Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Lion ingin balas dendam


__ADS_3

Summy menceritakan ulang semua kejadian kepada Lavender. mereka semua duduk di halaman tersebut sambil mendengar cerita Summy. Sementara Floris hanya bisa duduk dengan diam mendengar cerita sambil merasa marah dan iri.


"Lavender, maaf jika selama Bibi merahsiakannya pada mu agar bisa melindungi mu dengan cara begini" ucap Summy yang duduk di samping Lavender


"Bibi, jangan meminta maaf aku tidak menyalahkan, Bibi. lagi pula ini semua untuk melindungi ku" jawab Lavender sambil memeluk Summy yang duduk bersamanya


"Ini adalah jodoh. Summy, aku mengira kamu sudah meninggalkan kota ini. setelah kejadian aku tidak perneh melihat mu lagi dan tidak menyangka jika kamu lah yang telah menyelamatkan satu-satunya keturunan Lion" ucap Lion merasa haru


"Tuan Lion, kita adalah sekeluarga, dan juga di saat itu selain di pasar aku tidak tahu harus ke mana karena hanya di sana baru tidak akan di curigai, untung saja pembunuh itu tidak melihat ku jika tidak aku juga takut di ketahui olehnya" jelas Summy


"Aku baru ingat, Tevez pernah muncul di pasar tidak lama ini, dia bersama anggotanya, di saat itu aku membawa Lavender segera tinggalkan pasar itu di saat kami mau belanja" kata Summy


"Dia ke pasar untuk apa? dia memang sudah kembali ke kota ini, dan aku yakin dia juga ingin aku mati" lanjut Lion


"Kakek, kenapa dia ingin membunuh, kakek?"tanya Lavender yang penasaran


"Lavender, dia menyukai Mama mu, dan kakek membantah keras, makanya dia merasa dendam dan kemudian dia membunuh papa dan mama mu" jawab Lion dengan melihat ke arah Lavender


"Kakek, Tevez apakah nama gelarannya adalah Macan serigala?" tanya George yang duduk di berhadapan dengan Lion


"George, benar. apa kamu mengenalnya?" tanya Lion dengan melihat ke arah George


"Di dunia mafia tentu pernah mendengarnya, dia sangat licik dan egois, suka bermain wanita dan sangat suka menindas orang, karena dia suka merampas maka banyak yang memberi julukan macan serigala" jelas George


"Macan tutul apakah yang rambut panjang yang ikat di belakang dan kaca mata hitam?" tanya Lavender yang mengingat kejadian kemarin


"Kenapa kau bisa tahu?" tanya serentak Lion, George dan Summy yang sama-sama melihat ke arah Lavender


"Anggotanya kemarin menindas seorang nenek yang jual di tepi jalan, dan aku menghajarnya" jawab Lavender


"Jadi dia yang kamu katakan kemarin itu, lalu apa dia mengenal mu?" tanya Summy


"Tidak, mana mungkin dia bisa tahu siapa aku, bahkan aku sendiri saja tidak tahu siapa aku sebenarnya" jawab Lavender yang menoleh ke arah Summy


"Kakek, apa rencana kakek seterusnya?" tanya George menatap ke arah Lion


"Tentu saja membalas dendam, kita sudah tahu siapa pelakunya dan aku tidak akan tinggal diam" ujar Lion dengan mengepal tangannya


"Kakek, biar aku gabung bersama kalian" kata George


"George, tapi ini adalah dendam di antara Lion dan Tevez ini akan melibatkan mu jika kamu campur tangan" jawab Lion

__ADS_1


"Kakek, Lavender adalah kekasih ku, jadi ini masalah ku juga" jelas George dengan senyum


"Kalian adalah sepasang kekasih?" tanya Lion dengan merasa heran


"Kakek, jangan dengarkan dia aku belum setuju" bantah Lavender yang melihat ke arah Lion


"Lavender, jangan menyangkal lagi, kita akan bertunangan dalam waktu dekat" kata George dengan senyum


"Aku belum setuju jangan sembarangan, bukankah kau sudah pulang kenapa datang lagi?" jawab Lavender


"Aku hanya pulang sebentar saja, dan aku tahu kau pasti tidak akan duduk diam oleh karena itu aku datang lagi" jawab George dengan senyum


"Ini bagus, akhirnya Lavender sudah ada yang mau jadi aku tidak perlu emosi setiap hari" canda Summy dengan ketawa


"Hahhaha...Summy, apakah cucu ku ini selalu membuat mu emosi?" tanya Lion dengan bercanda


