Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Keguguran


__ADS_3

Lavender yang masih terhuyung-huyung akibat benturan kepalanya di saat mobil berbalikan di jalan membuatnya berjalan seperti orang kemabukan


"Kepala ku pusing sekali, aku tidak membawa handphone, tidak bisa menghubungi siapa pun" gumam Lavender yang terduduk di luar salah satu toko di tepi jalan sana


"Tidak mungkinkan aku harus duduk di sini sampai malam, masalahnya harus lewat jalan apa untuk menuju ke pasar keramaian" gumam Lavender sambil menepuk kepalanya yang masih terasa sakit


Setelah beberapa jam kemudian Lavender pun tiba ke pasar keramaian dan menuju ke tokonya


"Bibi, aku pulang?" suara panggilan Lavender yang penglihatannya masih berbayang dan masih berdiri di pintu tokonya


"Nah..sudah pulang? bagaimana dengan mereka? apa mereka baik-baik saja? apa mereka terluka atau masih hidup?" tanya Summy dengan panjang lebar yang sedang menghampiri keponakannya


"Bibi, kenapa bukan bertanya bagaimana keadaan ku malah bertanya tentang mereka?"tanya Lavender dengan kesal


"Melihat mu di sini apa mungkin kau ada apa-apa? pasti mereka sudah hajap di buat mu kan"


"Apa ini toko Mummy ya?" tanya Lavender dengan linglung


"Ada apa dengan mu? apa kau mabuk?"


"Suara mu macam Bibi ku tapi kenapa kepala mu ada dua?"tanya Lavender dengan melihat ke arah Summy


"Apa kau gila karena di bawa pergi oleh mereka?"


"Tapi suara mu memang mirip dengan Bibi Mummy hanya saja bibi ku itu cuma punya satu kepala kenapa kamu ada dua kepala dan mata mu ada empat?" tanya Lavender yang melihat jelas ke arah Summy


"Hei..bocah, apa kepala kau baik-baik saja? apa ada terbentur?"


"Mobil kami terbalik karena supirnya bodoh, aku permisi dulu mau pulang" jawab Lavender yang dalam keadaan pusing dan ingin melangkah pergi


"Woi..woi...kau ingin pulang kemana? di sini adalah rumah mu" ucap Summy yang menarik lengan Lavender dan masuk ke dalam toko


"Mobil mu terbalik berarti kepala mu pasti terlukakan?" tanya Summy


"Tidak, aku hanya pusing semua yang aku lihat ada dua" jawav Lavender dengan duduk di kursi


"Aku akan panggilkan dokter untuk memeriksa mu"

__ADS_1


"Tidak butuh, sebentar saja aku pasti sembuh. Bi"


"Jadi bagaimana kau bisa pulang? mereka membawa mu kemana?"


"Aku tidak tahu, mereka membawa ku ke jalan besar dan mobil kami terbalik setelah itu aku di selamatkan oleh orang sana dan tidak lama kemudian mobilnya meledak, dan setelah itu aku berjalan pulang" jelas Lavender


"Ini sudah jam 6 sore, dan apakah sangat jauh tempat itu ke sini? sehingga beberapa jam kau baru sampai rumah"


"Aku tidak tahu, aku berjalan dan sambil merangkak karena pusing, aku menyasar ke rumah sakit"


"Kau bodoh sekali, kau sudah menyasar ke rumah sakit tapi kenapa tidak rawat inap dulu di sana?"


"Aku sudah mendaftar, Bi. tapi mereka tidak menerima ku"


Mendengar penjelasan Lavender membuat Summy marah besar karena mendapat penolakan dari rumah sakit tersebut


"Alasannya apa dia tidak menerima mu? kita bayar pakai uang juga kenapa dia menolak mu? ini sama mereka mau cari mati dengan ku, di mana alamat rumah sakit itu? sekarang juga aku mau buat perhitungan dengan mereka" tanya Summy dengan kesal sambil memegang panci gagang


"Aku masih ingat nama rumah sakitnya adalah Klinik Animal" jawab Lavender


"A-apa klinik A-animal?" tanya Summy dengan terbata


"Masih beruntung kau tidak di suntik mati oleh mereka" jawab Summy dengan mengeleng-geleng kepalanya


"Bibi, tadi wanita itu mengeluarkan darah apa dia akan keguguran ya"


"Biarkan saja, jika memang terjadi ini adalah balasan atas semua perbuatan dari Kurashi dan wanita itu, jadi bukan salah mu" jawab Summy


"Aku rasa sudah di bawa ke rumah sakit, tadi aku hampir saja di bawa ke sana juga"


"Kenapa kau menolak?"


