Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Lavender belajar menembak


__ADS_3

"Apa yang di katakannya juga ada benarnya, jika ada yang menindasnya maka dia bisa melindungi diri. hidup di dunia mafia apa saja bisa terjadi, jika suatu saat dia menikah dengan George dia tetap harus bisa melindungi dirinya sendiri" jawab Lion dengan khawatir


"Ketua besar, jangan khawatir, aku yakin jika ketua George bisa melindungi nona dan kita juga akan melindunginya" ujar Kelvin


"Kelvin, selidiki Kaneshiro apakah benar dia sudah berada di kota S, Kurashi bermusuhan dengan George sementara dia juga mengenal Lavender kelihatannya akan ada sesuatu yang tidak baik akan terjadi" ucap Lion dengan menghela nafas panjang


"Ketua besar, khawatir jika Kurashi akan melukai nona?"


"Bukan dia saja tapi Kaneshiro juga? jika dia berani menyentuh cucu ku aku tidak akan melepaskan nya"


"Baik Ketua besar"


Lapangan tembak


Puluhan anggota Lion sedang melihat Lavender yang sedang belajar menembak


"Kalau begini terus aku yakin pohon-pohon di lapangan kita pasti akan roboh semua" kata salah satu anggota yang melihat ke arah Lavender dengan suara pelan


"Benar, ini sudah pohon ke tiga yang tumbang selama nona belajar 2 jam ini" lanjut anggota lainnya


"Sementara papan sasaran tidak mengenai satu pun pelurunya" sambung anggota lainnya


Dor..dor...dor....dor...dor...dor...dor...dor...


Tembakan dari Lavender yang nyasar ke pohon sehingga daun-daunan berjatuhan


"Paman, senjata tidak bagus kenapa pelurunya tidak bisa kena papan yang di depan itu?" tanya Lavender dengan kesal


"Nona, tangan mu bergerak di saat diri mu melepaskan tembakan, oleh karena itu pelurunya nyasar" jelas Bieber dengan penuh kesabaran


"Kalau begitu ikat saja tangan ku agar tidak bergerak di saat melepaskan tembakan" jawab Lavender yang tidak mau ngaku salah


Setelah belajar seharian akhirnya membuahkan hasil


"Horeeeeeee, aku sudah bisa tepat sasaran" teriak Lavender dengan kegirangan


"Nona, selamat Anda berhasil" ucap Bieber dengan sopan


"Paman, aku ingin menjadi mafia wanita yang kejam" kata Lavender dengan yakin


"Iya! iya, Nona pasti bisa" balas Bieber dengan senyum

__ADS_1


"Belum jadi mafia saja Nona sudah cukup kejam menghajar orang yang ingin menindasnya, apa lagi kalau sudah jadi wanita mafia" batin Bieber


"Kakek..kakek...aku sudah berhasil" teriak Lavender yang menuju ke ruangan yang di mana Lion berada


"Lavender, kenapa kau begitu gembira?" tanya Lion dengan senyum


"Kakek, aku sudah bisa menembak" jawab Lavender dengan senang ria


"Bagus! bagus, akhirnya cucu ku ini sudah pintar" ucap Lion dengan ketawa kecil


"Ketua besar, selamat Nona sudah berhasil hanya saja perlu latihan lagi agar bisa lebih tepat sasarannya" kata Bieber dengan sopan


"Bagus sekali, apa saja hasil dari latihannya?" tanya Lion dengan penasaran


"Semua peluru yang telah di gunakan sekitar 98 butir, 90 butir menumbangkan 7 pohon dan 8 butir tepat pada papan sasaran" jelas Bieber


"Bukankah ini sama saja lapangan tembak sudah tidak ada pohon?" ucap Kelvin dengan heran


"Benar, 7 pohon kita semua sudah tumbang karena peluru" jawab Bieber dengan santai


"Lavender, kau berhasil menumbangkan pohon yang kakek tanam selama 15 tahun" kata Lion dengan senyum


"Ha...kakek, jangan menyalahkan ku, ini salah pelurunya tidak mau jinak, setiap aku melepaskan tembakan dia nyasar ke arah lain, jika Kakek suka menanam pohon maka biarkan aku yang menanam yang baru"


"Tidak bisa! tapi aku bisa belajar"


"Sudahlah, pohon itu sudah lama juga, cepat atau lambat harus di tumbangkan juga" kata Lion dengan santai


"Jadi apa aku bisa memiliki senjata?"


