
"Maaf Nona, atas kejadian yang tidak menyenangkan ini, aku akan mengantikannya" ucap Kurashi dengan sopan sambil mengeluarkan dompetnya dan membayar pesanan Jusimo yang tadinya
"Terima kasih" balas ucapan Lavender yang menerima uang itu
"Kalau begitu aku pulang dulu" pamit Lavender yang berpaling ke arah lain dan meninggalkan sana
Setelah Lavender meninggalkan tempat itu sesaat kemudian muncul anggota lain yang menghampiri Kurashi
"Bos, kenapa anda membunuh Jusimo?" tanya anggotanya dengan sopan
"Orang yang tidak mendengar perintah ku harus mati" jawab Kurashi dengan tegas
"Urus jasadnya" perintah Kurashi yang kemudian meninggalkan tempat itu
Di sisi lain Lavender yang sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya dirinya mengingat ulang kejadian tadi.
"Kelihatannya Kura-kura jepang itu tidak baik seperti yang ku bayangkan, dia bisa begitu mudah membunuh anak buahnya sendiri, mafia lalu kenapa? kenapa harus bunuh orang untuk tutup mulut? aku mau belajar menembak lagi agar aku bisa membawa senjata kalau sudah bisa, besok aku mau mencari kakek" batin Lavender
Anggota Kurashi menguburkan jasad Jusimo yang di bunuh oleh atasannya itu.
"Aku merasa aneh kenapa Bos kita membunuh Jusimo?" ujar Hiro yang sedang menggali tanah
"Jusimo sudah lama mengikutinya, tapi tidak tahu kenapa demi wanita itu Bos kita malah mengambil nyawanya" kata Sato yang sedang membantu menggali tanah
"Apa karena Bos jatuh cinta sama gadis itu?" tanya Hiro dengan penasaran
"Tidak mungkin, Bos tidak pernah melihat wanita mana pun selama ini" jawab Sato
"Jika tidak mana mungkin Bos tanpa ragu membunuh Jusimo"
"Sudahlah! kita selesaikan saja tugas kita, ini hanya Bos yang tahu"
Keesokan harinya..
"Kakek, ajarin aku menembak" pinta Lavender yang sedang duduk di samping Lion
"Kenapa kamu tiba-tiba saja masih ingin mempelajarinya?" tanya Lion
"Aku ingin seperti kakek jadi penembak yang hebat, jika aku sudah bisa maka aku bisa melindungi diri ku"
"Jika kau bawa senjata maka tanah kuburan tidak akan muat di buat oleh mu" batin Lion dengan menarik nafas panjang
"Kakek, kakek" suara panggil Lavender yang melihat kakeknya melamun
"Lavender, lain kali kakek akan mengajari mu ya" ujar Lion dengan ingin mengelak
"Kenapa lain kali lagi?"
"Karena hari ini belum bisa"
"Jadi kapan bisanya?"
__ADS_1
"Nanti kalau sudah bisa kakek akan mengajarkan mu"
"Tidak mau, aku mau belajar sekarang, Kakek, ajarin aku, kalau tidak maka biar Paman Bieber atau Paman Kelvin yang mengajari ku"
"Nona, kami beberapa hari ini ada urusan jadi, maaf" ucap serentak Bieber dan Kelvin
"Kenapa kalian bisa begitu kebetulan ya?" tanya Lavender dengan heran
"Cucu ku, mereka memang sedang sibuk, jadi jangan ganggu mereka dulu ya" ucap Lion dengan senyum
"Kakek, ajarin aku" pinta Lavender dengan menarik-narik tangan Lion
"Lain kali" jawab Lion
"Kakek, aku mau belajar" pinta Lavender yang menarik tangan Lion tanpa berhenti
"Lain kali saja, beberapa hari ini Kakek sedang sibuk"
"Kakek bohong, Kakek hanya duduk santai"
"Tapi?"
"Ajarin aku, jika Kakek tidak mau lain kali aku tidak mau ke sini lagi"
"Lavender"
"Ajarin aku, aku mau belajar" pinta Lavender
Malam hari.
