Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Aksi Lavender di hentikan oleh George


__ADS_3

"Woooiiii, jangan lariiii, beraninya kau menindas bibi ku, hadapi aku dulu dasar pengecuuuutt" teriakan Lavender yang mengejar sehingga menembus ke jalan besar sana


"Wanita ini gila, kita sudah lari masih saja mengejar kita" ucap salah si A yang sedang berlari


"Bagaimana jika kita pancing dia sampai ke depan Tuan besar?" ujar Si D yang sedang ikuti langkah si A


"Iya, mari cepat" jawab Si A


"Berhentiiiii" teriak Lavender yang mulai kesal


Aksi kejar-kejaran itu sehingga ke jalan simpang empat besar yang di mana tempat kendaraan lalu lalang sehingga di banjiri bunyi klakson akibat jalan mereka harus di hentikan


Tit...tit...tit...tit....tit...tit. .


Bunyi klakson yang kemacetan di jalan besar itu


Lavender yang tidak puas dengan sekuat tenaga dia berteriak


"Hentikan diaaaa, 2 pria ini telah mencabuli bebek dan angsa ku sehingga hamiiilllll" teriak Lavender dengan nada memenuhi satu jalan besar itu


"Apa dia gila ya?"ucap si A yang sedang melarikan diri


"Dia adalah pencabul?" ucap salah satu pejalan kaki sana


"Sama hewan saja kau pun tidak mau melepaskannya" ketus pejalan lainnya


"Hei...hei...jangan mendekat" bentak si A dan D yang mulai di keroyok oleh para pejalan kaki sana


"Paman, Bibi, kakak, adik, Tolong tangkap diaaaa. bagi yang berhasil menangkapnya akan ku berikan angsa dengan gratiiiiiisss" teriak Lavender dengan sengaja


"Wanita itu bohong semua ini tidak benar" jelas si D dengan mencoba merendamkan emosi para pejalan kaki yang berniat menghajarnya


"Iya wanita itu pembohong, ini semua tidak benar" jelas si A


"Nona, apa benar dia telah menghamili piaraan mu?" tanya salah wanita yang di sana


"Iya Bi. jika tidak percaya bisa di periksa sendiri di kandangnya, mereka semua masih gadis tapi sudah hilang perawannya karena dua pria ini sehingga mereka sekarang sudah hamil, dan lebih parahnya mereka ingin bunuh diri karena di cabuli sama hidung belang ini" jelas Lavender yang asal-asalan


"Itu tidak benar, dia bohong. wanita ini adalah penjual makanan dan tidak ada piaraan" bentak si A dengan kesal


"Nona, apa yang dia katakan benar jika kau adalah penjual makanan?" tanya salah satu pejalan kaki lainnya


"Iya aku tinggal di pasar keramaian" jawab Laveder


"Lalu kenapa kau mengatakan jika kau ada piara angsa dan bebek?" tanya pejalan kaki lainya


"Bibi, aku piara angsa dan bebek karena untuk di jual juga, dan sekarang angsa dan bebek ku sudah di perk*sa oleh dua pria ini dan kondisi mereka sekarang sedang trauma dan ingin bunuh diri, tentu saja ini merugikan ku karena daging mereka sudah tidak enak" jelas Lavender yang asal-asalan

__ADS_1


"Kenapa dagingnya bisa tidak enak?" tanya pejalan kaki lainnya yang pensaran


"Dagingnya sudah keras kalau kehilangan perawannya jadi mana mungkin bisa enak, oleh sebab itu tolong aku menahannya karena aku ingin dia ganti rugi" jawab Lavender dengan alasan


"Dia bohong ini semua tidak benar" teriak si A


"Benar dia bohong kami tidak melakukan apa pun" lanjut si D yang melihat para pejalan kaki sana yang mulai menghampirinya


Tit...tit...tit....tit...tit..