"Aku tidak mau, wanita itu hamil cucu si singa itu, tentu dia akan berada di sana nantinya, jadi aku pasti dijadikan sandra olehnya, jadi aku menolak dan cari alasan saja"


"Kau mengunakan alasan apa?"


"Aku bilang jika Bibi ku mau melahirkan kembar tiga dan suaminya sedang menangkap ikan di udara dan aku langsung kabur" jelas Lavender dengan meneguk air di gelasnya

__ADS_1


"Pintar sekali diri mu setiap kali mengunakan nama Kakek dan Bibi mu untuk membohongi orang, menangkap ikan bukan di udara tapi di laut, dasar bodoh" ketus Summy


Rumah sakit


Kaneshiro yang mendengar kabar Mimi mengalami kecelakaan dirinya pun langsung menuju ke rumah sakit, anak dalam kandungan Mimi adalah harapan satu-satunya untuk dia merebut kekuasaan ketua mafia yang di miliki oleh orang tua Mimi


"Dia sudah tahu jika dia hamil muda, tapi masih saja mencari masalah, memang tidak tahu diri" ketus Kaneshiro yang berdiri di luar ruang darurat


"Tuan besar, dengar info nona Mimi mengalami pendarahan saat di bawa ke rumah sakit, ini sangat membahayakan" kata Erick yang sedang berdiri di samping Kaneshiro


"Menyusahkan, dia berguna bagi kita karena anak di dalam kandungannya, dan jika anak itu sudah mati maka harapan ku sudah hilang, dan wanita ini sudah tidak berguna lagi bagi ku" ketus Kaneshiro dengan kesal


Tidak lama kemudian dokter keluar dari ruang darurat


"Dokter, bagaimana dengan kondisi nona Mimi?" tanya Erick yang menghampiri dokter itu. sedangkan Kaneshiro hanya bersikap cuek


"Luka nya tidak parah, hanya saja anak dalam kandungannya tidak bisa di selamatkan" jawab dokter dengan menghela nafas


"kami sudah mengerti, terima kasih, Dokter" ucap Erick


"Sama-sama" jawab dokter dengan melangkah pergi


"Hem...semuanya sia-sia, hancur di tangan wanita itu, Kurashi hancur karena wanita itu dan anak satu-satunya juga tewas, menyusahkan saja" ketus Kaneshiro dengan kesal


"Tuan besar, apa rencana kita seterusnya? demi ingin menangkap wanita itu sudah banyak anggota yang menjadi korban, kumpulan Black White pasti ikut campur jika ingin menangkap wanita itu lagi, dia di lindungi oleh mereka" ucap Erick


"Aku sudah tidak bisa mengharapkan Kurashi dan Mimi, aku harus memikirkan cara terbaik untuk diri ku sendiri, George Hamilton adalah anak kandung ku, aku tidak percaya jika dia bisa membunuh ku, bagaimana pun hubungan darah tidak akan bisa di putuskan" kata Kaneshiro


"Maksud Anda adalah?"


"Aku ingin bertemu dengannya sebagai status orang tuanya" jawab Kaneshiro


"Tuan besar, jika bertemu dengannya bukankah ini akan membahayakan Anda?"


"Dia juga tidak bodoh, jika aku mati di sini semua anggota kita di jepang akan menyerang ke kota ini, George Hamilton bukan pertama kali di dunia mafia, jadi setiap mengambil tindakan harus menyusun rencana dengan baik" jelas Kaneshiro


"Benar juga, akan tetapi apakah dia ingin bertemu dengan Anda?"

__ADS_1


"Aku ingin mengunakan kesempatan ini untuk bekerjasama dengannya, jika bisa berhasil maka dia akan sangat berguna bagi ku di bandingkan dengan Kurashi" jawab Kaneshiro


__ADS_2