
"Cari kesempatan untuk menangkap wanita itu dan bawa ke hadapan ku" perintah Kaneshiro
"Baik Tuan besar" jawab Erick dengan menunduk
Rumah sakit
Kurashi yang telah sadar setelah koma selama beberapa hari tidak ingin bicara dan hanya diam seribu bahasa, Mimi yang dengan setianya selalu menjaga Kurashi dengan penuh kesabaran, walau dirinya selalu di abaikan oleh pria itu tetap tidak membuatnya putus asa
"Kakak, ini buburnya aku memasak sendiri, makanlah sedikit. selama beberapa hari kau tidak makan apa-apa, makanlah sedikit" bujuk Mimi dengan berusaha dan duduk di tepi ranjang
Kurashi tidak mau menanggapinya sama sekali, dan tidak ingin menoleh ke arah wanita yang selalu di sampingnya itu
"Kakak, luka mu belum sembuh, makanlah sedikit, jangan membiarkan perut mu kosong ini akan membuat mu semakin lemah" bujuk Mimi dengan merasa sedih
"Kakak, aku tahu kau tidak menyukai ku, tapi dalam kandungan ku ini sudah ada darah daging mu, aku ingin di saat aku melahirkan dia kau ada di sisi ku, dan mengendongnya. Kakak, tidak apa jika kau tidak suka padaku, tapi aku mohon pada mu jangan melakukan sesuatu yang melukai diri mu sendiri, demi anak kita jagalah diri mu baik-baik" ujar Mimi dengan meneteskan air matanya
Kursahi sama sekali tidak ada reaksi sama sekali dan hanya duduk bersandar dengan matanya melihat ke arah luar jendela, dengan raut wajah yang datar dan pucat
"Kakak, katakan jika ingin makan sesuatu aku akan membelinya untuk mu, walau kau membenci ku tapi setidaknya kau harus menjaga diri mu agar cepat sembuh" ucap Mimi dengan merasa sedih
Tidak lama kemudian Mimi meletakkan mangkok yang berisi bubur di atas meja yang di samping ranjang dan dirinya pun keluar dari kamar Kurashi
Klek.
Saat melangkah keluar Mimi menyandarkan diri di tembok dengan rasa hati yang kecewa
"Kenapa dia selalu mengabaikan ku? aku sudah berusaha untuk menjaganya bahkan aku sudah mengandung anaknya tapi dia masih saja bersikap dingin terhadap ku, sedangkan wanita itu yang melukainya masih saja di cintai, dua kali di lukai oleh wanita itu tapi masih saja tidak bisa melupakannya" batin Mimi dengan mengeluarkan air mata
"Aku tidak puas, benar-benar tidak puas, aku adalah putri ketua mafia tapi bisa dapat layanan seperti ini dari pria yang ku cintai. Lavender, kau menghancurkan hidup ku, jika kau mati maka Kakak Kurashi pasti akan melupakan mu, kau pembuat masalah. aku tidak akan membiarkan mu hidup dengan tenang" gumam Mimi
Mimi mengeluarkan handphone miliknya dan menghubungi seseorang di seberang sana
"Hallo Nona" jawab seorang pria yang di seberang sana
"Kak Moshi, aku ingin meminta mu urus seorang wanita yang bernama Lavender, siksa dia sehingga dia menderita, jangan membiarkan dia mati dengan cepat" perintah Mimi
"Baik Nona"
Tidak lama kemudian mereka memutuskan panggilannya
"Lavender, jangan menyalahkan ku, aku sudah rela menyerah diri pada Kakak Kurashi sehingga aku hamil anaknya dan dia juga ingin membunuh ku, semua ini karena mu, aku yang sudah hamil masih saja kalah dari mu, sebelum dia cacat dia juga memilih mu bahkan sehingga sudah cacat masih saja tidak melupakan mu, kau membuat dia koma selama beberapa hari, tapi di saat sadar dia masih saja mengingat mu, aku tidak tahu aku kalah dari segi mana di banding diri mu" gumam Mimi dengan merasa kesal
Kediaman Hamilton
"Tuan pistol" teriak Lavender yang menghampiri Rocky yang sedang duduk di ruang tamu sedangkan Anisa sedang meletakkan minuman untuk Rocky
__ADS_1
"Nona, ada apa?" tanya Rocky yang sedang bangkit dari sofa
"Eh...kemana tuan pistolnya?" tanya Lavender yang melihat ke sana kemari mencari keberadaan Patrick
"Pistol? maksud Nona ingin memakai pistol?" tanya Rocky dengan heran
"Memakai pistol untuk apa?"