"Tuan Lion, anda tidak tahu saja, anak ini selalu nyasar dan lebih parahnya tidak pernah tepat saat menyebut nama orang, sudah itu dapur ku berkali-kali hampir di ledakkan oleh nya" jelas Summy dengan ketawa kecil


"Bibi, jangan salahkan aku, aku bodoh karena tinggal bersama, Bibi. makanya tidak ada pintar-pintarnya" sambung Lavender yang merasa kesal


"Sayang sekali kamu tidak sepintar Mama mu, makanya jika George mau menikahi mu maka hidup ku sudah tenang" ujar Summy dengan bercanda


Bersatunya Lavender dan Lion membuat mereka merasakan kebahagiaan, setelah pisah selama 20 tahun pada akhirnya Lion bertemu kembali dengan cucu yang selama ini dia rindukan


Kediaman Lion


"Ada apa dengan mu? wajah, tangan mu kenapa bisa begini?" tanya Girvanlo yang berada di ruang tamu


"Ini semua gara-gara wanita pasar itu" jawab Floris dengab kesal


"Ada apa lagi dengannya? kenapa kau selalu saja bermasalah denganya?" tanya Grivanlo yang sedang membaca koran


"Kakak, aku tidak puas, ternyata dia adalah cucu kakek yang tidak mati di ledakkan itu" ketus Floris dengan emosi


"Apa? cucu kakek? anak Bibi Merliza?"


"Benar, jika aku tahu begini maunya kemarin aku menabraknya sampai mati saja" ujar Floris yang merasa kesal


"Floris, sebenarnya apa yang terjadi? katakan semuanya pada ku" tanya Girvanlo dengan penasaran


Floris memberitahu semua kejadian kepada Grivanlo

__ADS_1


"Macan serigala adalah musuh kakek? ini akan menjadi pertarungan besar di antara kumpulan Lion dan Macan" ujar Girvanlo


"Bukan itu saja, Kakak George juga akan ikut campur" lanjut Floris yang dengan raut wajah kesal


"Hubungan kakek dan George selama ini sangat baik, oleh karena itu George pasti akan ikut membantu" jelas Girvanlo


"Bukan itu lagi masalahnya, Kakak George akan menikahi Lavender wanita rendahan itu, aku tidak puas sama sekali, Kakak George berpaling ke dia dan Kakek juga sama, jadi siapa diri ku nanti" gerutu Floris yang merajuk


"Floris, dari dulu kau selalu membuat masalah tentu kakek marah pada mu, bayangkan saja.dari dulu kau sangat suka mengunakan nama kumpulan untuk menindas orang lain, tentu saja ini akan membuat kakek marah besar, karena ini hanya akan menjejaskan nama baik keluarga Lion" ujar Girvanlo


"Kakak, apa ada cara untuk melenyapkan wanita itu?"


"Apa kau masih tidak cukup dengan masalah yang kau timbulkan ini? masih ingin membunuhnya? jangan cari masalah lagi, sekarang dia adalah cucu kandung Lion, dan kau hanya cucu adopsi jadi kakek bisa mencabut nyawa mu kapan pun dia mau" kata Girvanlo


"Aku benar-benar tidak puas, posisi ku di hati kakek di rebut olehnya dan kakak George juga di rebut olehnya" batin Floris


Rumah sakit


Lion, George dan Summy duduk bersama di kamar Lavender


"Besok aku ingin pulang" ucap Lavender yang duduk bersandar di ranjangnya


"Tidak bisa" jawab serentak Lion, George dan Summy


"Tapi aku bosan di sini" kata Lavender


"Luka mu belum sembuh, harus di periksa oleh dokter" ujar George yang duduk di samping Lavender


"Lavender, dengar saja kata George ini untuk kebaikan mu" ujar Lion dengan senyum


"Benar, otak mu sudah bermasalah dari dulu maka harus di jaga luka mu agar tidak tambah bodoh lagi" lanjut Summy dengan ngejek


"Bibi, bodoh ku kan dari Bibi juga" jawab Lavender yang tidak mau kalah


"Sudah, makan dulu nanti minum obatnya lagi" kata Summy yang mengambilkan makanan yang dia bawa tadinya


Setelah beberapa menit kemudian George dan Lion keluar dari kamar Lavender


"Kakek, kita harus mulai dari mana?"tanya George yang sambil mendorong kursi roda Lion


"Dia mengunakan bom untuk membunuh mereka maka aku ingin mengunakan cara yang sama untuk menyerangnya" jawab Lion

__ADS_1


__ADS_2