita lain"


"Aku tidak mau, aku hanya mau diri mu"

__ADS_1


"Tapi aku tidak mauuu" bentak Lavender dengan kesal


"Apa kau yakin?" tanya George yang jarak semakin dekat dengan Lavender


"I-iya, jangan dekat lagi dengan ku"


"Seharusnya kau merasa senang"


"Kenapa aku harus senang?"


"Karena ada yang melamar mu"


"Perkataan seperti apa itu?"


"Bukankah biasa kalau wanita di lamar pasti senang?"


"Itu urusan mereka"


"Setuju saja ini tidak sulit bagi mu"


"Tidak mau"


"Kenapa? apa ada yang kurang? katakan apa yang kau inginkan?"


"Tidak ada"


"Lalu katakan alasannya kenapa kau tidak senang?"


"Kau aneh, tiba-tiba saja melamar ku dengan cara menculik dan mengikat ku apakah aku harus senang?"


"Ini karena tangan mu itu sangat liar"


"Apa kau bisa jauhkan jarak mu dari ku?"


" Katakan apa?"


"Kita akan bertunangan setelah setahun kita akan menikah, bagaimana menurut mu?"


" Apaaa? me-menikah? aku tidak mau menikah"


"Tapi aku mau kau jadi istri ku"


"Jangan memaksa ku, cepat lepaskan aku, aku mau pulang"


"Patrick keluar"


"Baik Ketua" jawab Patrick dan kemudian melangkah ke arah pintu besar


"Jangan pergi, lepaskan dulu ikatan ku ini" teriak Lavender yang melihat ke arah Patrick


George mendorong Lavender hingga tiduran ke sofa


"Hei...apa yang kau lakukan?" bentak Lavender yang berada di bawah George


"Aku ingin melakukan sesuatu dengan mu"


"Lakukan apa?"


George mencium bibir Lavender sesaat dan kemudian melepaskan ciumannya


"Gorila Hamiiiillll" teriakan Lavender dengan nada tinggi

__ADS_1


"Apa yang kau rasakan?"tanya George dengan mengoda


"Tidak ada rasa apa pun, kenapa kau mencium ku?"


"Kau adalah pacarku maka aku ingin mencium mu"jawab George yang mencium bibir Lavender lagi


"Sudah" bentak Lavender yang menoleh ke samping


"Apa kau tidak merasa sesuatu?"


" Tidak ada, memangnya bisa rasa apa?"tanya Lavender yang tidak mengerti apa-apa


George lagi-lagi mencium bibir Lavender tanpa berhenti, Lavender yang ingin mengelak akan tetapi di tahan oleh George


Sesaat kemudian George melepaskan ciumannya


"Apa kau sudah puas mencium ku? kenapa kau tidak mencium wanita di luar sana?"bentak Lavender dengan emosi


"Aku tidak pernah melakukan dengan wanita mana pun, ini pertama kalinya"


"Apa sudah puas permainkan aku? tolong singkirkan tubuh mu ini, dan lepaskan ikatan di tangan ku"


"Jika kau setuju dengan lamaran ku maka kau segera bebas"


"Kenapa kau melamar ku?"


"Aku menyukai mu"


"Apa? tapi aku tidak ada rasa apa pun terhadap mu"


"Tidak apa-apa, kita bisa berpacaran dulu sebelum kita menikah"


"Jika aku tetap menolak?"


"Maka jangan berharap kau bisa pulang malam ini" jawab George dengan sengaja


"Ini namanya memaksa"


"Memang iya, karena aku sudah memutuskan memilih mu sebagai pasangan ku, maka kau tidak bisa menolak ku, jika kau tetap menolak maka aku terpaksa melakukannya dengan mu"


"Melakukan apa?"


"Hubungan suami istri" jawab George dengan mengoda


"A-apaa? aku tidak mau" teriak Lavender


"Jika kau tidak mau maka terima saja lamaran ku, bukankah ini aman-aman saja buat mu?"


"Baiklah aku setuju lamaran mu, tapi kau tidak boleh menyentuh ku, aku juga tidak menyukai mu, jika kita bertunangan selama setahun dan aku juga tidak memiliki perasaan apa pun pada di saat itu maka pertunangan ini di batalkan" ujar Lavender


"Kita taruhan saja bagaimana?"


"Taruhan apa?"


"Jika kau menyukai ku maka aku menang, dan kita akan menikah, dan jika di saat itu kau masih tidak memiliki perasaan pada ku maka aku kalah dan aku akan memberikan apa pun yang kau minta" sebut George dengan senyum


"Ingat janji mu, jika aku menang maka jangan mencari ku lagi"


"Iya, ini janji kita" jawab George dengan senyum dan mencium bibir Lavender


"Aneh kenapa dia mencium ku terus, kenapa perasaan ku macam ada sesuatu yang ganjal ya? apa ada terganjal sesuatu di dalam hati ku?" batin Lavender

__ADS_1


" Gadis ceroboh, ini baru awal saja, jangan berharap kau bisa lari dari ku, setelah kau menjadi tunangan ku maka selamanya kau tidak bisa kabur lagi" Batin George


__ADS_2