Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Ancaman Kanesehiro pada Kurashi


__ADS_3

"Sebenarnya apa yang terjadi kenapa kursi ini patah semua?" tanya Kurashi dengan merasa heran


"Tuan, anak ini gara-gara takut sama kecoak maka dia melemparnya dengan mengunakan semua kursi di sini" jawab Summy yang sedang memungut semua patahan kursi itu


"Bibi, aku akan memperbaikinya" kata Lavender


"Tidak perlu, kau hanya bisa menghancurkan mana bisa memperbaikinya, semua barang yang kau sentuh pasti hancur" jawab Summy dengan menahan emosi


"Jadi hari ini kita tidak perlu berjualan, kita libur saja" ujar Lavender tanpa merasa bersalah


"Semua lauk sudah masak, jika tidak berjualan maka lauk itu mau di kemanakan?" tanya Summy sambil menahan emosi


"Bibi ada masak daging kecap aku mau antar untuk kakek"


"Memang sebanyak itu kakek mu bisa habiskan?"


"Jika tidak bisa aku bisa membantunya menghabiskannya" jawab Lavender yang sambil menyapu tokonya


"Tuan kura-kura, kenapa ada di sini?" tanya Lavender


"Aku hanya lewat dan singgah ke sini" jawab Kurashi dengan senyum


"Tuan kura-kura, apa bisa tolong pergi dari sini? karena aku ingin membersihkan toko ini, jika Anda di sini maka ini hanya membuat kami tidak bisa bekerja" pinta Lavender yang berterus terang


"Lavender, kenapa kau malah mengusir pelanggan kita?" tanya Summy


"Bukan Bi, bukannya kita tidak jualan hari ini? jadi untuk apa tuan kura-kura duduk di sini?"


"Maaf, maaf. Tuan, anak ini selalu saja ceplas ceplos kalau bicara" ucap Summy dengan merasa segan


"Tidak masalah, aku hanya singgah saja. jika kalian sibuk maka aku pergi dulu" jawab Kursahi dengan sopan


"Maaf Tuan, hari kelam kabut di buat anak ini, sehingga berantakan toko kami" ucap Summy dengan merasa segan


"Tidak apa-apa, kalau begitu aku permisi dulu" kata Kurashi dengan bangkit dari tempat duduk dan meninggalkan toko Summy


"Lavender"


"Iya"


"Kenapa kau mengusirnya?"


"Bibi, bukannya bibi mengatakan jauhi dia, dan si gorila hamil itu juga pesan aku jauhi dia"


"Benar juga, lalu apakah George belum pulang? sepertinya dia sudah lama ke California, apa dia baik-baik saja di sana?"


"Tidak tahu" jawab Lavender dengan santai


"Kenapa kau bisa tidak tahu? dia adalah calon suami mu apa kau tidak khawatir?"


"Kenapa aku harus khawatir? dia kan banyak anggota di sisinya"


"Lavender, dia itu adalah calon suami mu kenapa kau tidak bisa bersikap lembut terhadapnya?"


"Bibi, bagaimana bersikap lembut? aku tidak pernah kasar padanya, lagi pula dia kan ada urusan lalu kenapa harus khawatir?"

__ADS_1


"Apa kau tidak takut jika dia di sana ada wanita lain? jika kau tidak ambil perhatian terhadapnya maka jika di sana dia bertemu dengan wanita lain dan memilih wanita itu apa kau tidak menyesal?"


"Bibi, kenapa semakin lama semakin tidak pintar?"


"Apa maksud mu?"


"Jika dia mudah jatuh cinta pada wanita lain maka biarkan saja, aku juga tidak butuh sama pria yang tipenya mudah pindah hati, jika hanya karena dia baru pergi tidak lama sudah membuatnya tersentuh oleh wanita lain lalu untuk apa aku mempertahankannya, aku tidak mau jadi wanita bodoh yang hidup bergantung pada pria, aku mau mandiri dan hidup demi diri sendiri, aku masih memiliki bibi sama kakek" jawab Lavender dengan santai


"Bibi dan Kakek mu ini tidak bisa menjaga mu seumur hidup"


"Kalau bagitu biarkan aku saja yang menjaga kalian seumur hidup"


"Lavender, maksud ku adalah bibi mu dan kakek mu tidak bisa menemani mu seumur hidup"


"Kalau begitu biarkan saja aku yang menemani kalian seumur hidup"


"Anak ini tidak bisa mengerti maksud ku, kami ini sudah tua, jadi kapan pun kami akan pergi"


"Pergi kemana, Bi?"


"Meninggalkan mu, oleh karena itu jika kau tidak menikah siapa yang akan menjaga mu?"