"Tadi Nona mencari pistol" jawab Rocky
"Bukan, aku ingin mencari tuan pistol kemana dia?" tanya Lavender
"Tuan pistol? di sini tidak ada yang bernama pistol" jawab Rocky dengan binggung
"Jadi di mana Gorila ?"
"Go..gorila? bukankah seharusnya di kebun binatang" jawab Anisa
"Untuk apa dia kesana? apa mencari serangga ya?"tanya Lavender
"Eh..biasa gorila memang tinggal di sana Nona" jawab Anisa
"Apa dia sudah membeli kebun binatang itu sehingga dia tinggal di sana?" tanya Lavender
"Biasa gorila memang tinggal di sana, Nona. apakah Nona ingin menjumpai gorila peliharaan Nona?" tanya Anisa
"Dia sudah dewasa dan bukan peliharaan ku. Bibi, kenapa semua jendela sini di kunci semua?" tanya Lavender
"Eh...itu karena pesan dari tuan" jawab Anisa
"Selain jendela semua pintu juga di kunci dan kenapa di luar banyak sekali anggota yang sedang berjaga?"
"Ini juga pesanan ketua" jawab Rocky
"Ketua memesan tutup semua jendela karena takut kamu lari dari jendela, selain itu semua anggota yang di luar juga untuk mengawasi mu, karena ketua sudah tahu jika dirimu sangat lasak" batin Rocky
" Ini bosan sekali aku di rumah terus, kalian ada halaman luas tapi aku malah tidak bisa keluar melihat bunga, dan mengunci ku di dalam seperti tahanan saja" ujar Lavender dengan kesal
"Nona, maaf. ini semua karena ketua tidak ingin anda terluka, demi keselamatan Nona maka kami hanya bisa melakukan pengawasan ketat" ujar Rocky
"Dasar Gorila Hamil" ketus Lavender
"Gorila Hamil?" tanya serentak Rocky dan Anisa
"Iya Gorila Hamil, ketua kalian sangat menjengkelkan" ketus Lavender
__ADS_1
"Apa hubungannya Ketua dan gorila" ucap Rocky dengan binggung
Lavender yang merasa kesal langsung berjalan ke arah dapur, di saat dirinya menuju ke dapur Rocky dan Anisa berniat untuk menghalangnya
"Nona..nona..nona mau melakukan apa?" tanya Anisa yang menghalang dari depan
"Aku ingin memasak, Bi" jawab Lavender yang ingin melangkah masuk ke dapur
"Sebentar! Nona, tidak perlu bersusah payah untuk memasak, pesan saja jika nona lapar, akan ku siapkan" ucap Anisa yang berniat menghentikan Lavender
"Aku bosan tidak melakukan apa-apa, Bi." jawab Lavender
"Nona, katakan saja ingin makan apa biar Anisa yang masakkan" ujar Rocky
"Aku ingin makan daging kecap dan ayam kecap, ha... jangan lupa masakan sop serangga untuk Gorila" jawab Lavender
"Hah...sop serangga?" tanya Anisa yang kebinggunan
"Kak Koky, tolong tangkap serangga di kebun binatang dan berikan pada bibi untuk memasaknya" pesan Lavender yang menatap ke arah Rocky
"Se..serangga? tangkap serangga di kebun binatang?" tanya Rocky dengan heran
"Iya, cepat pergi" jawab Lavender
"Nona, untuk apa kita masak sop serangga?" tanya Anisa
"Bukannya Bibi mengatakan jika Gorila makan serangga, maka masak saja sopnya" jawab Lavender
"Bibi, aku akan memasak daging kecap"
"Nona, biarkan saja saya yang memasaknya" ucap Anisa dengan berusaha melarang Lavender
"Kenapa tidak biarkan aku di dapur?" tanya Lavender
"Nona, bagaimana jika Anda pergi tidur saja, tuan akan marah jika Nona bekerja, nanti saya sulit menjelaskannya kepada tuan" jawab Anisa dengan alasan
"Iya aku tahu, kalau begitu aku pergi tidur saja" jawab Lavender dengan melangkah ke arah kamarnya
"Anisa kenapa kau tidak membiarkan nona ke dapur?" tanya Rocky
"Tuan sudah pesan jangan membiarkan nona di dapur ini sangat membahayakan" jawab Anisa
Bab selanjutnya
Lavender di kejar anggota Mimi
__ADS_1