"Belum bisa, sekarang kamu belum bisa sepenuhnya jadi untuk sementara kau tidak boleh memilikinya" jawab Lion


"Iya, aku mengerti" jawab Lavender dengan menurut


"Lavender, malam ini kau tidur saja di sini, nanti Kakek akan menghubungi bibi mu" kata Lion dengan memegang kepala cucunya itu


"Baiklah, tapi kakek aku ada satu permintaan"


"Katakan lah, jangan satu permintaan bahkan jika 100 permintaan kakek juga akan mengabulkan untuk mu"


"Tidak perlu, aku hanya mau satu saja"

__ADS_1


"Apa itu?"


"Katakan tentang Kakek di saat masih muda dulu, dan tentang Papa Robek dan Mama ku, itu saja"


"Hahahaha..baiklah, malam ini Kakek akan menceritakan semua yang kau ingin tahu" jawab Lion dengan ketawa


Kediaman Kurashi


Di malam itu Kurashi sedang duduk bersama Kaneshiro


"Kapan kau akan mulai menyerang George Hamilton?" tanya Kaneshiro


"Masih belum di rencanakan, Pa" jawab Kurashi dengan sopan


"Jangan buang waktu lagi, kau sudah cukup lama di sini, setelah membunuhnya maka kau harus segera kembali ke jepang dan menikah dengan Mimi, ini sudah di tunda cukup lama"


"Baik Pa, jawabnya dengan menurut


"Aku tahu kau tidak menyukainya, sebuah pernikahan tidak butuh cinta, kau hanya perlu membuatnya melahirkan anak untuk mu, dan posisi ayahnya juga bisa menjadi milik mu, kau sangat beruntung jika menikahinya"


"Membuat dia melahirkan anak untuk ku?"


"Benar, kau sudah berusia 30 tahun sudah waktunya memiliki keturunan, jangan buang waktu lagi, ingat semakin banyak anak mu semakin bagus, ke depannya kau bisa serahkan posisi mu ke salah satu anak mu"


"Aku mengerti" jawab Kurashi dengan sopan


"Kurashi, jangan mencintai seseorang, semasa aku muda dulu aku juga menikah dengan seorang wanita dan dia melahirkan anak laki-laki untuk ku, tapi demi kejayaan ku di masa depan aku harus membunuhnya dan meninggalkan anak ku di panti asuhan, kita harus bersikap kejam untuk meraih kesuksesan"


"Papa, meninggalkan anak sendiri di panti asuhan? bukankah dia akan mengantikan posisi mu?"


"Siapa saja bisa gantikan posisi ku selagi dia berguna, tidak seharusnya anak ku sendiri, jika bukan karena aku tidak bisa punya anak lagi maka aku pasti akan mencari beberapa wanita untuk melahirkan anak ku" jawab Kaneshiro


"Ini adalah peringatan untuk ku, anak sendiri dia buang dan bunuh istrinya sendiri, pria tua ini sangat kejam, sekejam-kejamnya harimau juga tidak mungkin menyakiti anaknya sendiri tapi dia malah lebih kejam dari induk harimau" batin Kurashi


"Aku mendengar kabar Mimi akan ke kota S mencari mu, cobalah berhubung baik dengannya, ingat itu dia adalah masa depan mu, jika kau ingin main wanita lain lakukan saja di belakangnya jangan sampai ketahuan" ujar Kaneshiro


"Baik Pa" jawab Kurashi dengan menurut


"Demi ingin membuat mu puas aku harus setuju dengan pernikahan ini, dan untuk melindungi Lavender" batin Kurashi


"Aku ingin kau bertindak cepat, untuk menyakinkan dia ingin segera menikah dengan mu, kau faham apa maksud ku?"

__ADS_1


"Faham" jawab Kurashi dengan singkat


"Aku harus melakukan dengan wanita bukan pilihan ku" batin Kurashi


__ADS_2