"Kalau pun aku menikah juga tidak seharusnya dengan Gorila kan? kan masih banyak pria lain"


"Diri mu ini benar-benar susah di bilangin"


"Bibi sangat aneh, walau aku tidak menikah juga tidak mengubah apa-apa, rumput tetap biru dan awan tetap hijau" kata Lavender yang tidak sadar dengan ucapannya


"Yang benarnya adalah rumput tetap hijau dan awan tetap biru, kenapa kau selalu saja salah dalam mengatakan sesuatu?"


"Kenapa kau selalu saja menyalahkan ku atas kebodohan mu itu?" tanya Summy yang lagi-lagi di buat kesal


"Karena di tular oleh Bibi"


"Dasar anak durhakaaaa" teriak Summy yang ingin memukul dengan kayu patahan kursi itu


"Jika Bibi memukul ku lagi maka aku akan menangkisnya dengan meja" kata Lavender dengan ingin mengangkat meja itu tersebut


"Sudah! sudah, jangan menyentuh meja itu lagi" ucap Summy yang trauma dengan tingkah keponakannya itu


"Bibi, toloooonnggg" teriak Lavender yang langsung melompat memeluk tubuh Summy dengan erat


"Ada apa dengan mu? cepat turun jangan memeluk ku" teriak Summy yang di buat kesal oleh Lavender


"Itu ada kecoak lagi, Bi, aku tidak mau turun" teriak Lavender yang ketakutan sambil memeluk tubuh Summy dengan kedua tangan melingkar leher bibinya, dan kedua kakinya melingkar erat di pinggang Summy


"Hanya kecoak saja membuat mu takut, cepat turun aku tidak bisa bernafas" teriak Summy dengan nada memenuhi toko


"Tidak maaaauuu, dia masih di sana" jawab Lavender dengan nada memenuhi ruangannya itu


"Kalau kau tidak turun bagaimana aku bisa mengusirnyaaa" bentak Summy yang merasa kesal karena di peluk erat oleh keponakannya itu


"Toloooong siapa pun yang bisa usir kecoaakk iniii" teriakan Lavender yang memeluk erat tubuh Summy


"Cepat turunkan kaki mu dan tangan mu" teriak Summy yang merasa kesal

__ADS_1


"Tidaaakkk, cepat usir dia keluaaarr" teriak Lavender


"Tolong siapa pun yang bisa jauhkan si cacing ini dari tubuh ku ini, akan ku beri kalian makan selama seminggu dengan gratiiiiss" teriakan Summy yang menembus keluar toko


"Siapa yang bisa mengusir kecoak ini aku beri makan gratis selama 2 mingguuuuuu" teriak Lavender yang tidak mau kalah


Kediaman Kurashi.


"Tuan muda" sapa Akira yang sedang menunggu kepulangan Kurashi


"Paman Akira, kenapa kau berada di sini? tanya Kurashi yang baru masuk ke rumahnya itu


"Tuan besar ada di dalam ruang baca Anda, beliau sedang menunggu mu" jawab Akira dengan hormat


Klek.


"Papa" sapa Kurashi dengan hormat


"Hm, apa kau begitu jatuh cinta anak ku?" tanya Kaneshiro yang sedang duduk di kursi dengan menyandarkan diri


"Aku tidak mengerti maksud mu?"


"Anak ku sudah dewasa, jadi wajar jika diri mu tersentuh dengan wanita" jawab Kaneshiro dengan tatapan tajam


"Papa, ini tidak benar" kata Kursahi dengan menyangkal


"Anak ku, apa kau serius dengannya?"


"Papa, ini tidak benar"


"Gadis yang jualan makanan di pasar keramaian itu mampu menarik perhatian mu, kelihatannya dia sangat istimewa bagi mu" ucap Kaneshiro dengan tatapan aura membunuh


"Aku hanya sekedar penasaran" jawab Kurashi dengan sopan


"Hahahah...anakku, pria tertarik pada gadis cantik itu hanya hal biasa, jika kau suka kau bisa main sepuasnya setelah bosan maka bayar sejumlah uang dan buang jauh-jauh, hanya satu yang harus kau ingat kau hanya boleh menikah dengan wanita jepang, ingat asal mu dari mana" ujar Kaneshiro


"Aku mengerti" jawab Kurashi dengan menunduk


"Jika main boleh saja, jika serius kau tahu kan akibatnya?" kata Kaneshiro dengan ancam


"Aku mengerti maksud mu" jawab Kurashi


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya


Mafia berdarah dingin ( tamat)


Pembunuh Profesional ( On Going)


Gadis Incaran Pengusaha( tamat)


Gadis Amnesia dan Pria Misterius( tamat)


Never Forget You( On Going)

__ADS_1


Cruel Love Of Gangster akan update dalam waktu dekat


__ADS_2