Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Pertemuan Summy dan Lion


__ADS_3

"Lavender, apa luka mu sudah baikkan?" tanya Lion yang di dorong Bieber menghampiri ranjang Lavender


"Sudah lebih baik, jika bisa aku ingin segera tinggalkan tempat ini" jawab Lavender sambil menyantap buburnya


"Tidak bisa, kau harus tinggal di sini sampai kau sembuh" kata George dengan tatapan serius


"Tapi aku hanya luka luar, bukan luka dalam" jawab Lavender


"Selagi masih sakit kau harus tetap tinggal di sini sehingga kau sembuh" ujar George


"Bosan kalau di ranjang tidak boleh bergerak" sebut Lavender


"Lavender, betul kata George, kau masih harus di rawat, terutama luka di kepala mu harus di periksa lagi" lanjut Lion dengan senyum


"Ini hanya luka ringan saja, kepala ku sangat kuat, dari kecil kepala ku juga sering di hantam Bibi ku dengan mengunakan panci, jadi luka ini tidak begitu mempan" jelas Lavender sambil sibuk dengan menyantap makanannya


"Itu beda dengan hentakan dari mobil, kepala sampai keluar darah dan pingsan apa masih anggap masalah kecil" ujar George dengan kesal


"Lavender, Kakek akan menghukum Floris karena telah melukaimu, tentu saja kakek harus berikan penjelasan untuk mu" kata Lion


"Kakek, tapi dia adalah cucu mu, bagaimana kakek menghukumnya?"


"Lion ada peraturan tentu saja siapa pun pasti harus menerima hukuman jika melakukan kesalahan" jawab Lion dengan senyum


"Apakah kakek percaya jika dia yang menabrak ku? dan semalam luka di tangannya juga bukan aku yang melakukannya, melainkan dia sendiri yang melakukannya" tanya Lavender yang melihat ke arah Lion


"Kakek sangat mengerti sifatnya hanya semalam kakek tidak bisa menjelaskan apa-apa karena satu alasan" jelas Lion


"Alasan apa, Kek?"tanya Lavender dengan penasaran


"Tidak apa-apa! lavender, istirahatlah kakek keluar dulu" ujar Lion dengan mengelak, karena dirinya belum bisa mengatakan hal yang sebenarnya


"Apa maksud kakek? alasan apa?" tanya Lavender dengan heran


"Ini urusannya jangan di pikirkan" lanjut George yang sudah tahu maksud Lion


"Apakah gadis ceroboh ini adalah cucu kakek Lion? atau ada hubungan keluarga dengan pembunuh semua jawaban ada di tangan Bibinya" batin George


Klek


"Lavender, George" panggil Summy yang baru datang sambil membawakan makanaan


"Bibi" sapa George yang bangkit dari tempat duduknya


"Bibi, datang ke sini siapa yang jaga toko?" tanya Levender menoleh ke arah Summy


"Bibi tidak jualan, sebelum kau sembuh maka bibi tutup dulu" jawab Summy


"Aku bosan di sini sepanjang hari hanya bisa terbaring di ranjang" kata Lavender yang merasa bosan

__ADS_1


"Sabarlah, tubuh mu masih belum sembuh jangan nakal dulu" bujuk Summy yang khawatir


"George, maaf beberapa hari ni malah membuat mu sibuk, kamu bisa pulang dulu istirahat dan Bibi akan di sini menemaninya" Kata Summy dengan sopan


"Baik, Bi, jika begitu aku akan pulang dulu nanti aku kemari lagi" jawab George dengan senyum


"Lavender, jangan buat ulah dan jangan banyak bergerak" kata George yang memegang kepala Lavender


"Iya aku tahu, ada Bibi ku di sini aku mana bisa buat ulah" jawab Lavender yang duduk bersandar di ranjang


"Kalau begitu aku pulang dulu" pamit George yang kemudian meninggalkan kamar Lavender


"Lavender, apa kamu yakin kepala mu sudah tidak sakit?"tanya Summy yang duduk di samping ranjang


"Tidak sakit lagi, jika di perbolehkan aku ingin pulang hari ini juga"


"Tinggallah untuk beberapa hari lagi, sehingga dokter mengizinkan mu keluar"


"Iya"


"Katakan kenapa kau bisa di tabrak? siapa pelakunya?"


"Wanita yang buat onar di toko kita"


"Dia? bukankah dia adalah cucu Neon?"


"Kenapa dia merebut kalung mu? apa hak dia mengambil kalung itu?" tanya Summy dengan kesal


"Dia menuduh ku ada hubungan dengan pembunuh dan dia serahkan kalung itu pada kakek Neon"


"Apaa? kenapa serahkan pada Neon?"