Bunyi klakson dari semua pengendara di simpang sana yang macet dari 4 sisi


"Semua minggiiirrrr, hiaaaaakkk"teriakan Lavender yang berlari ke arah si D yang berdiri pas di hadapannya yang jaraknya tidak jauh


"Hiaaaaaakkkkkk" teriak lavender yang melompat ke tubuh si D sambil menusuk mata pria itu dengan dua jarinya


"Aaargggttthhh" teriak si D yang kesakitan sehingga terjatuh karena kesakitan dan tidak bisa menjaga kesimbangan tubuh karena di peluk oleh Lavender yang kakinya melilit pinggang pria itu


"Berani sekali ingin lari dari ku, lihat jurus tusuk mata, hiaaaakkk" teriak Lavender tangan mengunakan dua jarinya menusuk mata si D tanpa berhenti dengan posisinya yang sedang duduk di atas tubuh si D


"Aaarggtttt, tolong...sakit sekali" teriakan si D yang mata mulai mengeluarkan darah


"Berani sekali kau menindas bibi ku, siapa yang berani menyentuh keluarga ku harus menghadapi ku" bentak Lavender yang masih belum menghentikan aksinya


Aksi Lavender itu membuat simpang jalan itu menjadi macet total sehingga membuat para pengendara turun dari mobil mereka untuk melihat kejadian tersebut


Bruk...


Tendangannya membuat Lavender jatuh ke belakangnya dan kesakitan


"Sakit sekali, dasar pria cabul, kau memerk*sa hewan ku masih tidak cukup sekarang ingin menindas ku" ucap Lavender yang kesakitan


Bruk...bruk...bruk..bruk...bruk..


Pukulan dan tendangan di lakukan oleh para pejalan kaki terhadap Si A


"Aaarrttggghh, lepaskan aku" teriak Si A yang di hajar habis-habisan


"Nona, apa kau baik-baik saja?" tanya salah satu wanita di sana


"Dada ku sangat sakit, berani sekali dia menendang ku" ucap Lavender yang kesal dan ingin membalas


"Tolong minggiiiiiiiirrr" teriak Lavender yang membuat aksi pejalan kaki itu berhenti


"Berani kau menendang ku, rasakan tendangan ku juga" teriak Lavender dengan menendang ke arah dagu si A sehingga membuatnya jatuh terpelanting ke belakang


Bruk..

__ADS_1


"Aarggtthh" pekikan Si A yang sakit dan tidak lama kemudian dirinya tidak sadarkan diri


Setelah menghajar si A sehingga pingsan Lavender mendekati si D yang matanya sedang berdarah dengan tergeletak di jalan itu


"Siapa yang menyuruh mu datang membuat keributan?" tanya Lavender dengan kesal


"Tidak ada" jawab si D dengan menyangkal


"Sudahlah, percuma jika aku bertanya lagi, keluarkan uang mu sebagai ganti rugi"


"Aku tidak ada uang"


"Jangan berbohong dengan ku" bentak Lavender yang membongkar saku baju dan saku celana pria itu


"Hei..singkirkan tangan mu" teriak si D yang tidak berdaya


Aksi Lavender yang membongkar saku pria itu di hentikan oleh seseorang, seseorang itu menarik kemeja Lavender dari belakangnya


"Wooiiii, siapa yang menarik ku?" bentak Lavender yang di tarik dari belakangnya sehingga berdiri


"Kenapa kau tidak bisa jarak dengan pria lain?" tanya pria itu dengan kesal


"Gorila Hamil?" ucap Lavender yang kaget melihat pria itu yang tiba-tiba muncul


"Apa sudah puas menghajar mereka? coba kau lihat satu simpang ini semua macet karena tingkah mu" kata George dengan menahan emosi


"Memangnya mobil mu ada di sini kenapa kau malah tidak senang? aku sedang memberi pelajaran pada mereka, jangan ikut campur aku masih sibuk cari uangnya" ujar Lavender


"Sudah, apa kau masih belum cukup menyentuhnya?" tanya George dengan kesal dan menahan Lavender


"Mereka harus bayar ganti rugi karena telah merusakan barang di toko dan menindas bibi ku"


"Lavender, apa kau masih belum puas? lihat saja mereka ada yang pingsan dan yang satu ini ke dua matanya sudah buta kau buat, dan lebih parahnya jalan simpang besar ini dari tadi tidak bisa bergerak karena ulah mu, ikut aku" ucap George yang mengendong Lavender berjalan ke pasar keramaian


"Turunkan aku, aku belum ambil uangnya" teriak Lavender yang di gendongan George


"Aku yang akan mengantikan yang baru"


"Tidak, mereka yang harus ganti rugi"


"Apa kau tidak bisa jaga jarak dengan pria lain? kenapa kau sering saja tidak tahu jaga jarak mu dengan pria mana pun?" ucap George yang sambil berjalan


"Turunkan aku, cepaaaaat" teriak Lavender dengan kesal


"Sudah diaamm"


"Gorilaa Hamiilllll" teriak Lavender dengan nada memenuhi satu simpang itu

__ADS_1


__ADS_2