"Ketua besar, kenapa tidak ingin mengajari Nona belajar menembak?" tanya Bieber dengan penasaran
"Kemarin kalian sudah melihat caranya menembak, aku hanya takut itu membahayakan dirinya, dia bahkan tidak takut dengan senjata walau di ancam oleh musuh"jawab Lion dengan menarik nafas panjang
"Benar juga! Nona sama sekali tidak merasa takut terhadap apa pun" lanjut Kelvin
"Tidak ada rasa takut sebenarnya ini baik untuk dia atau bahaya untuk dia, jika dia terlalu berani kita juga khawatir ini akan membahayakannya, lihat saja di saat dia melepaskan bom itu dan bawa ke dalam restoran, itu sangat bahaya sebenarnya. jika orang lain pasti cari tempat persembunyian dulu, akan tetapi dia malah melepaskan bomnya, dia sangat berani tapi justru ini membuat ku sangat khawatir" jelas Lion
"Ketua besar, bukankah ini mirip dengan mu semasa muda dulu." sambung Biebe dengan senyum
"Karena aku adalah pria dan pemilik kumpulan Lion tentu saja aku harus berani, tapi dia adalah anak gadis" jawab Lion
Keesokan harinya
Pasar keramaian.
"Selamat datang" sambut Lavender dengan ramah menyambut pelanggan yang datang ke tokonya
"Nona, kita bertemu lagi" ucap Kurashi dengan ramah
"Hah...Tuan Kura-kura, anda mau pesan apa?" tanya Lavender dengan sopan
__ADS_1
"Pesan makanan yang paling enak" jawab Kurashi dengan senyum
"Baiklah! kalau begitu aku akan sampaikan ke Bibi ku" jawab Lavender
Bukannya berjalan ke arah dapur, Lavender malah dengan santainya berteriak dengan nada tinggi selangit.
"Bibiiii, hidangkan makanan yang paling enaaaakkk" teriak Lavender yang memenuhi satu tokonya
"Lavender, kenapa teriak-teriak? Bibi mu ini belum tuli, lagi pula jarak kita hanya beberapa langkah" teriak Summy yang di dalam dapur dan merasa kesal karena kaget dengan teriakan Lavender
"Bibi, jangan marah-marah, nanti kura-kuranya lari" balas teriakkan Lavender
"Apanya yang kura-kura?" teriak Summy yang berjalan ke arah Lavender
"Tuan kura-kura memesan makanan"
"Hah..Tu-tuan, maaf, anak ini sangat tidak sopan" ucap Summy yang menutup mulut Lavender
"Tidak apa-apa, jangan menyalahkan Nona ini" jawab Kurashi dengan sopan
"Silahkan tunggu sebentar, aku akan menghidangkan lauknya" kata Summy dengan sopan
"Baik terima kasih" ucap Kurashi dengan sopan
"Nona, apa kita bisa bicara sebentar?"
"Bisa, apa yang ingin di bicarakan, Tuan" tanya Lavender dengan menuangkan air dan meletakkan meja di hadapan Kursahi
"Apa Nona besok ada waktu?"
"Besok?"
"Benar, aku ingin berjalan-jalan, tapi karena aku bukan asli orang tempatan maka butuh seseorang menemani ku, apakah Nona sudi menemani ku?"
"Tapi aku besok ada janji dengan Kakek ku" jawab Lavender dengan alasan
"Ternyata Nona masih memiliki seorang Kakek?"
"Iya, aku ingin menemaninya membantu memilih kado"
"Apakah Kakek Nona ulang tahun?"
"Hah...ulang tahun?"
"Iya, jika iya maka karena kita adalah teman jadi aku ingin memberi kado untuk Kakek Nona"
"Gawat. rencana mau berbohong malah begini, aku harus cari alasan lain" batin Lavender
"Bukan, sebenarnya bukan ulang tahun, tapi kakek ku ingin menikah lagi dengan wanita muda maka aku ingin membantunya" jawab Lavender dengan alasan
"Oh...ternyata begini, apa kakek Nona masih muda?"
__ADS_1
"Sudah 70 tahun, dia bilang bosan hidup sendiri jadi butuh istri lagi maka dia mau cepat menikah dan mau punya anak lagi dan ingin mengendong cucu baru lagi" jawab Lavender yang asal-asalan