"Karena kalung itu milik kakek Neon"


"Ini gila, itu kalung dari keluarga mu jadi orang lain tidak berhak mengambilnya"


"Bibi, bukannya Bibi mengatakan jika kalung itu beli di tepi jalan kenapa jadi kalung keluarga?"


"Itu? Bibi beritahu saja pada mu kalung itu sebenarnya milik Mama mu, dan setelah Mama mu meninggal Bibi mengambilnya untuk memakaikan ke leher mu" jelas Summy secara terpaksa


"Berarti kalung itu memang punya ku? jadi kenapa kakek Neon mengatakan jika kalung itu punya keluarganya?"


"Itu tidak benar, Bibi akan menemui si Neon itu, dia ada di mana?"


"Dia rumah sakit ini juga"


"Ini bagus, Bibi akan mengambil kalung mu itu karena hanya kamu saja yang berhak memilikinya" ujar Summy yang sambil berdiri


"Tapi, Bi. jika kakek Neon tidak mau kembalikan apa yang harus di lakukan?"

__ADS_1


"Tidak bisa, jika dia tidak mau kembalikan Bibi akan merebutnya kembali, kalung itu adalah pelindung mu juga" jawab Summy dangan yakin


"Katakan di mana kamarnya?"tanya Summy


"Bibi, aku membawa mu kesana" jawab Lavender yang ingin turun dari ranjang


"Jangan bergerak, biar Bibi pergi sendiri saja, katakan saja dia ada di kamar berapa?"


"Baiklah! nomor kamarnya 188, keluar dari kamar ku Bibi belok saja ke kiri sampai ujung dan belok kanan itu kamarnya" jawab Lavender dengan tanpa berhenti yang tanpa dia sadari telah salah menunjuk arah


"Duduk saja di sini, Bibi akan ajak bicara baik-baik dengannya" kata Summy


"Bibi, tidak bawa senjata jika kakek Neon tidak mau kembalikan Bibi mana bisa melawannya" ujar Lavender


"Bibi, hanya mau meminta kalung itu dan bukan mau perang dengannya" jelas Summy yang berjalan keluar dari kamar Lavender


"Jika kalung itu punya ku kenapa kakek Neon bilang jika kalung itu milik dia? sebenarnya kalung itu milik siapa?" gumam Lavender


Summy merasa kesal karena kalung milik Lavender jatuh ke tangan orang lain, tentu saja Summy ingin merebut kembali kalung tersebut.


Summy berjalan dan melihat kiri kanan dalam lorongan rumah sakit itu untuk mencari kamar 188.


"Di mana ya? kata anak itu belok kiri sampai ujung belok kanan tapi kenapa jadi toilet?" Gumam Summy


"Apakah Bibi Lavender akan datang hari ini?" tanya Lion yang sedang berada di salah satu lorong rumah sakit


"Ketua besar, seharusnya iya" jawab Bieber yang sambil mendorong kursi roda Lion.


"Suruh Kelvin mengintainya jika dia sudah datang maka segera kabari ku, aku tidak sabar untuk bertemu dengannya, aku ingin tahu di mana mereka mendapat kalung itu" jelas Lion


"Ketua besar, kenapa tadi tidak bertanya pada Nona Lavender?" tanya Bieber


" Sebelum di pastikan aku tidak ingin mengungkitkan di depan Lavender, hanya Bibinya yang bisa beri jawaban" jelas Lion


Di saat Bieber ingin membawa Lion ke kamarnya mereka bertemu Summy yang sedang mencari nomor kamar tersebut.


Posisi mereka berlawanan arah. sambil berjalan lihat ke arah kiri kanan tanpa dia sadari Lion yang posisinya tidak jauh sedang menuju ke arah yang di mana Summy sedang berjalan


"Sebentar, wanita itu?" ucap Lion yang menatap Summy dengan merasa tidak asing


"Susah sekali mencarinya bagus aku tanya dokternya" gumam Summy yang melangkah ke arah depan tanpa berhenti, di saat dia di berjalan dia melihat seorang pria duduk di kursi roda yang sedang melihat ke arahnya.


Setelah 20 tahun lamanya tidak bertemu tentu membuat mereka hampir tidak saling kenal. karena Summy yang masih muda dulu sangat ramping dan sekarang sudah berubah menjadi gemuk. sementara Lion yang dulu masih muda dan sekarang telah beruban dan duduk di kursi roda


"Pria ini kenapa seperti dia?" batin Summy yang berdiri diam sambil melihat Lion


"Apakah dia adalah kakak Robert, Summy?" batin Lion yang merasa ragu


"Kenapa sudah lama Bibi belum kembali, apa mereka sedang berperang ya, bagus aku keluar mencarinya" kata Lavender yang turun dari ranjang dan berjalan keluar dari kamarnya

__ADS_1


__ADS_2